Mengatasi Penyakit Kulit dengan Benoson Cream

Benoson cream merupakan salah satu obat yang dapat meredakan gejala penyakit kulit seperti eksim, ruam, dermatitis, dan psoriasis. Gejala penyakit kulit biasanya dapat berupa kulit kemerahan, kering, gatal, bersisik, bengkak, hingga peradangan. Obat ini bisa didapatkan di toko online maupun apotek terdekat.

Memiliki kandungan zat aktif betamethasone, benoson cream digolongkan sebagai obat kortikosteroid. Artinya, obat ini memiliki kandungan steroid yang berfungsi untuk meredakan peradangan. Selain itu, betamethasone memiliki sifat antiinflamasi atau anti-peradangan serta antipiretik atau antigatal.

Indikasi atau manfaat benoson cream

Seperti yang dikatakan, benoson cream memiliki manfaat untuk meredakan gejala penyakit kulit yang peka terhadap obat kortikosteroid. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Psoriasis

Psoriasis merupakan salah satu penyakit kulit kronis yang ditimbulkan karena adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh atau faktor genetik seseorang. Penyakit kulit kronis ini biasanya menimbulkan gejala yang khas seperti kulit bersisik berwarna kemerahan, kering, dan kasar yang akan mengelupas.

Psoriasis biasanya timbul di bagian tubuh tertentu seperti siku, lutut, leher, kepala, dan wajah. Psoriasis termasuk penyakit kulit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, gejalanya dapat diatasi dengan pengobatan tertentu seperti menggunakan benoson cream. 

Meski ada yang mengatakan penyebab psoriasis adalah gangguan pada sistem kekebalan imun, namun masih banyak ahli yang belum mengetahui secara pasti apa penyebab psoriasis. Beberapa ada yang mengatakan terdapat faktor lain yang menyebabkan psoriasis, seperti stres, infeksi tenggorokan, serta cuaca dingin.

  • Dermatitis

Salah satu penyakit kulit yang bisa diatasi oleh benoson cream adalah dermatitis. Peradangan kulit satu ini biasanya ditandai dengan gejala seperti kulit kering, bengkak, dan kemerahan. Meski tidak menular, penyakit kulit ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. 

Penyebab dari dermatitis bervariasi tergantung pada jenisnya. Beberapa jenis dermatitis tertentu dapat berlangsung sangat lama, beberapa juga ada yang dapat kambuh. Kondisi ini tergantung pada musim atau stres yang dirasakan pada pasien.

  • Eksim

Eksim atau juga bisa disebut sebagai dermatitis atopik juga bisa diatasi dengan benoson cream. Eksim ini memiliki sifat kronis atau dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Namun, terkadang eksim juga akan kambuh beberapa waktu atau hilang dan timbul. Biasanya orang yang memiliki eksim juga memiliki riwayat asma dan rhinitis alergi.

Perlu diingat bahwa eksim bukanlah penyakit kulit yang dapat disembuhkan. Namun ada beberapa cara untuk mengatasi dan mengurangi rasa gatal serta frekuensi kekambuhan. Selain itu, penyebab dari eksim juga masih belum diketahui. Beberapa ahli ada yang berpendapat bahwa penyebab eksim merupakan kombinasi dari faktor genetik dan faktor-faktor lainnya.

Gejala yang dialami bisa sangat berbeda pada setiap orang. Secara umum, gejala eksim yang timbul berupa kulit kering, gatal, kemerahan, benjolan yang berisi cairan atau nanah, biasanya area yang terkena eksim akan menebal dan bersisik, serta kulit bengkak dan menjadi sensitif.

Perlu diingat bahwa beberapa penyakit kulit di atas tidak dapat disembuhkan. Benoson cream hanya digunakan untuk mengatasi gejala yang muncul. Kandungan betamethasone yang ada dalam benoson cream dapat meredakan peradangan dan rasa gatal akibat penyakit kulit tersebut. 

Selain itu, obat benoson cream merupakan obat keras yang hanya dapat digunakan sesuai petunjuk dokter. Hati-hati dalam menggunakan betamethasone apabila Anda memiliki kondisi tertentu seperti riwayat iritasi kulit setelah penggunaan steroid, katarak, glaucoma, diabetes, infeksi kulit, dan penyakit hati.

Inilah Pengobatan yang Bisa Dilakukan oleh Penderita Eksim

Eksim adalah kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal. Walaupun tidak menular, kelainan ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada bagian kulit yang terkena. Eksim umumnya terjadi pada masa kanak-kanak, misalnya pada bayi dan anak usia muda. Beberapa kasus eksim dapat menyebabkan pembentukan lepuh yang nantinya akan mengeluarkan air. Pengeluaran air ini merupakan indikasi bahwa eksim sudah menjadi infeksi. Eksim (Eczema) juga dikenal sebagai dermatitis.

Penyebab eksim adalah ketidakmampuan kulit dalam melakukan perbaikan terhadap kerusakan sehingga kulit menjadi rawan terhadap kuman dan bakteri. Mereka menyatakan bahwa ketidakmampuan ini disebabkan oleh mutasi pada sebuah gen bernama filaggrin. Guna melakukan perbaikan terhadap kerusakan, kulit membutuhkan sepasang filaggrin sementara orang-orang dengan eksim hanya memiliki satu filaggrin.

Gejala pada eksim merupakan respon tubuh terhadap suatu iritasi sehingga menimbulkan kekambuhan dan ruam. Eksim juga umumnya terjadi pada keluarga dengan riwayat asma dan alergi. Walaupun penyebabnya belum dapat dipastikan, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu eksim, yaitu

  • Stress
  • Rasa panas dan keringat berlebih
  • Rasa dingin dan iklim kering
  • Kulit kering
  • Kontak dengan bahan-bahan kasar dan iritan seperti sabun dan kain sintetis
  • Demam atau infeksi saluran nafas atas

Jika sudah muncul gejala tersebut dan rasa gatal mulai mengganggu, Anda bisa mengobatinya dengan menggunakan obat yang dapat dibeli di apotek. Obat ini bisa meredakan gejala dari kambuhnya eksim yang Anda rasakan.

  1. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid dalam bentuk salep atau krim bisa digunakan untuk meringankan peradangan akibat eksim kering. Jenis obat yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan peradangan yang terjadi. Beberapa jenis obat antiradang yang biasanya diberikan oleh dokter untuk meredakan keluhan eksim kering adalah hydrocortisone untuk gejala yang ringan, clobetasone butyrate untuk gejala yang sedang, dan mometasone untuk gejala yang lebih parah.

  1. Antihistamin

Antihistamin adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi. Nah, jika eksim kering yang Anda alami disebabkan oleh alergi, maka dokter akan memberikan obat jenis ini untuk meringankan gejalanya.

  1. Antibiotik

Antibiotik diberikan jika kulit yang mengalami eksim kering terinfeksi oleh bakteri akibat terlalu sering digaruk. Antibiotik yang diresepkan dokter bisa berbentuk tablet, salep, atau krim.

  1. OAINS

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) juga bisa menjadi pilihan untuk meredakan peradangan dan meringankan gejala akibat eksim kering. Salah satu obat OAINS yang direkomendasikan untuk mengatasi eksim kering adalah salep crisaborole.

Penggunaan obat saja terkadang tidak cukup untuk mengobati eksim dengan cepat. Jika diperlukan, dokter juga dapat menyarankan terapi lain untuk menunjang kesembuhan. Berikut beberapa terapi yang umum dilakukan.

  • Fototerapi

Fototerapi ditujukan bagi penderita eksim yang tidak membaik setelah menggunakan obat oles atau berulang kali kambuh bahkan setelah pengobatan. Metode ini dilakukan dengan memancarkan sinar ultraviolet dalam jumlah terkendali pada kulit Anda. Sumber cahaya dalam fototerapi adalah sinar ultraviolet B (UVB). Ada pula bentuk fototerapi yang menggunakan sinar UVA buatan dan UVB gelombang pendek. 

  • Perban basah

Pemasangan perban basah dengan obat kortikosteroid dapat mengatasi gejala eksim yang tergolong parah. Prosedur ini biasanya dilakukan di rumah sakit oleh seorang perawat, tapi Anda juga bisa mempelajarinya saat konsultasi dengan dokter.

  • Konseling dan terapi perilaku

Konseling, terapi perilaku, dan terapi relaksasi dapat membantu penderita eksim yang kesulitan menghilangkan kebiasaan menggaruk. Terapi ini juga bermanfaat bagi penderita eksim yang merasa malu atau frustrasi dengan kondisi kulitnya.

Itulah beberapa pengobatan mengenai eksim yang bisa Anda pilih. Pilihlah pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Jika kondisi semakin memburuk, segeralah untuk konsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.