Sigap! Ini Tanda-tanda Melahirkan Semakin Dekat

Sudah memasuki masa akhir trimester 3 dan tengah menanti hari perkiraan lahir untuk menyambut sang buah hati? Tetap ingat, hari perkiraan tetaplah perkiraan. Bayi Anda bisa lahir kapan saja bahkan di luar waktu perkiraan tersebut. 

Namun, jangan khawatir berlebihan. Bagaimanapun bayi Anda cukup cerdas untuk memberikan tanda-tanda melahirkan sehingga Anda bisa menyiapkan diri untuk persalinan secara optimal. Yang Anda butuhkan hanya kepekaan untuk menyadari tanda-tanda melahirkan yang dikirim sebagai sinyal dari si kecil yang masih di perut. 

Tanda-tanda melahirkan yang perlu diperhatikan

Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda melahirkan yang kerap dialami oleh perempuan 1-7 hari sebelum persalinan asli tiba. Apakah Anda mengalaminya juga? 

Flek Disertai Lendir 

Munculnya flek merupakan kondisi yang mesti diwaspadai oleh ibu hamil karena bisa mengarah ke keguguran di trimester awal. Namun pada trimester 3 dan khususnya di minggu-minggu akhir, flek lebih sering muncul dan bisa menjadi tanda-tanda melahirkan. Flek yang menjadi tanda bahwa persalinan semakin dekat adalah fleks kecokelatan yang disertai lendir. Warna lendirnya sendiri bervariasi dari bening hingga merah muda, bahkan bisa mengandung jejak darah. 

Berat Badan Berkurang 

Anda mungkin tidak pernah berpikir bahwa ketika hamil besar, berat badan justru berkurang. Namun, hal ini benar-benar bisa terjadi sebagai tanda-tanda melahirkan. Umumnya, seseorang yang waktu melahirkannya sebentar lagi akan mengalami pengurangan berat badan 0,5-1,5 kilogram. Penurunan berat badan ini terjadi karena tubuh Anda menumpahkan banyak beban lewat intensitas buang air kecil yang semakin sering. Belum lagi ada sumbasih dan pengurangan air ketuban menjelang persalinan. 

Beres-beres Ekstrem 

Kebanyakan perempuan yang mempunyai pengalaman melahirkan mengaku lebih sering beres-beres pada 24-48 jam dari waktu sebelum persalinan. Dari sisi psikologis, ini terjadi karena tubuh sudah masuk mode panik serta memiliki dorongan dan obsesi untuk memastikan tidak ada satu butir pun debu di rumah sebagai upaya menyambut sang buah hati yang sebentar lagi lahir. 

Nyeri Punggung Bawah 

Sakit punggung biasa terjadi selama kehamilan. Ini terjadi karena persendian dan ligamen secara alami mengendur sebagai persiapan untuk persalinan. Namun, rasa nyeri punggung bawah Anda yang dirasakan akan semakin memuncak 1-2 hari sebelum bayi akan lahir! Sakitnya bahkan bisa menyebar sampai ke area panggul. Ini membuat Anda menjadi serba salah untuk berdiri, duduk, maupun tidur dengan berbagai posisi. 

Pelebaran Serviks 

Menjelang akhir kehamilan, Anda akan menjalani pemeriksaan mingguan. Di mana dokter akan memeriksa sudah seberapa jauh pelebaran serviks yang sudah Anda alami. Jika pelebaran serviks sudah mencapai 2-3 sentimeter, bersiap-siaplah karena bayi Anda akan lahir dalam 24—48 jam lagi. Pada saat itu, sebaiknya Anda sudah memastikan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk persalinan dan bayi telah tersedia semua. 

Kontraksi 

Kontraksi palsu dapat dimulai berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum persalinan yang sebenarnya. Namun, kontraksi asli adalah tanda-tanda melahirkan yang tidak bisa ditampik karena bayi Anda sebentar lagi akan lahir! Ciri-ciri kontraksi asli adalah rasa nyeri yang lebih kuat dan berlangsung lebih dari 1 menit untuk tiap durasinya. Di mana dari kontraksi satu ke kontraksi lain hanya berjarak 4-5 menit. Jika sudah demikian, segeralah menghubungi dokter atau ke rumah sakit sebab kemungkinan Anda melahirkan tidak sampai 48 jam lagi. 

Ketuban Pecah 

Salah satu tanda-tanda melahirkan yang adalah pecahnya air ketuban Anda atau lebih khusus lagi, pecahnya kantung ketuban Anda. Pecahnya ketuban tidak harus disertai semburan air berwarna bening dan tidak berbau pesing. Beberapa wanita bahkan hanya mengalami rembesan air dan basah di pakaian ketika ketuban pecah. Apapun modelnya, ibu hamil yang mengalami ketuban pecah mesti segera ditangani dan dilakukan persalinan segera. 

Mengenali tanda-tanda melahirkan bisa meminimalkan kepanikan Anda. Begitu tanda-tanda tersebut muncul, segeralah pergi ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lanjutan atau bahkan persalinan segera.

4 Produk untuk Merawat Luka Operasi Caesar

Perempuan yang pernah menjalani operasi caesar pada umumnya memiliki bekas luka di bagian bawah perut. Banyak yang merasa jika bekas luka ini mengganggu penampilan, sehingga banyak dari mereka yang mencari cara merawat luka caesar agar sedikit demi sedikit bisa memudar dan bekas operasi bisa hilang, meskipun tidak secara sempurna.

Operasi caesar dilakukan jika perempuan melahirkan secara tidak normal, seperti prosedur operasi lainnya jenis operasi ini juga akan meninggalkan bekas luka jahitan. Secara umum, bekas luka hanya terlihat samar tetapi meninggalkan bekas luka yang terlihat sangat jelas dan tak jarang bekas luka dari operasi ini akan berkembang menjadi keloid.

Cara Merawat Luka Caesar

Bekas luka operasi caesar memang akan memudar seiring waktu berlalu, namun tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Jika bekas luka ini mengganggu, perempuan bisa menggunakan beberapa produk untuk melakukan pengobatan rumahan secara sederhana agar bisa menyamarkannya, berikut beberapa produk yang disarankan.

  1. Petroleum Jelly

Digunakan untuk menjaga sayatan agar tetap lembap dan tertutup, pakai krim ini untuk membantu mengurangi jaringan parut setelah operasi caesar. Agar maksimal, penting mengoleskan krim ini pada bekas luka dan tetap menutupinya untuk membantu menjaga bekas luka operasi caesar tetap rata.

  1. Gel Silikon

Tempatkan selembar gel silikon di atas lokasi sayatan, cara ini juga terbukti efektif dalam mengatasi bekas luka caesar. Lembaran lengket dan bening membantu menjaga bekas luka tetap lembap dan tertutup, sehingga dampak yang dihasilkan membuat bekas luka tetap lembut, lebih tipis dan tidak terlalu terlihat merah.

  1. Vitamin E dan Ekstrak Bawang

Penggunaan vitamin E dan ekstrak bawang digunakan untuk membantu mengurangi bekas luka, dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa kedua zat ini bahkan bisa mencegah munculnya bekas luka. Kedua kandungan tersebut bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jaringan parut pada bekas luka caesar.

  1. Madu

Siapa sangka madu memiliki manfaat luar biasa dalam pengobatan atau perawatan bekas luka caesar pada ibu hamil. Madu ternyata dapat mengurangi peradangan kulit, dalam sebuah penelitian menyebutkan jika madu membantu dalam proses pembentukan jaringan baru. Hal ini juga bisa mengurangi jaringan parut atau mencegah timbulnya bekas luka.

Penyebab Munculnya Bekas Luka

Merupakan cedera yang melibatkan rusaknya jaringan tubuh dan pada umumnya terjadi di kulit sebagai lapisan perlindungan terluar. Terbentuknya bekas luka ini merupakan bagian alami dari proses penyembuhan luka, tampilan bekas luka ini tergantung dari bagaimana perawatan penyembuhan luka, usia, faktor genetik dan jenis luka termasuk luka operasi caesar.

Jaringan yang rusak karena sayatan dan jahitan operasi caesar akan pulih dengan sendirinya, namun kulit akan menjadi sama kuatnya seperti sebelum dijahit. Meski demikian, penampilan kulit bekas luka mungkin berbeda dengan kulit normal karena kulit tersusun atas dua protein, yakni kolagen yang memberi kekuatan kulit dan elastin yang memberi kelenturan kulit.

Kulit  tidak dapat memproduksi elastin baru pada bekas luka, namun ketika tubuh memproduksi terlalu banyak kolagen, maka bekas luka operasi caesar akan terlihat lebih tebal dan berwarna gelap. Kondisi ini disebut dengan luka hipertrofik dan keloid, untuk mengatasinya hanya bisa mengandalkan berbagai cara merawat luka caesar yang direkomendasikan oleh dokter.

Pada keloid, bekas luka akan menebal dan bahkan menjadi berukuran lebih besar ketimbang luka aslinya. Selain mengganggu penampilan juga bisa menimbulkan rasa gatal, kondisi ini tentu dapat menurunkan rasa percaya diri perempuan.