Mencegah Kurap Demi Menghindari Benjolan di Kulit Kepala

Benjolan di kulit kepala bila tidak segera diatasi bakal membuat kita tidak nyaman dalam beraktivitas. Kondisi itu seyogyanya sudah kita cegah sejak jauh-jauh hari. Adapun yang kerap menjadi penyebab munculnya benjolan adalah terjadinya infeksi pada kulit kepala.

Benjolan di kulit kepala bila tidak segera diatasi bakal membuat kita tidak nyaman dalam beraktivitas. Kondisi itu seyogyanya sudah kita cegah sejak jauh-jauh hari. Adapun yang kerap menjadi penyebab munculnya benjolan adalah terjadinya infeksi pada kulit kepala. Infeksi yang dimaksud dalam hal ini adalah yang diakibatkan oleh jamur. 

Infeksi jamur di kulit kepala bisa disebut sebagai kurap atau nama lainnya adalah tinea capitis. Infeksi itu bila tidak segera diatasi atau dicegah kemunculannya bisa menyebabkan benjolan di kulit kepala. Adapun kurap muncul karena jamur dermatofita. Jenis jamur itu biasanya gemar berada di tempat yang hangat atau lembab. Hal ini kemudian yang membuat jamur itu sering ditemukan di kulit kepala.

Sebagai informasi, kurap ini sebetulnya bisa diketahui munculnya melalui gejala yang ditimbulkan. Adapun gejala yang dimaksud adalah rambut menjadi rapuh dan mudah rontok, demam, bagian kulit kepala berwarna agak kemerahan, bercak seperti sisik di area kepala dan bila tidak segera diobati akan melebar. Gejala lainnya adalah ketika disentuh kulit kepala terasa sakit dan kelenjar getah bening membengkak.

Kendati demikian, kita bisa mencegah kurap yang menjadi salah satu penyebab benjolan di kulit kepala. Adapun langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah menggunakan sampo secara rutin. Di sisi lain, yang perlu diingat adalah agar lekas mencuci rambut dengan sampo apabila kita habis mencukur rambut. Ini menjadi catatan khusus karena sering diabaikan.

Metode pencegahan lainnya adalah dengan tidak memakai barang yang sama dengan orang lain. Selain helm, salah satu yang sering terjadi adalah memakai handuk yang sama. Biasanya, pemakaian handuk yang sama ini terjadi di asrama atau mahasiswa perantau yang tinggal di kost. Penting untuk diingat, tidak berbagi pemakaian barang yang berhubungan dengan kepala merupakan pencegahan kurap yang sangat penting untuk dilakukan.

Selain hal tersebut, agar tidak terjadi benjolan di kulit kepala yang disebabkan oleh kurap, kita bisa melakukan pencegahan dengan menjaga kebersihan barang-barang yang digunakan. Mencuci sprei, sarung bantal dan guling, helm dan sisir juga diperlukan. Adapun cara mencegah lainnya adalah tidak berkontak dengan hewan yang terinfeksi jamur penyebab kurap. Bagi pembaca yang memiliki hewan piaraan, ada baiknya segera ke dokter hewan jika hewan anda mengalami kebotakan ada bulunya.

Apabila sudah terlanjur terkena kurap, pembaca bisa melakukan pengobatan dengan memakai obat antijamur. Di samping itu, menggunakan sampo secara rutin juga bisa menjadi cara untuk mengatasi kurap. Adapun jenis obat antijamur yang dimaksud, sebaiknya dikonsultasikan lebih dulu dengan dokter terkait.

Dari penjelasan tersebut kita dapat mengetahui bahwasannya benjolan di kulit kepala juga bisa disebabkan oleh kurap. Oleh karena itu, apabila kita tidak ingin terjadi benjolan kecil di kepala, alangkah bijaknya bila kita melakukan pencegahan hal-hal yang bisa membuat kulit kepala dan rambut menjadi tidak sehat.

Meskipun terdengar sepele, yang perlu kita tekankan adalah bahwa infeksi jamur di kulit kepala apabila tidak segera diberikan penanganan bisa memberikan dampak yang lebih parah. Dampak yang dimaksud dalam hal ini adalah pembekakan pada kulit kepala dan bernanah. Bila itu terjadi, maka penderita bisa mengalami kebotakan secara permanen. 

Oleh sebab itulah demi menghindari benjolan di kulit kepala akibat kurap ini, pencegahan sangat diutamakan. Terlebih cara mencegahnya pun terbilang mudah dan sangat sederhana. 

Demikian artikel singkat terkait kurap dan benjolan di kulit kepala yang bisa disampaikan. Semoga tulisan ini bisa membuat kita lebih peduli lagi dengan kesehatan kulit kepala dan rambut. Meskipun tampak biasa saja, tetapi infeksi jamur ini perlu mendapatkan perhatian karena bisa membuat penampilan kita tidak menarik dan kurang maksimal.

Depresi Bertambah Buruk? Cari Bantuan Clarity Psychology

Clarity Psychology

Hidup dengan depresi berarti Anda harus hidup dalam percampuran hari-hari yang baik dan buruk. Dalam hari yang baik, suasana hati Anda akan terasa lebih ringan, jelas, dan Anda bisa menjalani hidup dengan baik. Namun, dalam hari-hari yang buruk, suasana hati akan menurun, membuat Anda merasa lelah, lambat, dan mati rasa. Meskipun gejala depresi dapat berangsur-angsur pudar, terutama dengan bantuan tenaga medis kesehatan mental profesional seperti Clarity Psychology, gejala tersebut terkadang dapat semakin menguat dan intens, dengan atau tanpa perawatan. 

Depresi yang berubah dari buruk ke lebih buruk dapat membuat Anda merasa kewalahan. Saat suasana hati Anda gagal berubah menjadi lebih baik setelah beberapa hari buruk yang perlu dijalani, Anda akan mulai bertanya-tanya apakah kondisi tersebut permanen atau tidak. Apabila Anda sudah atau sedang bekerja bersama terapis ahli atau mengonsumsi obat-obatan tertentu, Anda akan merasa tidak ada hal lain yang bisa Anda lakukan, yang mana akan membuat Anda merasa putus asa. Namun, ketahuilah, Anda memiliki banyak pilihan dukungan seperti Clarity Psychology. Tidak setiap pendekatan bekerja untuk semua orang, sehingga mendapatkan kelegaan terkadang hanya masalah menemukan perawatan yang tepat untuk Anda. 

Tanda dan gejala yang perlu diwaspadai

Apabila Anda biasanya memiliki gejala depresi ringan atau berselang-seling, Anda akan menyadarinya secara langsung apabila gejala tersebut tiba-tiba berubah menjadi semakin parah atau terus menerus terjadi. Meskipun demikian, jenis depresi yang berbeda dapat melibatkan berbagai jenis gejala, dan perubahan tersebut datang secara perlahan. Anda mungkin tidak akan menyadari perubahan kecil pada suasana hati dari hari ke hari hingga Anda tiba-tiba merasa lebih buruk dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Apabila hal yang disebutkan sebelumnya terdengar familiar, ada baiknya untuk segera berkonsultasi dengan psikolog Clarity Psychology secepatnya seputar pendekatan baru terhadap perawatan khusus. Apabila Anda belum memulai perawatan khusus depresi, berbicara dengan seorang terapis Clarity Psychology tentang gejala tersebut dapat menjadi langkah pertama yang baik. 

Tidak ada yang menarik perhatian Anda

Depresi biasanya melibatkan menurunnya level energi dan hilangnya ketertarikan terhadap hobi lama dan hal-hal lain yang dulunya Anda sukai. Pada saat Anda berusahan untuk pulih, Anda akan menemukan ketertarikan terhadap aktivitas tersebut berangsur-angsur datang kembali, bersamaan dengan level energi. Begitu pula sebaliknya, dalam kasus depresi yang semakin buruk, Anda malah akan hilang ketertarikan terhadap hobi dan aktivitas tersebut sepenuhnya. Anda akan kesulitan menemukan motivasi untuk berolahraga, bersosialisasi, ataupun melakukan hal-hal yang dulunya Anda anggap menyenangkan. Anhedonia, atau kesulitan merasakan kenikmatan dan kesenangan, merupakan sebuah gejala inti dari depresi. Anda juga akan mengalami kesulitan dalam mengumpulkan energi untuk datang bekerja ke kantor atau melakukan aktivitas dasar sehari-hari, seperti membersihkan rumah atau mempersiapkan makanan. Bahkan, orang yang depresi identik dengan enggan merawat diri, seperti tidak mandi dan tidak menggosok gigi. 

Anda menghabiskan banyak waktu sendiri

Dengan depresi, Anda akan kesulitan menemukan kebahagiaan menghabiskan waktu bersama orang lain. Anda enggan bersosialisasi dengan saudara atau teman karena Anda tidak memiliki cukup energi untuk melakukannbya. Mati rasa secara emosional dapat membuat interaksi sosial yang tadinya Anda sukai menjadi tidak memiliki arti. Merasa bersalah, mudah marah, dan rasa tidak berarti juga dapat membuat suasana hati menjadi lebih rumit, serta menghindari kehidupan sosial tampak menjadi pilihan yang lebih aman. Tidak ada yang salah dengan menghabiskan waktu seorang diri. Namun, perasaan kesepian akan membuat suasana hati semakin memburuk. BIcaralah dengan psikolog Clarity Psychology. 

5 Cara Mudah Mengatasi Gatal di Sela Jari Kaki

Munculnya rasa gatal di sela jari kaki tidak bisa diatasi secara sembarangan. Kondisi ini hanya bisa disembuhkan dengan mengetahui penyebabnya. 

Penyebab gatal di sela jari kaki ada berbagai macam, diantaranya:

  • Kulit kering
  • Psoriasis
  • Eksim dishidrosis
  • Kutu air pada kaki  
  • Kurap atau scabies 
  • Dermatitis kontak
  • Gigitan serangga 
  • Diabetes 

Lalu bagaimana cara meredakan gatal di sela kaki jari?

1. Mengobati Gatal di Sela Jari Kaki Akibat Kutu Air

Kutu air pada kaki merupakan kondisi paling umum yang menjadi munculnya rasa gatal di sela jari kaki. Kutu air disebabkan oleh infeksi jamur yang menyerang dari sela-sela jari kaki. Biasanya, gejalanya ditandainya dengan munculnya warna kemerahan serta kulit pecah-pecah.

Untuk mengatasi gatal akibat kutu air ini, Anda dapat mengoleskan obat berupa krim atau salep pembasmi jamur pada jari kaki yang bisa didapatkan di apotek. Jika gatal masih membandel, mintalah obat resep dari dokter untuk penanganan khusus.

2. Mengatasi Gatal di Sela Jari Kaki Akibat Gigitan Serangga

Gigitan serangga sangat mungkin Anda alami terutama jika beraktivitas di daerah rerumputan. Meski tak terlalu membahayakan, rasa gatal yang ditimbulkan tentu akan mengganggu. 

Nah, untuk mengatasi gatal di sela jari kaki akibat gigitan serangga bisa dengan mengompresnya dengan kain yang dibasahi air dingin selama beberapa menit. Hal ini bertujuan untuk meringankan rasa sakit dan pembengkakannya. 

Kemudian, Anda juga bisa mengatasi rasa gatalnya dengan mengoleskan sedikit krim hydrocortisone atau krim calamine. Jika gigitan serangga menimbulkan efek yang lebih serius, segera periksa ke dokter.

3. Jika Gatal di Sela Jari Kaki Akibat Eksim 

Selain gatal, eksim ditandai oleh munculnya lepuhan di bagian lipatan tubuh seperti jari-jari serta di sekitar tangan dan kaki. Lepuhan kulit ini akan menimbulkan rasa gatal dan sakit. Terkadang, kulit Anda juga dapat terkelupas.

Jika gatal di sela jari kaki akibat eksim, maka penyembuhan yang tepat yaitu mengompres lepuhan selama 15 menit setiap beberapa kali sehari. Bersihkan kaki dan tangan setiap hari dengan air suam kuku dan sabun tanpa parfum.

Untuk kasus yang lebih parah, Anda bisa memakai obat krim yang diresepkan oleh dokter. Obat ini akan membantu mengurangi pembengkakan kulit dan menghilangkan lepuhan. 

4. Gatal di Sela Jari Kaki Akibat Dermatitis Kontak

Gatal di sela jari kaki Anda bisa jadi disebabkan oleh sepatu atau kaus kaki yang Anda kenakan. Hal ini akan memicu munculnya dermatitis kontak atau ruam merah pada kulit akibat sentuhan langsung kulit dengan bahan yang membuat alergi.

Cara mengatasinya, Anda harus menghindari pemakaian sepatu dengan bahan yang menimbulkan reaksi alergi. Kemudian, cuci kaki dengan air hangat dan sabun tanpa parfum. 

5. Gatal di Sela Jari Kaki Akibat Psoriasis

Psoriasis terjadi ketika sel-sel pada kulit yang tumbuh terlalu cepat menumpuk di atas permukaan kulit. Kondisi ini biasanya dapat diturunkan melalui genetik dan dapat terjadi dalam jangka panjang. Selain bisa memunculkan rasa gatal di sela jari kaki dan telapak kaki, umumnya psoriasis juga akan menimbulkan bercak kulit kemerahan dan nyeri sendi.

Untuk mengatasi sela jari kaki yang gatal akibat psoriasis, Anda bisa mengoleskan krim dengan kandungan gliserin, lanolin, dan petrolatum yang sekaligus akan melembabkan kulit.  

Itulah cara mengatasi rasa gatal di sela jari kaki. Jika rasa gatal tak kunjung hilang, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dapat mengetahui penyebab pasti dan pengobatan yang tepat. 

Macam-Macam Kandungan Alami di Obat Batuk Herbal

Selain obat resep dari dokter, obat batuk herbal sering dijadikan pilihan untuk menyembuhkan gejala batuk. Obat batuk jenis ini biasanya terbuat dari bahan-bahan alami yang menyehatkan.

Saat menderita gejala batuk, Anda juga bisa mencoba meredakannya dengan mengonsumsi obat herbal. Biasanya, obat herbal bisa didapatkan secara bebas tanpa memerlukan resep dari dokter.

Kandungan pada obat batuk herbal

Ada berbagai macam kandungan alami yang umum digunakan dalam obat batuk herbal. Beberapa di antaranya adalah:

  • Jahe

Jahe dapat meredakan batuk kering atau asma. Kemampuan jahe untuk mengendalikan gejala berasal dari sifat antiinflamasi. Sifat ini juga berkontribusi dalam meredakan mual dan nyeri.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa jahe bisa mengendurkan selaput di saluran udara. Ini akan membuat risiko batuk Anda menjadi lebih rendah. Karena itu, jahe seringkali dijadikan sebagai bahan alami dalam pembuatan obat herbal.

  • Mint

Mint merupakan sejenis spesies tanaman yang sering dijadikan bahan pembuatan permen, teh, dan lain sebagainya. Obat herbal untuk menyembuhkan batuk juga sering menggunakan kandungan ini.

Daun mint terkenal memiliki kemampuan untuk menyembuhkan masalah pada tenggorokan. Ketika dikonsumsi, daun mint akan bekerja sebagai dekongestan untuk membantu memecah dahak. 

  • Daun thyme

Daun thyme memang tidak terlalu populer di Indonesia, namun beberapa obat herbal menggunakan tanaman ini sebagai salah satu bahan alami utamanya. Banyak orang menggunakan daun thyme ini untuk mengobati penyakit pernapasan.

Apabila dikombinasikan dengan daun ivy, daun thyme bisa bekerja semakin efektif untuk mengatasi batuk serta penyakit bronkitis jangka pendek. Hal ini bisa terjadi karena daun thyme mengandung senyawa flavonoid, yaitu senyawa yang bisa mengendurkan otot tenggorokan.

  • Madu

Madu sudah sejak lama dikenal sebagai pengobatan alami yang paling ampuh untuk meredakan gejala sakit tenggorokan dan batuk. Karean itu, banyak obat batuk herbal yang juga menggunakan madu sebagai salah satu bahan pembuatannya.

Secara khusus, madu banyak digunakan untuk obat batuk yang ditujukan bagi anak-anak.  Rasa manis pada madu menjadi daya tarik bagi anak-anak, membuat obat batuk terasa lebih enak dari obat-obatan lainnya.

  • Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Kandungan ini bekerja dengan menyeimbangkan flora gastrointestinal, yaitu bakteri yang hidup di usus Anda. 

Saat bakteri tersebut menjadi seimbang, fungsi sistem kekebalan tubuh menjadi lebih stabil. Hal ini berkontribusi dalam menyebabkan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan dan batuk.

  • Nanas

Tahukah Anda bahwa buah nanas juga bisa menjadi kandungan yang cukup penting dalam obat batuk herbal? Secara khusus, bagian nanas yang digunakan adalah batang dan buah nanas untuk memanfaatkan kandungan bromelain di dalamnya.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bromelain dari nanas dapat bekerja dengan melonggarkan dahak di tenggorokan. Selain itu, bukan hanya meredakan batuk, kandungan ini juga bisa meringankan masalah sinusitis dan alergi. 

Itulah beberapa kandungan yang seringkali dijadikan sebagai bahan alami dalam pembuatan obat herbal, secara khusus obat herbal yang digunakan untuk mengobati batuk. Selain itu, mungkin masih ada beberapa kandungan lain yang lebih jarang digunakan.

Obat batuk herbal umumnya aman untuk dikonsumsi. Jika ingin memastikan keamanannya, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. Tanyakan pada dokter mengenai reaksi yang mungkin muncul dari penggunaan obat herbal dengan obat lainnya.

7 Gejala Penyerta dari Badan Terasa Panas

Demam akan menyebabkan badan terasa panas. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Selama demam Anda tidak mencapai 39,4 derajat Celcius dan tidak disertai kejang atau muntah, Anda sebenarnya bisa mengobatinya di rumah dengan memperbanyak istirahat, mengonsumsi lebih banyak air, serta memberi kompres basah pada beberapa bagian tubuh. 

image Demam

Hanya saja memang, Anda pasti tidak akan merasa nyaman selama demam. Bukan hanya badan terasa panas, berbagai gejala penyerta akan Anda rasakan dan membuat Anda tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa. 

Apa saja gejala penyerta yang biasanya datang bersama demam? Berikut ini adalah beberapa gejala umum yang hadir bersamaan dengan badan terasa panas yang meningkat. Pernahkan Anda mengalaminya?

  • Menggigil 

Pada saat yang bersamaan ketika badan terasa panas, Anda sangat mungkin merasakan kedinginan yang ekstrem. Bahkan keringat yang keluar dari tubuh Anda bisa jadi terasa dingin. Rasa dingin yang parah inilah pada akhirnya akan membuat Anda menggigil sampai menggemeretakkan gigi. Cobalah untuk melingkupi diri dengan selimut tipis dan memasang kaus kaki untuk mengurangi rasa menggigil tersebut. Namun jika sudah merasa panas, segera lepaskan segala atribut tersebut agar suhu tubuh tidak semakin meningkat. 

  • Berkeringat 

Berkeringat merupakan proses yang wajar dilakukan tubuh untuk mengeluarkan panas berlebih. Bukan hanya ketika demam, pada saat Anda berolahraga atau makan pun, tubuh bisa mengeluarkan keringat. Namun saat badan terasa panas, keringat yang keluar akan lebih banyak. Ini merupakan upaya tubuh Anda untuk menurunkan suhu tubuh yang terlalu tinggi. Semakin tinggi demam Anda, keringat yang keluar pun akan semakin banyak. 

  • Sakit Kepala 

Tidak jarang orang yang mengalami demam akan merasakan sakit kepala. Umumnya, sakit kepala dirasakan pada penderita demam tinggi di atas 38 derajat Celsius. Gejala penyerta ini terjadi karena ketika badan terasa panas, saraf pusat akan ikut terganggu sehingga Anda mudah mengalami pusing dan sulit berkonsentrasi. 

  • Badan Lemas 

Badan terasa panas atau demam akan membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan. Tidak hanya itu, demam yang merupakan respons tubuh melawan infeksi juga memerlukan banyak energi untuk memperkuat perlawanannya. Jadilah pada saat sedang demam, Anda akan merasa tubuh terasa lemas karena energi yang ada terpakai lebih banyak untuk melawan infeksi di dalam tubuh. 

  • Dehidrasi 

Anda mudah merasa haus ketika sedang demam? Hal tersebut merupakan kondisi yang wajar. Lebih banyak keringat yang keluar ketika badan terasa panas lah yang membuat dehidrasi lebih mudah terjadi. Karena itulah ketika Anda demam dan malas untuk minum, Anda akan mengalami dehidrasi parah yang bisa membuat gejala lain, seperti sakit kepala dan menggigil, semakin meningkat. 

  • Nyeri Otot 

Saat badan terasa panas, artinya tubuh sedang mengalami infeksi atau peradangan. Peradangan itu sendiri umumnya akan menimbulkan nyeri di bagian tubuh tertentu, khususnya di bagian otot. Jadi, tidak perlu heran jika ketika mengalami demam, Anda juga mudah merasakan nyeri otot. Rasa nyeri bahkan akan terasa lebih parah ketika tersentuh benda ataupun dipegang oleh orang lain. 

  • Nafsu Makan Berkurang 

Anda akan merasa lebih mudah lelah ketika sedang demam. Disaat yang bersamaan, badan terasa panas membuat kinerja otak dan saraf tidak maksimal, termasuk dalam merespons rasa lapar. Alhasil, penderita demam akan malas untuk makan. Nafsu makan yang berkurang ini sebenarnya tidak dibenarkan. Soalnya ketika demam, tubuh justru sedang membutuhkan lebih banyak asupan energi untuk melawan penyebab infeksi. 

Gejala-gejala penyerta dari badan terasa panas di atas tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun jika Anda sudah menemui gejala kejang, muntah, ataupun sensitif terhadap cahaya; segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat pereda panas yang sesuai kebutuhan Anda.

Swab Antigen C19 Bisakah Diandalkan?

Swab Antigen C19

Pada saat sebelum Mike DeWine, gubernur Ohio, bertemu dengan mantan Presiden Trump di bandara Cleveland, DeWine mendapatkan tes swab antigen C19 dengan hasil yang positif memiliki SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COVID-19. Namun, tes lanjutan, menggunakan reaksi rantai polimerase yang lebih akurat, atau dikenal dengan tes PCR, DeWine ternyata tidak memiliki virus ini. Hasil positif palsu swab antigen c19 ini bukanlah insiden satu-satunya yang terjadi. Puluhan orang yang mendapatkan tes rapid SARS-CoV-2 dari perusahaan biotech Quidel di Manchester, Vermont, klinik diberitahu bahwa mereka memiliki virus corona. Namun, tes PCR yang dilakukan oleh Departemen Kesehatan menemukan bahwa hanya 4 dari 65 orang tersebut yang dites benar-benar positif. 

Dengan orang-orang di seluruh Amerika Serikat kembali ke sekolah atau tempat kerja, perusahaan dan universitas mulai beralih menggunakan tes rapid dari swab antigen c19 sebagai cara untuk mengidentifikasi apakah seseorang memiliki virus tersebut. Akan tetapi, tidak ada satu tes pun yang benar-benar bisa memberikan hasil sangat akurat, yang berarti dalam beberapa kasus akan ada hasil negatif palsu (false negative) dan beberapa orang akan diberitahu bahwa mereka memiliki virus tersebut meskipun faktanya mereka tidak memilikinya sama sekali (false positive). Hal ini tentunya dapat menyebabkan kebingungan, terutama jika orang-orang tidak menyadari tes jenis apa yang telah mereka dapatkan dan lakukan. Namun, beberapa ahli menyatakan bahwa tes yang dilakukan di banyak daerah, meskipun kurang akurat, masih dapat membantu menekan laju pandemi COVID-19 di Amerika Serikat. 

Jenis tes coronavirus

Ada tiga jenis tes coronavirus, yaitu:

  • Tes genetik

Tes ini bertujuan untuk mencari RNA virus di swab tenggorokan dan hidung, atau pada sampel air liur. Tipe yang paling sering dijumpai adalah tes polymerase chain reaction (PCR). 

  • Tes antigen

Swab antigen c19 mencari protein khusus yang ada di permukaan virus

  • Tes antibodi

Ini merupakan sebuah tes darah yang mencari tanda-tanda bahwa seseorang memiliki infeksi virus dan memiliki respon kekebalan. Tes ini tidak digunakan untuk mendiagnosis infeksi yang aktif. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganggap tes PCR sebagai “standar emas” pengujian SARS-CoV-2. Tes ini dilakukan di laboratorium rumah sakit, universitas, dan agensi kesehatan publik. Beberapa laboratorium dapat memproses sampel hanya dalam waktu 1 hari saja, namun terkadang membutuhkan waktu lebih lama, dengan beberapa orang perlu menunggu selama satu minggu atau lebih untuk mengetahui apakah hasil tes mereka positif atau tidak. 

Swab antigen c19 dapat dilakukan dengan lebih cepat, dengan hasil sudah bisa diambil dalam waktu 15 menit saja, menggunakan swab air liur atau hidung. Sama seperti tes PCR, tes antigen akan menunjukkan apakah seseorang memiliki infeksi aktif atau tidak. Meskipun tes antigen lebih cepat dan jumlah tes yang sedang dilakukan dapat dengan mudah dinaikkan, tes jenis ini memiliki angka negatif palsu yang cukup tinggi, dengan sekitar setengah dari hasil negatif menunjukkan ketidakakuratan. 

Oleh karena itu, Departemen Kesehatan Vermont menghitung tes antigen positif sebagai kasus positif apabila tes PCR menyatakan hal yang sama. Negara Bagian lain di Amerika Serikat memiliki prosedur serupa. Meskipun demikian, tes PCR tidak selamanya akurat. Beberapa studi telah menemukan bahwa sekitar 29 persen dari tes PCR dapat memberikan hasil negatif palsu. Tingkat keakuratan kedua tes tersebut, tes PCR dan swab antigen c19, bervariasi tergantung tes dan produsen tes tersebut.

Tanya Dokter Saraf Jika Menderita Gejala Stroke Ini

Stroke terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah dan berdarah, atau ketika ada penyumbatan pasokan darah ke otak. Pecahnya pembuluh darah atau penyumbatan tersebut mencegah oksigen dan darah untuk sampai ke jaringan otak. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), stroke merupakan penyebab kematian kelima terbanyak di Amerika Serikat. Setiap tahunnya, lebih dari 795 ribu orang di Amerika Serikat menderita stroke. Tanpa oksigen, sel-sel dan jaringan otak menjadi rusak dan mulai mati hanya dalam hitungan menit saja. Artikel ini akan membahas gejala apa saja yang dirasakan saat seseorang menderita stroke, sehingga Anda bisa waspada untuk kemudian tanya dokter saraf secepatnya apabila gejala tersebut terjadi. 

Gejala stroke

Hilangnya aliran darah ke otak dapat merusak jaringan di dalam otak. Gejala stroke akan terlihat pada bagian tubuh yang dikontrol oleh daerah otak yang rusak. Semakin cepat seseorang mendapatkan perawatan saat menderita stroke, semakin baik kemungkinannya untuk sembuh. Oleh karena itu, sangat bermanfaat bagi seseorang untuk mengetahui tanda-tanda dan gejala stroke, sehingga ia dapat bertindak dengan cepat dan konsultasi serta tanya dokter saraf dengan segera. Beberapa gejala stroke di antaranya adalah lumpuh; mati rasa atau kelemahan di wajah, tangan dan kaki, terutama hanya pada satu bagian tubuh saja; kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan; bingung; gangguan penglihatan, seperti kesulitan melihat menggunakan satu mata atau keduanya dengan pandangan yang menghitam atau kabur serta penglihatan ganda; kesulitan berjalan; hilangnya keseimbangan atau koordinasi; pusing; dan sakit kepala tiba-tiba dan parah tanpa adanya sebab yang jelas. Stroke membutuhkan perawatan medis yang segera. Jika Anda berpikir Anda atau orang lain menderita stroke, hubungi dokter segera. Perawatan yang cepat kunci penting dalam mencegah kerusakan otak, cacat jangka panjang, dan bahkan kematian. 

  • Gejala stroke pada wanita

Stroke merupakan penyebab kematian wanita nomor 4 terbanyak di Amerika Serikat. Wanita memiliki risiko lebih tinggi seumur hidup dalam menderita stroke dibandingkan dengan pria. Meskipun beberapa tanda dan gejala stroke sama antara wanita dan pria, beberapa di antaranya lebih sering dijumpai terjadi pada wanita. Tanda-tanda stroke yang sering menimpa wanita di antaranya adalah mual atau muntah, halusinasi, nyeri, kelemahan, sesak napas atau kesulitan bernapas, pingsan atau hilangnya kesadaran, kejang, bingung, dan perubahan perilaku yang tiba-tiba, terutama mudah gelisah. Selain itu, wanita juga memiliki kemungkinan lebih tinggi dalam menderita akibat stroke dibandingkan dengan pria. Sehingga, sangat penting untuk dapat mengidentifikasi stroke secepat mungkin. 

  • Gejala stroke pada pria

Stroke merupakan penyebab kematian pria nomor 5 terbanyak.Pria berisiko menderita stroke pada usia muda dibandingkan dengan wanita, namun memiliki risiko kecil untuk meninggal karenanya. Baik pria dan wanita dapat memiliki gejala stroke yang sama. Akan tetapi, beberapa gejala stroke lebih sering menimpa pria, seperti satu sisi wajah yang turun atau senyum tidak rata, sulit berbicara atau sukar memahami suatu percakapan, dan kelemahan otot pada satu sisi tubuh. 

Apabila Anda mencurigai diri Anda atau orang lain menderita gejala stroke tersebut di atas, sangat penting untuk mencari perawatan medis secepatnya dan tanya dokter saraf seputar kondisi yang Anda alami. Obat-obatan pemecah gumpalan hanya dapat digunakan pada jam-jam pertama setelah tanda-tanda stroke berawal, dan perawatan dini merupakan cara paling efektif dalam mengurangi risiko komplikasi jangka panjang dan cacat permanen.

Mengenal Rhabdomyosarcoma, Sebuah Sarkoma Jaringan Lunak

Sarkoma adalah sejenis kanker yang tumbuh dan berkembang di dalam tulang atau jaringan lunak, seperti pembuluh darah, saraf, tendon, otot, lemak, jaringan fibrosis, lapisan bawah kulit (bukan lapisan luar), dan lapisan persendian. Beberapa jenis pertumbuhan tidak normal dapat terjadi di jaringan lunak, seperti rhabdomyosarcoma. Apabila sebuah pertumbuhan merupakan sarkoma, maka dapat berupa tumor ganas atau kanker. Ganas berarti beberapa bagian tumor dapat pecah dan menyebar ke jaringan di sekitarnya. Sel-sel yang lolos tersebut dapat bergerak ke seluruh tubuh dan bersarang di hati, paru-paru, otak, dan organ tubuh penting lainnya. 

Sarkoma jaringan lunak seperti rhabdomyosarcoma merupakan sebuah kondisi yang relatif jarang dijumpai, terutama apabila dibandingkan dengan carcinoma, sebuah jenis tumor ganas lainnya. Sarkoma dapat bersifat mengancam nyawa, terutama apabila kondisi ini didiagnosa ketika tumor sudah berukuran besar dan telah menyebar ke jaringan lain. Sarkoma jaringan lunak paling sering ditemukan di lengan atau kaki, namun juga dapat ditemukan di organ dalam, kepala dan leher, dan bagian belakang rongga perut. Ada banyak jenis sarkoma jaringan lunak, dengan sarkoma dikategorikan berdasarkan jaringan di mana ia tumbuh, seperti tumor ganas di lemak dikenal dengan sebutan liposarcoma; di otot halus di sekitar organ dalam disebut leiomyosarcoma; rhabdomyosarcoma merupakan tumor ganas di otot rangka yang terletak di tangan, kaki, dan daerah lain tubuh; dan gastrointestinal stromal tumor merupakan tumor. Ganas yang terdapat di saluran pencernaan atau saluran gastrointestinal. Meskipun dapat terjadi pada orang dewasa, rhabdomyosarcoma merupakan sarkoma jaringan lunak yang paling umum dijumpai pada anak dan remaja. Sarkoma jaringan lunak lain yang jarang ditemui adalah neurofibrosarcoma, neurogenic sarcoma, angiosarcoma, malignant schwannoma, synovial sarcoma, fibrosarcoma, epithelioid sarcoma, malignant mesecnchymoma, dan lain-lain. 

Gejala dan penyebab

Pada tahap perkembangannya, sarkoma jaringan lunak tidak menunjukkan gejala apapun. Benjolan yang tidak menimbulkan nyeri saat disentuh atau adanya masa di bawah kulit di tangan dan kaki dapat menjadi tanda pertama adanya sarkoma jaringan lunak. Apabila sarkoma jaringan lunak tumbuh di lambung, ada kemungkinan hal ini tidak diketahui hingga sarkoma berukuran sangat besar dan menekan struktur organ lainnya. Anda dapat merasa nyeri atau kesulitan bernapas akibat tumor yang mendorong paru-paru. Gejala lain yang dapat terjadi adalah penyumbatan usus. Hal ini dapat terjadi apabila tumor jaringan lunak tumbuh di lambung. Tumor mendorong terlalu keras melawan usus dan mencegah makanan bergerak dengan mudah. Gejala lain di antaranya adalah darah pada kotoran atau muntahan dan kotoran yang berwarna hitam. 

Biasanya, gejala sarkoma jaringan lunak tidak dapat diidentifikasi, kecuali sarkoma Kaposi, yang mana merupakan kanker di lapisan pembuluh darah. Kanker ini menyebabkan lesi berwarna coklat atau ungu di kulit, dan disebabkan karena infeksi virus herpes 8 manusia (HHV-8) dan sering terjadi pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang berkurang, seperti mereka yang menderita HIV. Sarkoma jaringan lunak seperti rhabdomyosarcoma memiliki beragam faktor risiko, seperti genetik dan paparan terhadap racun serta radiasi. Beberapa mutasi DNA atau cacat bawaan dapat membuat Anda rentan menderita sarkoma jaringan lunak, seperti basal cell nevus syndrome, retinoblastoma bawaan, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Gardner, neurofibromatosis, tuberous sclerosis, dan sindrom Werner. Sementara itu, paparan terhadap racun seperti dioxin, arsenic, vinyl chloride, dan herbisida yang mengandung asam phenoxyacetic dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko Anda menderita sarkoma jaringan lunak.

Bedah Perbedaan Asma dan PPOK dari Gejala

Penyakit paru-paru banyak jenisnya. Di antara berbagai jenis penyakit paru-paru, asma dan PPOK merupakan kondisi masalah pernapasan yang kerap ditemui dan dipersandingkan karena memiliki kesamaan dari segi pemicu. Meskipun demikian, kenyataannya perbedaaan asma dan PPOK lebih banyak lagi. 

Perbedaan asma dan PPOK dapat dilihat dari pemicu masalah pernapasan ini. Asma lebih mudah terjadi apabila seseorang menghirup debu ataupun mengalami stres. Sementara itu, gejala pada penderita PPOK kerap datang kapan saja secara konstan, namun akan memburuk apabila menerima paparan asap, khususnya yang berasal dari rokok. 

Selain dari pemicu, perbedaan asma dan PPOK sebenarnya lebih tampak jelas dari gejala yang ditimbulkan. Selain sama-sama mengalami sesak napas, nyatanya banyak gejala lain yang berbeda dari kedua masalah pernapasan ini. 

Gejala Asma 

Gejala asma setiap orang tidaklah sama. Selain sesak napas, berikut ini adalah beberapa gejala lain yang muncul mengawali gejala sesak napas pada penderita asma. 

  1. Mengi 

Penderita asma kerap mengeluarkan bunyi seperti siulan saat bernapas. Kondisi ini dikenal dengan istilah mengi. Umumnya, gejala mengi timbul pada penderita asma yang masih berusia kanak-kanak. 

  1. Kesulitan Tidur 

Orang-orang yang menderita asma cenderung kerap mengalami gangguan tidur. Penderita asma akan sulit tidur pada malam hari karena ketika berbaring, napas mereka akan lebih sulit. 

  1. Batuk 

Gejala lain dari asma adalah munculnya kondisi batuk pada penderitanya. Batuk pada penderita asma lebih sering terjadi pada malam hari. Batuk juga akan semakin parah apabila kondisi dingin. 

  1. Mudah Lelah 

Penderita asma akan lebih mudah merasa lelah karena saluran pernapasannya mengalami penyempitan. Rasa lelah akan semakin kuat setiap kali sehabis berolahraga. Serangan asma berupa sesak napas bahkan umum terjadi pasca penderita berolahraga atau beraktivitas fisik berat. 

  1. Bersin-bersin 

Bersin-bersin bukan hanya petanda Anda terkena gejala flu. Faktanya, bersin-bersin juga merupakan gejala asma yang muncul apabila serangan asma akan terjadi. 

Umumnya gejala asma tidak akan membuat penderitanya mengalami kondisi darurat. Bantuan oksigen dapat segera menghilangkan gejala sesak napas saat serangan asma terjadi. 

Gejala PPOK 

Perbedaan asma dan PPOK sangat mudah dilihat dari gejala selain sesak napas. Pasalnya, gejala yang mengarah ke bagian dada dan pernapasan akan lebih sering timbul pada penderita PPOK. Berikut ini adalah gejala-gejala yang kerap dialami penderita penyakit paru-paru kronis ini. 

  1. Napas Pendek 

Masalah pernapasan pada penderita PPOK akan mudah terlihat dari napasnya sehari-hari. Penderita PPOK memiliki napas yang pendek-pendek sehingga terlihat sedang kelelahan. Napas yang pendek ini bahkan terjadi ketika penderita sedang bersantai. 

  1. Batuk Berdahak

Penderita PPOK juga mengalami gejala batuk. Perbedaan asma dan PPOK dari gejala batuk ini dapat terlihat dari waktunya. Penderita PPOK rentan mengalami batuk kapan saja. Batuk dari penderita PPOK merupakan jenis batuk berdahak. 

  1. Nyeri Dada

Gejala PPOK yang satu ini kerap disangkutpautkan dengan gejala penyakit jantung. Padahal nyeri dada yang dialami oleh penderita PPOK lebih mengarah ke seluruh bagian dada.

  1. Pembengkakan Kaki 

Penderita PPOK akan lebih mudah ditandai. Pasalnya, banyaknya cairan di paru-paru akan membuat kaki membengkak. Pembengkakan pada penderita PPOK bisa dilihat di bagian pergelangan dan tungkai kaki. 

  1. Penurunan Berat Badan 

Jika diperhatikan dengan saksama, penderita PPOK yang sudah lama memiliki badan yang kurus. Ini karena PPOK rentan menimbulkan penurunan berat badan pada penderitanya. 

*** 

Sudah tidak pusing bukan perbedaan asma dan PPOK? Apapun gejalanya, lebih baik Anda segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalaminya.

6 Penyakit yang Mesti Mendapat Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi medik merupakan terapi yang ditujukan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah sehingga tidak mampu berfungsi dan bergerak sebagaimana mestinya. Dengan rehabilitasi medik, rasa sakit bisa dikurangi sekaligus pergerakan tubuh menjadi lebih ringan. 

Umumnya, rehabilitasi yang diarahkan pada fisik ini akan disarankan pada pasien-pasien yang baru mengalami cedera akibat kecelakaan ataupun terjatuh. Namun sebenarnya, rehabilitasi medik juga dianjurkan pada pasien-pasien dengan penyakit tertentu. 

Jika Anda memiliki salah satu dari enam penyakit di bawah ini, sebaiknya Anda mendatangi dokter rehabilitasi medik. Sebab besar kemungkinan, Anda mengalami perubahan postur tubuh dan cedera otot maupun saraf karena penyakit-penyakit ini. 

  1. Cacat Lahir 

Banyak kecacatan lahir yang membuat seorang bayi tidak dapat tumbuh dan bergerak dengan sempurna. Banyak dari kecacatan tersebut yang tidak bisa sembuh secara sempurna. Namun, kualitas hidup penderitanya dapat ditingkatkan dengan memperbaiki fungsi tubuh seoptimal mungkin lewat rehabilitasi medik. Dengan rehabilitasi, koordinasi tubuh, kekuatan otot, sampai keseimbangan dari sang pasien bisa ditingkatkan hingga batas maksimal. 

  1. Radang Sendi 

Dalam dunia medis, kondisi ini kerap disebut sebagai artritis. Ini merupakan kondisi ketika satu atau beberapa sendi Anda mengalami peradangan sehingga menjadi sulit untuk digerakkan. Radang sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal. Pertambahan usia, kecelakaan, hingga kadar asam urat yang tinggi dapat membuat Anda terjebak dalam penyakit ini. Rehabilitasi medik membantu menyembuhkan Anda dari radang sendiri. Lewat rehabilitasi, peradangan di tubuh Anda bisa ditekan hingga sembuh lebih cepat. 

  1. Stroke 

Stroke merupakan kondisi ketika pembuluh darah di otak mengalami kebocoran bahkan sampai pada kondisi pecah. Jika terlambat ditangani, stroke bisa mengakibatkan kematian. Ketika cepat ditangani, nyawa Anda bisa selamat, meskipun akan banyak bagian tubuh yang mengalami disfungsi. Untuk memulihkannya, Anda memerlukan rehabilitasi medik khusus secara berkala dan teratur. Konsultasikan segera rehabilitasi medis kepada dokter Anda agar tingkat keparahan disfungsi tidak terus berlanjut. 

  1. Parkinson 

Parkinson merupakan jenis penyakit saraf yang membuat penderitanya kesulitan mengoordinasi gerakan tubuh. Awalnya gejala pada penderita parkinson terkesan ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas, seperti hanya tangan yang gemetar. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, parkinson yang dialami bisa terus memburuk dan membuat penderitanya bahkan tidak bisa sekadar berdiri serta mengalami halusinasi. Untuk mencegah perburukan pada pasien parkinson, dokter pun kerap menyarankan dilakukan rehabilitasi medik yang bertujuan untuk membantu koordinasi antar bagian tubuh. 

  1. Multiple Sclerosis 

Salah satu penyakit autoimun yang banyak terjadi adalah multiple sclerosis. Ini merupakan kondisi saat sistem kekebalan tubuh manusia justru menyerang lapisan lemak dan serabut saraf sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi otak, mata, juga tulang belakang. Rehabilitasi medik sangat diperlukan oleh penderita multiple sclerosis. Pasalnya jika tidak dilakukan rehabilitasi, kerusakan saraf pada penderita penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh ini bisa mengakibatkan kerusakan saraf yang permanen. 

  1. Kanker 

Penanganan apa yang Anda pikirkan untuk pasien kanker? Menjalani kemoterapi, radiasi, serta obat-obatan oral menjadi barang wajib bagi penderita kanker. Tujuannya guna membunuh dan menghentikan perkembangbiakan sel jahat yang membuat penyakit tersebut. Namun meskipun sudah sembuh, penderita kanker kemungkinan akan mengalami gangguan fungsi tubuh, tidak terkecuali anggota gerak. Karena alasan inilah, pasien-pasien kanker sering disarankan untuk menjalani rehabilitasi medik oleh tim dokter. 

*** 

Sadari penyakit Anda sedari dini dan tanyakan kepada dokter apa perlu dilakukan rehabilitasi medik untuk mempercepat pemulihannya. Jika memang diperlukan, jangan ragu untuk menjalaninya dengan didampingi para ahli, ya.