Efek Samping dan Kontraindikasi Obat Stop Cold

Stop Cold tablet obat untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala dan hidung tersumbat

Flu terkadang mengganggu karena gejalanya. Susah nafas karena hidung tersumbat, sakit kepala, bersin, batuk, hingga demam menjadi gejala utama yang seringkali menghambat aktivitas. Flu bisa diatasi dengan pengobatan rumahan seperti istirahat dan beberapa gaya hidup lainnya.

Namun, seringkali yang lebih instan adalah mengambil obat bebas untuk mengurangi gejalanya. Ada banyak varian obat bebas di toko, salah satunya adalah Stop Cold. Mengandung 5 bahan utama yang memiliki formulasi meredakan gejala flu, Stop Cold menjadi pilihan banyak orang.

Tapi Anda juga harus berhati-hati, pasalnya kelima bahan utama tersebut bisa memiliki efek samping, berinteraksi dan berkontraindikasi dengan obat-obat lain yang mungkin juga sedang Anda minum. Oleh karenanya, perhatikan penggunaan obat Stop Cold.

Obat Stop Cold

Obat Stop Cold menjadi salah satu obat pereda flu yang diproduksi oleh Pharos Chemie dan tergolong dalam obat bebas terbatas yang bisa Anda temukan dengan mudah. Di dalam tablet Stop Cold terkandung 5 bahan aktif, mulai dari paracetamol, phenylpropanolamine, triprolidine, glyceryl guaiacolate atau guaifenesin, dan vitamin C.

Ini termasuk obat klasifikasi analgesic non-opinoid dan dalam kelas terapi analgesik, antipiretik, dan dekongestan. Bentuknya berupa tablet salut gula yang terkemas dalam satu strip berisi 4 tablet. Anda bisa meminumnya 3 kali sehari per satu tablet setelah atau sebelum makan. 

Efek Samping Obat Stop Cold

Efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi obat Stop Cold, antara lain:

  • Mengantuk
  • Gangguan irama jantung
  • Pusing
  • Kerusakan hati jika digunakan jangka panjang
  • Gangguan tidur (insomnia)
  • Reaksi alergi

Stop Cold termasuk dalam kategori C untuk kehamilan, di mana belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Stop Cold tablet pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin Anda.

Zat aktif tripolidine, guaifenesin, dan paracetamol bisa memasuki asi, ini mungkin saja memiliki efek samping pada perkembangan dan pertumbuhan bayi. Itu sebabnya, ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat ini.

Obat ini bisa membuat Anda ngantuk dan mengganggu kemampuan mengendarai kendaraan atau menjalankan mesin. Oleh karenanya, setelah meminum obat ini disarankan untuk tidak mengendarai atau menjalankan mesin. 

Kontraindikasi Obat Stop Cold

Ada kontraindikasi dari Stop Cold atau tidak boleh digunakan bersamaan dengan kondisi tertentu, seperti dengan kondisi:

  • Pasien dengan gangguan fungsi hati
  • Pasien tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata
  • Pasien kencing manis (diabetes)
  • Pasien gangguan jantung
  • Bayi baru lahir dan prematur
  • Pasien gangguan ginjal

Interaksi Obat Stop Cold

Selain ada kondisi yang tidak boleh digunaan secara bersamaan, ada juga obat-obatan yang tidak boleh digunakan secara bersamaan dengan obat Stop Cold, termasuk:

  • Rifampisin, fenitoin, karbamazepin, dan fenobarbital

Penggunaan bersama obat-obatan yang telah disebutkan dapat menurunkan kadar dan efek paracetamol dalam meredakan nyeri dan demam.

  • Kolestiramin

Obat kolestiramin digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah, yang dapat membantu mencegah masalah medis yang disebabkan oleh kolesterol yang menyumbat pembuluh darah. 

Jika dikonsumsi bersama dengan paracetamol, maka dapat penyerapan paracetamol akan menurun, sehingga efektivitas paracetamol untuk mengatasi rasa sakit dan demam akan berkurang.

  • Obat untuk mengatasi depresi

Penggunaan bersama obat untuk depresi dapat meningkatkan risiko krisis hipertensi atau tekanan darah tinggi yang berpotensi fatal.

  • Obat dengan kandungan serupa

Ada banyak obat dengan nama lainnya, perhatikan nama lain dari kandungan obat Stop Cold, contohnya parasetamol dengan nama lain acetaminophen dan glyceryl guaiacolate atau guaifenesin. Pastikan Anda tidak mengonsumsi obat lain yang memiliki kandungan sama untuk menghindari overdosis.

Hindari minum obat Stop Cold dengan konsumsi alkohol. Anda juga bisa menambahkan perawatan rumahan untuk mempercepat pemulihan Anda. Istirahat yang cukup, makan makanan bergizi, menggunakan penjernih udara dan pelembab udara bisa membantu untuk mempercepat kesembuhan. 

Temukan informasi seputar obat Stop Cold di aplikasi kesehatan keluarg SehatQ dan dapatkan obatnya di Toko SehatQ. Dijamin asli!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *