Efek Samping Wedang Jahe untuk Ibu Hamil

Jahe menjadi salah satu jenis rempah-rempah yang banyak digemari banyak orang. Jahe memiliki sejarah penggunaan yang sangat panjang dalam berbagai bentuk pengobatan tradisional atau alternatif. Sejak berabad-abad lamanya, jahe dikenal sebagai obat tradisional yang mampu mengatasi beragam keluhan kesehatan. Termasuk manfaat wedang jahe untuk ibu hamil.

Efek samping jahe antara lain membuat kembung dan sakit perut

Mengonsumsi jahe saat hamil terbukti efektif mengatasi mual dan muntah, terutama  di awal kehamilan. Atas dasar itu, tak heran jika jahe menjadi rempah multifungsi yang digemari banyak orang, termasuk ibu hamil. 

Jahe mengandung berbagai senyawa yang dapat membantu mengatasi beberapa ketidaknyamanan pada masa kehamilan. Secara khusus, dua jenis senyawa dalam jahe, yaitu gingerol dan shogaol, diyakini dapat mempercepat pengosongan lambung sehingga bisa meredakan keluhan mual dan muntah pada ibu hamil. 

Kendati demikian, ibu hamil dianjurkan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi wedang jahe, meskipun manfaatnya cukup banyak. Apabila melebihi batas wajar, efek samping wedang jahe untuk ibu hamil bisa terjadi. 

Kamu juga perlu menghindari mengonsumsi wedang jahe apabila kondisi kehamilan tidak memungkinkan, seperti memiliki riwayat keguguran sebelumnya. Sebaiknya sebelum mengonsumsi jahe, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandunganmu. 

Meski diyakini memiliki banyak manfaat, jahe memiliki beberapa efek samping yang perlu dipertimbangkan terutama untuk ibu hamil. Pasalnya dampak buruk bagi ibu hamil yang mengonsumsi jahe tak bisa dianggap sepele, yakni keguguran, apabila dikonsumsi melebihi takaran yang telah ditentukan.

Jahe banyak disarankan untuk dikonsumsi wanita hamil, terutama pada trimester pertama. Namun, para ahli menyarankan agar ibu hamil tidak mengonsumsi lebih dari 1.000 miligram jahe dalam sehari. Apabila mengonsumsi lebih dari dosis yang ditentukan itu justru dinilai tidak efektif dan berisiko menimbulkan efek samping.

Meskipun, tidak ada bukti ilmiah bahwa pemberian wedang jahe untuk ibu hamil meningkatkan risiko bayi lahir prematur, keguguran, atau komplikasi lainnya, akan tetapi konsumsi jahe dekat dengan waktu persalinan dikhawatirkan akan meningkatkan risiko perdarahan. Konsumsi jahe secara berlebihan juga dapat memicu sejumlah efek samping. Mengacu beberapa penelitian sebelumnya, efek samping tersebut antara lain:

  • sakit kepala dan pusing
  • rasa tidak nyaman atau terbakar pada perut
  • mengantuk dan lesu
  • heartburn
  • diare

Apabila kamu mengalami gejala tersebut setelah mengkonsumsi sesuatu yang menggunakan jahe, berarti kamu perlu mengurangi takaran jahenya. Ibu hamil yang ingin minum wedang jahe pada dasarnya tidak berbahaya, asalkan tidak berlebihan. Batasi asupannya agar tidak melebihi 1.000 miligram sehari dan jangan dikonsumsi terus-menerus.

Kondisi Ibu Hamil yang Dilarang Mengonsumsi Jahe

Ibu hamil tentu saja memiliki kondisi tertentu yang patut diberikan perhatian lebih. Berikut kondisi ibu hamil yang pantang untuk mengonsumsi jahe:

  • Perempuan hamil yang sedang mengalami pendarahan vagina;
  • perempuan hamil yang ada riwayat keguguran;
  • Wanita hamil yang menderita diabetes;
  • Wanita hamil dengan kondisi jantung bermasalah;

Nah, jika Anda sedang hamil dan memiliki keluhan yang sudah disebutkan diatas, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk meminum wedang jahe. Hindari asupan jahe berbentuk suplemen, apalagi tanpa resep dokter.

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis wedang jahe untuk ibu hamil yang boleh dikonsumsi selama kehamilan. Jangan sampai kamu mengonsumsinya secara berlebih, atau mungkin kamu ternyata salah satu ibu hamil yang pantang mengonsumsi jahe. Jika kamu ingin mengonsumsi jahe selama kehamilan, sebaiknya pilihlah dari sumber yang lebih aman seperti jahe segar dalam masakan atau wedang jahe. Jangan meminum suplemen jahe sembarangan, apalagi tanpa sepengetahuan dokter. Pasalnya, dosis suplemen biasanya besar sehingga perlu disesuaikan dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *