Gejala dan Tipe Gangguan Hormon pada Pria

Gangguan hormon kebanyakan dialami oleh wanita terutama saat menstruasi dan menopause. Namun ternyata gangguan ini juga dapat dialami oleh pria

Sayangnya hal ini justru kurang diperhatikan, dan kebanyakan pria juga tidak menyadari ketidakseimbangan hormon yang dialami sebab hal tersebut tidak begitu dirasakan atau kurang terlihat jika dibandingkan dengan wanita.

Hal ini jika dibiarkan terus-menerus tentunya akan mengganggu siklus kehidupan pria termasuk dalam urusan seksual.

Karena itu, Anda sebagai pria juga perlu mengetahui ketidakseimbangan hormon yang bisa saja menimpa Anda dengan melihat gejalanya terlebih dahulu.

Gejala Ketidakseimbangan Hormon pada Pria

Ginekomastia

Gejala pertama adalah ginekomastia atau pembesaran payudara. Gejala ini merupakan indikator kuat adanya ketidakseimbangan hormon pada pria.

Sebenarnya mudah untuk menghilangkan gejala ini, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga atau hindari makanan siap saji.

Akan tetapi, dalam beberapa hal ini tidak sepenuhnya tidak bisa dihilangkan dengan cara di atas jika menyangkut masalah hormonal yang diakibatkan oleh lebih dominannya hormon estrogen daripada testosteron.

Ginekomastia tidaklah berdampak buruk secara fisik namun hal ini sangat memengaruhi penampilan Anda sehingga tidak percaya diri.

Salah satu solusi yang bisa ditawarkan adalah melakukan pembedahan untuk membetulkan rasio hormon yang ada pada tubuh.

Libido Rendah

Gejala kedua ketidakstabilan hormon pada pria adalah libido yang rendah atau kehilangan gairah seksual yang tentu saja secara psikologis cukup mengganggu dan berpengaruh pada hubungan dan kehidupan seksual Anda.

Hal ini disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan hormon, yaitu tingginya kadar estrogen yang dapat mengganggu dan hasrat dan kinerja seksual.

Hal ini bisa Anda atasi dengan melakukan terapi hormon setelah melakukan tes diagnostik untuk mendapatkan evaluasi medis.

Disfungsi Ereksi

Gejala gangguan hormon berikutnya pada pria adalah disfungsi ereksi. Banyak yang menyatakan bahwa penyebab gejala yang satu ini adalah karena rendahnya kadar hormon testosteron yang dimiliki.

Namun ternyata itu bukanlah satu-satunya. Penyebab lain juga memberi andil seperti:

  • Depresi
  • Penyakit jantung
  • Stres
  • Penyakit kronis
  • Peradangan 
  • Insomnia

Untuk mengatasi masalah ini Anda perlu melakukan perawatan ekstra atau menjalani gaya hidup sehat.

Lemah Otot dan Berat Badan Bertambah

Gejala ini biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon alih-alih menganggap bahwa hal ini disebabkan oleh diet dan olahraga yang kurang optimal.

Ketidakseimbangan itu adalah karena menurunnya kadar testosteron yang bertugas mengatur pemeliharaan otot-otot tubuh.

Akibatnya jaringan otot Anda menurun dan menyusut saat Anda berolahraga. Hal ini kemudian akan berakibat lagi dengan meningkatnya kalori saat Anda melahap makanan sehabis berolahraga yang tanpa disadari membuat berat badan Anda bertambah.

Selain menurunnya testosteron, penyebab lain Anda mengalami gejala ini adalah karena adanya tingkat kortisol yang tinggi dengan menurunkan metabolisme dan menekan produksi testosteron.

Gangguan tiroid seperti hipotiroidisme juga dapat menurunkan metabolisme dan menyebabkan kenaikan berat badan.

Perubahan Suasana Hati

Gejala terakhir adalah perubahan suasana hati. Hal ini lagi-lagi disebabkan oleh rendahnya kadar testosteron yang berpengaruh perasaan frustasi atau marah, perubahan motivasi, kecemasan, dan depresi.

Gejala-gejala seperti ini juga dialami oleh pria yang mempunyai gangguan tiroid, dan sayangnya hal ini banyak tidak disadari.

Untuk bisa meredakan suasana hati yang kacau, Anda harus segera mencari bantuan profesional agar dapat mengetahui penyebab dan bisa mencari dukungan yang tepat.

Jenis-jenis ketidakseimbangan hormon pada pria

Terdapat 4 Jenis ketidakseimbangan hormon yang dialami oleh pria, yaitu:

  • Andropause, atau menopause pada pria. Jenis ini merupakan yang paling umum
  • Kelelahan adrenal yang diakibatkan oleh stres jangka panjang
  • Hipotiroidisme, kondisi ketika kelenjar tiroid menjadi kurang aktif
  • Hipertiroidisme, kondisi ketika kelenjar tiroid menjadi terlalu aktif

Cara Menanganinya

Untuk menangani ketidakstabilan hormon pada pria ini Anda bisa melakukan terapi penggantian hormon bio identik.

Terapi ini menggunakan hormon pengganti yang sama secara biologis, dan tersedia dalam berbagai bentuk seperti pil, krim, dan gel.

Selain itu, Anda tetap harus mengubah pola, gaya hidup , dan berolahraga supaya gangguan hormon yang Anda alami ini hilang selamanya.