4 Produk untuk Merawat Luka Operasi Caesar

Perempuan yang pernah menjalani operasi caesar pada umumnya memiliki bekas luka di bagian bawah perut. Banyak yang merasa jika bekas luka ini mengganggu penampilan, sehingga banyak dari mereka yang mencari cara merawat luka caesar agar sedikit demi sedikit bisa memudar dan bekas operasi bisa hilang, meskipun tidak secara sempurna.

Operasi caesar dilakukan jika perempuan melahirkan secara tidak normal, seperti prosedur operasi lainnya jenis operasi ini juga akan meninggalkan bekas luka jahitan. Secara umum, bekas luka hanya terlihat samar tetapi meninggalkan bekas luka yang terlihat sangat jelas dan tak jarang bekas luka dari operasi ini akan berkembang menjadi keloid.

Cara Merawat Luka Caesar

Bekas luka operasi caesar memang akan memudar seiring waktu berlalu, namun tidak akan pernah hilang sepenuhnya. Jika bekas luka ini mengganggu, perempuan bisa menggunakan beberapa produk untuk melakukan pengobatan rumahan secara sederhana agar bisa menyamarkannya, berikut beberapa produk yang disarankan.

  1. Petroleum Jelly

Digunakan untuk menjaga sayatan agar tetap lembap dan tertutup, pakai krim ini untuk membantu mengurangi jaringan parut setelah operasi caesar. Agar maksimal, penting mengoleskan krim ini pada bekas luka dan tetap menutupinya untuk membantu menjaga bekas luka operasi caesar tetap rata.

  1. Gel Silikon

Tempatkan selembar gel silikon di atas lokasi sayatan, cara ini juga terbukti efektif dalam mengatasi bekas luka caesar. Lembaran lengket dan bening membantu menjaga bekas luka tetap lembap dan tertutup, sehingga dampak yang dihasilkan membuat bekas luka tetap lembut, lebih tipis dan tidak terlalu terlihat merah.

  1. Vitamin E dan Ekstrak Bawang

Penggunaan vitamin E dan ekstrak bawang digunakan untuk membantu mengurangi bekas luka, dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa kedua zat ini bahkan bisa mencegah munculnya bekas luka. Kedua kandungan tersebut bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan jaringan parut pada bekas luka caesar.

  1. Madu

Siapa sangka madu memiliki manfaat luar biasa dalam pengobatan atau perawatan bekas luka caesar pada ibu hamil. Madu ternyata dapat mengurangi peradangan kulit, dalam sebuah penelitian menyebutkan jika madu membantu dalam proses pembentukan jaringan baru. Hal ini juga bisa mengurangi jaringan parut atau mencegah timbulnya bekas luka.

Penyebab Munculnya Bekas Luka

Merupakan cedera yang melibatkan rusaknya jaringan tubuh dan pada umumnya terjadi di kulit sebagai lapisan perlindungan terluar. Terbentuknya bekas luka ini merupakan bagian alami dari proses penyembuhan luka, tampilan bekas luka ini tergantung dari bagaimana perawatan penyembuhan luka, usia, faktor genetik dan jenis luka termasuk luka operasi caesar.

Jaringan yang rusak karena sayatan dan jahitan operasi caesar akan pulih dengan sendirinya, namun kulit akan menjadi sama kuatnya seperti sebelum dijahit. Meski demikian, penampilan kulit bekas luka mungkin berbeda dengan kulit normal karena kulit tersusun atas dua protein, yakni kolagen yang memberi kekuatan kulit dan elastin yang memberi kelenturan kulit.

Kulit  tidak dapat memproduksi elastin baru pada bekas luka, namun ketika tubuh memproduksi terlalu banyak kolagen, maka bekas luka operasi caesar akan terlihat lebih tebal dan berwarna gelap. Kondisi ini disebut dengan luka hipertrofik dan keloid, untuk mengatasinya hanya bisa mengandalkan berbagai cara merawat luka caesar yang direkomendasikan oleh dokter.

Pada keloid, bekas luka akan menebal dan bahkan menjadi berukuran lebih besar ketimbang luka aslinya. Selain mengganggu penampilan juga bisa menimbulkan rasa gatal, kondisi ini tentu dapat menurunkan rasa percaya diri perempuan.

Mudah Kehilangan Motivasi Diet? Coba Tips Berikut Ini!

Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal, diet bisa menjadi salah satu pilihan. Sayangnya, tidak semua orang mampu melakukan diet dengan tepat sebab sering kehilangan motivasi di tengah jalan. Minggu pertama ketika melakukan diet tentu Anda akan menjalaninya dengan semangat. Akan tetapi, ketika memasuki minggu ketiga, biasanya semangat tersebut telah luntur sehingga diet yang dijalani pun gagal. Agar proses pembentukan tubuh yang Anda inginkan berhasil, cobalah untuk mengikuti tips menjaga motivasi diet seperti berikut ini. 

  1. Pilih program diet yang realistis

Hindari menggunakan program diet yang terlalu muluk-muluk. Hal itu akan membuat Anda kehilangan motivasi saat target tidak tercapai. Anda hanya perlu memilih program diet yang realistis. Dengan begitu, motivasi diet pun dapat terjaga hingga akhir. Program diet pun biasanya berlangsung dalam jangka waktu Anda. Saat memilih, pastikan bahwa telah sesuai dengan motivasi diet Anda. Selain itu, pilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh. 

  1. Berpikiran positif

Saat menjalani diet, akan ada masa ketika berat badan stagnan padahal Anda merasa telah menjaga pola makan dan rajin olahraga. Hal itu biasanya menyebabkan banyak orang kehilangan motivasi diet. Untuk menjaga diri tetap termotivasi, Anda perlu berpikir positif selama melakukan evaluasi diet yang dijalani. Pastikan bahwa di dalam pikiran Anda terdapat kalimat berupa “tidak ada yang sia-sia”. Dengan begitu, motivasi diet Anda tidak akan mudah luntur. 

  1. Turunkan dengan perlahan 

Melakukan penurunan berat badan dalam jumlah banyak dengan waktu sangat singkat dapat membahayakan tubuh. Hal tersebut dikarenakan metabolisme tubuh tidak sempat mengalami penyesuaian. Oleh karena itu, diet yang benar akan membantu Anda menurunkan berat badan dengan melakukannya secara bertahap dan berjangka.  

  1. Gunakan target jangka pendek 

 Tips lain untuk mempertahankan motivasi diet adalah dengan menggunakan target jangka pendek. Hal ini cukup penting dilakukan sebab mampu menjaga kepercayaan diri Anda untuk menjalani program diet hingga selesai. Target jangka pendek membuat Anda lebih semangat sebab hasil selalu terlihat dan terhitung meski hanya sedikit. Cara menentukan target jangka pendek cukup mudah. Misalnya Anda ingin menurunkan berat badan sebanyak 15 kg dalam 3 bulan, gunakan target jangka pendek berupa penurunan berat badan sebanyak 1,5 kg saja setiap minggunya. Meski secara hitungan sama, namun psikologis Anda akan mendapat pengaruh berbeda dari hitungan berupa target jangka pendek tersebut. 

  1. Lakukan olahraga

Selain menjaga pola makan, Anda perlu melakukan olahraga. Tidak hanya mampu membantu menurunkan berat badan, olahraga ternyata juga bisa menjadi motivasi diet terutama jika dilakukan bersama teman atau orang tersayang. Pilih olahraga yang menyenangkan, bisa dilakukan berdua atau lebih, serta disertai musik agar motivasi diet terus menyala setiap harinya. Beberapa jenis olahraga yang dapat Anda coba yaitu zumba atau bersepeda. 

Sebelum mulai menjalani diet, Anda lebih baik berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter. Hal itu amat disarankan terutama bagi Anda yang memiliki penyakit atau kondisi medis tertentu. Pola makan diet perlu diatur sedemikian rupa menyesuaikan kondisi tubuh Anda sehingga tidak membahayakan. Pastikan pula motivasi diet yang Anda miliki cukup kuat sehingga semangat dalam diri tidak mudah padam. Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang motivasi diet, tanyakan langsung pada dokter secara gratis melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store atau Google Play.  

Sama-Sama Menangani Kesehatan Mental, Ini Perbedaan Dokter Jiwa dan Psikolog

Dokter jiwa dan psikolog sama-sama memiliki kemampuan untuk mendiagnosis dan merawat pasien dengan gangguan kesehatan mental. Akan tetapi, keduanya tidaklah sama sebab masing-masing memiliki latar belakang pendidikan serta tugas dan peranan yang berbeda-beda. 

Latar belakang pendidikan

Dokter jiwa harus menempuh pendidikan dokter umum terlebih dahulu. Setelah mendapatkan gelar dokter, studi dilanjutkan ke bidang spesialisasi psikiatri selama kurang lebih 4 tahun. Lulusan spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri mendapatkan gelar Sp.KJ. Tak hanya itu, dokter jiwa juga memiliki subspesialisasi antara lain:

  • Psikiatri anak dan remaja

Beberapa gangguan mental yang mungkin terjadi pada anak dan remaja yaitu gangguan cemas dan depresi, hiperaktivitas, school phobia, skizofrenia, serta kelainan bipolar. Rumah sakit biasanya menyediakan ruang terapi keluarga dan terapi bermain khusus sebagai rangkaian proses penyembuhan pasien. 

  • Psikiatri geriatri

Dokter jiwa subspesialis geriatri berfokus pada pasien lansia. Pada dasarnya, lansia tidak memiliki kebugaran dan kemampuan yang sama dengan orang dewasa sehingga perawatan dan pengobatannya pun harus disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. 

  • Psikiatri adiksi

Dokter menangani pasien yang mengalami ketergantungan dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Terapi ini diharapkan mampu berdampak jangka panjang sehingga pasien tidak mengalami kecanduan lagi. 

Seseorang perlu menempuh pendidikan pendidikan strata 1 (S1) dalam bidang psikologi. Setelah itu, studi dilanjutkan dengan mengikuti program magister profesi psikologi (S2) selama 4 atau 5 semester. Apabila telah mengikui sidang profesi dan mendaftar keanggotaan, Anda dapat mengurus SIPP (Surat Izin Praktek Psikologi) dan menjadi psikolog profesional. Terdapat berbagai jenis psikolog, diantaranya psikolog klinis, psikolog industri dan organisasi, psikolog pendidikan, serta psikolog sosial. 

Penyakit yang ditangani

Dokter jiwa mendiagnosis pasien berdasarkan tes psikologi, tes laboratorium, dan one-on-one evaluations. Berikut ini beberapa penyakit yang ditangani dokter jiwa berdasarkan diagnosis yang telah ditetapkan: 

  • Gangguan kecemasan
  • Attention Deficit Hyperactivity Disoreder (ADHD)
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan depresi mayor
  • Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
  • Skizofrenia

Dokter jiwa juga memberikan resep dan menyarankan terapi sebagai bentuk pengobatan. Beerikut ini beberapa jenis terapi pasien gangguan kesehatan mental yang ditangani dokter jiwa:

  • Terapi elektrokonvulsif 

Terapi ini melibatkan arus listrik yang dialirkan ke otak. Terapi eletrokonvulsif biasanya digunakan bagi pasien dengan kasus depresi kronis yang tidak merespon jenis pengobatan dan perawatan lainnya. 

  • Terapi cahaya

Cahaya buatan digunakan untuk mengatasi depresi yang kambuh di waktu tertentu, terutama jika muncul di tempat yang terpapar banyak sinar matahari. 

Psikolog dan dokter jiwa sama-sama menangani pasien dangan ganguan kesehatan mental. Perbedaan besar keduanya yaitu psikolog tidak dapat meresepkan obat, meskipun terdapat juga beberapa negara yang melakukan hal tersebut. Sementara terdapat beberapa penyakit yang ditangani dokter jiwa juga mampu ditangani psikolog. 

Psikolog merawat pasien dengan cara berdialog. Caranya psikolog dan pasien duduk dan membicarakan masalah mental yang dialami. Terapi perilaku kognitif lebih sering digunakan dalam penanganan pasien dengan pendekatan yang berfokus pada pengelolaan pikiran, termasuk mengubah perspektif negatif pasien. 

Mana yang cocok sesuai kondisi Anda?  

Baik dokter jiwa atau psikolog, biasanya pasien mendapatkan rujukan dari dari dokter primer mengenai siapa yang harus ditemui untuk membantu mengatasi penyakitnya. Penting juga memilih dokter jiwa atau psikolog dengan pola komunikasi yang sesuai dengan pasien, memiliki pengalaman cukup, serta mempunyai jadwal konsultasi yang memadai sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama.

Pemahaman Soal Necrotizing Enterocolitis bagi Para Orang Tua

Saat masih bayi, kondisi seorang manusia amatlah rentan. Tubuh mereka belum siap betul dan mudah sekali terserang berbagai masalah kesehatan. Terlebih bayi yang lahir secara prematur atau lebih cepat dari waktu seharusnya. Ada satu masalah kesehatan yang disebut necrotizing enterocolitis atau NEC. Penyakit usus ini paling umum dan serius yang bisa diderita bayi prematur.

Sebagian besar kasus necrotizing enterocolitis terjadi pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu. Tetapi bayi cukup bulan yang memiliki masalah kesehatan, seperti kelainan jantung, juga bisa mengalaminya. Bayi dengan NEC biasanya mulai terlihat tanda-tanda dan mulai terdeteksi dalam 2 sampai 4 minggu pertama kehidupan.

Bayi dikatakan mengalami necrotizing enterocolitis ketika jaringan di usus kecil atau besar terluka atau meradang. Hal ini dapat menyebabkan kematian jaringan usus dan, dalam beberapa kasus, terjadi lubang (perforasi) di dinding usus. 

Para orang tua perlu mengetahui ketika kondisi ini terjadi, artinya usus di dalam perut bayi mereka tidak bisa lagi menampung limbah. Jadi bakteri dapat masuk ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang mengancam jiwa. Limbah bisa masuk ke perut bayi dan membuat bayi sakit parah. Usus yang terluka, atau bagiannya, mungkin mati dan perlu diangkat.

Gejala necrotizing enterocolitis dapat bervariasi dari satu bayi dengan bayi lainnya. Namun, secara umum gejala yang ditimbulkan tak jauh berbeda dengan masalah pencernaan lainnya, seperti:

  • Terjadi bengkakan di perut, memerah, dan bertekstur lunak;
  • Menjadi sulit makan; 
  • Makanan tinggal di perut lebih lama;
  • Sembelit;
  • Diare, kadang tinja atau kotoran menjadi lebih gelap atau berdarah;
  • Menjadi kurang aktif atau lesu;
  • Suhu tubuh yang rendah atau tidak stabil;
  • Muntah hijau (mengandung empedu);
  • Apnea (berhenti bernapas);
  • Bradikardia (detak jantung melambat); hingga
  • Hipotensi (tekanan darah rendah). 

Gejala itu bisa timbul dari waktu ke waktu dan bisa terjadi satu atau beberapa sekaligus. Para orang tua harus dapat bereaksi dengan tepat dan tanggap ketika menduga apa yang dialami bayi Anda adalah necrotizing enterocolitis. Pemberian pertolongan medis yang cepat dan tepat berkaitan dengan hasil pengobatan nantinya.

Ketika seseorang memeriksakan bayi dengan gejala NEC, diagnosis dapat dipastikan jika pola gas abnormal muncul pada hasil pemindaian sinar X. Pola yang dimaksud tampak seperti munculnya gas yang bergelembung atau bergaris-garis di dinding usus.

Dalam kasus yang parah, udara keluar dari usus dan muncul di pembuluh darah besar hati atau rongga perut. Seorang dokter mungkin memasukkan jarum ke perut untuk menarik cairan untuk melihat apakah ada lubang di usus.

Jika sudah dapat dipastikan bayi mengalami necrotizing enterocolitis, hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah menghentikan segala bentuk pemberian makanan, termasuk pemberian ASI, melalui oral atau mulut. Pasalnya, dokter perlu “membereskan” masalah di organ pencernaan bayi hingga mereka kembali siap mencerna makanan secara normal.

Sebagai gantinya, pemberian makanan biasanya dilakukan secara langsung ke pembuluh darah, kita mengenalnya dengan teknik infus. Dalam kondisi seperti saat ini, wajar bila sebagai orang tua seseorang amat merasa khawatir dan frustasi terhadap kondisi bayinya.

Memang menyedihkan pada saat-saat seharusnya mereka mendapatkan asupan nutrisi terbaik dari orang tua, mereka malah tidak boleh melakukan itu. Akan tetapi percayalah bahwa semua itu merupakan hal terbaik yang bisa dilakukan selama masa pengobatan necrotizing enterocolitis. Jika masa-masa berat itu sudah terlewati, yakinlah orang tua nantinya dapat kembali menyusui bayinya secara penuh.

Bedah Perbedaan Asma dan PPOK dari Gejala

Penyakit paru-paru banyak jenisnya. Di antara berbagai jenis penyakit paru-paru, asma dan PPOK merupakan kondisi masalah pernapasan yang kerap ditemui dan dipersandingkan karena memiliki kesamaan dari segi pemicu. Meskipun demikian, kenyataannya perbedaaan asma dan PPOK lebih banyak lagi. 

Perbedaan asma dan PPOK dapat dilihat dari pemicu masalah pernapasan ini. Asma lebih mudah terjadi apabila seseorang menghirup debu ataupun mengalami stres. Sementara itu, gejala pada penderita PPOK kerap datang kapan saja secara konstan, namun akan memburuk apabila menerima paparan asap, khususnya yang berasal dari rokok. 

Selain dari pemicu, perbedaan asma dan PPOK sebenarnya lebih tampak jelas dari gejala yang ditimbulkan. Selain sama-sama mengalami sesak napas, nyatanya banyak gejala lain yang berbeda dari kedua masalah pernapasan ini. 

Gejala Asma 

Gejala asma setiap orang tidaklah sama. Selain sesak napas, berikut ini adalah beberapa gejala lain yang muncul mengawali gejala sesak napas pada penderita asma. 

  1. Mengi 

Penderita asma kerap mengeluarkan bunyi seperti siulan saat bernapas. Kondisi ini dikenal dengan istilah mengi. Umumnya, gejala mengi timbul pada penderita asma yang masih berusia kanak-kanak. 

  1. Kesulitan Tidur 

Orang-orang yang menderita asma cenderung kerap mengalami gangguan tidur. Penderita asma akan sulit tidur pada malam hari karena ketika berbaring, napas mereka akan lebih sulit. 

  1. Batuk 

Gejala lain dari asma adalah munculnya kondisi batuk pada penderitanya. Batuk pada penderita asma lebih sering terjadi pada malam hari. Batuk juga akan semakin parah apabila kondisi dingin. 

  1. Mudah Lelah 

Penderita asma akan lebih mudah merasa lelah karena saluran pernapasannya mengalami penyempitan. Rasa lelah akan semakin kuat setiap kali sehabis berolahraga. Serangan asma berupa sesak napas bahkan umum terjadi pasca penderita berolahraga atau beraktivitas fisik berat. 

  1. Bersin-bersin 

Bersin-bersin bukan hanya petanda Anda terkena gejala flu. Faktanya, bersin-bersin juga merupakan gejala asma yang muncul apabila serangan asma akan terjadi. 

Umumnya gejala asma tidak akan membuat penderitanya mengalami kondisi darurat. Bantuan oksigen dapat segera menghilangkan gejala sesak napas saat serangan asma terjadi. 

Gejala PPOK 

Perbedaan asma dan PPOK sangat mudah dilihat dari gejala selain sesak napas. Pasalnya, gejala yang mengarah ke bagian dada dan pernapasan akan lebih sering timbul pada penderita PPOK. Berikut ini adalah gejala-gejala yang kerap dialami penderita penyakit paru-paru kronis ini. 

  1. Napas Pendek 

Masalah pernapasan pada penderita PPOK akan mudah terlihat dari napasnya sehari-hari. Penderita PPOK memiliki napas yang pendek-pendek sehingga terlihat sedang kelelahan. Napas yang pendek ini bahkan terjadi ketika penderita sedang bersantai. 

  1. Batuk Berdahak

Penderita PPOK juga mengalami gejala batuk. Perbedaan asma dan PPOK dari gejala batuk ini dapat terlihat dari waktunya. Penderita PPOK rentan mengalami batuk kapan saja. Batuk dari penderita PPOK merupakan jenis batuk berdahak. 

  1. Nyeri Dada

Gejala PPOK yang satu ini kerap disangkutpautkan dengan gejala penyakit jantung. Padahal nyeri dada yang dialami oleh penderita PPOK lebih mengarah ke seluruh bagian dada.

  1. Pembengkakan Kaki 

Penderita PPOK akan lebih mudah ditandai. Pasalnya, banyaknya cairan di paru-paru akan membuat kaki membengkak. Pembengkakan pada penderita PPOK bisa dilihat di bagian pergelangan dan tungkai kaki. 

  1. Penurunan Berat Badan 

Jika diperhatikan dengan saksama, penderita PPOK yang sudah lama memiliki badan yang kurus. Ini karena PPOK rentan menimbulkan penurunan berat badan pada penderitanya. 

*** 

Sudah tidak pusing bukan perbedaan asma dan PPOK? Apapun gejalanya, lebih baik Anda segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalaminya.

Berapa Banyak Anda Perlu Konsumsi Protein Setiap Harinya?

Jumlah konsumsi protein harian yang direkomendasikan untuk setiap orang beragam. Asupan Referensi Diet (DRI) adalah 0,8 gram protein per kilogram berat tubuh, atau 56 gram per hari untuk pria yang tidak banyak bergerak, dan 46 gram per hari untuk wanita yang tidak banyak bergerak. Angka tersebut mungkin sudah cukup untuk mencegah defisiensi; meskipun jumlah yang Anda butuhkan tergantung pada banyak faktor, seperti level aktivitas, usia, masa otot, tujuan fisik, dan kondisi kesehatan keseluruhan. 

Apa itu protein?

Konsumsi protein sangat penting karena protein adalah balok pembangun utama tubuh Anda. Protein digunakan untuk membangun otot, tendon, organ, dan kulit, serta enzim, hormon, neurotransmitter, dan berbagai molekul yang memiliki fungsi penting. Protein terdiri dari molekul lebih kecil yang disebut asam amino. Tubuh Anda memproduksi asam amino ini, namun Anda masih perlu mendapatkan asupan asam amino esensial lainnya dari makanan. 

Konsumsi protein tidak hanya sebatas masalah kuantitas saja, tetapi juga kualitas. Umumnya, protein hewani menyediakan semua asam amino esensial dalam rasio yang tepat untuk Anda menggunakannya. Hal ini masuk akal, mengingat jaringan hewan mirip dengan jaringan di dalam tubuh Anda. Apabila Anda mengonsumsi produk hewani seperti daging, ikan, telur, dan produk-produk susu setiap hari, ada kemungkinan Anda sudah mencukupi kebutuhan konsumsi protein setiap harinya. Akan tetapi, apabila Anda tidak mengonsumsi sumber makanan hewani, memenuhi kebutuhan semua protein dan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh bukan merupakan perkara yang mudah.

Protein dapat membantu menurunkan berat badan dan mencegah pertambahan berat badan

Protein merupakan nutrisi penting apabila Anda ingin menurunkan berat badan. Seperti yang Anda tahu, kita perlu mengonsumsi kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang dibakar agar Anda bisa menurunkan berat badan. Bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi protein dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar dengan cara meningkatkan laju metabolisme Anda (kalori keluar) dan mengurangi nafsu makan (kalori masuk). Konsumsi 25 hingga 30 persen dari kalori harian total dari protein telah menunjukkan dapat meningkatkan metabolisme hingga 80 sampai 100 kalori setiap harinya, dibandingkan dengan diet rendah protein. 

Meskipun demikian, kontribusi terbesar protein dalam menurunkan berat badan ada pada kemampuannya dalam mengurangi nafsu makan, yang menyebabkan asupan kalori berkurang. Konsumsi protein jauh lebih baik dibandingkan dengan lemak atau karbohidrat dalam membuat Anda merasa kenyang. Dalam sebuah studi pada pria yang menderita obesitas, konsumsi 25 persen kalori dari protein dapat meningkatkan rasa kenyang, sekaligus mengurangi rasa ingin makan camilan di malam hari dan pikiran obsesif terhadap makanan sebesar 50 persen dan 60 persen. Dalam studi 12 minggu lain, wanita yang meningkatkan asupan protein mereka hingga 30 persen kalori, konsumsi kalori berkurang sebesar 441 kalori per hari dan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 5 kg hanya dengan menambahkan protein ke dalam diet mereka.  

Konsumsi protein tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga mencegah pertambahan berat badan. Dalam sebuah studi, peningkatan konsumsi protein sebanyak 15 persen hingga 18 persen kalori mengurangi jumlah lemak yang didapat seseorang setelah menurunkan berat badan sebanyak 50 persen. Asupan atau konsumsi protein yang tinggi juga dapat membentuk dan menjaga massa otot. Konsumsi protein membuat Anda melakukan diet menurunkan berat badan dengan lebih mudah.

Cara Membersihkan Telinga Bayi dan Hal yang Tak Boleh Dilakukan

Kotoran telinga berfungsi menyaring kotoran dan bakteri yang akan masuk ke dalam telinga. Apabila sudah menumpuk, kotoran sebaiknya dikeluarkan. Sebagai orang tua baru, hal kecil seperti ini harus dikuasai agar kesehatan telinga anak terjaga.

Dalam membersihkan telinga si kecil, keamanan menjadi prioritas utama. Anda harus mengetahui cara membersihkan telinga bayi dengan menemukan metode yang aman dan paling cocok untuk anak Anda.

Sebab terjadinya kotoran telinga

Kotoran telinga atau cerumen adalah cairan lengket yang dihasilkan telinga untuk mencegah kotoran, debu, bakteri, dan benda asing lain masuk ke saluran telinga dengan memerangkap benda tersebut.

Semakin lama kotoran telinga semakin menumpuk, kemudian mengering dan keluar dengan sendirinya. Tapi adakalanya penumpukan terjadi lebih cepat. Bukan berarti cara membersihkan telinga bayi dilakukan dengan tidak benar, karena ada faktor lain yang menyebabkan kotoran menumpuk lebih cepat.

Faktor tersebut meliputi:

  • Faktor fisiologis, beberapa orang secara alami menghasilkan lebih banyak kotoran telinga daripada yang lain
  • Bayi terkena kondisi telinga perenang atau otitis eksterna
  • Kebiasaan ibu menggunakan cotton bud saat membersihkan telinga anak
  • Bayi menggunakan penutup telinga atau alat bantu dengar
  • Bayi mengalami masalah belajar atau sindrom down

Kapan harus membersihkan kotoran telinga si kecil?

Kotoran telinga berperan untuk menjaga kesehatan telinga, jadi Anda tak perlu membersihkannya terlalu sering. Hanya bersihkan ketika kotoran telah menumpuk.

Bayi mengomunikasikan sesuatu dengan cara merengek atau melalui perilakunya. Jika saluran bayi tertutup kotoran, ia akan mengalami masalah seperti gatal, sakit telinga, sulit mendengar dengan jelas, dan tinnitus.

Salah satu tanda kotoran telinga sudah menumpuk adalah ketika bayi mulai menggosok, menarik, bahkan memasukkan jari ke dalam telinganya. Biasanya, kotoran telinga yang sudah banyak dapat dengan mudah terlihat dari luar telinga. Terkadang ada kotoran kering berwarna kuning kecoklatan yang keluar dari telinga bayi.

Cara membersihkan telinga bayi dengan benar

Membersihkan telinga dengan cotton bud adalah metode pembersihan telinga yang paling umum. Namun jika digunakan pada bayi, cotton bud justru akan mendorong kotoran telinga jauh lebih dalam dan menyebabkan masalah.

Ada beberapa cara membersihkan telinga bayi yang aman dilakukan di rumah, yaitu sebagai berikut:

  • Dengan kain lembut

Membersihkan daun telinga anak dengan kain lembut sudah cukup menjaga kebersihan telinga si kecil. Gunakan air hangat untuk menyeka dan menggosok area luar telinga bayi.

  • Menggunakan minyak zaitun

Untuk mengatasi kotoran telinga yang menumpuk, Anda bisa meneteskan dua hingga tiga tetes minyak zaitun atau minyak almond ke telinga bayi Anda selama tiga atau empat kali sehari. Ini merupakan cara alami yang efektif untuk mengeluarkan kotoran yang menumpuk.

  • Menggunakan obat tetes telinga bayi

Jika dengan cara alami tidak berhasil, Anda bisa menggunakan obat tetes telinga khusus bayi. Meski dijual bebas, ada baiknya berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk menentukan obat tetes telinga yang tepat.

Anak mungkin rewel, jadi pilihlah waktu pemberian ketika anak diam atau beristirahat dari sela-sela kegiatannya. Baringkan bayi di pangkaun Anda, lalu teteskan cairan secara bertahap sampai liang bayi penuh atau sesuai petunjuk yang disarankan. Tunggu beberapa menit hingga larutan mengendap.

Bayi Anda mungkin merasakan sensasi aneh, jadi pastikan dia tetap tenang. Selanjutnya bersihkan daun telinga bayi dengan waslap dan air hangat. Lakukan cara ini tiga sampai lima hari.

Jika Anda tetap kesulitan mengeluarkan kotoran telinga yang menumpuk dengan cara membersihkan telinga bayi di atas, ada baiknya Anda mengunjungi dokter. Selain itu, jika terdapat gejala infeksi seperti keluarnya cairan, sakit telinga, demam, atau gangguan pendengaran setelah pengangkatan kotoran, periksakan anak Anda ke dokter sedini mungkin.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui cara perawatan bayi yang tepat melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.

Waspadai Gejala Jerawat Nodul dan Cara Mengatasinya

Jerawat nodul merupakan kondisi jerawat yang cukup parah, memicu pembentukan jerawat yang besar, meradang, dan menyakitkan. Terkadang, orang menyalahartikan jenis jerawat ini sebagai jerawat batu atau jerawat kistik.

Padahal, jerawat jenis nodul memiliki karakteristik yang berbeda dengan jerawat batu. Jerawat ini tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga bisa timbul di area dada dan punggung.

Ciri-ciri jerawat nodul

Ciri atau gejala utama dari jenis jerawat ini adalah tampilan fisiknya. Jerawat ini akan muncul dalam bentuk lesi keras di wajah, dada, ataupun di area punggung. 

Ketiga area itu adalah area yang paling sering ditumbuhi jerawat nodul. Namun, bukan berarti jerawat ini tidak bisa muncul di berbagai area tubuh lainnya.

Tampilan jerawat nodul bisa berbeda-beda pada setiap penderita. Ada penderita yang mengalami jerawat nodul dengan warna merah atau meradang. Tapi, ada juga yang warna jerawatnya sama dengan warna kulit lainnya.

Terkadang, Anda bisa melihat adanya whitehead pada pangkal jerawat. Akan tetapi, whitehead ini justru lebih sering tertanam jauh di bawah lapisan kulit, sehingga tak terlihat. 

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari, beberapa minggu, atau bahkan sampai berbulan-bulan. Apabila tidak diobati, jerawat ini bisa menyebabkan luka pada kulit. 

Mengatasi jerawat nodul secara medis

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai jerawat Anda, dokter mungkin akan menyarankan upaya pengobatan dengan cara:

  • Obat topikal

Obat oles atau obat topikal merupakan obat yang umum digunakan untuk mengobati jerawat dari luar permukaan kulit. Obat ini diformulasikan melalui resep dokter, isinya dapat berupa antibiotik, salicylic acid, retinoid, dan lain sebagainya.

Kemudian, Anda bisa mengoleskannya secara langsung ke permukaan kulit Anda yang mengalami jerawat. 

  • Obat oral

Obat oral adalah obat yang digunakan dengan cara diminum. Biasanya, obat oral untuk mengatasi jerawat nodul adalah antibiotik.

Antibiotik akan bekerja dengan menyerang jerawat penyebab infeksi yang mengakibatkan jerawat. Secara khusus, obat ini diperlukan apabila Anda sudah pernah mengobati jerawat nodul sebelumnya, tapi jerawat itu terus tumbuh kembali. 

  • Perawatan rumah sakit

Apabila kondisi jerawat Anda sudah sangat parah, dokter bisa saja menyarankan pengobatan dengan prosedur di rumah sakit. Perawatan jenis ini juga bisa dikombinasikan dengan penggunaan obat.

Prosedur perawatan di rumah sakit untuk mengatasi kondisi ini meliputi chemical peel, operasi, terapi laser, dan suntikan obat.

Tips memelihara kulit saat tumbuh jerawat nodul

Ketika jerawat muncul, Anda mungkin memerlukan cara yang berbeda untuk memelihara kulit Anda. Berikut ini beberapa tipsnya:

  • Jangan memencet jerawat

Hal terpenting yang perlu diingat adalah jangan memencet, menekan, atau berusaha memecahkan jerawat nodul Anda. Hal ini hanya akan semakin merusak kulit Anda  dan tidak akan membantu untuk menyembuhkan jerawat dengan lebih cepat.

  • Suntikan kortison

Suntikan ini diberikan sebagai solusi terakhir dalam mengatasi jerawat nodul. Kortison bisa membantu untuk menghilangkan bekas dari jerawat dengan lebih cepat. Selain itu, kulit Anda pun bisa menjadi lebih sehat.

  • Kompres air dingin

Anda bisa menggunakan air dingin ataupun es batu untuk mengompres area jerawat yang meradang dan nyeri. Air dingin bisa membantu untuk meredakan pembengkakan dan menghilangkan rasa sakit.

Sebaiknya, selalu konsultasikan dengan dokter Anda apabila jerawat nodul yang Anda miliki semakin parah. Lakukan upaya perawatan yang tepat sesuai dengan anjuran dari dokter.

6 Penyakit yang Mesti Mendapat Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi medik merupakan terapi yang ditujukan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah sehingga tidak mampu berfungsi dan bergerak sebagaimana mestinya. Dengan rehabilitasi medik, rasa sakit bisa dikurangi sekaligus pergerakan tubuh menjadi lebih ringan. 

Umumnya, rehabilitasi yang diarahkan pada fisik ini akan disarankan pada pasien-pasien yang baru mengalami cedera akibat kecelakaan ataupun terjatuh. Namun sebenarnya, rehabilitasi medik juga dianjurkan pada pasien-pasien dengan penyakit tertentu. 

Jika Anda memiliki salah satu dari enam penyakit di bawah ini, sebaiknya Anda mendatangi dokter rehabilitasi medik. Sebab besar kemungkinan, Anda mengalami perubahan postur tubuh dan cedera otot maupun saraf karena penyakit-penyakit ini. 

  1. Cacat Lahir 

Banyak kecacatan lahir yang membuat seorang bayi tidak dapat tumbuh dan bergerak dengan sempurna. Banyak dari kecacatan tersebut yang tidak bisa sembuh secara sempurna. Namun, kualitas hidup penderitanya dapat ditingkatkan dengan memperbaiki fungsi tubuh seoptimal mungkin lewat rehabilitasi medik. Dengan rehabilitasi, koordinasi tubuh, kekuatan otot, sampai keseimbangan dari sang pasien bisa ditingkatkan hingga batas maksimal. 

  1. Radang Sendi 

Dalam dunia medis, kondisi ini kerap disebut sebagai artritis. Ini merupakan kondisi ketika satu atau beberapa sendi Anda mengalami peradangan sehingga menjadi sulit untuk digerakkan. Radang sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal. Pertambahan usia, kecelakaan, hingga kadar asam urat yang tinggi dapat membuat Anda terjebak dalam penyakit ini. Rehabilitasi medik membantu menyembuhkan Anda dari radang sendiri. Lewat rehabilitasi, peradangan di tubuh Anda bisa ditekan hingga sembuh lebih cepat. 

  1. Stroke 

Stroke merupakan kondisi ketika pembuluh darah di otak mengalami kebocoran bahkan sampai pada kondisi pecah. Jika terlambat ditangani, stroke bisa mengakibatkan kematian. Ketika cepat ditangani, nyawa Anda bisa selamat, meskipun akan banyak bagian tubuh yang mengalami disfungsi. Untuk memulihkannya, Anda memerlukan rehabilitasi medik khusus secara berkala dan teratur. Konsultasikan segera rehabilitasi medis kepada dokter Anda agar tingkat keparahan disfungsi tidak terus berlanjut. 

  1. Parkinson 

Parkinson merupakan jenis penyakit saraf yang membuat penderitanya kesulitan mengoordinasi gerakan tubuh. Awalnya gejala pada penderita parkinson terkesan ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas, seperti hanya tangan yang gemetar. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, parkinson yang dialami bisa terus memburuk dan membuat penderitanya bahkan tidak bisa sekadar berdiri serta mengalami halusinasi. Untuk mencegah perburukan pada pasien parkinson, dokter pun kerap menyarankan dilakukan rehabilitasi medik yang bertujuan untuk membantu koordinasi antar bagian tubuh. 

  1. Multiple Sclerosis 

Salah satu penyakit autoimun yang banyak terjadi adalah multiple sclerosis. Ini merupakan kondisi saat sistem kekebalan tubuh manusia justru menyerang lapisan lemak dan serabut saraf sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi otak, mata, juga tulang belakang. Rehabilitasi medik sangat diperlukan oleh penderita multiple sclerosis. Pasalnya jika tidak dilakukan rehabilitasi, kerusakan saraf pada penderita penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh ini bisa mengakibatkan kerusakan saraf yang permanen. 

  1. Kanker 

Penanganan apa yang Anda pikirkan untuk pasien kanker? Menjalani kemoterapi, radiasi, serta obat-obatan oral menjadi barang wajib bagi penderita kanker. Tujuannya guna membunuh dan menghentikan perkembangbiakan sel jahat yang membuat penyakit tersebut. Namun meskipun sudah sembuh, penderita kanker kemungkinan akan mengalami gangguan fungsi tubuh, tidak terkecuali anggota gerak. Karena alasan inilah, pasien-pasien kanker sering disarankan untuk menjalani rehabilitasi medik oleh tim dokter. 

*** 

Sadari penyakit Anda sedari dini dan tanyakan kepada dokter apa perlu dilakukan rehabilitasi medik untuk mempercepat pemulihannya. Jika memang diperlukan, jangan ragu untuk menjalaninya dengan didampingi para ahli, ya.

Apa Saja Manfaat Kentang pada Bayi?

Pada awalnya, bayi perlu ASI (air susu ibu) untuk membantu pertumbuhan mereka. Namun, ketika mereka memasuki usia 6 bulan, mereka dapat mengkonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Para peneliti menyatakan bahwa MPASI dapat menyehatkan pencernaan, menjaga kondisi kulit, dan mencegah infeksi di dalam tubuh. Ada berbagai MPASI yang dapat dicoba, salah satunya termasuk kentang. Manfaat kentang untuk bayi banyak. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya berikan kentang kepada bayi.

Manfaat Kentang untuk Bayi

Jika Anda memiliki anak yang baru berusia 6 bulan, Anda dapat memberikannya kentang. Berikut adalah manfaat kentang pada bayi:

  1. Memiliki nutrisi tinggi

Kentang merupakan salah satu makanan yang memiliki nutrisi tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan bayi. Berikut adalah kandungan yang ada pada kentang:

  • 161 kalori.
  • Protein (4,3 gram).
  • Lemak (0,2 gram).
  • Karbohidrat (36,6 gram).
  • Serat (3,8 gram).
  • Magnesium (12% dari AKG (angka kecukupan gizi) harian).
  • Kalium (26% dari AKG harian).
  • Mangan (19% dari AKG harian).
  • Fosfor (12% dari AKG harian).
  • Niacin (12% dari AKG harian).
  • Folat (12% dari AKG harian).
  • Vitamin B6 (27% dari AKG harian).
  • Vitamin C (28% dari AKG harian).
  1. Mengandung antioksidan

Selain kandungan yang disebutkan di atas, kentang juga mengandung antioksidan seperti flavonoid dimana kegunaannya dapat mencegah radikal bebas untuk mengurangi risiko penyakit pada bayi.

  1. Kaya akan mikronutrien

Kentang kaya akan mikronutrien sehingga sangat bermanfaat dalam pertumbuhan dan melindungi tubuh dari penyakit. Mikronutrien hanya didapatkan melalui makanan sehat.

  1. Menyehatkan pencernaan

Kentang juga mengandung pati tahan cerna atau resistant starch. Ketika senyawa tersebut berada di usus besar, senyawa tersebut akan dikonsumsi oleh bakteri baik dan berubah menjadi asam lemak yang memiliki rantai pendek. Asam tersebut memiliki kegunaan dalam mencegah peradangan pada usus besar dan menjaga kondisi usus besar untuk menghindari risiko kanker.

  1. Menjaga kondisi kulit

Karena kentang mengandung vitamin C, kentang juga memiliki manfaat untuk menjaga kondisi kulit bayi. Oleh karena itu, sebagian orang memilih kentang untuk diberikan kepada bayi mereka.

  1. Menjaga kesehatan tulang

Kentang mengandung zat besi, fosfor, magnesium, dan zinc untuk menjaga kesehatan tulang bayi.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Kentang juga dapat menjaga kesehatan jantung bayi karena didukung oleh serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memberikan Bayi Kentang

Jika Anda ingin memberikan kentang kepada bayi Anda, Anda juga perlu perhatikan beberapa hal di bawah:

  • Membersihkan kentang

Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah Anda perlu membersihkan kentangnya terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan debu dan pestisida yang mungkin muncul pada kulit kentang tersebut. Setelah membersihkannya, Anda dapat mengupas kentang tersebut.

  • Perhatikan cara memasak kentang

Setelah mengupas kentang, Anda sebaiknya kukus kentang tersebut. Jika Anda merebusnya, maka Anda akan menghilangkan berbagai kandungan nutrisi yang ada pada kentang tersebut.

  • Berikan porsi secukupnya

Pada awalnya, Anda dapat memberikan bayi Anda kentang dengan porsi yang kecil. Jika bayi Anda menyukainya, Anda dapat memberikannya lagi, namun tidak dengan porsi yang berlebihan.

  • Reaksi alergi

Meskipun jarang terjadi, bayi yang menyentuh kentang pun bisa mengalami alergi berupa ruam, batuk, diare, dan muntah.

Kesimpulan

Manfaat kentang untuk bayi beragam dan dapat mendukung pertumbuhan bayi. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, Anda dapat memberikannya kentang. Jika Anda ingin memberikannya kentang, Anda perlu perhatikan beberapa hal seperti cara memasak supaya nutrisi tidak berkurang.