Cara Mengatasi Batu Ginjal Secara Alami

Batu ginjal adalah kondisi ginjal yang mengalami endapan keras akibat menumpuknya garam serta mineral yang mengendap didalam ginjal. Batu ginjal awalnya sangat kecil, namun dapat berubah semakin besar dari waktu ke waktu jika tak ditangani. Ada banyak faktor yang mampu menyebabkan hal ini terjadi. Mulai dari kebiasaan sedikit minum air, terlalu banyak mengkonsumsi garam, penyakit asam urat, obesitas, hingga penggunaan obat-obatan tertentu. 

Pada penderita batu ginjal, ia akan merasakan keluhan nyeri saat buang air kecil, sakit di sisi punggung area bawah, nyeri dibagian perut bawah, demam, hingga urin yang susah keluar dan sangat sedikit. Mengkonsultasikan keluhan pada dokter adalah hal terbaik yang dapat dilakukan untuk memeriksa keparahan batu ginjal. 

Nantinya, dokter akan menyesuaikan pengobatan pada keadaan dan tingkat keparahan batu ginjal yang dialami penderita. Kemudian diluar itu, ada beberapa langkah alami yang dapat Anda coba dirumah untuk terus mendukung proses penyembuhan batu ginjal. Simak langkah alami berikut:

1. Konsumsi air lebih banyak

Salah satu faktor yang dapat mendukung tubuh terkena penyakit batu ginjal adalah kurang asupan air. Untuk itu, coba biasakan minum air lebih banyak dari biasanya. Jangan hanya mengkonsumsi 2 liter atau 8 gelas air, namun perbanyak hingga 10-12 gelas. Kemudian, perhatikan juga warna dan konsistensi urin Anda. Akan semakin baik jika urin tidak pekat dan warna urin terlihat pucat. 

2. Jus lemon

Coba untuk tambahkan perasan lemon setiap kali Anda mengkonsumsi air. Lemon mengandung asam sitrat yang dinilai dapat mencegah terbentuknya batu kalsium. Ia juga dipercaya dapat memecah batu-batu kecil yang menggumpal pada ginjal.

3. Basil

Tanaman yang masih saudara dengan daun mint dan kemangi ini juga dinilai mampu memecah batu ginjal dan mengurangi rasa sakit yang terjadi akibat kandungan baik asam asetat didalamnya. Selain itu, tanaman herbal ini juga mampu meredakan peradangan akibat penyakit batu ginjal. Anda dapat menambahkan beberapa lembar daun basil pada teh, atau mencampurnya dalam bentuk jus dengan buah segar lainnya.

4 Apple cider vinegar

Hampir mirip dengan basil, apple cider vinegar mengandung asam asetat yang mampu mencegah batu ginjal hingga meringankan rasa sakit yang terjadi. Ia juga dapat mencegah terjadinya infeksi yang dapat memperparah penyakit batu ginjal. Cara penggunaannya, cukup larutkan 3-4 sendok teh cuka apel pada segelas air kemudian minum. Perhatikan juga takaran apple cider vinegar yang dikonsumsi, jangan melebuh 8 sendok karena akan berdampak buruk bagi kesehatan. 

5. Jus seledri

Kandungan baik seledri dipercaya dapat membersihkan racun yang berperan dalam pembentukan batu ginjal. Bisa dibilang seledri dapat mendetox racun agar batu ginjal tak jadi semakin parah. Anda bisa mencampurkan seledri dengan apel serta perasan jeruk nipis lalu memblendernya hingga halus. Ramuan ini dapat Anda minum sebelum atau sesudah makan. 

6. Jus delima

Delima sudah sejak lama dipercaya akan khasiatnya yang baik untuk ginjal karena sifat antioksidannya. Delima dinilai mampu meningkatkan fungsi ginjal agar ginjal tetap sehat dan mencegah kondisi keparahan pada ginjal dapat terjadi. Untuk mengkonsumsinya, cukup blender hingga halus biji delima kemudian tambahkan gula sesuai selera. Konsumsi ramuan ini secara rutin agar kesehatan ginjal dapat terus terjaga. 

7. Air kacang merah

Air kacang merah sering digunakan untuk meningkatkan kesehatan saluran kemih serta ginjal secara keseluruhan. Ia juga dapat membantu melarutkan dan memecah batu yang menggumpal. Cukup rebus kacang merah dan saring airnya kemudian minum beberapa gelas setiap hari dengan rutin.  

8. Rumput gandum

Rumput gandum atau wheatgrass adalah salah satu jenis rumput yang kandungannya dipercaya baik untuk kesehatan ginjal. Kandungan nutrisi di dalam tanaman ini mampu membersihkan ginjal serta membantu meningkatkan aliran urin untuk terus membantu proses pengeluaran batu. Untuk tahap awal, cobalah minum rebusan atau jus 2 ons rumput gandum dan minum secara perlahan. 

9. Tambah dengan obat herbalĀ 

Untuk membantu mengobati dan meluruhkan batu ginjal, Anda dapat meminum obat-obatan herbal. Memilih obat dengan kandungan herbal dinilai akan lebih baik dan aman bagi penderita batu ginjal. Salah satu obat yang dapat Anda konsumsi adalah Nephrolit.

Obat ini berfungsi untuk meluruhkan batu ginjal, melancarkan buang air kecil, hingga mengurangi resiko infeksi yang terjadi. Nephrolit terbuat dari berbagai campuran bahan alami ekstrak daun kumis kucing, daun keji beling, daun meniran, daun sendok, daun tempuyung, sehingga penggunaan obat jarang menimbulkan efek samping.

Tak hanya itu, obat ini juga mengandung asam folat serta vitamin B6 sehingga baik untuk kesehatan ginjal. Anda dapat menggunakan obat nephrolit 1 kapsul 4x sehari atau ikuti anjuran serta saran dari dokter. Rutin mengkonsumsi obat Nephrolit dan terus tingkatkan gaya hidup sehat dinilai akan berpengaruh baik terhadap penyakit batu ginjal yang diderita.

Cara Menggunakan Closet Duduk dengan Aman

Banyak pendapat berbeda mengenai kenyamanan menggunakan closet duduk atau jongkok, biasanya hal ini berdasarkan pada kebiasaan masing-masing setiap orang. Namun, tidak sedikit yang mengklaim jika toilet duduk cenderung lebih nyaman ketimbang jongkok. Lantas sebenarnya manakah yang paling nyaman dipakai, closet duduk vs jongkok.

Toilet jongkok dan duduk merupakan dua jenis kloset yang umum digunakan, meskipun jenis kloset yang digunakan tidak hanya memengaruhi posisi buang air besar tetapi juga kesehatan hingga kelancaran proses pembuangan ini. Hal ini tentu menjadi perhatian tersendiri terlebih jika seseorang tersebut mengetahui bagaimana penggunaan toilet duduk atau jongkok yang aman.

Closet Duduk Vs Jongkok

Berdasarkan kajian para ahli terkait kekurangan dan kelebihan dari masing-masing closet bahwa penggunaan toilet jongkok untuk buang air besar lebih disarankan ketimbang toilet duduk. Namun, bagaimana jika di rumah hanya tersedia toilet duduk, haruskah dibongkar dan diganti dengan toilet jongkok.

Hal itu tidak perlu dilakukan, cukup mengakalinya dengan menggunakan kursi atau bangku pendek untuk diletakkan di bawah kaki ketika buang air besar. Dengan posisi jongkok, akan membuat otot-otot usus menjadi rileks dan jalur keluar feses akan lebih panjang. Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin menggunakan closet duduk dengan aman.

Tips Aman Pakai Closet Duduk

  1. Bersihkan Permukaan Kloset

Sebelum buang air besar atau pipis, usahakan untuk membersihkan permukaan kloset dengan menggunakan tisu. Beberapa toilet umum terkadang juga menyediakan cairan pembersih yang bisa dipakai untuk mengelap dudukan kloset.

  1. Lapisi dengan Tisu

Hal ini bisa dilakukan jika seseorang merasa tidak nyaman ketika harus bersentuhan dengan kloset, memanfaatkan ketersediaan tisu yang ada. Ambil beberapa helai tisu secukupnya dan letakkan di atas permukaan kloset, lalu duduk dan usahakan kloset tetap dalam keadaan kering.

  1. Hindari Jongkok di Atas Kloset

Kloset duduk hanya untuk duduk, jadi jangan sekali-kali mencoba untuk jongkok di atas kloset ketika buang air besar. Selain bisa mengotori kloset, jongkok juga dapat berbahaya karena seseorang bisa saja terjatuh karena duduk tidak seimbang.

  1. Tutup Kloset Sebelum Tekan Flush

Setelah buang air besar atau pipir, pastikan untuk menekan tombol flush supaya bagian dalam kloset bersih dari kotoran. Namun, sebelum menekan tombol ini tutup kloset terlebih dahulu agar bakteri tidak terbang ketika terkena tekanan air yang besar, saat menekan flush pastikan menggunakan tisu.

Kelebihan dan Kekurangan Toilet Duduk

Model dan desain yang dimiliki toilet duduk lebih modern dan mewah, toilet jenis ini dianggap lebih nyaman digunakan bagi beberapa kalangan, seperti lansia, wanita hamil besar hingga seseorang yang menderita cedera lutut.

Namun harga toilet duduk cenderung lebih mahal dibanding toilet jongkok, buang air besar menggunakan closet duduk juga dinilai tidak lebih sehat ketimbang kloset tradisional atau toilet jongkok. 

Jika dibandingkan closet duduk vs jongkok, maka buang air besar menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar ketimband toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengeak saat BAB atau duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan sejumlah risiko penyakit, seperti wasir dan sembelit.

Penggunaan toilet duduk juga meningkatkan seseorang terjangkit penyakit seperti diare, flu, hingga infeksi kulit. Karena toilet duduk mengharuskan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri, seperti E.coli dan Shigella.