Myalgia Adalah Musuh Otot, Ayo Hindari!

Anda pernah mendengar penyakit myalgia? Dalam bahasa yang lebih umum, myalgia adalah nyeri otot yang mungkin bisa membuat Anda merasa sangat kesakitan. Tidak jarang, gejala dari myalgia pun akan memberikan efek lain selain rasa nyeri.

Sakit leher belakang atau leher belakang sakit dapat diatasi dengan beberapa cara

Kondisi otot yang terus-menerus bekerja keras sampai gangguan autoimun dapat berpengaruh pada keberadaan penyakit ini di tubuh Anda. Namun selain fokus pada penyebabnya, mengetahui cara-cara untuk mencegah myalgia tentulah lebih baik.

Mari mengenali myalgia lebih dalam. Memahami gejala agar penanganan cepat serta melakukan tindakan preventif adalah hal yang tepat untuk menghadapi musuh otot yang satu ini. 

Ciri-ciri Myalgia 

Gejala umum dari myalgia tidak lain adalah rasa otot yang seperti tertarik sehingga menimbulkan kesan nyeri. Rasa nyeri bisa terjadi ketika otot Anda bergerak ataupun diam. Pada awalnya, Anda mungkin hanya merasakan nyeri di suatu area otot tubuh. Namun jika tidak ditangani dengan baik, bukan tidak mungkin rasa nyeri akan tersebar ke berbagai otot tubuh lainnya. 

Selain rasa nyeri, myalgia adalah penyakit yang juga bisa menimbulkan gejala lain yang tidak disangka. Pasalnya gejala dari penyakit ini kadang-kadang terlihat sama sekali tidak berhubungan dengan otot Anda. 

Gejala lain myalgia bisa berupa rasa lelah yang luar biasa. Kelelahan tersebut bahkan dapat membuat Anda kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari yang ringan sekalipun. 

Myalgia juga bisa menyebabkan Anda mengalami demam tinggi yang tidak jarang diikuti rasa menggigil. Gejala ini bisa terjadi apabila nyeri otot diikuti oleh infeksi.  

Yang mungkin Anda tidak duga lainnya, myalgia adalah penyakit yang ternyata bisa mempengaruhi mental Anda. Orang-orang yang menderita myalgia dalam jangka waktu lama tidak jarang didapati memiliki perasaan tertekan yang cukup parah. 

Langkah Pencegahan 

Penyebab myalgia sangatlah beragam. Maka dari itu, sebenarnya cara menghindari penyakit ini pun sangat beraneka. Namun secara umum, pencegahan myalgia adalah upaya untuk membuat otot tidak terlalu bekerja berat secara tiba-tiba juga mencegah peradangan. 

Peregangan otot kerap menjadi anjuran dokter untuk menjadi terapi ataupun langkah preventif guna memulihkan atau menghindarkannya dari myalgia. Peregangan sebaiknya dilakukan setiap kali Anda hendak melakukan aktivitas fisik, khususnya olahraga. 

Yang mungkin tidak Anda sadari juga selama ini, peregangan yang baik seharusnya bukan hanya dilakukan sebelum aktivitas fisik. Melakukan peregangan setelah melakukan olahraga pun sangat penting untuk mencegah Anda terkena myalgia. Tidak perlu lama-lama, Anda sebenarnya hanya perlu peregangan sekitar 5—10 menit di awal atau akhir olahraga agar otot menjadi lebih lentur dan bisa terhindar dari cedera. 

Tentunya, peregangan jangan cuma dilakukan ketika Anda sedang berolahraga. Peregangan juga sebaiknya Anda implementasikan jika memiliki  pekerjaan yang membuat Anda kurang bergerak. Kerjaan yang mengharuskan Anda duduk terus-menerus di lingkungan kerja pun rentan membuat otot tegang hingga akhirnya mengalami myalgia. Karena alasan inilah, sangat penting melakukan peregangan badan 1—2 jam sekali ketika Anda tengah bekerja di meja kerja Anda. 

Anda juga tidak boleh melupakan fakta bahwa salah satu risiko terkena myalgia apabila tubuh mengalami peradangan di otot. Risiko peradangan sendiri bisa Anda minimalkan jika kebutuhan cairan dalam tubuh selalu terpenuhi. 

Karena itu, jagalah tubuh agar tetap terhidrasi. Pastikan Anda mengonsumsi 8 gelas air mineral setiap harinya untuk memastikan kecukupan cairan di badan Anda. Pada hari-hari yang super sibuk ataupun panas, tidak ada salahnya mengonsumsi air lebih daripada yang dianjurkan, 

Mengenal dan memahami penyebab myalgia adalah kunci untuk menghindari penyakit ini. Tentunya Anda juga perlu bijak dalam berolahraga agar tidak mengalami cedera yang pada akhirnya memicu myalgia.