Ini Alasan Ivermectin Belum Sah Untuk Tangani Covid-19

Kasus Covid-19 hingga saat ini masih terus bertambah walau tidak dalam jumlah yang fantastis. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada dan mematuhi protokol yang berlaku. Selama pandemi Covid-19 pun banyak berita bertebaran di internet mengenai pengobatan hingga vaksin yang hoax atau palsu.

Salah satunya mengenai obat ivermectin yang dikatakan dapat mengobati Covid-19. Faktanya, obat-obat Covid-19 sendiri belum dipatenkan secara resmi dan masih dalam pengembangan lebih lanjut. Untuk itu, baik FDA, CDC, hingga BPOM memberikan pernyataan resmi mereka tentang hal tersebut.

Ivermectin tablet adalah obat untuk mengobati infeksi cacing strongyloidiasis dan onchocerciasis

Ivermectin sendiri memang kerap digunakan sebagai salah satu obat dalam perawatan Covid-19. Namun, apakah benar efektif untuk mengobatinya? Berikut faktanya yang harus anda ketahui!

Apa itu Ivermectin?

Ivermectin adalah obat keras golongan anti parasit yang bekerja dengan membunuh dan melumpuhkan cacing gelang parasit penyebab infeksi. Umumnya obat ini digunakan untuk infeksi strongyloidiasis dan onchocerciasis, tetapi juga bisa untuk infeksi ascariasis, trichuriasis, dan enterobiasis.

Obat ini dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis tertentu yang telah diresepkan. Ivermectin juga digunakan pada hewan untuk mencegah penyakit cacing heartworm dan parasit lainnya. Dosis yang besar biasanya diformulasikan untuk kuda dan sapi.

Mengutip Badan POM RI, pengobatan Ivermectin di Indonesia masih tergolong baru, sehingga BPOM memberikan batas waktu kadaluarsa selama 6 (enam) bulan untuk obat tersebut. 

Oleh karenanya, masyarakat dihimbau untuk tidak menggunakan obat Ivermectin lebih dari 6 bulan dari tanggal produksi yang tertera. Karena merupakan obat keras, maka penggunaannya pun harus sesuai dengan resep dokter dan dalam dosis yang sudah ditetapkan. 

Masyarakat juga disarankan untuk tidak membelinya secara bebas di platform online. Ivermectin bekerja dengan cara mengikat sel saraf parasit dan otot invertebrata, sehingga  menyebabkan kelumpuhan dan kematian parasit. 

Dosis yang tepat obat Ivermectin tidak menimbulkan toksisitas yang signifikan, tetapi sakit kepala, pusing, nyeri otot, mual, atau diare mungkin muncul sebagai efek samping obat ini. Reaksi alergi bisa terjadi, namun jarang, untuk itu selalu perhatikan apakah Anda pernah memiliki hipersensitivitas pada obat atau tidak, dan bila terjadi segera hubungi dokter.

Alasan Ivermectin tidak mempan untuk obati Covid-19

Beberapa informasi yang beredar di internet terlebih di media sosial mengklaim bahwa Ivermectin dijadikan sebagai obat dalam pengobatan Covid-19. Tentu hal ini keliru karena belum ada bukti ilmiah yang secara jelas menyebutkan hal tersebut. Obat ini tentu masih dalam proses penelitian lebih lanjut terkait perawatan Covid-19.

Mengutip dari Forbes, Di beberapa negara bagian Amerika, pusat kendali racun dibanjiri telpon terkait overdosis atau keracunan dengan gejala yang parah akibat konsumsi Ivermectin yang berlebihan atau tidak sesuai resep. Berikut beberapa alasan mengapa obat ini belum mempan dan bukan obat sah untuk mencegah dan mengobati Covid-19.

  • Tidak banyak data yang mendukung efektivitas Ivermectin untuk mengobati Covid-19

Studi mengenai Ivermectin memang telah banyak dilakukan, seperti pada studi di Mesir yang menyebutkan angka kematian Covid-19 turun hingga 90 persen, setelah Ivermectin diberikan pada peserta percobaan. Namun, ternyata studi tersebut bermasalah dan tidak secara resmi dipublikasikan dalam jurnal medis.

Studi lain yang telah terpublikasikan memang ada yang menunjukkan potensi efek penyembuhan terhadap Covid-19, tapi itu belum cukup untuk membuktikan efektivitasnya dalam mengobati Covid-19.

Ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan dan dilaporkan, sehingga masih perlu adanya pembuktian melalui uji klinik.

  • Belum disetujui FDA sebagai obat sah Covid-19

FDA dalam sebuah tulisannya menyatakan bahwa mereka belum mengesahkan, mengizinkan atau menyetujui Ivermectin digunakan dalam mencegah atau mengobati COVID-19 pada manusia maupun hewan. 

Ivermectin disetujui untuk digunakan manusia dalam mengobati infeksi yang disebabkan oleh beberapa cacing parasit dan kutu kepala dan kondisi kulit seperti rosacea.

  • Mengambil dosis besar Ivermectin berbahaya

Dosis besar Ivermectin hanya diformulasi untuk hewan, yaitu sapi dan kuda, itu pun telah disesuaikan terlebih dahulu. Ivermectin adalah obat keras, mengambilnya dalam dosis besar dan jangka panjang, bahkan tanpa resep dokter bisa menyebabkan Anda mengalami nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, hingga Sindrom Stevens-Johnson.

  • Ivermectin masih terus dipantau BPOM beserta organisasi kesehatan di Indonesia dan WHO

BPOM dalam klasifikasinya mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut untuk memastikan khasiat dan keamanan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan COVID-19 di Indonesia, dilakukan uji klinik di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BPPK), serta Kementerian Kesehatan RI dengan turut melibatkan beberapa Rumah Sakit.

BPOM RI juga masih terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian serta melakukan pemberitahuan terbaru informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 melalui komunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain.

  • Ivermectin yang diresepkan harus dalam pengawasan dokter dan diminum sesuai resep

Jika Anda diresepkan untuk mengambil Ivermectin baik dalam keadaan covid maupun tidak, konsumsinya harus dalam pengawasan dokter. Dan pastikan Anda meminumnya sesuai dosis yang telah ditentukan. 

WHO hanya memperbolehkan atau menyarankan Ivermectin digunakan untuk mengobati Covid-19 dalam uji klinis. Jangan sekali-sekali mengambilnya secara berlebih atau bebas!

Belum ada bukti yang cukup untuk bisa dijadikan sebagai obat Covid-19. Penggunaannya oleh pasien Covid-19 hanya diperbolehkan untuk uji klinis oleh WHO. CDC, FDA, dan BPOM RI juga tidak mengizinkan Ivermectin untuk dipakai dalam mencegah dan mengobati Covid-19.

Ivermectin bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi akibat cacing gelang, inipun jika Anda sudah melalui pemeriksaan dan diresepkan oleh dokter.Anda yang memang sudah diresepkan dokter untuk mengambil obat ini, Anda bisa menebusnya secara online dengan melampirkan resep dokter di Toko SehatQ. Petugas SehatQ akan membantu dalam verifikasi resep dan transaksi Anda. Kunjungi Toko SehatQ melalui website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan dapatkan promo menariknya. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.