Benjolan di Ketiak Kerap Dialami Ibu Hamil & Menyusui

Secara kodrati tubuh seorang wanita dilengkapi dengan rahim dan payudara. Dua organ itu memungkinkannya hamil dan menyusui, sebagai sunnatullah berlangsungnya peradaban manusia. Akan tetapi, di balik muruah itu, ada hal-hal luar biasa yang membuat wanita jauh lebih rentan dibanding laki-laki, salah satunya adalah potensi munculnya benjolan di ketiak.

Sejak hamil hingga nanti menyusui, tubuh wanita banyak mengalami perubahan. Peningkatan aktivitas hormonal jadi alasan utama terjadinya kondisi itu. Organ yang ikut merespons lonjakan aktivitas hormonal itu adalah kelenjar getah bening. Secara otomatis ia akan membengkak dan bukan hal aneh jika mulai muncul benjolan di ketiak.

Sekadar informasi bahwa ketiak termasuk organ limfatik yang ada di tubuh manusia. Di bawah ketiak terdapat kelenjar getah bening. Oleh karena itu, ketika kelenjar getah bening mulai membengkak, kerap kali wujudnya terlihat di ketiak.

Lebih lanjut, benjolan di ketiak yang terjadi pada masa kehamilan hingga menyusui terjadi karena adanya pembesaran payudara akibat jaringan kelenjar susu mulai aktif mempersiapkan sumber daya bagi anak yang dilahirkan kelak. Posisi jaringan kelenjar susu sendiri berada dekat dengan ketiak. Ketika jaringan kelenjar susu aktif, payudara akan mulai membesar; terasa penuh; dan mengeras. Barang tentu jaringan atau organ yang ada di sekitar payudara juga akan ikut terdampak.

Salah seorang dokter, dr. Brigitta Godong., mengonfirmasi hal itu. “Benjolan di ketiak ya itu ada hubungannya dengan si ASI tadi karena memang ada kelenjar pada payudara itu nyambung ke atas ketiak. Jadi kalau payudaranya bengkak dia ke ketiak juga suka bengkak,” ujarnya.

Pada masa-masa ini, aktif tidaknya seorang ibu menyusui anaknya menjadi sesuatu yang krusial. Sebab jika tidak segera dikeluarkan, ASI yang terus diproduksi kelenjar susu akan semakin membuat payudara terasa tidak keruan.

Dokter Brigitta menambahkan bahwa masa pembengkakan payudara ini biasanya berlangsung selama beberapa hari atau satu minggu pertama menyusui. Pasalnya, selama masa tersebut produksi ASI sedang menyesuaikan kebutuhan bayi. 

Penting sekali untuk rajin mengeluarkan ASI bila payudara sudah terasa penuh. Jika si kecil belum mau menyusu, seorang ibu bisa mengakalinya dengan memompa ASI tersebut agar tidak terjadi pembengkakan. “ASI di payudara itu kalau sudah produksi harus dikeluarkan, kalau tidak bisa bengkak,” katanya.

Pada umumnya, pembengkakan payudara, berserta kondisi lain yang menyertai, termasuk benjolan di ketiak, akan mengempis dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Dan itu bukan suatu kondisi yang harus dikhawatirkan.

Akan tetapi, sayangnya, di beberapa kasus ada juga benjolan di ketiak yang menunjukkan gejala kanker. Atau memang cairan getah bening yang keluar ini membengkak karena infeksi bakteri, jamur, atau virus pada lengan atau payudara.

Di sini pemeriksaan oleh dokter penting untuk dilakukan. Pemeriksaan oleh dokter akan menjadikan kondisi jadi lebih terang. Dalam arti, apabila memang terjadi kondisi serius, itu dapat segera diketahui agar bisa dilakukan prosedur-prosedur penanganan untuk mengatasinya.

Namun, jika bengkak di payudara dan benjolan di ketiak itu terjadi memang karena hal-hal yang sifatnya tidak serius, seorang wanita hanya perlu melakukan beberapa upaya sederhana untuk meredakannya.

Ibu bisa melakukan pijatan sederhana di ketiak, mengompresnya dengan air hangat, hingga minum jus lemon, atau minum air perasan kunyit. Lemon dan kunyit punya kandungan antiinflamasi yang bisa mengurangi dampak pembengkakan.

“Biasanya kalau kayak gitu bisa melakukan massage ringan. Kalau lagi mandi misalnya kan pakai sabun licin, nah bisa sekalian dipijit ke arah ketiak. Pusatkan pijatan ke arah ketiak. Lakukan saja itu, sambil ditekan-tekan sedikit yang ada benjolan di ketiak. Jangan ditekan terlalu keras, yang penting ringan aja, tapi teratur,” tutur dr. Brigitta.

Seperti Apa Trimester 3 di Masa Kehamilan?

Jika Anda memasuki masa kehamilan, ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan, salah satunya termasuk proses kehamilan. Proses kehamilan terdiri dari 3 tahap atau trimester, antara lain trimester 1, trimester 2, dan trimester 3. Trimester 3 terjadi di antara minggu ke-29 hingga minggu ke-40 masa kehamilan.

Trimester 3 merupakan tahap kehamilan yang mendekati waktu persalinan. Artinya, jika Anda memasuki trimester 3, Anda akan melahirkan anak dalam waktu yang lebih dekat. Meskipun demikian, Anda juga perlu waspada karena trimester 3 akan menimbulkan komplikasi pada tubuh Anda.

Perkembangan di Trimester 3

Berikut adalah perkembangan yang dialami bayi jika Anda memasuki trimester 3:

  • 7 bulan

Ketika usia kehamilan mencapai 7 bulan, panjang bayi akan mencapai sekitar 35 cm, dan berat badannya mencapai sekitar 1 kg.

Selain itu, ukuran bayi semakin besar karena karena cadangan lemak yang berkembang. Pada bulan tersebut, tubuhnya dapat menyimpan nutrisi seperti kalsium. Bayi dapat merasakan berbagai hal seperti cahaya dari luar.

  • 8 bulan

Ketika usia kehamilan mencapai 8 bulan, panjang bayi akan mencapai sekitar 45 cm, dan berat badannya mencapai sekitar 2 kg.

Selain itu, cadangan lemak tubuh bayi semakin banyak. Sebagian besar organ tubuh bayi telah berkembang. Bayi mengalami peningkatan kekebalan tubuh dan cadangan antibodinya bertambah.

  • 9 bulan

Ketika usia kehamilan mencapai 9 bulan, kelamin bayi terbentuk dengan sempurna. Penampilan fisik lain seperti tengkorak dan rambut juga terbentuk dengan sempurna. Bayi akan lahir pada bulan tersebut. Sebagian bayi akan lahir lebih cepat, namun sebagian bayi akan lahir lebih lambat. Hal tersebut tergantung pada kondisi bayi.

Perubahan di Trimester 3

Ketika Anda memasuki trimester 3 kehamilan, berikut adalah perubahan yang terjadi pada Anda:

  • Penampilan fisik

Ketika Anda memasuki trimester tersebut, payudara Anda melunak dan mengeluarkan ASI (air susu ibu). Selain itu, perut Anda terasa kencang jika disentuh. Kulit Anda memutih pada waktu tersebut.

  • Kondisi yang Anda alami

Trimester 3 pada masa kehamilan juga dapat menimbulkan kondisi berupa sakit punggung, sakit pinggang, wasir, maag, dan kaki membengkak.

Komplikasi

Komplikasi yang terjadi pada ibu hamil di trimester 3 adalah sebagai berikut:

  • Pendarahan.
  • Preeklampsia.
  • Kelahiran secara prematur.
  • Masalah pada plasenta.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan di Trimester 3

Jika Anda memasuki trimester 3 dan ingin menjaga kondisi bayi, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan:

  • Gerakan bayi

Jika Anda merasa bahwa gerakan bayi kurang aktif atau tidak bergerak sama sekali, hal tersebut menunjukkan adanya masalah pada bayi Anda.

  • Kondisi tubuh

Jika Anda mengalami suatu kondisi pada tubuh, hal tersebut menunjukkan bahwa Anda mengalami komplikasi.

  • Periksa kandungan

Anda sebaiknya secara rutin untuk memeriksa kondisi kehamilan. Contoh alat yang dapat memantau perkembangan kehamilan Anda adalah USG.

  • Kontraksi

Kontraksi juga perlu Anda perhatikan untuk mengetahui kapan tepatnya Anda akan melahirkan.

  • Persalinan

Ada baiknya jika Anda memesan kamar di rumah sakit sebagai persiapan untuk melakukan persalinan.

Cara Menjaga Kesehatan Selama Masa Kehamilan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh selama menjalani masa kehamilan:

  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Mengkonsumsi air putih secara rutin.
  • Mengkonsumsi vitamin.
  • Berolahraga yang ringan.

Kesimpulan

Trimester 3 merupakan masa kehamilan yang cukup banyak untuk dipertimbangkan. Trimester 3 juga mendekati waktunya melahirkan. Oleh karena itu, Anda dihimbau untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan, khususnya jika waktunya dekat untuk melahirkan. Untuk informasi lebih lanjut tentang trimester 3, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.