Pilihan Obat Batuk Berdahak Paling Ampuh untuk Anak

Obat batuk berdahak paling ampuh biasanya memiliki kandungan ekspektoran yang mampu mengencerkan dahak, sehingga dahak bisa dikeluarkan dengan mudah. 

Saat si Kecil batuk berdahak, sebaiknya berikan obat dengan kandungan ekspektoran. Hal ini akan membantu si Kecil untuk mengeluarkan dahak dengan mudah dan membuat pernapasan jadi lega. 

Berikut ini pilihan obat berdahak untuk anak yang aman dan efektif mengeluarkan dahak. 

Anakonidin Mucolytic & Expectorant Sirup

Obat batuk ini memiliki kandungan zat aktif guaifenesin dan bromhexine HCl yang berkhasiat mengencerkan dahak sehingga dahak pun mudah dikeluarkan. 

Obat ini aman dikonsumsi pada anak-anak dengan usia 2-12 tahun. Berikut anjuran dosis yang diberikan:

  • Anak usia 2-6 tahun: ½ sendok takar sebanyak 3 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar sebanyak 3 kali sehari

Pada kondisi tertentu, obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti mual, diare, dan juga rasa penuh di perut. 

Anakonidin Mucolytic & Expectorant Sirup isi 60 ml dijual dengan harga Rp12.109.

Mucos Drops

Mucos Drops merupakan obat yang bermanfaat untuk mengatasi penyakit pada saluran pernapasan, termasuk mengatasi batuk berdahak. 

Mucos Drops memiliki kandungan ambroxol hydrochloride yang bisa mengatasi lendir yang muncul pada saluran pernapasan, sehingga bisa segera dikeluarkan.

Obat ini bisa digunakan untuk balita hingga usia 2 tahun, dengan dosis sebagai berikut ini:

  • Balita usia 0-2 tahun: 10 tetes sebanyak 2 kali sehari.

Apabila bayi sulit menelan, penggunaan obat ini bisa dicampurkan pada sari buah, susu, makanan, atau air.

Mucos Drops juga tergolong sebagai obat keras sehingga penggunaannya harus menggunakan resep dari dokter, ya. 

Mucos Drops isi 20 ml dijual dengan harga Rp35.700.

Febrinex Suspensi

Selain meredakan batuk berdahak, obat Febrinex Suspensi juga berkhasiat untuk menurunkan demam karena mengandung paracetamol, dexchlorpheniramine maleate dan guaiacolsulfonate potassium.

Obat ini bisa digunakan oleh anak-anak usia 2-7 tahun dengan dosis sebagai berikut ini:

  • Anak-anak usia 2-4 tahun: 1 sendok takar sebanyak 3-4 kali sehari
  • Anak-anak usia 4-7 tahun: 2 sendok takar sebanyak 3-4 kali sehari

Febrinex Suspensi tergolong obat bebas sehingga tidak perlu menggunakan resep dokter. Febrinex Suspensi isi 60 ml dijual dengan harga Rp19.503. 

Mucohexin Sirup

Mucohexin Sirup memiliki kandungan bromhexine HCl yang membantu mengencerkan dahak, sehingga dahak bisa dikeluarkan dengan mudah dan saluran pernapasan jadi lega. 

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat bebas yang cukup aman dikonsumsi oleh anak-anak dengan catatan penggunaannya harus sesuai petunjuk pada label. 

Berikut ini dosis penggunaan Mucohexin Sirup untuk anak-anak usia 2 tahun dan juga dewasa:

  • Anak-anak usia 2-5 tahun: 5ml sebanyak 2 kali sehari
  • Anak-anak usia 5-10 tahun: 5 ml sebanyak 3 kali sehari
  • Dewasa dan anak di atas 10 tahun: 10 ml sebanyak 3 kali sehari

Pada kondisi tertentu, penggunaan obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti, mual, diare, gangguan pencernaan, ruam kulit, sakit kepala, berkeringat, hingga gangguan pada perut. 

Mucohexin Sirup isi 120 ml dijual dengan harga Rp16.470.

Camidryl Sirup

Kandungan di dalam Camidryl Sirup memiliki kandungan diphenhydramine HCl dan ammonium chloride yang bisa meredakan dahak. Selain itu, obat ini juga bisa mengatasi demam dan juga pilek. 

Obat ini aman dikonsumsi untuk anak-anak usia 2 tahun dan juga orang dewasa. Berikut dosisnya berikut ini:

  • Anak usia 2-6 tahun: ½ sendok takar setiap 4 jam sekali, maksimal  2 sendok takar per harinya.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar setiap 4 jam sekali, maksimal 4 sendok takar per harinya. 

Meskipun termasuk golongan obat bebas, penggunaannya harus disesuaikan dengan aturan pada label, ya.

Pada beberapa kondisi tertentu, obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti gatal-gatal, rasa kantuk, hipotensi, pusing, gangguan pencernaan, mulut dan tenggorokan kering, hingga alergi pada kulit. 

Camidryl Sirup isi 60 ml dijual dengan harga Rp6.004. 

Macam-Macam Kandungan Alami di Obat Batuk Herbal

Selain obat resep dari dokter, obat batuk herbal sering dijadikan pilihan untuk menyembuhkan gejala batuk. Obat batuk jenis ini biasanya terbuat dari bahan-bahan alami yang menyehatkan.

Saat menderita gejala batuk, Anda juga bisa mencoba meredakannya dengan mengonsumsi obat herbal. Biasanya, obat herbal bisa didapatkan secara bebas tanpa memerlukan resep dari dokter.

Kandungan pada obat batuk herbal

Ada berbagai macam kandungan alami yang umum digunakan dalam obat batuk herbal. Beberapa di antaranya adalah:

  • Jahe

Jahe dapat meredakan batuk kering atau asma. Kemampuan jahe untuk mengendalikan gejala berasal dari sifat antiinflamasi. Sifat ini juga berkontribusi dalam meredakan mual dan nyeri.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa jahe bisa mengendurkan selaput di saluran udara. Ini akan membuat risiko batuk Anda menjadi lebih rendah. Karena itu, jahe seringkali dijadikan sebagai bahan alami dalam pembuatan obat herbal.

  • Mint

Mint merupakan sejenis spesies tanaman yang sering dijadikan bahan pembuatan permen, teh, dan lain sebagainya. Obat herbal untuk menyembuhkan batuk juga sering menggunakan kandungan ini.

Daun mint terkenal memiliki kemampuan untuk menyembuhkan masalah pada tenggorokan. Ketika dikonsumsi, daun mint akan bekerja sebagai dekongestan untuk membantu memecah dahak. 

  • Daun thyme

Daun thyme memang tidak terlalu populer di Indonesia, namun beberapa obat herbal menggunakan tanaman ini sebagai salah satu bahan alami utamanya. Banyak orang menggunakan daun thyme ini untuk mengobati penyakit pernapasan.

Apabila dikombinasikan dengan daun ivy, daun thyme bisa bekerja semakin efektif untuk mengatasi batuk serta penyakit bronkitis jangka pendek. Hal ini bisa terjadi karena daun thyme mengandung senyawa flavonoid, yaitu senyawa yang bisa mengendurkan otot tenggorokan.

  • Madu

Madu sudah sejak lama dikenal sebagai pengobatan alami yang paling ampuh untuk meredakan gejala sakit tenggorokan dan batuk. Karean itu, banyak obat batuk herbal yang juga menggunakan madu sebagai salah satu bahan pembuatannya.

Secara khusus, madu banyak digunakan untuk obat batuk yang ditujukan bagi anak-anak.  Rasa manis pada madu menjadi daya tarik bagi anak-anak, membuat obat batuk terasa lebih enak dari obat-obatan lainnya.

  • Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Kandungan ini bekerja dengan menyeimbangkan flora gastrointestinal, yaitu bakteri yang hidup di usus Anda. 

Saat bakteri tersebut menjadi seimbang, fungsi sistem kekebalan tubuh menjadi lebih stabil. Hal ini berkontribusi dalam menyebabkan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan dan batuk.

  • Nanas

Tahukah Anda bahwa buah nanas juga bisa menjadi kandungan yang cukup penting dalam obat batuk herbal? Secara khusus, bagian nanas yang digunakan adalah batang dan buah nanas untuk memanfaatkan kandungan bromelain di dalamnya.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bromelain dari nanas dapat bekerja dengan melonggarkan dahak di tenggorokan. Selain itu, bukan hanya meredakan batuk, kandungan ini juga bisa meringankan masalah sinusitis dan alergi. 

Itulah beberapa kandungan yang seringkali dijadikan sebagai bahan alami dalam pembuatan obat herbal, secara khusus obat herbal yang digunakan untuk mengobati batuk. Selain itu, mungkin masih ada beberapa kandungan lain yang lebih jarang digunakan.

Obat batuk herbal umumnya aman untuk dikonsumsi. Jika ingin memastikan keamanannya, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. Tanyakan pada dokter mengenai reaksi yang mungkin muncul dari penggunaan obat herbal dengan obat lainnya.