Inilah Penyebab Cepat Lapar Serta Cara Mencegahnya

Beberapa orang mengeluhkan bahwa dirinya mudah merasa lapar, bahkan setelah makan dalam porsi besar. Hal tersebut tentu merepotkan sebab waktu Anda akan terbuang lebih banyak untuk makan. Padahal tubuh butuh waktu untuk memproses makanan yang Anda makan sebelumnya. Jadi, jika Anda terus menerus makan maka tubuh akan kelelahan memproses makanan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab serta cara mencegah rasa cepat lapar yang muncul tersebut. Berikut akan dijelaskan secara lebih lengkap. 

Penyebab cepat lapar

Saat Anda cepat lapar, jangan khawatir sebab kondisi tersebut tidak bahaya. Namun tentu lebih bijak jika Anda mengetahui penyebab cepat lapar yang dirasakan. Berikut ini merupakan beberapa penyebab cepat lapar. 

  1. Mengalami stres

Seseorang yang mengalami stres bisa menjadi penyebab cepat lapar. Stres berlebihan ternyata bisa meningkatkan nafsu makan, lho! Hal itu karena adanya efek peningkatan hormon kortisol dalam tubuh yang berperan dalam meningkatkan rasa lapar. Sebaiknya Anda mengelola stres agar tubuh tidak mudah lapar. Beberapa cara yang dapat Anda terapkan seperti berolahraga teratur, meditasi, yoga, dan lain sebagainya. 

  1. Kurang istirahat

Selain stres, tubuh yang lelah karena kurang istirahat juga dapat menjadi pemicu mudah lapar. Tubuh yang lelah karena kurang istirahat akan mengacaukan keseimbangan hormon dalam tubuh. Salah satu efeknya adalah mudah lapar bahkan setelah Anda makan besar. Untuk mengatasi hal tersebut, pastikan tubuh Anda tidur berkualitas selama 6-8 jam setiap harinya. 

  1. Terlalu banyak konsumsi garam dan gula

Penyebab cepat lapar lainnya adalah karena terlalu banyak konsumsi garam dan gula. Mengapa bisa? Gula dapat meningkatkan nafsu makan. Kandungan fruktosa pada gula akan meningkatkan produksi ghrelin atau hormon yang mengatur rasa lapar. Sedangkan garam dapat menyebabkan mudah lapar jika dikonsumsi berlebihan. Tidak hanya mudah lapar, konsumsi garam berlebih juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung. 

  1. Dehidrasi

Dehidrasi bisa menyebabkan berbagai masalah tubuh, termasuk menjadi cepat lapar. Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan asupan cairan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu memenuhi kebutuhan cairan harian sebanyak minimal 8 gelas air. 

  1. Kurang asupan serat

Penyebab lainnya adalah rendahnya asupan serat dalam tubuh. Serat sangat diperlukan dalam menjaga pencernaan dan mengendalikan rasa lapar. Untuk itu, sebaiknya Anda memenuhi asupan serat setiap harinya dengan mengonsumsi berbagai sayuran dan buah. 

Cara mencegah rasa cepat lapar 

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mencegah rasa cepat lapar yang dialami. Berikut beberapa di antaranya. 

  1. Cek nutrisi sebelum konsumsi

Cara mencegah yang pertama adalah dengan terus mengecek kandungan nutrisi pada makanan sebelum Anda mengonsumsinya. Dengan begitu, Anda dapat terus memantau serapan nutrisi yang masuk ke tubuh. Anda juga akan menjaga nutrisi tubuh tetap seimbang sehingga tidak cepat merasa lapar. 

  1. Kurangi konsumsi karbohidrat

Karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah di tubuh dengan cepat namun kemudian kadar tersebut dapat terjun bebas dengan sangat cepat juga. Saat kadar gula darah turun, maka Anda akan merasa mudah lapar. Untuk itu, Anda perlu mengurangi konsumsi karbohidrat dan menambah konsumsi protein, vitamin, mineral, dan serat. 

  1. Istirahat yang cukup 

Telah disebutkan di atas bahwa salah satu penyebab rasa cepat lapar adalah tubuh lelah yang kurang istirahat. Untuk itu, Anda dapat beristirahat dengan cukup sehingga hal tersebut dapat dicegah. Selain istirahat secara fisik, Anda juga perlu istirahat secara mental. Hal itu akan menyebabkan Anda terhindar dari stres sehingga dapat lebih mengontrol nafsu makan. 

  1. Perhatikan pilihan makanan 

Cara terakhir dan terpenting adalah memperhatikan pilihan makanan Anda. Beberapa makanan dapat membuat kenyang lebih lama seperti kentang, kacang-kacangan, telur, produk olahan susu rendah lemak, ikan, daging tanpa lemak, dan berbagai makanan dengan kandungan serat yang tinggi. 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kondisi mudah lapar sebenarnya tidaklah berbahaya. Akan tetapi, Anda perlu waspada apabila kondisi tersebut terus muncul bahkan setelah berbagai usaha pencegahan dilakukan. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami masalah secara medis sehingga Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi secara online dapat dilakukan melalui aplikasi SehatQ. 

Apakah HIV Bisa Sembuh? Ini Faktanya

Human immunodeficiency virus atau HIV menjadi salah satu virus yang ditakutkan umat manusia. Ketika berhasil menginfeksi tubuh manusia, virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga seseorang mengalami AIDS dan memperburuk kehidupannya. Lantas, apakah HIV bisa sembuh?

Jika pertanyaan itu diajukan, jawabannya bisa bermacam-macam. Semua tergantung dengan kondisi seseorang yang terpapar, termasuk apa yang dia lakukan setelah terpapar virus tersebut. Namun, jawaban yang paling masuk akal—walau terdengar amat retoris—adalah, angka harapan hidup penderita bisa dioptimalkan.

Dunia medis sudah banyak melakukan studi, penelitian, serta penatalaksanaan yang menjadikan penderita HIV lepas dari bayang-bayang kematian. Tak dapat dimungkiri bahwa sejak awal perkembangan virus ini, penderita yang tak mendapat pertolongan dengan baik hanya akan berakhir di prosesi pemakaman.

Ketika penderita tak mendapat pertolongan, tubuhnya akan terus digempur virus ini sehingga sistem pertahanan tubuh mereka akan semakin lemah. Penderita tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan penyakit. Tanpa pengobatan, seseorang dengan HIV akan terserang bermacam penyakit kronis hingga diprediksi, mereka umumnya hanya bisa bertahan hidup selama 9 sampai 11 tahun setelah terinfeksi.

Sampai saat ini, penanganan yang dilakukan bertujuan mencegah virus tersebut menggila dan membuat tubuh sedikit memiliki perlawanan. Artinya, perawatan bagi para penderita HIV tidak dimaksudkan untuk membersihkan virus dari tubuh mereka, meski belakangan setitik cahaya muncul dari balik awan hitam tersebut.

Ada beberapa laporan yang menyebut bahwa telah terdapat pasien yang berhasil sembuh dari HIV. Pertanyaan “apakah HIV bisa sembuh?” kini punya ragam jawaban lain. Dilansir dari sebuah situs web tentang informasi dan edukasi perihal HIV dan AIDS, Avert, berikut beberapa berita tentang pasien yang berhasil terbebas dari infeksi HIV:

  • Pasien di London

Pada 2019 para ahli melaporkan adanya seorang pria yang terinfeksi HIV dan menerima transplantasi sel induk. Kini, ia sedang dalam tahap ‘remisi’ HIV. Artinya, pria di London tersebut tidak lagi menjalani pengobatan dengan antiretroviral dan dokter tidak dapat menemukan HIV di dalam tubuhnya. 

Pria ini dapat dinyatakan sembuh setelah menerima transplantasi sumsum tulang dengan kombinasi kemoterapi untuk menyembuhkan kanker darah yang dideritanya. Pendonor sel memiliki dua salinan gen CCR5 delta-32, yaitu mutasi genetik langka yang membuat orang kebal terhadap sebagian besar jenis HIV. Enzim CCR5 berperan penting dalam menonaktifkan ‘pintu masuk’ yang digunakan HIV untuk membuat sel tubuh terinfeksi. 

  • Pasien di Berlin

Kasus serupa pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya, tepatnya pada 2008, seorang pria dari Berlin, Timothy Brown bisa sembuh dari HIV setelah menerima transplantasi sumsum tulang dan terapi radiasi total. Hingga kini Brown sudah tidak lagi menjalani pengobatan antiretroviral. Dia dinyatakan sembuh secara fungsional dari HIV karena tak lagi ditemukan adanya tanda-tanda virus itu bersemayam di dalam dirinya.

  • Bayi dari Mississippi, Amerika Serikat

Pada 2013 silam, sebuah konferensi terkait HIV/AIDS mengumumkan bahwa ada seorang bayi dari negara bagian Mississippi, Amerika Serikat, berhasil sembuh dari HIV setelah mendapat tiga jenis obat antiretroviral dalam dosis yang kuat semenjak dia lahir hingga usianya 18 bulan.

Namun, karena satu dan lain hal, pengobatan ini harus berhenti dan ketika beberapa waktu setelahnya dia dirawat di rumah sakit, dokter menemukan kembali virus HIV di dalam tubuh bayi malang tersebut.

Kasus ini membuat dunia medis membuat sebuah simpulan baru terkait pertanyaan “apakah HIV bisa disembuhkan?” Para dokter berpendapat bahwa sembuh dalam kasus HIV adalah sebuah kondisi yang amat fluktuatif. Keadaan bisa berganti dan berubah sewaktu-waktu dan secara tiba-tiba sehingga mereka sulit melekatkan predikat ‘sembuh’ kepada pasien HIV.

Kendati demikian, kasus bayi di Mississippi ini dapat dimaknai bahwa terapi antiretroviral (ARV) atau pengobatan apapun sejak dini dapat memengaruhi jawaban dari pertanyaan “apakah HIV bisa sembuh?” yang belum dapat dijawab secara pasti. Satu hal penting yang dapat diyakini adalah semua upaya yang dilakukan sejak dini bisa menghasilkan remisi jangka pendek. Setidaknya, tata laksana pengobatan penderita HIV dapat mengendalikan replikasi virus dan membatasi jumlah reservoir virus.

Mengenal Ferrous Sulfate, Obat untuk Anemia Defisiensi Besi

Ferrous sulfate adalah obat yang digunakan untuk merawat dan mencegah anemia defisiensi besi. Zat besi membantu tubuh untuk membuat sel darah merah yang sehat, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Beberapa hal seperti hilangnya darah, kehamilan, atau zat besi yang terlalu sedikit dalam diet Anda dapat membuat asupan zat besi menurun dan mengakibatkan anemia. Ferrous sulfate hadir dalam bentuk tablet, atau tetesan yang Anda telan. Ada tablet dan kapsul ferrous sulfate yang dimodifikasi pelepasannya, namun produk tersebut mungkin tidak dapat diserap dengan baik. Ferrous sulfate tersedia dalam bentuk resep dan OTC yang dapat dibeli di apotek.

Siapa yang boleh dan tidak boleh mengonsumsi ferrous sulfate?

Kebanyakan orang dewasa dan anak-anak usia lebih dari 12 tahun dapat mengonsumsi ferrous sulfate di bawah saran dan resep dari dokter. Namun, ferrous sulfate mungkin tidak akan cocok untuk beberapa orang, misalnya pada mereka yang pernah menderita reaksi ferrous sulfate atau obat-obatan lain sebelumnya. Apabila Anda menderita anemia yang tidak disebabkan oleh level zat besi yang rendah, beritahu dokter. Selain itu, pastikan Anda memberitahu dokter apabila Anda memiliki kondisi yang memengaruhi level zat besi, seperti hemosiderosis atau haemochromatosis, dan memiliki kondisi yang memengaruhi sel darah merah, seperti anemia sel sabit atau thalassaemia. 

Ada pula beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dan dokter harus mengetahuinya sebelum ia meresepkan ferrous sulfate, misalnya jika Anda pernah menderita maag, atau sebagian lambung diangkat, atau memiliki gangguan lambung atau usus seperti penyakit radang usus. Anda juga harus memberitahu dokter apabila Anda menerima transfusi darah berulang kali, melihat adanya darah di air seni, dan telah didiagnosa menderita defisiensi zat besi dan sudah mendapatkan perawatan untuknya. 

Efek samping

Sama halnya dengan obat-obatan lain, ferrous sulfate dapat menyebabkan efek samping bagi beberapa orang. Namun, kebanyakan orang tidak akan menunjukkan gejala efek samping apapun seusai mengonsumsi ferrous sulfate atau hanya memiliki gejala minor. Apabila Anda merasa mual dan muntah, sakit perut, maag, hilangnya nafsu makan, konstipasi, diare, dan kotoran yang berwarna gelap atau hitam, hubungi dokter. Dalam kasus yang langka atau jarang terjadi, ada kemungkinan seseorang akan memiliki reaksi alergi serius terhadap ferrous sulfate. Reaksi alergi tersebut akan menyebabkan ruam kulit yang gatal dan bengkak, kulit yang melepuh atau mengelupas, mengi, tenggorokan dan dada terasa sesak, kesulitan bernapas dan berbicara, serta pembengkakan di wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. Reaksi alergi yang serius perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit secepatnya. 

Kehamilan dan menyusui

Biasanya aman untuk mengonsumsi ferrous sulfate pada masa kehamilan. Diskusikan dengan dokter, ia akan menjelaskan manfaat dan risiko mengonsumsi ferrous sulfate pada saat hamil. Dokter dapat membantu Anda memutuskan perawatan terbaik untuk Anda dan bayi. Apabila Anda sedang hamil dan minum suplemen zat besi, Anda akan sering konstipasi dan menderita ambeien. Apabila hal tersebut terjadi pada Anda, diskusikan dengan dokter. Mereka akan menyarankan perawatan untuk mengatasi konstipasi dan ambeien. 

Biasanya ibu dapat mengonsumsi ferrous sulfate pada masa menyusui bayi, dan hal tersebut merupakan hal yang aman. Namun, beberapa bagian obat dapat ikut terbawa ASI dalam jumlah sedikit. Namun, karena jumlah yang sangat sedikit, hal tersebut tidak akan membahayakan bayi. Selalu konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran saat akan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Begini Cara Membeli Obat Resep di Toko SehatQ

Saat ini, ada banyak cara mudah mendapatkan obat tanpa harus membelinya langsung di apotek. Anda bisa melakukannya secara online dengan mengikuti langkah cara membeli obat resep di Toko SehatQ.

Terkadang, mungkin ada banyak hal yang menghambat Anda untuk bisa membeli obat secara langsung di apotek. Misalnya karena kondisi pandemi yang mengharuskan Anda untuk menjaga jarak di rumah, atau saat Anda merasa sakit namun tidak sanggup bangkit dari tempat tidur.

Karena itu, kini Anda bisa memanfaatkan fitur Toko pada aplikasi SehatQ untuk membeli obat secara online.

Konsultasi dengan dokter sebelum membeli obat di Toko SehatQ

Cara membeli obat resep di Toko SehatQ sebenarnya cukup mudah. Anda pun tidak perlu mengkhawatirkan kualitas dari obat yang dibeli. Karena, tentunya akan ada persetujuan dari dokter terlebih dahulu sebelum obat bisa dibeli.

Jadi, untuk bisa mendapatkan obat resep dari Toko SehatQ, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Nanti, dokter bisa membantu untuk menilai apabila obat yang akan dibeli sesuai dengan kondisi Anda.

Adanya persetujuan dokter ditujukan agar tidak terjadi penyalahgunaan ketika akan membeli obat resep. Dengan begitu, pembelian obat pun tidak akan dilakukan secara sembarangan dan tetap digunakan dengan cara yang tepat.

Dokter bisa saja menyetujui ataupun tidak menyetujui pembelian obat yang akan Anda lakukan. Bila dokter tidak menyutuji dan menganggap obat tersebut tidak sesuai dengan kondisi Anda, dokter akan memberikan anjuran obat lain yang lebih cocok.

Hal ini membantu supaya Anda mendapatkan obat yang memang benar sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, adanya persetujuan dokter juga bisa meminimalisir kemungkinan adanya penyalahgunaan obat yang dibeli.

Cara membeli obat resep di Toko SehatQ

Ada dua langkah untuk membeli obat resep di Toko SehatQ. Langkah pertama adalah pembelian dengan chat atau konsultasi dokter terlebih dahulu, dan langkah kedua adalah pembelian langsung tanpa chat dengan dokter.

Berikut ini cara membeli obat resep di Toko SehatQ dengan konsultasi dokter:

  • Buka aplikasi SehatQ lalu masuk ke akun yang dimiliki. Jika belum memiliki akun, Anda bisa melakukan sign up terlebih dahulu.
  • Pilih opsi chat dokter di bagian bawah tengah halaman aplikasi. Apabila Anda mengakses SehatQ melalui situs di browser, Anda bisa memilih opsi “Tanya Dokter Gratis” di sebelah kanan bawah.
  • Konsultasi dengan dokter mengenai obat resep yang ingin dibeli melalui fitur chat. Jangan lupa sampaikan juga pada dokter mengenai kondisi kesehatan Anda.
  • Dokter akan membuatkan resep secara digital. Resep digital akan langsung tersambung ke fitur Toko SehatQ.
  • Pilih logistik atau jasa pengantaran yang ingin digunakan untuk pengiriman. Pilih juga cara pembayaran untuk membayar obat yang dibeli.
  • Obat akan diantarkan ke rumah sesuai opsi pengiriman yang telah dipilih.

Tapi, jika Anda ingin membeli obat tanpa melakukan chat dokter terlebih dulu, Anda bisa melakukan langkah ini:

  • Buka aplikasi SehatQ atau akses situs SehatQ melalui browser. Masuk ke akun SehatQ yang dimiliki.
  • Cari obat yang diperlukan di Toko SehatQ. Pilih apotek, kurir, dan cara pembayaran yang diinginkan untuk obat tersebut.
  • Dokter akan melakukan verifikasi pesanan Anda dan melakukan konfirmasi melalui telepon. Telepon konfirmasi dilakukan kurang lebih 30 menit setelah pembelian.
  • Selesai konfirmasi, dokter akan membuatkan resep digital dan obat akan dikirimkan sesuai opsi pengiriman.

Itulah dua cara membeli obat resep di Toko SehatQ. Keduanya melibatkan proses konfirmasi dari dokter, sehingga pembelian obat pun menjadi lebih aman dan terjamin kualitasnya.

Minyak Zaitun Bisa Jadi Pencerah Kulit?

Apakah minyak zaitun bisa menjadi pencerah kulit? Jawaban yang singkat adalah iya dan tidak. Sebelum kita membicarakan tentang apa yang minyak zaitun dapat dan tidak bisa lakukan sebagai bagian dari rutinitas pencerah kulit, ada baiknya kita memahami bagaimana produk pencerah kulit bekerja serta bagaimana dan sifat apa yang dimiliki oleh minyak zaitun. Pada umumnya, produk pencerah kulit bertujuan untuk mencerahkan noda atau bintik hitam di kulit serta memberikan tampilan warna kulit yang rata secara keseluruhan. 

Produk pencerah kulit bekerja dengan cara mengurangi pigmen kulit, atau biasa disebut dengan istilah melanin. Semakin banyak melanin yang Anda miliki, semakin gelap warna kulit Anda. Melanin terbuat dari sel-sel di kulit yang disebut melanosit. Produk pencerah kulit akan menghentikan atau memperlambat proses bagaimana melanosit membuat melanin. Ada pula produk yang dapat menghentikan melanin agar tidak terkirim ke lapisan kulit atas. Produk pencerah kulit tidak memberikan hasil yang permanen. Hal ini disebabkan karena melanosit tumbuh saat kulit meremajakan dirinya sendiri.

Produk pencerah kulit juga bekerja dengan cara meningkatkan pengelupasan kulit. Pengelupasan sel kulit yang lebih tua dapat membantu mencerahkan kulit yang telah terbakar atau rusak karena sinar matahari. Pengelupasan kulit alami akan menjadi semakin lambat saat seseorang bertambah usia. Beberapa jenis produk pencerah kulit bekerja dengan cara memicu pengelupasan kulit yang lebih cepat, sehingga sel-sel kulit yang lebih cerah muncul di permukaan atau lapisan atas. 

Minyak zaitun sebagai pencerah kulit

Minyak zaitun ekstra virgin (EVOO) memiliki efek mencerahkan kulit yang cukup sedikit. Minyak tersebut tidak mengurangi melanin atau meningkatkan pengelupasan kulit. Akan tetapi, minyak zaitun dapat membantu menghambat kerusakan atau pigmentasi dari sinar matahari, sekaligus membantu mengurangi kemerahan pada kulit dan keriput. Minyak zaitun dipakai dalam berbagai produk perawatan kulit dan kosmetik. Minyak zaitun banyak ditemukan sabagai salah satu bahan pada krim kulit, pelembap, makeup, pembersih wajah, tabir surya, sabun, dan sampo. Minyak zaitun memiliki manfaat perawatan kulit seperti agen pembersih, yang membuat air dapat bercampur dengan minyak dan kotoran; agen pengemulsi, yang membuat bahan-bahan bercampur; pelembap, yang menghidrasi dan membentuk pembatas pelindung pada kulit; serta tabir surya alami yang bertindak sebagai pembatas langsung sinar UV yang berbahaya. 

Beberapa orang menggunakan campuran minyak zaitun dan jus lemon untuk mencerahkan rambut dan kulit. Jus lemon bukanlah pemutih kulit yang sesungguhnya, meskipun mengandung antioksidan yang dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit yang menyebabkan noda hitam. Mekanisme pencerah kulit alami dalam jus lemon adalah asam sitrat, yang membantu pengelupasan kulit. Pastikan Anda menggunakan campuran just lemon dan minyak zaitun dengan hati-hati, mengingat semua jenis asam dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kulit kering serta memerah. Sangat mungkin pula bagi buah sitrus untuk menyebabkan reaksi kulit pada beberapa orang apabila dikombinasikan dengan paparan sinar matahari. Hal ini dikenal dengan istilah phytophotodermatitis. 

Bahkan minyak makanan alami masih memiliki efek samping apabila digunakan langsung pada kulit sebagai pencerah kulit. Sebuah studi medis menemukan bahwa mengoleskan minyak zaitun  pada kulit orang dewasa selama 4 minggu menyebabkan reaksi alergi. Hal ini bahkan terjadi pada mereka yang tidak memiliki riwayat medis menderita alergi kulit. Krim yang mengandung minyak zaitun biasanya mengandung ekstrak minyak zaitun yang seimbang dan dicampur dengan bahan lain, sehingga lebih aman untuk digunakan dibandingkan dengan minyak zaitun murni. 

Benarkah Noncomedogenic Rahasia Skincare untuk Kulit Berjerawat?

Bagi pemilik kulit yang rentan berjerawat atau acne prone, memilih rangkaian perawatan kulit bukan hanya sekedar apakah jerawat dapat mengempis seketika, tapi juga mencegahnya kembali. Tak jarang segala upaya sudah dilakukan namun tetap tidak mendapatkan hasil yang terbaik.

Meski kini ada banyak produk skincare untuk kulit berjerawat, belum tentu produk tersebut cocok. Beberapa orang justru mengalami breakout atau jerawat yang semakin parah.

Hal yang harus diperhatikan sebelum memilih skincare untuk kulit berjerawat

Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, maka dari itu skincare yang dibutuhkan juga berbeda. Sebelum menentukan skincare apa yang cocok, ada baiknya untuk mengetahui jenis kulit dan jerawat yang Anda miliki.

  • Jenis jerawat non-inflamasi atau inflamasi

Jerawat non-inflamasi mengacu pada pori-pori tersumbat yang muncul sebagai komedo hitam (blackhead) atau komedo putih (whitehead). Keduanya paling mudah dikenali, dimana komedo hitam memiliki tampilan berwarna gelap dan cenderung tidak terasa bila disentuh. Sedangkan komedo putih berwarna putih dan terasa kasar.

Jerawat inflamasi atau peradangan ditandai dengan tampilan berwarna kemerahan. Papula, pustula, nodul, dan kista termasuk dalam kategori jerawat meradang. Jenis jerawat ini bisa sebagai akibat dari jerawat non-inflamasi yang berkembang dan meradang.

  • Tipe kulit kering atau berminyak

Kulit kering sering dikaitkan dengan kulit berjerawat, karena penumpukan minyak berlebih berkontribusi besar terhadap masalah kulit tersebut. Namun kulit kering juga dapat mengembangkan kondisi berjerawat yang bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, atau rutinitas perawatan kulit yang tidak sesuai.

Untuk mengetahui tipe kulit, Anda bisa mencuci muka dan biarkan wajah bersih dari penggunaan produk kulit apapun. Beberapa jam kemudian, periksa kulit Anda. Jika terlihat berkilau, maka Anda memiliki kulit berminyak. Jika kulit tampak kasar, bersisik, atau merah, berarti kulit Anda kering.

Kulit kombinasi akan tampak berminyak di area dahi, hidung, dan dagu (T zone) dan kering di area pipi. Sementara kulit normal akan memiliki kilau yang sehat.

Agar lebih mudah, Anda juga bisa menggunakan face paper oil control.

Noncomedogenic bukan pilihan tepat untuk basmi jerawat

Kecocokan skincare tergantung dalam banyak hal. Selain tipe kulit dan jenis jerawat, alergi terhadap bahan tertentu dapat memicu dan memperburuk jerawat. Sama halnya dengan skincare dengan label noncomedogenic atau disebut juga dengan non-acnegenic dan bebas minyak.

Tidak semua orang cocok dengan senyawa berlabel noncomedogenic, misalnya pemilik kulit sensitif harus berhati-hati dalam mengggunakan asam salisilat dan benzoil peroksida. Minyak noncomedogenic juga berisiko menyebabkan alergi, misalnya minyak almond dan minyak neem.

Padahal noncomedogenic selalu direkomendasikan sebagai senyawa yang harus dicari ketika memilih skincare untuk kulit berjerawat. Selain itu tidak ada peraturan yang mengatur penggunaan kata noncomedogenic pada produk perawatan kulit dan kosmetik, termasuk USA Food and Drug Administration (FDA).

Tips merawat kulit berjerawat

Ketika memilih skincare untuk kulit berjerawat, bacalah komposisinya dengan seksama. Berikut ini tips perawatan kulit berjerawat:

  • Cuci muka maksimal dua kali sehari, dan setelah berkeringat
  • Gunakan tangan langsung untuk membersihkan kulit wajah. Menggunakan alat berisiko mengiritasi kulit
  • Gunakan produk skincare yang lembut, seperti bebas alkohol dan astringen
  • Keramas secara teratur. Jika Anda memiliki rambut berminyak maka berkeramaslah setiap hari untuk menghindari minyak jatuh ke area wajah
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan, termasuk memencet dan memecahkan jerawat
  • Gunakan sunscreen setiap keluar rumah
  • Ubah gaya hidup, mulai dari tidak tidur larut malam, makan makanan sehat bergizi, dan menghindari makanan yang bisa memicu timbulnya jerawat

Jika Anda merasa tidak percaya diri dengan kondisi Anda, ada baiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Selain memberikan saran perawatan, dokter kulit juga akan menentukan skincare untuk kulit berjerawat yang tepat.

Cara Menggunakan Closet Duduk dengan Aman

Banyak pendapat berbeda mengenai kenyamanan menggunakan closet duduk atau jongkok, biasanya hal ini berdasarkan pada kebiasaan masing-masing setiap orang. Namun, tidak sedikit yang mengklaim jika toilet duduk cenderung lebih nyaman ketimbang jongkok. Lantas sebenarnya manakah yang paling nyaman dipakai, closet duduk vs jongkok.

Toilet jongkok dan duduk merupakan dua jenis kloset yang umum digunakan, meskipun jenis kloset yang digunakan tidak hanya memengaruhi posisi buang air besar tetapi juga kesehatan hingga kelancaran proses pembuangan ini. Hal ini tentu menjadi perhatian tersendiri terlebih jika seseorang tersebut mengetahui bagaimana penggunaan toilet duduk atau jongkok yang aman.

Closet Duduk Vs Jongkok

Berdasarkan kajian para ahli terkait kekurangan dan kelebihan dari masing-masing closet bahwa penggunaan toilet jongkok untuk buang air besar lebih disarankan ketimbang toilet duduk. Namun, bagaimana jika di rumah hanya tersedia toilet duduk, haruskah dibongkar dan diganti dengan toilet jongkok.

Hal itu tidak perlu dilakukan, cukup mengakalinya dengan menggunakan kursi atau bangku pendek untuk diletakkan di bawah kaki ketika buang air besar. Dengan posisi jongkok, akan membuat otot-otot usus menjadi rileks dan jalur keluar feses akan lebih panjang. Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin menggunakan closet duduk dengan aman.

Tips Aman Pakai Closet Duduk

  1. Bersihkan Permukaan Kloset

Sebelum buang air besar atau pipis, usahakan untuk membersihkan permukaan kloset dengan menggunakan tisu. Beberapa toilet umum terkadang juga menyediakan cairan pembersih yang bisa dipakai untuk mengelap dudukan kloset.

  1. Lapisi dengan Tisu

Hal ini bisa dilakukan jika seseorang merasa tidak nyaman ketika harus bersentuhan dengan kloset, memanfaatkan ketersediaan tisu yang ada. Ambil beberapa helai tisu secukupnya dan letakkan di atas permukaan kloset, lalu duduk dan usahakan kloset tetap dalam keadaan kering.

  1. Hindari Jongkok di Atas Kloset

Kloset duduk hanya untuk duduk, jadi jangan sekali-kali mencoba untuk jongkok di atas kloset ketika buang air besar. Selain bisa mengotori kloset, jongkok juga dapat berbahaya karena seseorang bisa saja terjatuh karena duduk tidak seimbang.

  1. Tutup Kloset Sebelum Tekan Flush

Setelah buang air besar atau pipir, pastikan untuk menekan tombol flush supaya bagian dalam kloset bersih dari kotoran. Namun, sebelum menekan tombol ini tutup kloset terlebih dahulu agar bakteri tidak terbang ketika terkena tekanan air yang besar, saat menekan flush pastikan menggunakan tisu.

Kelebihan dan Kekurangan Toilet Duduk

Model dan desain yang dimiliki toilet duduk lebih modern dan mewah, toilet jenis ini dianggap lebih nyaman digunakan bagi beberapa kalangan, seperti lansia, wanita hamil besar hingga seseorang yang menderita cedera lutut.

Namun harga toilet duduk cenderung lebih mahal dibanding toilet jongkok, buang air besar menggunakan closet duduk juga dinilai tidak lebih sehat ketimbang kloset tradisional atau toilet jongkok. 

Jika dibandingkan closet duduk vs jongkok, maka buang air besar menggunakan toilet duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar ketimband toilet jongkok. Padahal, terlalu keras mengeak saat BAB atau duduk terlalu lama di toilet dapat meningkatkan sejumlah risiko penyakit, seperti wasir dan sembelit.

Penggunaan toilet duduk juga meningkatkan seseorang terjangkit penyakit seperti diare, flu, hingga infeksi kulit. Karena toilet duduk mengharuskan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri, seperti E.coli dan Shigella.

Inilah Bagian-Bagian Otak yang Perlu Diketahui

Menjadi bagian paling vital bagi manusia, otak terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi masing-masing. Setiap bagian otak memiliki tugas tertentu yang memengaruhi sistem kerja organ tubuh lain, mulai dari lobus frontal otak hingga lobus oksipital yang terdapat di bagian belakang. Selain itu terdapat otak kecil yang masih dibagi menjadi dua belahan.

Setiap bagian otak memiliki tugas tertentu yang berpengatuh pada sistem kerja berbagai organ tubuh manusia. Otak bisa dibilang merupakan salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia, organ yang tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan miliaran sel saraf yang saling terhubung.

Bagian-bagian Otak

Otak dilindungi oleh lapisan pembungkus yang dinamaka selaput otak atau meninges dan tulang tengkorak, serta terhubung ke saraf tulang belakang. Dengan saraf tulang belakang, otak kemudian berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat (SSP). Sistem saraf ini bekerja sama dengan sistem saraf tepi yang memberi kemampuan manusia melakukan aktivitas.

  1. Otak Besar (Cerebrum)

Merupakan bagian terbesar dari otak, dibagi menjadi dua bagian yakni otak kanan dan otak kiri dengan fungsi masing-masing. Otak kanan untuk mengontrol pergerakan di sisi kiri tubuh dan otak kiri mengontrol gerakan di sisi kanan tubuh. Permukaan cerebrum disebut dengan cerebral cortex, merupakan area otak di mana sel saraf membuat koneksi atau sinaps.

Sinaps adalah sistem saraf yang mengendalikan aktivitas otak, sementara bagian dalam cerebrum mengandung sel-sel saraf berselubung (mielin) yang fungsiya menyampaikan informasi antara otak dan saraf tulang belakang. Otak besar ini masih dibagi menjadi empat bagian, berikut beberapa penjelasannya.

  • Lobus Frontal Otak

Merupakan bagian depan otak yang megendalikan gerakan, ucapan, perilaku, memori, emosi dan kepribadian. Bagian otak ini juga berperan dalam fungsi intelektual, seperti ketika manusia berpikir, menalar, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan melakukan perencanaan.

  • Lobus Parietal

Bagian atas otak yang berfungsi mengendalikan sensasi, seperti sentuhan, tekanan, nyeri hingga suhu. Bagian ini juga mengendalikan orientasi spasia atau pemahaman mengenai ukuran, bentuk dan arah.

  • Lobus Temporal

Bagian samping yang bertugas untuk mengendalikan indra pendengaran, emosi dan ingatan, bagian yang kiri juga memiliki peran tetapi hanya dalam fungsi bicara.

  • Lobus Oksipital

Merupakan bagian otak yang paling belakang, fungsi bagian ini sama pentingnya dengan bagian lain yakni mengendalikan fungsi penglihatan.

  • Otak Kecil (Cerebellum)

Otak kecil berada di bawah otak besar, tepatnya di belakang otak, di bawah lobus oksipital dan juga terbagi menjadi dua bagian. Tanggung jawab otak kecil adalah mengendalikan gerakan, menjaga keseimbangan dan mengatur posisi serta koordinasi gerakan tubuh. Selain itu, bagian otak ini juga berperan dalam mengendalikan gerakan halus seperti melukis atau menulis.

  • Batang Otak

Merupakan seikat jaringan saraf yang terdapat di dasar otak, fungsi dari batang tak adalah sebagai stasiun pemancar yang menghubungkan otak besar ke sel saraf tulang belakang. Selain itu juga berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan antara berbagai bagian tubuh dan otak. Sama seperti lobus frontal otak, batang otak memiliki beberapa bagian.

Terdapat tiga struktur utama otak, di antaranya adalah otak tengah, pons dan medulla oblongata dengan masing-masing fungsi. Otak tengah menjadi pusat pengatur gerakan otot mata, pons terlibat dalam koordinasi gerakan mata dan otot wajah, pendengaran dan juga keeimbangan.

Tahap Perkembangan Motorik Bayi

Perkembangan anak usia dini melibatkan kemampuan mendapatkan keterampilan motorik halus dan motorik kasar. Meskipun kedua perkembangan motorik bayi tersebut melibatkan gerakan, ada perbedaan tersendiri yang perlu diketahui. Keterampilan motorik halus melibatkan gerakan kelompok otot kecil di tangan, jari, dan pergelangan anak. Di sisi lain, motorik kasar melibatkan pergerakan di kelompok otot yang lebih besar, seperti lengan dan kaki. Kelompok otot besar membantu bayi untuk dapat duduk,  berbelok, merangkak, dan berjalan. Kedua jenis keterampilan motorik tersebut akan membuat anak menjadi lebih mandiri. Keterampilan motorik halus khususnya sangat penting, mengingat kemampuan menggunakan otot lebih kecil di tangan dapat membuat anak melakukan rutinitas perawatan diri tanpa perlu bantuan ibu, seperti menggosok gigi, makan, menulis, dan mengganti pakaian.

Perkembangan motorik bayi, baik halus ataupun kasar, berkembang dalam laju yang berbeda dari satu bayi ke bayi lain. Beberapa anak mengembangkan keterampilan motorik lebih awal dibandingkan dengan yang lain, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat normal. Anak-anak biasanya akan mulai mendapatkan ketrampilan ini saat mereka berusia 1-2 bulan dan terus belajar keterampilan tambahan lewat preschool dan sekolah dasar. Keterampilan motorik halus yang paling penting untuk dikembangkan anak di antaranya adalah:

  • Palmar arches, agar telapak tangan dapat melengkung ke dalam. Memperkuat palmar arches dapat membantu koordinasi gerakan jari, yang dibutuhkan untuk aktivitas seperti menulis, membuka kancing baju, dan menggenggam benda.
  • Stabilitas pergelangan tangan yang berkembang di masa-masa awal sekolah. Hal ini penting agar anak dapat menggerakkan jari dengan kontrol dan kekuatan yang tepat.
  • Sisi tangan yang terampil, penggunaan ibu jari, telunjuk, dan jari lain bersamaan dengan genggaman yang presisi.
  • Perkembangan otot tangan intrinsic, kemampuan melakukan gerakan-gerakan kecil tangan, di mana ujung ibu jari, telunjuk, dan jari tengah bersentuhan.
  • Keterampilan tangan bilateral, untuk koordinasi kedua tangan pada waktu yang bersamaan.
  • Scissor skill, berkembang usia 4 tahun dan mengajarkan tentang kekuatan tangan dan koordinasi tangan-mata.

Pada usia 0-3 bulan, bayi akan mampu menempatkan tangan ke dalam mulut dengan tangan menjadi lebih relaks. Usia 3-6 bulan, anak dapat menggenggam tangan bersamaan, memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain, dan menggenggam serta menggoyangkan mainan menggunakan kedua tangan. Usia 6-9 bulan anak dapat meremas benda menggunakan kedua tangan mereka, saling menyentuh jari, memegang mainan menggunakan kedua tangan, dan menggunakan jari telunjuk untuk menyentuh sesuatu. Usia 9-12 bulan, anak dapat menyuapi diri mereka sendiri, mengambil benda menggunakan telunjuk dan ibu jari, dan membawa mainan menggunakan satu tangan. Usia 12 bulan hingga 2 tahun, anak dapat membangun menara balok, makan menggunakan sendok, membalik halaman buku, dan memegang krayon menggunakan ujung jari dan ibu jari. Usia 2-3 tahun, anak dapat membuka pintu, mencuci tangan, menggunakan sendok dan garpu dengan benar, menutup dan membuka wadah. Pada usia 3- 4 tahun, anak dapat membuka dan menutup kancing baju, menggunakan gunting untuk memotong kertas, dan melacak bentuk pada kertas.

Perkembangan motorik bayi, terutama motorik halus, berkembang secara alami bersamaan dengan anak mendapatkan keterampilan mengontrol dan mengkoordinasi tubuh. Penting untuk diingat bahwa beberapa anak akan mengembangkan keterampilan motorik halus lebih dini dan memiliki koordinasi yang lebih baik dibandingkan dengan anak lain. Anda juga tidak perlu khawatir apabila anak tidak berkembang secepat anak lain dengan usia yang sama.

Cara Memperbesar Payudara Tanpa Operasi? Olahraga Saja!

Payudara besar dan kencang menjadi impian bagi sebagian besar wanita. Selain untuk kepuasan diri sendiri, para istri juga menjadikan alasan tersebut untuk menyenangkan hati pasangannya.

Mengonsumsi suplemen dan penggunaan krim pembesar payudara adalah dua diantara ragam cara memperbesar payudara secara alami. Namun hingga kini belum ada bukti klinis yang membuktikan manfaat dari keduanya.

Salah satu cara memperbesar payudara yang sudah terbukti ampuh adalah berolahraga. Dengan melakukan gerakan olahraga tertentu, Anda bisa mendapatkan payudara besar dan kencang sekaligus manfaat kesehatan lainnya.

Bagaimana setiap orang memiliki ukuran payudara yang berbeda?

Karakteristik payudara yang besar didasarkan pada struktur tulang dan volume payudara, yang hanya bisa diturunkan secara genetika. Selain itu usia, gaya hidup, dan berat badan juga merupakan faktor kombinasi yang mempengaruhi.

Ukuran payudara meningkat ketika wanita menginjak usia pubertas, dan akan menurun ketika memasuki masa menopause. Sesaat sebelum menstruasi, payudara akan memebesar untuk sementara karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron.

Ukuran cup dan lingkar batang tubuh akan berubah bila Anda mengalami kenaikan atau penurunan berat badan sebanyak 9 kg. Wanita dengan badan gemuk cenderung memiliki ukuran payudara yang lebih besar.

Pembesaran payudara juga menjadi tanda kehamilan. Ketika seorang wanita hamil, estrogen, progesteron, dan prolaktin bekerja sama untuk merangsang pembesaran payudara dan produksi ASI. Payudara akan terus membesar selama kehamilan untuk mempersiapkan menyusui.

Olahraga untuk meningkatkan ukuran payudara

Faktanya olahraga tidak membantu membuat payudara lebih besar dan berisi. Namun olahraga yang berfokus pada latihan pengembangan dada efektif membentuk otot dada di bawah payudara, pungggung, dan bahu. Efek yang dihasilkan adalah payudara yang tampak lebih indah dengan postur tubuh yang menawan.

Cara memperbesar payudara dengan gerakan olahraga ini sangat sederhana dan mudah dilakukan. Anda bisa melakukannya sendiri tanpa harus ke gym, namun Anda harus tetap memperhatikan postur tubuh yang sesuai.

  • Wall press

Anda hanya perlu berdiri di depan dinding dan tidak membutuhkan alat tambahan lainnya. Bisa dikatakan gerakan ini mirip seperti gerakan push up namun dilakukan dengan berdiri.

Letakkan kedua tangan Anda ke dinding setinggi dada. Secara perlahan turunkan tubuh Anda sampai kepala hampir menyentuh dinding, dengan posisi kaki pada tempatnya.

Kembali ke posisi awal dan ulangi gerakan sebanyak 10 hingga 15 kali.

  • Arm circle

Arm circle adalah gerakan memutar lengan dengan posisi berdiri. Pertama-tama, rentangkan tangan setinggi bahu dengan kaki menutup rapat.

Putar kedua lengan ke belakang selama satu menit, setelah itu ke depan selama satu menit. Kemudian gerakkan lengan ke atas dan bawah selama satu menit. Ulang satu atau dua kali dengan jeda diantaranya.

Anda bisa melakukan gerakan ini sambil memegang barbel atau pemberat lain seperti kaleng makanan, atau botol berisi pasir untuk sekaligus melatih otot lengan Anda.

  • Arm presses

Anda bisa melakukan gerakan ini dengan posisi duduk atau berdiri. Setelah memilih waktu yang nyaman, ikuti langkah berikut:

  • Ulurkan kedua tangan ke depan dengan kedua telapak tangan menyatu
  • Buka lengan sampai berada di belakang punggung, dan tekuk sedikit punggung Anda
  • Gunakan pemberat atau resistance band untuk mempercepat efek yang diinginkan
  • Lakukan gerakan ini selama satu menit
  • Prayer pose
  • Berdiri tegak lalu ulurkan tangan dengan kedua telapak tangan menutup
  • Tekuk siku 90 derajat ke arah badan lalu buatlah posisi tangan seperti berdoa, tahan posisi selama 10 detik
  • Kembali ke posisi semula, dan ulangi gerakan sebanyak 15 kali
  • Horizontal chest press
  • Ulurkan lengan lalu tekuk 90 derajat
  • Buka lengan selebar mungkin dan satukan kembali. Lakukan gerakan ini selama satu menit
  • Beristirahatlah di setiap akhir sesi dan ulangi minimal 1 set
  • Chest press extensions

Untuk melakukan gerakan ini, Anda membutuhkan pemberat seperti barbel atau alternatif pemberat lainnya.

  • Atur posisi telentang dengan kaki menekuk
  • Pegang barbel di kedua tangan dan atur sejajar dengan bahu
  • Angkat barbel secara perlahan dan turunkan kembali. Pertahankan siku Anda dan buat gerakan lambat dan terkontrol.
  • Lakukan 3 set masing-masing 12 kali
  • Push up

Push up juga dapat melatih otot dada serta lengan. Buatlah posisi push up dengan bertumpu pada lutut, dan lakukan sebanyak 3 set masing-masing 12 kali.

Menyertai olahraga dengan menjaga pola makan merupakan cara memperbesar payudara yang efektif. Namun ingat bahwa butuh hasil yang didapatkan tidak akan terlihat secara langsung.