Batuk Pada Anak, Obati Dengan Anakonidin Sirup

Tubuh kecil anak dapat membuat suara yang keras saat batuk, dan mendengar hal ini tentunya akan membuat semua orang tua merasa khawatir. Untuk membantu anak dalam mengatasi batuk yang diderita, akan sangat membantu apabila para orang tua tahu dan dapat membedakan jenis batuk serta mengetahui perawatan yang sering digunakan untuk mengatasi batuk. Anakonidin sirup biasanya digunakan untuk meredakan gejala batuk pada anak. 

Anakonidin Sirup 30 mL harga terbaik 7505

Sebelum Anda memberikan anakonidin sirup pada anak, ketahui terlebih dahulu apa sebenarnya yang menyebabkan batuk terjadi. Batuk biasanya merupakan tanda tubuh Anda mencoba untuk membersihkan iritan yang ada di dalamnya, mulai dari lendir hingga obyek asing. Adapun beberapa penyebab batuk pada anak di antaranya adalah:

  • Infeksi. Demam dan flu dapat menyebabkan batuk yang terus menerus terjadi pada anak. Demam biasanya dapat menyebabkan batuk kering ringan hingga sedang, dan flu menyebabkan batuk kering parah. Infeksi virus tersebut tidak dapat diobati menggunakan antibiotik, namun gejala dapat dikontrol menggunakan obat-obatan lain seperti anakonidin sirup. 
  • Refluks asam. Gejala kondisi ini pada anak di antaranya adalah batuk, sering muntah, rasa tidak enak di mulut, dan sensasi terbakar di dada. Perawatan refluks asam akan sangat bergantung pada usia anak, kesehatan, dan gangguan atau kondisi lainnya yang dideritanya. Cobalah lakukan cara ini, misalnya jauhkan anak dari makanan yang dapat memicu refluks asam, seperti coklat, peppermint, serta makanan gorengan, pedas, dan berlemak. Anak juga tidak boleh minum minuman yang mengandung kafein dan minuman berkarbonasi. Cobalah untuk membuat anak makan dua jam sebelum waktu tidur, dan hanya makan makanan kecil saja. Jika Anda khawatir dengan kondisi refluks asam anak, hubungi dokter anak. 
  • Asma. Kondisi ini cukup sulit untuk mendapatkan diagnosis, karena gejala yang beragam dari satu anak ke anak yang lainnya. Namun, batuk mengi yang dapat berubah menjadi lebih parah di malam hari dapat menjadi sebuah tanda dan gejala anak menderita asma. Gejala lain adalah batuk yang tampak muncul seiring dengan meningkatnya aktivitas fisik anak. Perawatan asma anak akan sangat bergantung pada apa yang menyebabkan kondisi ini, dan dapat meliputi menghindari pemicu asma, seperti polusi, asap, ataupun parfum. Kunjungi dokter apabila anak Anda menderita asma. 
  • Alergi atau sinusitis. Kondisi ini dapat menyebabkan batuk pada anak, tenggorokan yang gatal, hidung yang meler, mata yang berair, tenggorokan yang serak, dan ruam. Bicarakan dengan dokter seputar tes alergi untuk menemukan alergen apa yang menyebabkan gangguan ini, dan tanyalah seputar saran untuk menghindari alergen. Beberapa hal yang dapat menyebabkan alergi di antaranya adalah makanan, serbuk sari, bulu hewan, dan debu. Dokter dapat merekomendasikan obat alergi ataupun suntikan alergi. 
  • Batuk rejan. Juga dikenal dengan istilah pertussis, batuk rejan dikarakterisasikan dengan adanya sering batuk dan diikuti oleh suara merejan. Gejala lain dari batuk jensi ini di antaranya adalah hidung yang meler, bersin, dan demam ringan. Batuk rejan merupakan sebuah kondisi yang sangat menular, namun sangat mudah dicegah dengan vaksin. Batuk rejan dapat diobati menggunakan antibiotik. 

Pada dasarnya, batuk merupakan sebuah kondisi yang normal pada anak. Batuk terjadi karena tubuh mencoba untuk mengeluarkan iritan dari dalam tubuh. Anakonidin sirup merupakan obat batuk yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala ini. Apabila anak tidak kunjung sembuh meskipun sudah mendapatkan perawatan, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.