Kalori Kentang Goreng Tinggi Tidak Baik untuk Kesehatan

Bukan menjadi sebuah rahasia bahwa makanan yang digoreng merupakan jenis makanan favorit banyak orang. Kalori kentang goreng yang tinggi dan cheese stick yang berminyak tidak menghentikan mereka para pecinta makanan gorengan untuk terus mengkonsumsinya. Tidak hanya mengandung kalori, makanan yang digoreng juga mengandung lemak trans yang dapat memberikan efek negatif bagi tubuh. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih detail. 

Tinggi kalori

Kalori kentang goreng yang tinggi sudah menjadi rahasia umum. Apabila dibandingkan dengan metode memasak lain, “deep frying” akan menambah lebih banyak kalori pada makanan. Saat makanan digoreng dalam minyak panas, makanan akan kehilangan air dan menyerap lemak, sehingga menigkatkan kandungan kalori yang dimiliki. Makanan goreng juga memiliki lemak dan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan makanan yang sama namun diolah dengan metode selain digoreng. Contohnya, 100 gram kentang panggang hanya mengandung 93 kalori dan 0 gram emak, namun kalori kentang goreng 100 gram adalah 319 kalori dan 17 gram lemak. Sementara itu, 100 gram ikan cod panggang hanya mengandung 105 kalori dan 1 gram lemak; namun 100 gram ikan cod goreng mengandung 232 kalori dan 12 gram lemak. Seperti yang Anda lihat, kalori meningkat sangat lebih dari 2 kali lipat apabila suatu bahan makanan diproses dengan metode digoreng. 

Gorengan tinggi kandungan lemak trans

Lemak trans terbentuk ketika lemak tak jenuh mengalami proses yang disebut hydrogenation. Para produsen makanan sering melakukan hidrogenasi lemak menggunakan tekanan tinggi dan gas hydrogen untuk meningkatkan daya tahan dan stabilitas. Namun, hydrogenation juga terjadi ketika minyak dipanaskan hingga suhu sangat tinggi pada saat memasak. Proses ini mengubah struktur kimia lemak, membuatnya sulit bagi tubuh untuk mengurainya, yang nantinya dapat menyebabkan efek negatif bagi kesehatan tubuh. Faktanya, lemak trans dihubungkan dengan meningkatnya risiko banyak penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas. 

Karena gorengan seperti kentang goreng dimasak pada minyak dengan suhu sangat tinggi, ada kemungkinan besar gorengan mengandung lemak trans. Terlebih lahi, gorengan sering digoreng padaa minyak sayur yang telah diproses, yang mana sudah mengandung lemak trans bahkan sebelum dipanaskan. Sebuah studi pada minyak canola dan minyak kedelai menemukan bahwa 0,6-4,2 persen kandungan asam lemaknya adalah lemak trans. Saat minyak tersebut dipanaskan, kandungan lemak transnya dapat meningkat. Faktanya, setiap kali minyak kembali digunakan untuk menggoreng, kandungan lemak trans juga tetap dapat meningkat. Karena hal itulah Anda sangat tidak disarankan untuk menggunakan minyak yang sama berulang kali.

Dapat mengandung acrylamide yang berbahaya

Tidak hanya kalori kentang goreng yang tinggi yang harus diwaspadai. Gorengan juga mengandung acrylamide, zat beracun yang dapat terbentuk di makanan pada saat memasak dalam suhu yang tinggi, seperti menggoreng, memanggang, dan membakar. Zat ini terbentuk dari reaksi kimia antara gula dan sebuah asam amino yang disebut asparagine. Produk kentang goreng dan produk panggangan biasanya mengandung konsentrasi acrylamide yang tinggi. Studi pada hewan menemukan bahwa kandungan acrylamide yang tinggi memiliki risiko menyebabkan beberapa jenis kanker. Akan tetapi, kebanyakan dari studi tersebut menggunakan acrylamide dengan dosis yang sangat tinggi, sekitar 1000 hingga 100 ribu kali lipat dibandingkan dengan jumlah rata-rata yang manusia biasa konsumsi. Namun, ada beberapa studi lain yang mengindikasikan bahwa acrylamide dari diet tidak berhubungan dengan risiko kanker jenis apapun.