Pemahaman Soal Necrotizing Enterocolitis bagi Para Orang Tua

Saat masih bayi, kondisi seorang manusia amatlah rentan. Tubuh mereka belum siap betul dan mudah sekali terserang berbagai masalah kesehatan. Terlebih bayi yang lahir secara prematur atau lebih cepat dari waktu seharusnya. Ada satu masalah kesehatan yang disebut necrotizing enterocolitis atau NEC. Penyakit usus ini paling umum dan serius yang bisa diderita bayi prematur.

Sebagian besar kasus necrotizing enterocolitis terjadi pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu. Tetapi bayi cukup bulan yang memiliki masalah kesehatan, seperti kelainan jantung, juga bisa mengalaminya. Bayi dengan NEC biasanya mulai terlihat tanda-tanda dan mulai terdeteksi dalam 2 sampai 4 minggu pertama kehidupan.

Bayi dikatakan mengalami necrotizing enterocolitis ketika jaringan di usus kecil atau besar terluka atau meradang. Hal ini dapat menyebabkan kematian jaringan usus dan, dalam beberapa kasus, terjadi lubang (perforasi) di dinding usus. 

Para orang tua perlu mengetahui ketika kondisi ini terjadi, artinya usus di dalam perut bayi mereka tidak bisa lagi menampung limbah. Jadi bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa. Limbah bisa masuk ke perut bayi dan membuat bayi sakit parah. Usus yang terluka, atau bagiannya, mungkin mati dan perlu diangkat.

Gejala necrotizing enterocolitis dapat bervariasi dari satu bayi dengan bayi lainnya. Namun, secara umum gejala yang ditimbulkan tak jauh berbeda dengan masalah pencernaan lainnya, seperti:

  • Terjadi bengkakan di perut, memerah, dan bertekstur lunak;
  • Menjadi sulit makan; 
  • Makanan tinggal di perut lebih lama;
  • Sembelit;
  • Diare, kadang tinja atau kotoran menjadi lebih gelap atau berdarah;
  • Menjadi kurang aktif atau lesu;
  • Suhu tubuh yang rendah atau tidak stabil;
  • Muntah hijau (mengandung empedu);
  • Apnea (berhenti bernapas);
  • Bradikardia (detak jantung melambat); hingga
  • Hipotensi (tekanan darah rendah). 

Gejala itu bisa timbul dari waktu ke waktu dan bisa terjadi satu atau beberapa sekaligus. Para orang tua harus dapat bereaksi dengan tepat dan tanggap ketika menduga apa yang dialami bayi Anda adalah necrotizing enterocolitis. Pemberian pertolongan medis yang cepat dan tepat berkaitan dengan hasil pengobatan nantinya.

Ketika seseorang memeriksakan bayi dengan gejala NEC, diagnosis dapat dipastikan jika pola gas abnormal muncul pada hasil pemindaian sinar X. Pola yang dimaksud tampak seperti munculnya gas yang bergelembung atau bergaris-garis di dinding usus.

Dalam kasus yang parah, udara keluar dari usus dan muncul di pembuluh darah besar hati atau rongga perut. Seorang dokter mungkin memasukkan jarum ke perut untuk menarik cairan untuk melihat apakah ada lubang di usus.

Jika sudah dapat dipastikan bayi mengalami necrotizing enterocolitis, hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah menghentikan segala bentuk pemberian makanan, termasuk pemberian ASI, melalui oral atau mulut. Pasalnya, dokter perlu “membereskan” masalah di organ pencernaan bayi hingga mereka kembali siap mencerna makanan secara normal.

Sebagai gantinya, pemberian makanan biasanya dilakukan secara langsung ke pembuluh darah, kita mengenalnya dengan teknik infus. Dalam kondisi seperti saat ini, wajar bila sebagai orang tua seseorang amat merasa khawatir dan frustasi terhadap kondisi bayinya.

Memang menyedihkan pada saat-saat seharusnya mereka mendapatkan asupan nutrisi terbaik dari orang tua, mereka malah tidak boleh melakukan itu. Akan tetapi percayalah bahwa semua itu merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan selama masa pengobatan necrotizing enterocolitis. Jika masa-masa berat itu sudah terlewati, yakinlah orang tua nantinya dapat kembali menyusui bayinya secara penuh.