Cara Pakai dan Dosis Pseudoephedrine

Merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala hidung tersumbat ketika seseorang mengalami flu atau pilek dan penyakit pernapasan lainnya dikenal dengan nama pseudoephedrine. Obat ini bisa ditemukan sebagai kandungan tunggal atau kombinasi dengan obat lain, selain itu obat ini juga termasuk dalam golongan dekongestan yang cara kerjanya meredakan pembengkakan.

Pembengkakan tersebut terjadi dalam pembuluh darah di hidung, sehingga saluran napas lebih terbuka dan napas menjadi lega. Jika pasien mengonsumsi obat ini di rumah, sangat dianjurkan untuk membaca panduan obat dengan seksama. Selain itu pasien juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai mengonsumsi.

Cara Konsumsi Pseudoephedrine

Konsumsi obat ini bisa dilakukan secara langsung atau tanpa makan, pada umumnya setiap 4-6 jam seperti penjelasan yang terdapat pada kemasan produk atau resep yang diberikan dokter. Dilarang mengonsumsi lebih dari empat dosis dalam sehari, dosis diberikan berdasarkan usia, kondisi kesehatan dan respons pasien terhadap terapi.

Sangat tidak disarankan untuk melebihkan dosis atau mengonsumsi obat ini lebih sering dari yang diresepkan dokter. Jika mengonsumsi obat dalam bentuk tablet kunyah, kunyah dengan baik dan telan, apabila mengonsumsi obat ini dalam bentuk cairan bisa menakar dosis dengan menggunakan gelas ukur khusus untuk obat.

Tidak disarankan mengonsumsi obat dalam bentuk cair menggunakan sendok rumahan, hal itu dapat membuat dosis yang yang dikonsumsi menjadi tidak tepat atau sesuai dengan anjuran dokter. Obat ini dipasarkan dalam berbagai bentuk dan merek, beberapa tablet harus dimakan dengan sejumlah air yang banyak.

Sangat dianjurkan untuk membaca arahan yang spesifik dengan seksama dalam setiap produk karena jumlah kandungan obat ini setiap produk berbeda. Yang terpenting jangan mengonsumsi obat ini lebih dari yang direkomendasikan, perlu diketahui bahwa kafein bisa meningkatkan efek samping pengobatan ini.

Hindari mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh dan minuman bersoda dalam jumlah yang banyak. Selain itu makan cokelat dalam jumlah yang banyak atau mengonsumsi obat non-resep yang mengandung kafein juga tidak diperkenankan. Jika gejala tidak membaik dalam tujuh hari, atau justru malah memburuk segera pergi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Dosis dan Aturan Pakai

  • Dewasa

Dosis awal 30-60 mg diberikan setiap 4-6 jam, sementara dosis maksimal mencapai 240 mg yang dikonsumsi setiap harinya.

  • Anak-anak

Untuk anak berusia 12 tahun ke atas dosis awal sebanyak 30-60 mg diberikan setiap 4-6 jam dan dosis maksimal 240 setiap hari.

  • Anak Usia 6-12 Tahun

Dosis awal 30 mg diberikan setiap 4 sampai 6 jam dan dosis maksimal mencapai 120 mg setiap harinya.

  • Anak Usia 4-5 Tahun

Dosis awal konsumsi obat untuk anak umur empat sampai lima tahun adalah 15 mg diberikan setiap 4-6 jam, sementara dosis maksimal 60 mg per hari.

Efek Samping

  • Reaksi kulit yang parah seperti pustulosis eksantemantosa generalisata akut.
  • Gangguan jantung seperti takikardi, aritmia jantung sehingga jantung berdebar.
  • Gangguan mata seperti glaukuma sudut tertutup.
  • Munculnya gangguan sistem saraf seperti tremor dan sakit kepala.
  • Gangguan pencernaan seperti mulut kering, mual dan muntah.
  • Gangguan ginjal dan urin, seperti retensi urin.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan seperti ruam.
  • Gangguan pembuluh darah bisa seperti hipertensi.

Segera beritahukan ke dokter jika muncul beberapa kondisi di atas terutama setelah pemakaian atau konsumsi obat pseudoephedrine. Penanganan yang tepat dan cepat akan meminimalisir beberapa kondisi buruk yang bisa saja dialami pasien.

Acarbose untuk Menurunkan Berat Badan, Ampuhkah?

Acarbose (akarbosa) umumnya digunakan untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Tersedia dalam bentuk tablet minum, acarbose dijual dalam berbagai merek. Penggunaanya terkadang dikombinasikan dengan diet dan olahraga, insulin, atau obat diabetes lain.

Acarbose diketahui memiliki kegunaan lain. Pada pasien diabetes yang juga obesitas atau kelebihan berat badan, acarbose membantu menurunkan berat badan untuk menurunkan kadar gula darah. Artikel berikut akan membahas lebih lanjut manfaat acarbose pada pasien obesitas non-diabetes.

Cara kerja acarbose

Acarbose termasuk dalam kelas obat yang disebut dengan penghambat alfa-glukosidase. Obat ini bekerja dengan memperlambat aksi enzim tertentu yang bertugas memecah makanan menjadi gula. Proses ini membantu menjaga kadar gula darah tidak naik terlalu tinggi setelah makan.

Bisakah acarbose digunakan untuk menurunkan berat badan?

Obesitas merupakan faktor risiko dari banyak penyakit, termasuk diabetes dan jantung. Dengan mengatur gaya hidup dan pola makan yang sehat, siapapun dapat terhindar dari kondisi tersebut.

Karena terbukti khasiatnya dalam menurunkan berat badan pada pasien diabetes, acarbose dipercaya efektif membantu menurunkan berat badan pada pasien obesitas yang tidak menderita diabetes.

Dalam sebuah penelitian double blind acak, partisipan dengan indeks massa tubuh (BMI) antara 25-35 kg/m2 dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok perlakuan mengonsumsi 100 mg acarbose 3 kali sehari selama 20 minggu disertai dengan diet rendah kalori dan olahraga. Sedangkan kelompok kontrol diberi plasebo dan sisa perlakuan yang sama.

Hasil penelitian menemukan bahwa partisipan yang menerima acarbose memperlihatkan penurunan berat badan yang lebih tinggi daripada kelompok plasebo. Hal ini menandakan penggunaan acarbose akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan olahraga dan diet seimbang. Namun ketika penggunaan dilanjutkan setelah penurunan berat badan, acarbose tidak mampu menjaga berat badan tetap stabil.

Adapun penelitian lain menemukan bahwa kombinasi orlistat dan acarbose merupakan perawatan yang lebih aman dan efetif dalam menurunkan berat badan, karena menghasilkan lebih sedikit efek samping.

Penggunaan dan efek samping

Untuk mengobati diabetes, acarbose umumnya diminum tiga kali sehari atau sesuai dengan saran dokter. Jika Anda mengonsumsi obat acarbose yang tersedia sebagai obat bebas atau generik, ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada label kemasan. Tanyakan pada dokter atau apoteker jika ada bagian yang tidak dimengerti. 

Ketika acarbose dikonsumsi bersamaan dengan insulin atau obat antidiabetes lainnya, acarbose dapat menurunkan kadar gula darah secara drastis. Efek samping umum yang dirasakan antara lain:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Perut kembung akibat gas
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut
  • Perubahan tiba-tiba pada perilaku dan suasana hati

Efek samping di atas berkembang selama beberapa minggu pertama setelah mengonsumsi acarbose, dan akan hilang dengan sendirinya. Namun jika kondisi lebih parah, tidak kunjung sembuh, atau muncul efek samping lainnya maka disarankan untuk segera menemui dokter.

Efek samping serius dari penggunaan acarbose meliputi:

  • Reaksi alergi pada kulit, termasuk ruam, kemerahan, dan kulit bengkak
  • Masalah hati, termasuk mata atau kulit menguning, perut bengkak, dan nyeri di perut bagian kanan atas
  • Pneumatosis cystoides intestinalis atau kista berisi gas yang muncul di dinding usus. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah usus. Gejalanya meliputi diare, keluarnya lendir, perdarahan rektal, dan sembelit

Catatan

Acarbose memang mudah ditemukan di apotek. Meski obat antidiabetes ini efektif membantu menurunkan berat badan, acarbose dapat berinteraksi negatif dengan beberapa jenis obat dan tidak cocok dikonsumsi oleh orang dengan kondisi tertentu. Oleh sebab itu lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Mengenal Manfaat dan Efek Samping Suplemen Fucoidan

Fucoidan merupakan salah satu jenis suplemen yang bisa meningkatkan kesehatan lambung. Sebab, mengonsumsi suplemen ini akan membuat lapisan lambung menjadi tebal dan membuat seseorang terhindar dari tukak lambung.

Mengenal Manfaat Suplemen Fucoidan

Suplemen fucoidan sendiri merupakan polisakarida yang bisa didapat di dinding sel ganggang coklat.

Selain bermanfaat untuk lambung, fucoidan juga memiliki efek anti virus, anti tumor, serta anti arthritis. Selain untuk kesehatan lambung, mengonsumsi suplemen ini juga dapat mengurangi reaksi peradangan di usus yang akan mengatasi ulkus di usus halus.

Selain itu, fucoidan juga biasanya digunakan sebagai terapi untuk penyakit seperti:

  • Radang usus
  • Kanker
  • Penyakit yang muncul karena gangguan auto imun (Multiple Sclerosis)
  • Myokarditis autoimun
  • Radang sendi ringan (osteoarthritis)
  • Radang sendi akut yang mengakibatkan sendi terasa kaku (arthritis rematoid)

Ada juga penyakit lain yang juga menggunakan fucoidan ini sebagai terapi selain yang disebutkan di atas. Suplemen ini juga digunakan sebagai antitrombosis, antikoagulan, antitumor, hingga digunakan untuk meningkatkan kekebalan imunitas tubuh (imunomodulator).

Cara Mengonsumsi Fucoidan

Jika ingin mengonsumsi suplemen ini, bisa digunakan ketika perut kosong yang bisa dikonsumsi pada pagi, siang, atau sore. Apabila suplemen fucoidan yang akan dikonsumsi berupa sirup, gunakanlah sendok takarnya agar pas. Jangan sampai menggunakan sendok makan biasa karena dosisnya dikhawatirkan tidak sesuai anjuran.

Baca aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Tanyakan pada dokter jika Anda merasa ragu atau tidak yakin.

Efek Samping Fucoidan

Berbeda dari obat-obatan, suplemen biasanya memiliki risiko efek samping yang lebih kecil namun tetap ada efek sampingnya. Nah, oleh karena itu, ada beberapa efek samping yang harus diperhatikan, seperti:

  • Diare
  • Terjadi pengenceran darah terus menerus
  • Mengalami pusing, tubuh mudah lebam, hingga pingsan
  • Muncul reaksi alergi yang biasanya berisiko terjadi pada orang yang punya alergi terhadap kedelai

Namun, bukan berarti semua orang yang mengonsumsi fucoidan ini akan mengalami efek sampingnya. Tentu saja ada orang yang mengonsumsi fucoidan dan tidak merasakan efek samping sama sekali.

Kelompok Orang yang Berisiko Konsumsi Fucoidan

Suplemen fucoidan adalah suplemen yang mengandung tinggi iodin dan bisa mengencerkan darah penggunanya. Sehingga perlu berhati-hati juga saat menggunakan fucoidan ini. Berkonsultasi dan berdiskusilah dengan dokter sebelum menggunakannya, terlebih kelompok yang berisiko berikut ini:

  • Orang yang mengalami diare
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Orang yang memiliki tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mereka yang memiliki riwayat penyakit hipertiroidisme

Dosis Penggunaan

Antara fucoidan sirup dan bentuk kapsul memiliki perbedaan cara konsumsi. Secara lengkap, petunjuk ini bisa dilihat pada kemasan ataupun sesuai dengan anjuran dokter.

Dalam bentuk kapsul, sebaiknya dikonsumsi sebanyak 1 kapsul yang dikonsumsi 1-2 kali sehari. Sedangkan bentuk sirup bisa dikonsumsi sebanyak 15 ml 1 kali sehari saja. Tentu saja berbeda merek, beda pula aturan pakainya. Pastikan Anda menyesuaikan penggunaan suplemen fucoidan dengan informasi yang ada di kemasan.

Ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi suplemen ini. Hindarilah penggunaan fucoidan dengan antikoagulan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdaarahan. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Jangan pernah menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dan pengawasan dokter. Alih-alih menyehatkan, justru malah membahayakan kesehatan.

Mengenal Ferrous Sulfate, Obat untuk Anemia Defisiensi Besi

Ferrous sulfate adalah obat yang digunakan untuk merawat dan mencegah anemia defisiensi besi. Zat besi membantu tubuh untuk membuat sel darah merah yang sehat, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Beberapa hal seperti hilangnya darah, kehamilan, atau zat besi yang terlalu sedikit dalam diet Anda dapat membuat asupan zat besi menurun dan mengakibatkan anemia. Ferrous sulfate hadir dalam bentuk tablet, atau tetesan yang Anda telan. Ada tablet dan kapsul ferrous sulfate yang dimodifikasi pelepasannya, namun produk tersebut mungkin tidak dapat diserap dengan baik. Ferrous sulfate tersedia dalam bentuk resep dan OTC yang dapat dibeli di apotek.

Siapa yang boleh dan tidak boleh mengonsumsi ferrous sulfate?

Kebanyakan orang dewasa dan anak-anak usia lebih dari 12 tahun dapat mengonsumsi ferrous sulfate di bawah saran dan resep dari dokter. Namun, ferrous sulfate mungkin tidak akan cocok untuk beberapa orang, misalnya pada mereka yang pernah menderita reaksi ferrous sulfate atau obat-obatan lain sebelumnya. Apabila Anda menderita anemia yang tidak disebabkan oleh level zat besi yang rendah, beritahu dokter. Selain itu, pastikan Anda memberitahu dokter apabila Anda memiliki kondisi yang memengaruhi level zat besi, seperti hemosiderosis atau haemochromatosis, dan memiliki kondisi yang memengaruhi sel darah merah, seperti anemia sel sabit atau thalassaemia. 

Ada pula beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dan dokter harus mengetahuinya sebelum ia meresepkan ferrous sulfate, misalnya jika Anda pernah menderita maag, atau sebagian lambung diangkat, atau memiliki gangguan lambung atau usus seperti penyakit radang usus. Anda juga harus memberitahu dokter apabila Anda menerima transfusi darah berulang kali, melihat adanya darah di air seni, dan telah didiagnosa menderita defisiensi zat besi dan sudah mendapatkan perawatan untuknya. 

Efek samping

Sama halnya dengan obat-obatan lain, ferrous sulfate dapat menyebabkan efek samping bagi beberapa orang. Namun, kebanyakan orang tidak akan menunjukkan gejala efek samping apapun seusai mengonsumsi ferrous sulfate atau hanya memiliki gejala minor. Apabila Anda merasa mual dan muntah, sakit perut, maag, hilangnya nafsu makan, konstipasi, diare, dan kotoran yang berwarna gelap atau hitam, hubungi dokter. Dalam kasus yang langka atau jarang terjadi, ada kemungkinan seseorang akan memiliki reaksi alergi serius terhadap ferrous sulfate. Reaksi alergi tersebut akan menyebabkan ruam kulit yang gatal dan bengkak, kulit yang melepuh atau mengelupas, mengi, tenggorokan dan dada terasa sesak, kesulitan bernapas dan berbicara, serta pembengkakan di wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. Reaksi alergi yang serius perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit secepatnya. 

Kehamilan dan menyusui

Biasanya aman untuk mengonsumsi ferrous sulfate pada masa kehamilan. Diskusikan dengan dokter, ia akan menjelaskan manfaat dan risiko mengonsumsi ferrous sulfate pada saat hamil. Dokter dapat membantu Anda memutuskan perawatan terbaik untuk Anda dan bayi. Apabila Anda sedang hamil dan minum suplemen zat besi, Anda akan sering konstipasi dan menderita ambeien. Apabila hal tersebut terjadi pada Anda, diskusikan dengan dokter. Mereka akan menyarankan perawatan untuk mengatasi konstipasi dan ambeien. 

Biasanya ibu dapat mengonsumsi ferrous sulfate pada masa menyusui bayi, dan hal tersebut merupakan hal yang aman. Namun, beberapa bagian obat dapat ikut terbawa ASI dalam jumlah sedikit. Namun, karena jumlah yang sangat sedikit, hal tersebut tidak akan membahayakan bayi. Selalu konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran saat akan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Mengenal Obat Asam Traneksamat yang Mampu Hentikan Pendarahan

Asam traneksamat atau Tranexamic Acid adalah obat yang digunakan untuk membantu menghentikan pendarahan ketika seseorang mengalami mimisan, menstruasi, dan operasi. Asam traneksamat juga umum digunakan untuk mencegah pendarahan pada pasien hemofilia saat mencabut gigi.

Obat ini bekerja dengan memperlambat pemecahan bekuan darah, dengan begitu pendarahan, seperti pada saat operasi atau menstruasi berat dapat dicegah. Tergolong sebagai obat resep, asam traneksamat yang termasuk dalam kategori antifibrinolitik membutuhkan resep khusus dari dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Obat asam traneksamat dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, dan suntik. Dosis dari obat ini bersifat individual yang berarti bahwa takaran antarsatu pasien dengan lainnya berbeda sesuai kebutuhan.

Aturan pakai obat asam traneksamat

Jika obat asam traneksamat diberikan dalam sediaan suntikan, maka hanya dokter yang boleh melakukan prosedur tersebut. Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai cara penggunaan obat ini. Sementara itu, asam traneksamat dalam bentuk tablet maupun kapsul dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Jika Anda mengonsumsi obat ini pada saat menstruasi, Anda baru dapat mengonsumsinya ketika periode menstruasi telah benar-benar dimulai. Obat ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi lebih dari lima hari secara berturut-turut. Jika terdapat efek samping, seperti gangguan pada penglihatan, maka segera hentikan penggunaan obat.

Dosis asam traneksamat

Tablet/kapsul

Sebagai penanganan pendarahan untuk jangka pendek:

  • Dewasa: 1-1,5 gram atau 15-25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari.
  • Anak-anak: 25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari

Angioedema Herediter

  • Dewasa: 1-1,5 gram, 2-3 kali sehari
  • Anak-anak: 25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari

Sediaan suntik

Penanganan pada pendarahan jangka pendek

  • Dewasa: 0,5-1 gram atau 10 mg/kgBB, 3 kali sehari atau 25-50 mg/kgBB/hari melalui infus.
  • Anak-anak: 10 mg/kgBB, 2-3 kali sehari.

Interaksi obat asam traneksamat dengan obat lain

Obat asam traneksamat akan memberikan reaksi jika dikonsumsi secara bersamaan dengan obat lain. Ada pun risikonya, yaitu:

  • Meningkatkan risiko pembentukan trombus (pembekuaan darah) dengan estrogen
  • Meningkatkan risiko komplikasi trombotik fatal pada penderita leukemia promyelocytic akut dengan tretinoin.