Sama-Sama Menangani Kesehatan Mental, Ini Perbedaan Dokter Jiwa dan Psikolog

Dokter jiwa dan psikolog sama-sama memiliki kemampuan untuk mendiagnosis dan merawat pasien dengan gangguan kesehatan mental. Akan tetapi, keduanya tidaklah sama sebab masing-masing memiliki latar belakang pendidikan serta tugas dan peranan yang berbeda-beda. 

Latar belakang pendidikan

Dokter jiwa harus menempuh pendidikan dokter umum terlebih dahulu. Setelah mendapatkan gelar dokter, studi dilanjutkan ke bidang spesialisasi psikiatri selama kurang lebih 4 tahun. Lulusan spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri mendapatkan gelar Sp.KJ. Tak hanya itu, dokter jiwa juga memiliki subspesialisasi antara lain:

  • Psikiatri anak dan remaja

Beberapa gangguan mental yang mungkin terjadi pada anak dan remaja yaitu gangguan cemas dan depresi, hiperaktivitas, school phobia, skizofrenia, serta kelainan bipolar. Rumah sakit biasanya menyediakan ruang terapi keluarga dan terapi bermain khusus sebagai rangkaian proses penyembuhan pasien. 

  • Psikiatri geriatri

Dokter jiwa subspesialis geriatri berfokus pada pasien lansia. Pada dasarnya, lansia tidak memiliki kebugaran dan kemampuan yang sama dengan orang dewasa sehingga perawatan dan pengobatannya pun harus disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. 

  • Psikiatri adiksi

Dokter menangani pasien yang mengalami ketergantungan dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Terapi ini diharapkan mampu berdampak jangka panjang sehingga pasien tidak mengalami kecanduan lagi. 

Seseorang perlu menempuh pendidikan pendidikan strata 1 (S1) dalam bidang psikologi. Setelah itu, studi dilanjutkan dengan mengikuti program magister profesi psikologi (S2) selama 4 atau 5 semester. Apabila telah mengikui sidang profesi dan mendaftar keanggotaan, Anda dapat mengurus SIPP (Surat Izin Praktek Psikologi) dan menjadi psikolog profesional. Terdapat berbagai jenis psikolog, diantaranya psikolog klinis, psikolog industri dan organisasi, psikolog pendidikan, serta psikolog sosial. 

Penyakit yang ditangani

Dokter jiwa mendiagnosis pasien berdasarkan tes psikologi, tes laboratorium, dan one-on-one evaluations. Berikut ini beberapa penyakit yang ditangani dokter jiwa berdasarkan diagnosis yang telah ditetapkan: 

  • Gangguan kecemasan
  • Attention Deficit Hyperactivity Disoreder (ADHD)
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan depresi mayor
  • Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
  • Skizofrenia

Dokter jiwa juga memberikan resep dan menyarankan terapi sebagai bentuk pengobatan. Beerikut ini beberapa jenis terapi pasien gangguan kesehatan mental yang ditangani dokter jiwa:

  • Terapi elektrokonvulsif 

Terapi ini melibatkan arus listrik yang dialirkan ke otak. Terapi eletrokonvulsif biasanya digunakan bagi pasien dengan kasus depresi kronis yang tidak merespon jenis pengobatan dan perawatan lainnya. 

  • Terapi cahaya

Cahaya buatan digunakan untuk mengatasi depresi yang kambuh di waktu tertentu, terutama jika muncul di tempat yang terpapar banyak sinar matahari. 

Psikolog dan dokter jiwa sama-sama menangani pasien dangan ganguan kesehatan mental. Perbedaan besar keduanya yaitu psikolog tidak dapat meresepkan obat, meskipun terdapat juga beberapa negara yang melakukan hal tersebut. Sementara terdapat beberapa penyakit yang ditangani dokter jiwa juga mampu ditangani psikolog. 

Psikolog merawat pasien dengan cara berdialog. Caranya psikolog dan pasien duduk dan membicarakan masalah mental yang dialami. Terapi perilaku kognitif lebih sering digunakan dalam penanganan pasien dengan pendekatan yang berfokus pada pengelolaan pikiran, termasuk mengubah perspektif negatif pasien. 

Mana yang cocok sesuai kondisi Anda?  

Baik dokter jiwa atau psikolog, biasanya pasien mendapatkan rujukan dari dari dokter primer mengenai siapa yang harus ditemui untuk membantu mengatasi penyakitnya. Penting juga memilih dokter jiwa atau psikolog dengan pola komunikasi yang sesuai dengan pasien, memiliki pengalaman cukup, serta mempunyai jadwal konsultasi yang memadai sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *