Mengenal Manfaat dan Efek Samping Suplemen Fucoidan

Fucoidan merupakan salah satu jenis suplemen yang bisa meningkatkan kesehatan lambung. Sebab, mengonsumsi suplemen ini akan membuat lapisan lambung menjadi tebal dan membuat seseorang terhindar dari tukak lambung.

Mengenal Manfaat Suplemen Fucoidan

Suplemen fucoidan sendiri merupakan polisakarida yang bisa didapat di dinding sel ganggang coklat.

Selain bermanfaat untuk lambung, fucoidan juga memiliki efek anti virus, anti tumor, serta anti arthritis. Selain untuk kesehatan lambung, mengonsumsi suplemen ini juga dapat mengurangi reaksi peradangan di usus yang akan mengatasi ulkus di usus halus.

Selain itu, fucoidan juga biasanya digunakan sebagai terapi untuk penyakit seperti:

  • Radang usus
  • Kanker
  • Penyakit yang muncul karena gangguan auto imun (Multiple Sclerosis)
  • Myokarditis autoimun
  • Radang sendi ringan (osteoarthritis)
  • Radang sendi akut yang mengakibatkan sendi terasa kaku (arthritis rematoid)

Ada juga penyakit lain yang juga menggunakan fucoidan ini sebagai terapi selain yang disebutkan di atas. Suplemen ini juga digunakan sebagai antitrombosis, antikoagulan, antitumor, hingga digunakan untuk meningkatkan kekebalan imunitas tubuh (imunomodulator).

Cara Mengonsumsi Fucoidan

Jika ingin mengonsumsi suplemen ini, bisa digunakan ketika perut kosong yang bisa dikonsumsi pada pagi, siang, atau sore. Apabila suplemen fucoidan yang akan dikonsumsi berupa sirup, gunakanlah sendok takarnya agar pas. Jangan sampai menggunakan sendok makan biasa karena dosisnya dikhawatirkan tidak sesuai anjuran.

Baca aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Tanyakan pada dokter jika Anda merasa ragu atau tidak yakin.

Efek Samping Fucoidan

Berbeda dari obat-obatan, suplemen biasanya memiliki risiko efek samping yang lebih kecil namun tetap ada efek sampingnya. Nah, oleh karena itu, ada beberapa efek samping yang harus diperhatikan, seperti:

  • Diare
  • Terjadi pengenceran darah terus menerus
  • Mengalami pusing, tubuh mudah lebam, hingga pingsan
  • Muncul reaksi alergi yang biasanya berisiko terjadi pada orang yang punya alergi terhadap kedelai

Namun, bukan berarti semua orang yang mengonsumsi fucoidan ini akan mengalami efek sampingnya. Tentu saja ada orang yang mengonsumsi fucoidan dan tidak merasakan efek samping sama sekali.

Kelompok Orang yang Berisiko Konsumsi Fucoidan

Suplemen fucoidan adalah suplemen yang mengandung tinggi iodin dan bisa mengencerkan darah penggunanya. Sehingga perlu berhati-hati juga saat menggunakan fucoidan ini. Berkonsultasi dan berdiskusilah dengan dokter sebelum menggunakannya, terlebih kelompok yang berisiko berikut ini:

  • Orang yang mengalami diare
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Orang yang memiliki tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mereka yang memiliki riwayat penyakit hipertiroidisme

Dosis Penggunaan

Antara fucoidan sirup dan bentuk kapsul memiliki perbedaan cara konsumsi. Secara lengkap, petunjuk ini bisa dilihat pada kemasan ataupun sesuai dengan anjuran dokter.

Dalam bentuk kapsul, sebaiknya dikonsumsi sebanyak 1 kapsul yang dikonsumsi 1-2 kali sehari. Sedangkan bentuk sirup bisa dikonsumsi sebanyak 15 ml 1 kali sehari saja. Tentu saja berbeda merek, beda pula aturan pakainya. Pastikan Anda menyesuaikan penggunaan suplemen fucoidan dengan informasi yang ada di kemasan.

Ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi suplemen ini. Hindarilah penggunaan fucoidan dengan antikoagulan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdaarahan. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Jangan pernah menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dan pengawasan dokter. Alih-alih menyehatkan, justru malah membahayakan kesehatan.

Mengenal Ferrous Sulfate, Obat untuk Anemia Defisiensi Besi

Ferrous sulfate adalah obat yang digunakan untuk merawat dan mencegah anemia defisiensi besi. Zat besi membantu tubuh untuk membuat sel darah merah yang sehat, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Beberapa hal seperti hilangnya darah, kehamilan, atau zat besi yang terlalu sedikit dalam diet Anda dapat membuat asupan zat besi menurun dan mengakibatkan anemia. Ferrous sulfate hadir dalam bentuk tablet, atau tetesan yang Anda telan. Ada tablet dan kapsul ferrous sulfate yang dimodifikasi pelepasannya, namun produk tersebut mungkin tidak dapat diserap dengan baik. Ferrous sulfate tersedia dalam bentuk resep dan OTC yang dapat dibeli di apotek.

Siapa yang boleh dan tidak boleh mengonsumsi ferrous sulfate?

Kebanyakan orang dewasa dan anak-anak usia lebih dari 12 tahun dapat mengonsumsi ferrous sulfate di bawah saran dan resep dari dokter. Namun, ferrous sulfate mungkin tidak akan cocok untuk beberapa orang, misalnya pada mereka yang pernah menderita reaksi ferrous sulfate atau obat-obatan lain sebelumnya. Apabila Anda menderita anemia yang tidak disebabkan oleh level zat besi yang rendah, beritahu dokter. Selain itu, pastikan Anda memberitahu dokter apabila Anda memiliki kondisi yang memengaruhi level zat besi, seperti hemosiderosis atau haemochromatosis, dan memiliki kondisi yang memengaruhi sel darah merah, seperti anemia sel sabit atau thalassaemia. 

Ada pula beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dan dokter harus mengetahuinya sebelum ia meresepkan ferrous sulfate, misalnya jika Anda pernah menderita maag, atau sebagian lambung diangkat, atau memiliki gangguan lambung atau usus seperti penyakit radang usus. Anda juga harus memberitahu dokter apabila Anda menerima transfusi darah berulang kali, melihat adanya darah di air seni, dan telah didiagnosa menderita defisiensi zat besi dan sudah mendapatkan perawatan untuknya. 

Efek samping

Sama halnya dengan obat-obatan lain, ferrous sulfate dapat menyebabkan efek samping bagi beberapa orang. Namun, kebanyakan orang tidak akan menunjukkan gejala efek samping apapun seusai mengonsumsi ferrous sulfate atau hanya memiliki gejala minor. Apabila Anda merasa mual dan muntah, sakit perut, maag, hilangnya nafsu makan, konstipasi, diare, dan kotoran yang berwarna gelap atau hitam, hubungi dokter. Dalam kasus yang langka atau jarang terjadi, ada kemungkinan seseorang akan memiliki reaksi alergi serius terhadap ferrous sulfate. Reaksi alergi tersebut akan menyebabkan ruam kulit yang gatal dan bengkak, kulit yang melepuh atau mengelupas, mengi, tenggorokan dan dada terasa sesak, kesulitan bernapas dan berbicara, serta pembengkakan di wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. Reaksi alergi yang serius perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit secepatnya. 

Kehamilan dan menyusui

Biasanya aman untuk mengonsumsi ferrous sulfate pada masa kehamilan. Diskusikan dengan dokter, ia akan menjelaskan manfaat dan risiko mengonsumsi ferrous sulfate pada saat hamil. Dokter dapat membantu Anda memutuskan perawatan terbaik untuk Anda dan bayi. Apabila Anda sedang hamil dan minum suplemen zat besi, Anda akan sering konstipasi dan menderita ambeien. Apabila hal tersebut terjadi pada Anda, diskusikan dengan dokter. Mereka akan menyarankan perawatan untuk mengatasi konstipasi dan ambeien. 

Biasanya ibu dapat mengonsumsi ferrous sulfate pada masa menyusui bayi, dan hal tersebut merupakan hal yang aman. Namun, beberapa bagian obat dapat ikut terbawa ASI dalam jumlah sedikit. Namun, karena jumlah yang sangat sedikit, hal tersebut tidak akan membahayakan bayi. Selalu konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran saat akan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Mengenal Obat Asam Traneksamat yang Mampu Hentikan Pendarahan

Asam traneksamat atau Tranexamic Acid adalah obat yang digunakan untuk membantu menghentikan pendarahan ketika seseorang mengalami mimisan, menstruasi, dan operasi. Asam traneksamat juga umum digunakan untuk mencegah pendarahan pada pasien hemofilia saat mencabut gigi.

Obat ini bekerja dengan memperlambat pemecahan bekuan darah, dengan begitu pendarahan, seperti pada saat operasi atau menstruasi berat dapat dicegah. Tergolong sebagai obat resep, asam traneksamat yang termasuk dalam kategori antifibrinolitik membutuhkan resep khusus dari dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Obat asam traneksamat dikemas dalam bentuk tablet, kapsul, dan suntik. Dosis dari obat ini bersifat individual yang berarti bahwa takaran antarsatu pasien dengan lainnya berbeda sesuai kebutuhan.

Aturan pakai obat asam traneksamat

Jika obat asam traneksamat diberikan dalam sediaan suntikan, maka hanya dokter yang boleh melakukan prosedur tersebut. Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai cara penggunaan obat ini. Sementara itu, asam traneksamat dalam bentuk tablet maupun kapsul dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Jika Anda mengonsumsi obat ini pada saat menstruasi, Anda baru dapat mengonsumsinya ketika periode menstruasi telah benar-benar dimulai. Obat ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi lebih dari lima hari secara berturut-turut. Jika terdapat efek samping, seperti gangguan pada penglihatan, maka segera hentikan penggunaan obat.

Dosis asam traneksamat

Tablet/kapsul

Sebagai penanganan pendarahan untuk jangka pendek:

  • Dewasa: 1-1,5 gram atau 15-25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari.
  • Anak-anak: 25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari

Angioedema Herediter

  • Dewasa: 1-1,5 gram, 2-3 kali sehari
  • Anak-anak: 25 mg/kgBB, 2-3 kali sehari

Sediaan suntik

Penanganan pada pendarahan jangka pendek

  • Dewasa: 0,5-1 gram atau 10 mg/kgBB, 3 kali sehari atau 25-50 mg/kgBB/hari melalui infus.
  • Anak-anak: 10 mg/kgBB, 2-3 kali sehari.

Interaksi obat asam traneksamat dengan obat lain

Obat asam traneksamat akan memberikan reaksi jika dikonsumsi secara bersamaan dengan obat lain. Ada pun risikonya, yaitu:

  • Meningkatkan risiko pembentukan trombus (pembekuaan darah) dengan estrogen
  • Meningkatkan risiko komplikasi trombotik fatal pada penderita leukemia promyelocytic akut dengan tretinoin.