Mengatasi Nyeri Membandel dengan Flamar 50

Natrium diklofenak yang terkandung dalam Flamar 50 adalah jenis obat anti inflamasi non steroid (NSAID) yang umumnya digunakan untuk meredakan nyeri, misalnya pada penderita radang sendi.

Obat anti inflamasi golongan non steroid yang diberikan secara oral seperti Flamar 50, umumnya  memiliki efektivitas waktu yang pendek sekitar 1-2 jam sehingga harus diberikan berulang untuk meredakan nyeri secara optimal.

Flamar 50 bekerja dengan cara menghambat pembentukan senyawa prostaglandin yang dapat menyebabkan peradangan pada tubuh. Apabila senyawa ini terhambat, peradangan dan rasa sakit pun akan mereda.

Penggunaan Flamar 50 sebagai anti inflamasi pun beragam mulai dari nyeri ringan sampai nyeri akut seperti arthritis, sampai dengan nyeri karena batu ginjal, batu empedu, dan rasa sakit bekas operasi.

Manfaat Flamar 50

Biasanya dokter akan meresepkan Flamar 50 dalam kondisi-kondisi berikut:

  1. Timbul rasa nyeri mulai ringan sampai berat seperti nyeri haid, sakit gigi, migrain, atau nyeri berat seperti penyembuhan pasca operasi
  2. Pasien yang mengalami peradangan akut pada sendi misalnya rheumatoid arthritis, atau pada pasien dengan asam urat sangat tinggi dan radang sendi akut. 
  3. Adanya peradangan pada tulang belakang 
  4. Peradangan akibat gesekan antara tulang penyusun sendi 

Aturan Pemakaian

Flamar 50 untuk mengurangi nyeri memiliki beberapa variasi yaitu Flamar 50 tablet untuk konsumsi oral, dan flamar 50 gel untuk pengobatan luar. Dosis dan aturan penggunaan sebagai berikut:

  1. Flamar tablet 
    • Pasien dewasa dapat mengonsumsi 1 tablet, 2-3 kali setiap hari 
    • Anak-nak usia (> 1 tahun) hanya boleh mengonsumsi 0.5-3 mg setiap kg berat badan. Dosis ini dibagi untuk 3-4 kali konsumsi setiap hari.
  2. Flamar 50 Gel
    • Oleskan Flamar 50 gel pada area yang terasa sakit atau mengalami peradangan sebanyak 3-4 kali sehari

Meskipun obat NSAID pada umumnya dapat dikonsumsi secara bebas seperti paracetamol atau ibuprofen, Flamar 50 termasuk obat golongan keras sehingga untuk membeli dan mengonsumsinya harus dengan rekomendasi dari dokter.

Penggunaan Flamar 50 sesuai resep dan rekomendasi dokter juga bisa mengurangi posibilitas munculnya efek samping dan kontradiksi dengan obat atau kondisi medis penyerta pada pasien. 

Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Flamar 50, antara lain:

  1. Sakit kepala. Anda bisa meredakan efek samping ini dengan banyak istirahat dan banyak konsumsi air putih. 
  2. Kepala berputar (vertigo). Redakan vertigo dengan menghentikan aktivitas terutama yang berat seperti olahraga, menyetir, atau berjalan-jalan, dan segera duduk atau berbaring. 
  3. Gangguan pencernaan. Setelah mengonsumsi flamar 50 anda mungkin akan merasakan sakit perut, dispepsia, mual, muntah, kembung, diare atau bisa juga konstipasi, dan kehilangan nafsu makan. Jadi hindarilah makanan pedas atau makanan yang mengandung banyak gasda, minum banyak air. 
  4. Insomnia atau kesulitan tidur. 
  5. Hipotensi atau tekanan darah rendah
  6. Mengalami gangguan fungsi hati
  7. Muncul dengungan pada telinga atau tinnitus, dan 
  8. Konstipasi atau kesulitan buang air besar (BAB)

Adapun beberapa kondisi medis dan terapi obat-obatan yang perlu anda perhatikan dan anda konsultasikan dengan dokter apabila diberikan resep flamar 50 agar tidak terjadi kontradiksi dan efek yang lebih parah diantaranya:

  • Gangguan pencernaan berupa pendarahan atau luka di saluran pencernaan, lambung, dan usus 
  • Hipovolemia atau kekurangan darah dan cairan 
  • Radang paru jangka panjang 
  • Riwayat kadar lemak dalam darah tinggi 
  • Gangguan ginjal 
  • Gangguan hati 
  • Gangguan pembekuan darah 
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi 
  • Diabetes atau kadar gula darah tinggi
  • Rhinitis atau radang rongga hidung 
  • ISPA dan infeksi saluran pernafasan 
  • Autoimun lupus eritematous sistemik (SLE)
  • Gangguan pembentukan heme
  • Gagal jantung sedang hingga berat
  • Jantung iskemik
  • Penyakit kardiovaskular dan arteri perifer 
  • Mengonsumsi pengencer darah 
  • Ibu hamil
  • Alergi terhadap obat-obatan NSAID

Flamar 50 memang merupakan obat keras, sehingga anda perlu banyak berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan membeli flamar 50 melalui aplikasi SehatQ. Jangan sampai anda mengonsumsi Flamar 50 tanpa resep atau rekomendasi dokter karena banyak efek samping dan kontradiksi yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi.