Cara Mengobati dan Mencegah Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi adalah kondisi ketika penis tidak mampu ereksi atau tidak mampu mempertahankan ereksi. Seringkali, gangguan ini dianggap hal yang memalukan dan banyak penderita yang tidak percaya diri untuk memeriksakan dirinya ke dokter. Padahal, kondisi ini bisa berkaitan dengan gangguan seksual dan penyakit lainnya. Kondisi ini merupakan masalah yang umum terjadi dan bisa diobati. Semakin cepat Anda berkonsultasi dengan dokter setelah mengalami gejala disfungsi ereksi, maka semakin cepat juga mendapatkan penanganan dan pengobatan yang efektif. Perawatan yang diberikan untuk penderita disfungsi ereksi meliputi pemberian obat, tindakan medis, dan terapi psikologis.

Terapi disfungsi ereksi dengan terapis seks

Pemberian Obat

Dokter biasanya akan memberikan penanganan awal berupa pemberian obat-obatan. Ada beberapa jenis obat-obatan yang digunakan untuk merangsang terjadinya ereksi atau meningkatkan kadar hormon reproduksi di dalam tubuh. Obat mengatasi disfungsi ereksi bisa berbentuk obat minum, obat oles, atau obat suntik. Dokter akan memberikan resep sesuai dengan indikasi, penyebab, dan dikonsumsi dalam pengawasan dokter. Jenis obat yang biasa digunakan antara lain:

  • PDE5 Inhibitors

Beberapa obat yang termasuk dalam kategori ini yaitu sildenafil (viagra), tadalafil (cialis), vardenafil (levitra, staxyn), dan avanafil (stendra). Keempat obat tersebut bekerja dengan cara meningkatkan efek oksida nitrat. Zat tersebut diproduksi secara alami oleh tubuh untuk melemaskan otot-otot di penis. Proses meningkatkan efek zat tersebut akan meningkatkan aliran darah ke penis dan membuat seseorang mengalami ereksi jika diberikan rangsangan. Penggunaan obat untuk disfungsi ereksi tersebut tentunya harus dengan resep dokter. Obat ini juga tidak boleh diberikan untuk pasien penderita penyakit jantung atau dengan kondisi kontraindikasi. Sebabnya, obat ini bekerja dengan cara melebarkan pembuluh darah sehingga bisa mengakibatkan tekanan darah menurun.

  • Injeksi Alprostadil

Obat jenis ini diberikan untuk penderita disfungsi ereksi dengan cara menyuntikan sendiri jarum halus yang berisi alprostadil ke pangkal atau samping penis. Biasanya, dosis yang diberikan pada setiap suntikan akan membuat ereksi yang berlangsung tidak lebih dari satu jam. Jarum yang digunakan untuk menyuntik pun aman dan sangat halus sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan tidak mengganggu dan cenderung terasa ringan.

  • Suppositoria Uretra Alprostadil

Selain melalui suntikan, alprostadil juga bisa diberikan dalam bentuk supositoria yang ditempatkan di dalam uretra penis. Penggunaan obat jenis ini biasanya dilengkapi dengan aplikator khusus untuk memasukkan supositoria ke dalam uretra di dalam penis penderita disfungsi ereksi. Setelah pemberian obat, ereksi biasanya akan dimulai dalam 10 menit dan bila efektif bisa berlangsung antara 30-60 menit.

Pemasangan Vakum

Vakum penis atau pompa penis merupakan cara mengobati disfungsi ereksi dengan menggunakan alat berupa tabung vakum yang dirancang khusus untuk merangsang darah masuk ke dalam penis. Caranya yaitu menempatkan penis ke dalam tabung yang sudah terhubung dengan pompa. Udara di dalam tabung kemudian dipompa keluar, sehingga darah akan mengalir ke penis dan membuatnya menjadi lebih besar serta lebih kencang dan ereksi bisa terjadi. Anda juga membutuhkan cincin elastis yang dipakai di bagian pangkal penis untuk menjaga darah mengalir kembali ke tubuh dan membantu mempertahankan ereksi.

Implan Penis

Pengobatan disfungsi ereksi ini melibatkan prosedur operasi, yaitu menempatkan implan di kedua sisi penis. Implan terdiri dari batang karet yang bisa ditiup atau ditekuk sehingga memungkinkan Anda untuk mengatur kapan dan berapa lama Anda bisa melakukan ereksi. Namun, penanganan disfungsi ereksi jenis ini biasanya tidak disarankan sebelum mencoba metode lain.

Terapi Hormon

Salah satu penyebab terjadinya disfungsi ereksi yaitu karena adanya gangguan pada hormon, yaitu kadar hormon testosteron di dalam tubuh terlalu rendah. Oleh karena itu, terapi hormon bisa menjadi salah satu cara mengobati disfungsi ereksi. Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan energi, suasana hati, serta meningkatkan gairah seksual agar ereksi. Namun, pengobatan ini juga tidak dianjurkan jika kadar hormon tergolong normal karena bisa menimbulkan efek samping lainnya.

Terapi Psikologi

Konseling seksual dilakukan pada penderita disfungsi ereksi yang disebabkan karena faktor psikologis seperti stres berlebih, depresi, kecemasan, adanya perasaan bersalah, trauma masa lalu, atau masalah rumah tangga dengan pasangan. Psikolog atau psikiater akan melakukan terapi untuk membantu pasien mengidentifikasi tekanan emosional yang memicu disfungsi ereksi. Jika kondisi ini sudah memengaruhi hubungan pasien dengan pasangan, dokter akan menyarankan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan konselor pernikahan.

Cara Mencegah Terjadinya Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi bisa dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat, termasuk dengan rutin berolahraga. Beberapa olahraga yang disarankan di antaranya yaitu:

  • Latihan Kegel, bertujuan untuk memperbaiki proses terjadinya ereksi. Olahraga ini terdiri dari berbagai gerakan yang ditujukan untuk memperkuat otot panggul
  • Aerobik, berfungsi untuk meningkatkan aliran darah yang dibutuhkan saat proses ereksi. Olahraga ini bisa mengurangi disfungsi ereksi yang disebabkan oleh penyakit obesitas, hipertensi, atau penyakit jantung, serta meningkatkan kadar hormon testosteron karena pengurangan lemak tubuh
  • Yoga, bertujuan untuk menenangkan pikiran dan tubuh sehingga tingkat stres dan kecemasan yang menjadi penyebab psikologis disfungsi ereksi bisa berkurang

Selain itu, disfungsi ereksi juga bisa dicegah dengan cara berhenti merokok, mengurangi minuman beralkohol, menjaga berat badan ideal, dan perbanyak konsumsi makanan yang memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh.