Pilihan Obat Batuk Berdahak Paling Ampuh untuk Anak

Obat batuk berdahak paling ampuh biasanya memiliki kandungan ekspektoran yang mampu mengencerkan dahak, sehingga dahak bisa dikeluarkan dengan mudah. 

Saat si Kecil batuk berdahak, sebaiknya berikan obat dengan kandungan ekspektoran. Hal ini akan membantu si Kecil untuk mengeluarkan dahak dengan mudah dan membuat pernapasan jadi lega. 

Berikut ini pilihan obat berdahak untuk anak yang aman dan efektif mengeluarkan dahak. 

Anakonidin Mucolytic & Expectorant Sirup

Obat batuk ini memiliki kandungan zat aktif guaifenesin dan bromhexine HCl yang berkhasiat mengencerkan dahak sehingga dahak pun mudah dikeluarkan. 

Obat ini aman dikonsumsi pada anak-anak dengan usia 2-12 tahun. Berikut anjuran dosis yang diberikan:

  • Anak usia 2-6 tahun: ½ sendok takar sebanyak 3 kali sehari
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar sebanyak 3 kali sehari

Pada kondisi tertentu, obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti mual, diare, dan juga rasa penuh di perut. 

Anakonidin Mucolytic & Expectorant Sirup isi 60 ml dijual dengan harga Rp12.109.

Mucos Drops

Mucos Drops merupakan obat yang bermanfaat untuk mengatasi penyakit pada saluran pernapasan, termasuk mengatasi batuk berdahak. 

Mucos Drops memiliki kandungan ambroxol hydrochloride yang bisa mengatasi lendir yang muncul pada saluran pernapasan, sehingga bisa segera dikeluarkan.

Obat ini bisa digunakan untuk balita hingga usia 2 tahun, dengan dosis sebagai berikut ini:

  • Balita usia 0-2 tahun: 10 tetes sebanyak 2 kali sehari.

Apabila bayi sulit menelan, penggunaan obat ini bisa dicampurkan pada sari buah, susu, makanan, atau air.

Mucos Drops juga tergolong sebagai obat keras sehingga penggunaannya harus menggunakan resep dari dokter, ya. 

Mucos Drops isi 20 ml dijual dengan harga Rp35.700.

Febrinex Suspensi

Selain meredakan batuk berdahak, obat Febrinex Suspensi juga berkhasiat untuk menurunkan demam karena mengandung paracetamol, dexchlorpheniramine maleate dan guaiacolsulfonate potassium.

Obat ini bisa digunakan oleh anak-anak usia 2-7 tahun dengan dosis sebagai berikut ini:

  • Anak-anak usia 2-4 tahun: 1 sendok takar sebanyak 3-4 kali sehari
  • Anak-anak usia 4-7 tahun: 2 sendok takar sebanyak 3-4 kali sehari

Febrinex Suspensi tergolong obat bebas sehingga tidak perlu menggunakan resep dokter. Febrinex Suspensi isi 60 ml dijual dengan harga Rp19.503. 

Mucohexin Sirup

Mucohexin Sirup memiliki kandungan bromhexine HCl yang membantu mengencerkan dahak, sehingga dahak bisa dikeluarkan dengan mudah dan saluran pernapasan jadi lega. 

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat bebas yang cukup aman dikonsumsi oleh anak-anak dengan catatan penggunaannya harus sesuai petunjuk pada label. 

Berikut ini dosis penggunaan Mucohexin Sirup untuk anak-anak usia 2 tahun dan juga dewasa:

  • Anak-anak usia 2-5 tahun: 5ml sebanyak 2 kali sehari
  • Anak-anak usia 5-10 tahun: 5 ml sebanyak 3 kali sehari
  • Dewasa dan anak di atas 10 tahun: 10 ml sebanyak 3 kali sehari

Pada kondisi tertentu, penggunaan obat ini bisa menimbulkan efek samping seperti, mual, diare, gangguan pencernaan, ruam kulit, sakit kepala, berkeringat, hingga gangguan pada perut. 

Mucohexin Sirup isi 120 ml dijual dengan harga Rp16.470.

Camidryl Sirup

Kandungan di dalam Camidryl Sirup memiliki kandungan diphenhydramine HCl dan ammonium chloride yang bisa meredakan dahak. Selain itu, obat ini juga bisa mengatasi demam dan juga pilek. 

Obat ini aman dikonsumsi untuk anak-anak usia 2 tahun dan juga orang dewasa. Berikut dosisnya berikut ini:

  • Anak usia 2-6 tahun: ½ sendok takar setiap 4 jam sekali, maksimal  2 sendok takar per harinya.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 sendok takar setiap 4 jam sekali, maksimal 4 sendok takar per harinya. 

Meskipun termasuk golongan obat bebas, penggunaannya harus disesuaikan dengan aturan pada label, ya.

Pada beberapa kondisi tertentu, obat ini bisa menyebabkan efek samping seperti gatal-gatal, rasa kantuk, hipotensi, pusing, gangguan pencernaan, mulut dan tenggorokan kering, hingga alergi pada kulit. 

Camidryl Sirup isi 60 ml dijual dengan harga Rp6.004. 

Manfaat Temulawak Bagi Kesehatan, Bahan Utama Maagfit

maagfit

Kunyit jawa atau disebut juga dengan temulawak merupakan tanaman yang berasal dari hutan Indonesia dan Malaysia. Akar dan rimpang (batang bawah tanah) digunakan untuk membuat obat. Seperti pada obat herbal Maagfit, obat yang memiliki permasalahan maag.

Temulawak digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan, sindrom iritasi usus besar, perasaan kenyang atau kembung setelah makan, gas usus, gangguan lambung, serta keluhan liver dan kandung empedu. Ini juga digunakan untuk meningkatkan nafsu makan dan pencernaan.

Ada berbagai macam jenis kunyit diantaranya seperti, Curcuma, Curcuma de Java, Curcuma Javanais, Cúrcuma Javanesa, Curcuma xanthorrhiza, Curcumae Xanthorrhizae Rhizoma, Java Turmeric, Safran des Indes, Témoé-lawacq, Témoé-lawaq, Temu Lawak, Temu Lawas, Tewon Lawa.

Gangguan jangka panjang pada usus besar yang menyebabkan sakit perut. Mengonsumsi ekstrak temulawak tampaknya tidak memperbaiki gejala pada penderita seperti 

  • Perasaan kenyang.
  • Masalah kandung empedu.
  • Gas (perut kembung).
  • Meningkatkan nafsu makan.
  • Gangguan pencernaan (dispepsia).
  • Masalah hati.
  • Masalah perut.
  • Kondisi lain.

Manfaat Kesehatan Kunyit Jawa

Di bawah ini adalah beberapa manfaat kesehatan yang terkenal dari temulawak selain sebagai obat maag seperti pada obat maagfit. Temulawak juga bermanfaat bagi kesehatan lainnya diantaranya.

1. Mengatasi gangguan pencernaan

Berbagai gangguan kesehatan pada saluran pencernaan seperti perut kembung, dispepsia, dan gangguan pencernaan bisa diatasi dengan Kunyit Jawa. Penelitian menyatakan bahwa pasien yang mengalami gangguan kesehatan yang ditemukan pada penyakit kolitis ulserativa semakin membaik dengan mengkonsumsi suplemen Kunyit Jawa secara rutin.

2. Tingkatkan nafsu makan Anda

Bagi para orang tua yang memiliki anak dengan nafsu makan rendah, temulawak atau kunyit jawa bisa menjadi obat yang ampuh untuk menambah nafsu makan anak Anda. Pastinya dalam bentuk yang sudah diolah sehingga bisa sangat aman dan nikmat saat dikonsumsi anak Anda. Temulawak dapat mempercepat proses pengosongan perut sehingga nafsu makan akan segera meningkat kembali. 

3. Mengobati Kanker

Temulawak dapat mengontrol, mencegah, atau bahkan membunuh berbagai jenis penyakit kanker termasuk kanker usus besar, payudara, dan prostat. Penelitian juga menunjukkan bahwa temulawak dapat mencegah pertumbuhan dan penyebaran kanker prostat. Ramuan itu seharusnya bekerja dengan menghambat pertumbuhan pembuluh darah yang membantu pertumbuhan kanker. Efek pencegahannya diasumsikan didukung oleh aktivitas antioksidannya, yang melindungi sel Anda dari kerusakan.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh

Semua bagian temulawak efektif tetapi rimpang paling banyak digunakan. Rimpang terdiri lebih dari seratus macam senyawa seperti amilase, fenolase, lemak, pati, mineral, turunan fenol (kurkuminoid) dan minyak atsiri. Senyawa ini terbukti efektif meningkatkan daya tahan tubuh secara optimal.

5. Mencegah dan menyembuhkan jerawat

Temulawak memiliki atribut astringent yang menyebabkan mengecilnya pori-pori kulit sehingga secara tidak langsung akan mencegah munculnya jerawat di permukaan kulit.

6. Pengobatan alternatif untuk gangguan fungsi hati

Kurkuminoid memiliki khasiat untuk mengobati gangguan kesehatan hati dan mencegah sel-sel hati berlemak. Berbagai studi ilmiah dan uji klinis telah dilakukan oleh para ilmuwan baik dari Indonesia maupun dunia, dan hasilnya secara umum mendukung penggunaan temulawak sebagai obat tradisional yang dapat digunakan untuk penyakit liver dan pegal linu.

7. Menormalkan jaringan yang terkena

Dalam dunia fisioterapi, temulawak tergolong adaptogen, zat tidak berbahaya yang dapat mendorong peningkatan resistensi terhadap racun atau dapat berpengaruh secara fisik, kimiawi dan biologis. Secara umum, ini memiliki efek menormalkan jaringan yang terkena.

8. Meringankan osteoartritis

Osteoartritis adalah salah satu penyebab kecacatan paling umum di AS. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi temulawak selama 4 minggu dapat membantu meredakan nyeri yang terkait dengan osteoartritis pada orang-orang yang sudah memiliki kondisi tersebut.

9. Mencegah tumor

Temulawak juga memiliki khasiat untuk mencegah aksi enzim atau komponen lain yang menyebabkan tumbuhnya sel tumor. Jadi penggunaan temulawak secara rutin pada penderita tumor merupakan langkah yang tepat.

10. Mencegah munculnya demam berdarah

Kandungan minyak atsiri Kunyit Jawa memiliki kegunaan yang dapat menghambat nyamuk Aedes aegypti untuk lebih dekat dengan tubuh Anda. Hal ini akan menghindarkan Anda dari bahaya demam berdarah karena nyamuk jenis ini merupakan pembawa virus dengue.

Pencegahan & Peringatan Khusus:

Bukti lebih lanjut diperlukan untuk menilai efektivitas temulawak untuk penggunaan seperti itu. Temulawak terlihat aman bagi untuk semua orang, jika penggunaannya dilakukan dalam waktu singkat sampai 18 minggu. Tetapi temulawak tidak aman jika digunakan dalam jumlah banyak atau dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan mual. 

Sedangkan untuk Anda ibu hamil atau sedang menyusui tidak cukup diketahui tentang penggunaan temulawak yang tepat.

Jika gejala berlangsung lebih dari 2 minggu atau memburuk selama penggunaan obat, dokter atau praktisi perawatan kesehatan yang berkualifikasi harus melakukannya

Takaran yang tepat dari temulawak tergantung dari beberapa faktor seperti usia pengguna, kesehatan, dan beberapa kondisi lainnya. Saat ini belum ada informasi ilmiah yang cukup untuk menentukan kisaran dosis yang tepat untuk temulawak. Ingatlah bahwa produk alami seperti obat herbal maagfit harus selalu dilakukan pengawasan dan perhatikan dosisnya penting. Pastikan untuk mengikuti petunjuk yang relevan pada label produk dan konsultasikan dengan apoteker atau dokter Anda sebelum menggunakan.

Macam-Macam Kandungan Alami di Obat Batuk Herbal

Selain obat resep dari dokter, obat batuk herbal sering dijadikan pilihan untuk menyembuhkan gejala batuk. Obat batuk jenis ini biasanya terbuat dari bahan-bahan alami yang menyehatkan.

Saat menderita gejala batuk, Anda juga bisa mencoba meredakannya dengan mengonsumsi obat herbal. Biasanya, obat herbal bisa didapatkan secara bebas tanpa memerlukan resep dari dokter.

Kandungan pada obat batuk herbal

Ada berbagai macam kandungan alami yang umum digunakan dalam obat batuk herbal. Beberapa di antaranya adalah:

  • Jahe

Jahe dapat meredakan batuk kering atau asma. Kemampuan jahe untuk mengendalikan gejala berasal dari sifat antiinflamasi. Sifat ini juga berkontribusi dalam meredakan mual dan nyeri.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa jahe bisa mengendurkan selaput di saluran udara. Ini akan membuat risiko batuk Anda menjadi lebih rendah. Karena itu, jahe seringkali dijadikan sebagai bahan alami dalam pembuatan obat herbal.

  • Mint

Mint merupakan sejenis spesies tanaman yang sering dijadikan bahan pembuatan permen, teh, dan lain sebagainya. Obat herbal untuk menyembuhkan batuk juga sering menggunakan kandungan ini.

Daun mint terkenal memiliki kemampuan untuk menyembuhkan masalah pada tenggorokan. Ketika dikonsumsi, daun mint akan bekerja sebagai dekongestan untuk membantu memecah dahak. 

  • Daun thyme

Daun thyme memang tidak terlalu populer di Indonesia, namun beberapa obat herbal menggunakan tanaman ini sebagai salah satu bahan alami utamanya. Banyak orang menggunakan daun thyme ini untuk mengobati penyakit pernapasan.

Apabila dikombinasikan dengan daun ivy, daun thyme bisa bekerja semakin efektif untuk mengatasi batuk serta penyakit bronkitis jangka pendek. Hal ini bisa terjadi karena daun thyme mengandung senyawa flavonoid, yaitu senyawa yang bisa mengendurkan otot tenggorokan.

  • Madu

Madu sudah sejak lama dikenal sebagai pengobatan alami yang paling ampuh untuk meredakan gejala sakit tenggorokan dan batuk. Karean itu, banyak obat batuk herbal yang juga menggunakan madu sebagai salah satu bahan pembuatannya.

Secara khusus, madu banyak digunakan untuk obat batuk yang ditujukan bagi anak-anak.  Rasa manis pada madu menjadi daya tarik bagi anak-anak, membuat obat batuk terasa lebih enak dari obat-obatan lainnya.

  • Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Kandungan ini bekerja dengan menyeimbangkan flora gastrointestinal, yaitu bakteri yang hidup di usus Anda. 

Saat bakteri tersebut menjadi seimbang, fungsi sistem kekebalan tubuh menjadi lebih stabil. Hal ini berkontribusi dalam menyebabkan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan dan batuk.

  • Nanas

Tahukah Anda bahwa buah nanas juga bisa menjadi kandungan yang cukup penting dalam obat batuk herbal? Secara khusus, bagian nanas yang digunakan adalah batang dan buah nanas untuk memanfaatkan kandungan bromelain di dalamnya.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bromelain dari nanas dapat bekerja dengan melonggarkan dahak di tenggorokan. Selain itu, bukan hanya meredakan batuk, kandungan ini juga bisa meringankan masalah sinusitis dan alergi. 

Itulah beberapa kandungan yang seringkali dijadikan sebagai bahan alami dalam pembuatan obat herbal, secara khusus obat herbal yang digunakan untuk mengobati batuk. Selain itu, mungkin masih ada beberapa kandungan lain yang lebih jarang digunakan.

Obat batuk herbal umumnya aman untuk dikonsumsi. Jika ingin memastikan keamanannya, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. Tanyakan pada dokter mengenai reaksi yang mungkin muncul dari penggunaan obat herbal dengan obat lainnya.

Ketahui 5 Hal Penting Sebelum Vaksin Campak

Vaksin campak dilakukan untuk mencegah penularan dari infeksi virus paramyxovirus, yaitu virus penyebab campak. Pemberian vaksin campak ini masuk dalam program imunisasi dasar lengkap yang diwajibkan Kemenkes RI.

Ada tiga jenis imunisasi untuk mencegah campak, yaitu imunisasi campak, imunisasi MR, dan imunisasi MMR.

Saat ini Indonesia sedang menggalakkan program rutin imunisasi campak, yaitu imunisasi Mumps dan Rubella (MR). Indonesia memprioritaskan pemberian MR karena bahaya komplikasi campak dan rubella yang berat dan mematikan.

Imunisasi campak tak hanya memberi dampak baik bagi diri sendiri, tetapi sekaligus menjaga kekebalan suatu daerah.

Anda bisa melakukan vaksin campak di Puskesmas, rumah sakit, dan klinik. Salah satu tempat yang bisa Anda datangi ketika ingin melakukan vaksin campak yaitu  di Rumah Imunisasi Medivax. 

Nah, sebelum memutuskan membawa si kecil melakukan vaksin campak, yuk ketahui 5 hal penting berikut ini. 

1. Waktu pemberian imunisasi campak pada bayi

Pemberian vaksin campak dilakukan pada anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun dengan cakupan tinggi. Jadwal pemberian vaksin campak bisa dimulai sejak bayi berusia di bawah 1 tahun. 

Berikut ini waktu pemberian vaksin campak pada anak: 

  • Pemberian pertama dilakukan ketika anak masih berusia 9 bulan. Setelah menerima vaksin campak di usia 9 bulan, anak harus menerima 2 lagi dosis booster. 
  • Dosis booster pertama diberikan ketika anak berusia 18 bulan, atau berusia 15 bulan bila menerima vaksin MMR/MR. 
  • Apabila anak belum juga menerima vaksin campak hingga berusia 12 bulan, maka vaksin MMR/MR dapat langsung diberikan. Booster kedua diberikan ketika anak berusia 5-7 tahun.

Vaksin juga dapat diberikan pada remaja dan orang dewasa. Pemberian vaksin campak pada remaja dan orang dewasa yang belum menerima vaksin sebelumnya dilakukan setidaknya satu kali. Namun, akan lebih baik jika penerimaan vaksin dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

2. Pastikan anak tidak sakit

Ketika hendak melakukan vaksin campak, sebaiknya ibu menjaga kesehatan anak. Anak yang sedang flu, batuk, demam, atau terkena penyakit lainnya, dilarang melakukan vaksin. 

Jika tidak, anak akan demam sesaat setelah diimunisasi. Bahkan demam tinggi setelah melakukan imunisasi.

3. Beri makan dua jam sebelum vaksin

Memberi si kecil makan sebelum vaksin akan membuat bayi lebih tenang ketika diimunisasi. Saat bayi kenyang, ia akan cenderung lebih tenang. 

Alberta Health Services, Amerika Serikat, menyebutkan sebaiknya anak diberi makan setidaknya 2 jam sebelum imunisasi. Jika Si Kecil ASI eksklusif, pastikan untuk menyusuinya dengan cukup sebelum imunisasi dilakukan.  

4. Kenakan pakaian yang mudah dibuka

Suntik imunisasi akan diberikan pada  bagian lengan dan paha. Untuk itu, pastikan ibu mengenakan bayi dengan pakaian yang mudah dibuka, agar proses penyuntikan selesai lebih cepat. 

Menggunakan baju yang tidak praktis hanya akan membuat bayi rewel saat proses baju yang dibuka terlalu lama.

5. Selalu jujur soal proses imunisasi

Proses vaksin memang tidak pernah mudah. Ada kemungkinan si kecil akan rewel, takut, dan panik saat vaksin dilakukan. Namun, sebaiknya jangan berbohong mengenai imunisasi pada bayi. 

Jika membohonginya dan kenyataannya tidak sesuai realita, ia akan mengalami trauma. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan jika cara terbaik untuk mempersiapkan anak imunisasi adalah dengan menjelaskan secara benar. 

Jadi, katakan saja kalau disuntik itu sakit, tetapi rasa sakit itu akan hilang dalam waktu cepat. Meski di usia 9 bulan bayi belum bisa berbicara, sebenarnya dia mengerti dan bisa merasakan kekhawatiran.

Sekilas Tentang Rumah Imunisasi Medivax 

Rumah Imunisasi Medivax merupakan rumah imunisasi yang terletak di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Lokasi Rumah Imunisasi Medivac mudah ditemukan  karena berada di dekat Pasar Modern Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. 

Dalam hal vaksinasi, Rumah Imunisasi Medivax dikenal sangat andal karena dibentuk oleh tenaga kesehatan profesional untuk pelayanan vaksinasi. Di sini tersedia jasa vaksinasi anak maupun dewasa. 

Berawal dari kesadaran mengenai betapa pentingnya pencegahan daripada mengobati, Medivax membentuk sebuah tim yang bekerjasama dengan inHarmony Klinik Jakarta.

Tim Medivax yang terdiri dari Dokter dan Bidan akan memberikan informasi dan konsultasi kesehatan hingga tumbuh kembang anak.

Tertarik melakukan Vaksin HPV Cervarix di Rumah Imunisasi Medivax? Yuk lakukan pendaftaran atau booking melalui aplikasi SehatQ atau melalui layanan Customer Care SehatQ (021) 3199 0388 dan WhatsApp +62 812-8858-8167.

Memasuki Musim Hujan, Beri Si Kecil Perlindungan Ekstra dengan Rekomendasi Produk Jovee

Jovee

Kesehatan buah hati menjadi fokus utama orang tua, apalagi pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir. Memasuki musim hujan, kekebalan tubuh cenderung menurun terutama pada anak-anak.

Dengan makanan bergizi seimbang dan dilengkapi dengan produk rekomendasi Jovee, anak menjadi lebih sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit. 

4 tips meningkatkan kekebalan tubuh si kecil

Sistem imun merupakan pelindung tubuh dari infeksi virus, bakteri, dan patogen penyebab penyakit. Kekebalan tubuh yang kuat akan meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

Berikut cara meningkatkan imunitas anak:

  • Makan makanan bergizi

Tubuh yang sehat dan kuat berawal dari makanan bergizi. Buatlah menu makan harian yang terdiri dari serat, protein, karbohidrat dengan jumlah seimbang. Buah dan sayur, daging tanpa lemak, biji-bijian adalah pilihan yang tepat.

Kurangi makan makanan yang diproses tinggi, serta mengandung gula dan garam yang tinggi, seperti keripik dan kue. Keduanya bisa menyebabkan inflamasi dan menurunkan kekebalan tubuh.

  • Jaga kesehatan pencernaan

Keseimbangan bakteri di dalam usus mendukung proses metabolisme. Ketika flora usus tidak seimbang, kemampuan tubuh dalam melawan infeksi berkurang sehingga anak akan lebih mudah terserang pilek dan flu. 

Mengonsumsi makanan dengan probiotik atau bakteri baik dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus. Lactobacillus, bifidobacterium, dan acidophilus adalah beberapa contoh probiotik yang umum ditemukan dalam suplemen atau makanan fermentasi seperti yogurt.

  • Tetap tenang

Selama pandemi Covid-19, anak-anak dianjurkan untuk berdiam diri di rumah dan melakukan pembelajaran secara online. Mungkin beberapa orang tua tidak menyadari bahwa pandemi ini juga membuat anak jenuh dan stres. 

Lakukan kegiatan yang menyenangkan yang bisa membantu Andak melepas kejenuhannya. Anda bisa mengajaknya bermain bersama, menonton film kesukaan, atau meditasi.  

  • Tidur yang cukup dan teratur

Tidur memainkan peranan penting bagi pertumbuhan dan kesehatan si kecil. Kebutuhan tidur anak-anak lebih banyak dari orang dewasa. 

Menurut USA National Sleep Foundation, anak berusia 1-2 tahun membutuhkan hingga 14 jam waktu tidur setiap malam, 11-13 jam untuk anak usia 3-5 tahun, dan 9-11 untuk berusia 9-11 tahun. 

Pastikan anak Anda mendapatkan cukup tidur berkualitas sesuai dengan rekomendasi tersebut.

  • Konsumsi suplemen

Suplemen makanan berfungsi untuk memberi perlindungan ekstra pada anak. Zinc, vitamin D, minyak ikan, dan probiotik adalah suplemen yang mendukung kekebalan tubuh si kecil. 

Sebelum mulai mengonsumsi suplemen, pastikan berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Rekomendasi suplemen anak terbaik

Jovee menyediakan suplemen lengkap untuk mendukung perlindungan terhadap buah hati Anda. Terbuat dari bahan alami dan berkualitas, berikut rekomendasi multivitamin untuk anak.

  • Gizidat

Madu telah lama digunakan sebagai obat penyembuh karena memiliki banyak sekali khasiat. Gizidat berasal dari madu hitam alami dan ekstrak ikan sidat yang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan anak serta mendukung pertumbuhannya. 

Dengan kandungan multivitamin pada keduanya, Gizidat juga dapat melancarkan pencernaan dan meningkatkan daya tahan tubuh si kecil. 

  • Nature’s Plus Animal Parade

Kombinasi seimbang dari multivitamin dan mineral membuat Natures Plus Animal Parade cocok digunakan untuk membantu memelihara daya tahan tubuh anak, terutama saat anak dalam masa pemulihan setelah sakit. 

Tersedia dalam bentuk tablet kunyah dan rasa buah-buahan, anak pasti akan suka mengonsumsinya.

  • Nature’s Plus Iron Softgel

Zat besi adalah mineral yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan energi. Nature’s Plus Iron Softgel membantu anak yang rentan atau menderita anemia agar tetap sehat dan bertenaga.

Produk Jovee bisa ditemukan di toko kesehatan SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play Store.

Hati-hati Gunakan Alfentanil, Efek Sampingnya Parah

Pernah mendengar obat berjenis alfentanil? Ini merupakan obat yang berfungsi sebagai penghilang rasa nyeri. Alfentanil pun kerap menjadi suntikan anestesi untuk menjalani operasi. Selayaknya obat-obatan lainya, meskipun memiliki manfaat untuk kesehatan dan kepentingan medis, efek samping pun tidak bisa dihindarkan dari penggunaan alfentanil. 

Apalagi, alfentanil merupakan jenis obat opioid yang terkategori obat keras. Salah ukuran volume obat ini dalam penyuntikan saja dapat menimbulkan bahaya yang cukup besar bagi Anda. Karena alasan inilah, penggunaan alfentanil harus sesuai resep dokter dan dilakukan oleh tenaga medis yang mumpuni. 

Anda mungkin penasaran sebenarnya apa saja efek samping alfentanil sampai obat ini harus digunakan ekstra hati-hati. Berikut ini adalah berbagai dampak yang dapat Anda rasakan ketika menerima suntikan obat yang masuk kategori opioid ini. Nyatanya, berbagai efek samping di bawah ini bisa mengancam nyawa Anda. 

  1. Apnea 

Apnea merupakan gangguan pernapasan di mana napas Anda bisa berhenti hingga hampir 10 detik. Kondisi penghentian napas ini biasa terjadi karena tubuh kekurangan oksigen. Gangguan ini umumnya terjadi pada saat tidur sehingga kerap disebut sebagai sleep apnea. Pasien yang menerima suntikan alfentanil pun berpotensi mengalami penghentian napas sesaat ini. 

  1. Tekanan Darah Rendah 

Penggunaan alfentanil yang dosisnya tidak tepat bisa membuat tekanan darah Anda mendadak drop. Jangan remehkan tekanan darah rendah yang terjadi mendadak. Tekanan darah rendah sama berbahayanya dengan tekanan darah tinggi. Ketika tekanan darah Anda tiba-tiba turun jauh, Anda bisa berisiko terkena serangan stroke hingga kematian mendadak. 

  1. Depresi 

Efek samping alfentanil bukan hanya mampu menyerang fisik Anda dan merusak fungsi organ tubuh. Lebih daripada itu, efek samping dari obat keras ini juga dapat menyasar mental Anda. Ditemukan beberapa kasus di mana pengguna alfentanil pada akhirnya sulit mengontrol tingkat stres dan berujung pada kondisi depresi. 

  1. Kapasitas Paru-paru Menurun 

Kapasitas paru-paru merupakan kemampuan paru-paru untuk menampung udara ketika Anda bernapas. Kapasitas paru-paru orang dewasa normal adalah sebanyak 6 liter. Namun ketika Anda menggunakan alfentanil, kapasitas tersebut bisa sangat menurun sehingga berpengaruh ke penurunan fungsi pernapasan Anda. Orang yang mengalami penurunan kapasitas paru-paru akan merasa sulit mengembuskan napas dan mudah mengalami sesak ketika melakukan aktivitas berat. 

  1. Irama Jantung Tidak Normal 

Anda bisa sangat mungkin mengalami masalah jantung ketika mendapat suntikan berisi obat alfentanil. Pasalnya, obat ini bisa membuat irama jantung menjadi tidak normal. Beberapa orang yang pernah mendapatkan alfentanil mengaku merasakan detak jantung menjadi sangat cepat. Beberapa lainnya justru merasa detak jantung melambat. Mau cepat atau lambat, detak jantung yang tidak normal bisa berujung pada serangan jantung yang mematikan. 

  1. Kejang

Ketika seseorang mengalami kejang, biasanya ada masalah di otak mereka sehingga aktivitas listrik di area tersebut terganggu dan menimbulkan gejala kejang. Namun, penggunaan alfentanil juga dapat menimbulkan efek samping kejang. Kejang bisa terjadi tiba-tiba sesaat atau beberapa waktu setelah seseorang diberi suntikan obat alfetanil. Ketika mengalami kejang, sangat mungkin Anda juga akan mengalami kehilangan kesadaran dan penghentian napas untuk beberapa saat. 

  1. Masalah Penglihatan  

Efek samping lain dari alfentanil yang perlu diwaspadai adalah risikonya terhadap penglihatan Anda. Ditemukan bukti bahwa orang-orang yang diberi suntikan alfentanil kerap menemui penglihatan yang kabur untuk beberapa saat ke depan. 

*** 

Efek samping dari alfentanil bisa sangat parah pada orang yang baru menerima suntikan obat keras ini pertama kali. Namun pada pasien yang sudah sering diberi suntikan alfentanil, efek sampingnya bisa lebih ringan bahkan tidak terjadi.

Perlukah Lansia Konsumsi Vitamin dan Suplemen?

vitamin dan suplemen

Bukan menjadi hal yang menakjubkan ketika para lansia membutuhkan konsumsi vitamin dan suplemen sebagai tambahan nutrisi untuk tubuh. Keduanya dikonsumsi karena beberapa alasan, seperti memperlambat penuaan, menjaga stamina tubuh agar tidak mudah sakit hingga mencegah tubuh para lansia ini kekurangan gizi.

Meskipun sebagian dari mereka perlu merogoh kocek lebih dalam karena untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen dibutuhkan. Meski begitu dibutuhkan pemahaman dan pengertian yang cukup untuk bisa memilih vitamin apa yang harus dikonsumsi dan suplemen jenis apa yang dibutuhkan, karena keduanya tidak boleh dikonsumsi secara asal.

Vitamin dan Suplemen untuk Lansia

Sudah menjadi makronutrien yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh, meskipun hanya dalam jumlah yang sedikit. Namun asupan vitamin seseorang harus dipenuhi setiap harinya, bersama dengan mineral keduanya tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh sehingga harus didapat dari luar. Bisa dengan mengonsumsi makanan, vitamin atau suplemen.

Terlebih bagi para lansia yang sistem imunnya sudah mengalami penurunan, para ahli sepakat jika cara terbaik dalam mendapatkan asupan vitamin yang cukup adalah melalui makanan sehat. Bisa diaplikasikan dengan memperbanyak makan sayur, buah, biji-bijian dan lainnya. Namun seiring usia yang terus bertambah diperlukan tambahan suplemen.

Seperti ketika memasuki usia 50 tahun ke atas, hormon dalam tubuh mulai berubah dan tidak seimbang. Hal ini membuat seseorang sulit memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral setiap hari secara alami alias melalui beberapa bahan makanan yang disebutkan di atas. Dalam kondisi inilah pentingnya mengonsumsi vitamin tambahan.

Namun demikian, peneliti dari Emory University menyebut jika sekitar dua pertiga lansia mengonsumsi vitamin yang sebenarnya tidak diperlukan. Bahkan dalam The Journal of Nutrition tahun 2017 disebutkan bahwa sebanyak 29 persen lansia mengonsumsi lebih dari empat vitamin sekaligus dalam sekali minum.

Alih-alih mendapat tubuh sehat, terlalu banyak mengonsumsi vitamin justru dapat membahayakan kesehatan lansia. Seseorang dengan usia lanjut tak menutup kemungkinan mengalami overdosis vitamin. Beberapa vitamin juga tergolong larut dalam air, seperti vitamin B dan C, sementara kelebihan vitamin dalam tubuh akan diproses langsung oleh ginjal.

Setelahnya akan dikeluarkan langsung lewat urine, hal ini justru membuat vitamin yang dikonsumsi menjadi sia-sia dan hanya dibuang. Terdapat beberapa kondisi yang membuat lansia benar-benar membutuhkan tambahan suplemen, terlebih bagi mereka yang juga menderita kondisi tertentu dan wajib mengonsumsi vitamin tambahan, berikut di antaranya.

  • Sakit

Lansia dalam keadaan sakit, hingga mendapat perawatan di rumah sakit tentu membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mempercepat kesembuhan. Dalam keadaan ini nyaris semua lansia mengalami penurunan nafsu makan, untuk menghindari kebutuhan nutrisi yang tak tercukupi dibutuhkan vitamin dan suplemen yang tepat.

  • Nafsu Makan Turun

Nafsu makan yang turun biasanya dikarenakan beberapa faktor seperti sakit, sulit makan, gigi yang tidak lengkap hingga masalah pencernaan seperti diare, mual dan muntah. Jika lansia mengalami beberapa kondisi ini maka mereka benar-benar membutuhkan vitamin tambahan. Khususnya suplemen yang meningkatkan nafsu makan.

Agar tidak bingung dalam memilih jenis vitamin apa yang dikonsumsi, perlu diketahui beberapa jenis vitamin dan nutrisi yang baik bagi para orang tua. Di antaranya seperti vitamin D, kalsium, vitamin B12, vitamin B6, magnesium dan omega-3. Pilih produk vitamin atau suplemen yang mengandung beberapa nutrisi tersebut, tentu untuk menghindari hal-hal yang justru membahayakan tubuh.

Cara Pakai dan Dosis Pseudoephedrine

Merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi gejala hidung tersumbat ketika seseorang mengalami flu atau pilek dan penyakit pernapasan lainnya dikenal dengan nama pseudoephedrine. Obat ini bisa ditemukan sebagai kandungan tunggal atau kombinasi dengan obat lain, selain itu obat ini juga termasuk dalam golongan dekongestan yang cara kerjanya meredakan pembengkakan.

Pembengkakan tersebut terjadi dalam pembuluh darah di hidung, sehingga saluran napas lebih terbuka dan napas menjadi lega. Jika pasien mengonsumsi obat ini di rumah, sangat dianjurkan untuk membaca panduan obat dengan seksama. Selain itu pasien juga bisa melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mulai mengonsumsi.

Cara Konsumsi Pseudoephedrine

Konsumsi obat ini bisa dilakukan secara langsung atau tanpa makan, pada umumnya setiap 4-6 jam seperti penjelasan yang terdapat pada kemasan produk atau resep yang diberikan dokter. Dilarang mengonsumsi lebih dari empat dosis dalam sehari, dosis diberikan berdasarkan usia, kondisi kesehatan dan respons pasien terhadap terapi.

Sangat tidak disarankan untuk melebihkan dosis atau mengonsumsi obat ini lebih sering dari yang diresepkan dokter. Jika mengonsumsi obat dalam bentuk tablet kunyah, kunyah dengan baik dan telan, apabila mengonsumsi obat ini dalam bentuk cairan bisa menakar dosis dengan menggunakan gelas ukur khusus untuk obat.

Tidak disarankan mengonsumsi obat dalam bentuk cair menggunakan sendok rumahan, hal itu dapat membuat dosis yang yang dikonsumsi menjadi tidak tepat atau sesuai dengan anjuran dokter. Obat ini dipasarkan dalam berbagai bentuk dan merek, beberapa tablet harus dimakan dengan sejumlah air yang banyak.

Sangat dianjurkan untuk membaca arahan yang spesifik dengan seksama dalam setiap produk karena jumlah kandungan obat ini setiap produk berbeda. Yang terpenting jangan mengonsumsi obat ini lebih dari yang direkomendasikan, perlu diketahui bahwa kafein bisa meningkatkan efek samping pengobatan ini.

Hindari mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh dan minuman bersoda dalam jumlah yang banyak. Selain itu makan cokelat dalam jumlah yang banyak atau mengonsumsi obat non-resep yang mengandung kafein juga tidak diperkenankan. Jika gejala tidak membaik dalam tujuh hari, atau justru malah memburuk segera pergi ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.

Dosis dan Aturan Pakai

  • Dewasa

Dosis awal 30-60 mg diberikan setiap 4-6 jam, sementara dosis maksimal mencapai 240 mg yang dikonsumsi setiap harinya.

  • Anak-anak

Untuk anak berusia 12 tahun ke atas dosis awal sebanyak 30-60 mg diberikan setiap 4-6 jam dan dosis maksimal 240 setiap hari.

  • Anak Usia 6-12 Tahun

Dosis awal 30 mg diberikan setiap 4 sampai 6 jam dan dosis maksimal mencapai 120 mg setiap harinya.

  • Anak Usia 4-5 Tahun

Dosis awal konsumsi obat untuk anak umur empat sampai lima tahun adalah 15 mg diberikan setiap 4-6 jam, sementara dosis maksimal 60 mg per hari.

Efek Samping

  • Reaksi kulit yang parah seperti pustulosis eksantemantosa generalisata akut.
  • Gangguan jantung seperti takikardi, aritmia jantung sehingga jantung berdebar.
  • Gangguan mata seperti glaukuma sudut tertutup.
  • Munculnya gangguan sistem saraf seperti tremor dan sakit kepala.
  • Gangguan pencernaan seperti mulut kering, mual dan muntah.
  • Gangguan ginjal dan urin, seperti retensi urin.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan seperti ruam.
  • Gangguan pembuluh darah bisa seperti hipertensi.

Segera beritahukan ke dokter jika muncul beberapa kondisi di atas terutama setelah pemakaian atau konsumsi obat pseudoephedrine. Penanganan yang tepat dan cepat akan meminimalisir beberapa kondisi buruk yang bisa saja dialami pasien.

Acarbose untuk Menurunkan Berat Badan, Ampuhkah?

Acarbose (akarbosa) umumnya digunakan untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Tersedia dalam bentuk tablet minum, acarbose dijual dalam berbagai merek. Penggunaanya terkadang dikombinasikan dengan diet dan olahraga, insulin, atau obat diabetes lain.

Acarbose diketahui memiliki kegunaan lain. Pada pasien diabetes yang juga obesitas atau kelebihan berat badan, acarbose membantu menurunkan berat badan untuk menurunkan kadar gula darah. Artikel berikut akan membahas lebih lanjut manfaat acarbose pada pasien obesitas non-diabetes.

Cara kerja acarbose

Acarbose termasuk dalam kelas obat yang disebut dengan penghambat alfa-glukosidase. Obat ini bekerja dengan memperlambat aksi enzim tertentu yang bertugas memecah makanan menjadi gula. Proses ini membantu menjaga kadar gula darah tidak naik terlalu tinggi setelah makan.

Bisakah acarbose digunakan untuk menurunkan berat badan?

Obesitas merupakan faktor risiko dari banyak penyakit, termasuk diabetes dan jantung. Dengan mengatur gaya hidup dan pola makan yang sehat, siapapun dapat terhindar dari kondisi tersebut.

Karena terbukti khasiatnya dalam menurunkan berat badan pada pasien diabetes, acarbose dipercaya efektif membantu menurunkan berat badan pada pasien obesitas yang tidak menderita diabetes.

Dalam sebuah penelitian double blind acak, partisipan dengan indeks massa tubuh (BMI) antara 25-35 kg/m2 dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok perlakuan mengonsumsi 100 mg acarbose 3 kali sehari selama 20 minggu disertai dengan diet rendah kalori dan olahraga. Sedangkan kelompok kontrol diberi plasebo dan sisa perlakuan yang sama.

Hasil penelitian menemukan bahwa partisipan yang menerima acarbose memperlihatkan penurunan berat badan yang lebih tinggi daripada kelompok plasebo. Hal ini menandakan penggunaan acarbose akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan olahraga dan diet seimbang. Namun ketika penggunaan dilanjutkan setelah penurunan berat badan, acarbose tidak mampu menjaga berat badan tetap stabil.

Adapun penelitian lain menemukan bahwa kombinasi orlistat dan acarbose merupakan perawatan yang lebih aman dan efetif dalam menurunkan berat badan, karena menghasilkan lebih sedikit efek samping.

Penggunaan dan efek samping

Untuk mengobati diabetes, acarbose umumnya diminum tiga kali sehari atau sesuai dengan saran dokter. Jika Anda mengonsumsi obat acarbose yang tersedia sebagai obat bebas atau generik, ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada label kemasan. Tanyakan pada dokter atau apoteker jika ada bagian yang tidak dimengerti. 

Ketika acarbose dikonsumsi bersamaan dengan insulin atau obat antidiabetes lainnya, acarbose dapat menurunkan kadar gula darah secara drastis. Efek samping umum yang dirasakan antara lain:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Perut kembung akibat gas
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut
  • Perubahan tiba-tiba pada perilaku dan suasana hati

Efek samping di atas berkembang selama beberapa minggu pertama setelah mengonsumsi acarbose, dan akan hilang dengan sendirinya. Namun jika kondisi lebih parah, tidak kunjung sembuh, atau muncul efek samping lainnya maka disarankan untuk segera menemui dokter.

Efek samping serius dari penggunaan acarbose meliputi:

  • Reaksi alergi pada kulit, termasuk ruam, kemerahan, dan kulit bengkak
  • Masalah hati, termasuk mata atau kulit menguning, perut bengkak, dan nyeri di perut bagian kanan atas
  • Pneumatosis cystoides intestinalis atau kista berisi gas yang muncul di dinding usus. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah usus. Gejalanya meliputi diare, keluarnya lendir, perdarahan rektal, dan sembelit

Catatan

Acarbose memang mudah ditemukan di apotek. Meski obat antidiabetes ini efektif membantu menurunkan berat badan, acarbose dapat berinteraksi negatif dengan beberapa jenis obat dan tidak cocok dikonsumsi oleh orang dengan kondisi tertentu. Oleh sebab itu lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Mengenal Manfaat dan Efek Samping Suplemen Fucoidan

Fucoidan merupakan salah satu jenis suplemen yang bisa meningkatkan kesehatan lambung. Sebab, mengonsumsi suplemen ini akan membuat lapisan lambung menjadi tebal dan membuat seseorang terhindar dari tukak lambung.

Mengenal Manfaat Suplemen Fucoidan

Suplemen fucoidan sendiri merupakan polisakarida yang bisa didapat di dinding sel ganggang coklat.

Selain bermanfaat untuk lambung, fucoidan juga memiliki efek anti virus, anti tumor, serta anti arthritis. Selain untuk kesehatan lambung, mengonsumsi suplemen ini juga dapat mengurangi reaksi peradangan di usus yang akan mengatasi ulkus di usus halus.

Selain itu, fucoidan juga biasanya digunakan sebagai terapi untuk penyakit seperti:

  • Radang usus
  • Kanker
  • Penyakit yang muncul karena gangguan auto imun (Multiple Sclerosis)
  • Myokarditis autoimun
  • Radang sendi ringan (osteoarthritis)
  • Radang sendi akut yang mengakibatkan sendi terasa kaku (arthritis rematoid)

Ada juga penyakit lain yang juga menggunakan fucoidan ini sebagai terapi selain yang disebutkan di atas. Suplemen ini juga digunakan sebagai antitrombosis, antikoagulan, antitumor, hingga digunakan untuk meningkatkan kekebalan imunitas tubuh (imunomodulator).

Cara Mengonsumsi Fucoidan

Jika ingin mengonsumsi suplemen ini, bisa digunakan ketika perut kosong yang bisa dikonsumsi pada pagi, siang, atau sore. Apabila suplemen fucoidan yang akan dikonsumsi berupa sirup, gunakanlah sendok takarnya agar pas. Jangan sampai menggunakan sendok makan biasa karena dosisnya dikhawatirkan tidak sesuai anjuran.

Baca aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Tanyakan pada dokter jika Anda merasa ragu atau tidak yakin.

Efek Samping Fucoidan

Berbeda dari obat-obatan, suplemen biasanya memiliki risiko efek samping yang lebih kecil namun tetap ada efek sampingnya. Nah, oleh karena itu, ada beberapa efek samping yang harus diperhatikan, seperti:

  • Diare
  • Terjadi pengenceran darah terus menerus
  • Mengalami pusing, tubuh mudah lebam, hingga pingsan
  • Muncul reaksi alergi yang biasanya berisiko terjadi pada orang yang punya alergi terhadap kedelai

Namun, bukan berarti semua orang yang mengonsumsi fucoidan ini akan mengalami efek sampingnya. Tentu saja ada orang yang mengonsumsi fucoidan dan tidak merasakan efek samping sama sekali.

Kelompok Orang yang Berisiko Konsumsi Fucoidan

Suplemen fucoidan adalah suplemen yang mengandung tinggi iodin dan bisa mengencerkan darah penggunanya. Sehingga perlu berhati-hati juga saat menggunakan fucoidan ini. Berkonsultasi dan berdiskusilah dengan dokter sebelum menggunakannya, terlebih kelompok yang berisiko berikut ini:

  • Orang yang mengalami diare
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Orang yang memiliki tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mereka yang memiliki riwayat penyakit hipertiroidisme

Dosis Penggunaan

Antara fucoidan sirup dan bentuk kapsul memiliki perbedaan cara konsumsi. Secara lengkap, petunjuk ini bisa dilihat pada kemasan ataupun sesuai dengan anjuran dokter.

Dalam bentuk kapsul, sebaiknya dikonsumsi sebanyak 1 kapsul yang dikonsumsi 1-2 kali sehari. Sedangkan bentuk sirup bisa dikonsumsi sebanyak 15 ml 1 kali sehari saja. Tentu saja berbeda merek, beda pula aturan pakainya. Pastikan Anda menyesuaikan penggunaan suplemen fucoidan dengan informasi yang ada di kemasan.

Ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi suplemen ini. Hindarilah penggunaan fucoidan dengan antikoagulan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdaarahan. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Jangan pernah menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dan pengawasan dokter. Alih-alih menyehatkan, justru malah membahayakan kesehatan.