Ini Alasan Ivermectin Belum Sah Untuk Tangani Covid-19

Kasus Covid-19 hingga saat ini masih terus bertambah walau tidak dalam jumlah yang fantastis. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada dan mematuhi protokol yang berlaku. Selama pandemi Covid-19 pun banyak berita bertebaran di internet mengenai pengobatan hingga vaksin yang hoax atau palsu.

Salah satunya mengenai obat ivermectin yang dikatakan dapat mengobati Covid-19. Faktanya, obat-obat Covid-19 sendiri belum dipatenkan secara resmi dan masih dalam pengembangan lebih lanjut. Untuk itu, baik FDA, CDC, hingga BPOM memberikan pernyataan resmi mereka tentang hal tersebut.

Ivermectin tablet adalah obat untuk mengobati infeksi cacing strongyloidiasis dan onchocerciasis

Ivermectin sendiri memang kerap digunakan sebagai salah satu obat dalam perawatan Covid-19. Namun, apakah benar efektif untuk mengobatinya? Berikut faktanya yang harus anda ketahui!

Apa itu Ivermectin?

Ivermectin adalah obat keras golongan anti parasit yang bekerja dengan membunuh dan melumpuhkan cacing gelang parasit penyebab infeksi. Umumnya obat ini digunakan untuk infeksi strongyloidiasis dan onchocerciasis, tetapi juga bisa untuk infeksi ascariasis, trichuriasis, dan enterobiasis.

Obat ini dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis tertentu yang telah diresepkan. Ivermectin juga digunakan pada hewan untuk mencegah penyakit cacing heartworm dan parasit lainnya. Dosis yang besar biasanya diformulasikan untuk kuda dan sapi.

Mengutip Badan POM RI, pengobatan Ivermectin di Indonesia masih tergolong baru, sehingga BPOM memberikan batas waktu kadaluarsa selama 6 (enam) bulan untuk obat tersebut. 

Oleh karenanya, masyarakat dihimbau untuk tidak menggunakan obat Ivermectin lebih dari 6 bulan dari tanggal produksi yang tertera. Karena merupakan obat keras, maka penggunaannya pun harus sesuai dengan resep dokter dan dalam dosis yang sudah ditetapkan. 

Masyarakat juga disarankan untuk tidak membelinya secara bebas di platform online. Ivermectin bekerja dengan cara mengikat sel saraf parasit dan otot invertebrata, sehingga  menyebabkan kelumpuhan dan kematian parasit. 

Dosis yang tepat obat Ivermectin tidak menimbulkan toksisitas yang signifikan, tetapi sakit kepala, pusing, nyeri otot, mual, atau diare mungkin muncul sebagai efek samping obat ini. Reaksi alergi bisa terjadi, namun jarang, untuk itu selalu perhatikan apakah Anda pernah memiliki hipersensitivitas pada obat atau tidak, dan bila terjadi segera hubungi dokter.

Alasan Ivermectin tidak mempan untuk obati Covid-19

Beberapa informasi yang beredar di internet terlebih di media sosial mengklaim bahwa Ivermectin dijadikan sebagai obat dalam pengobatan Covid-19. Tentu hal ini keliru karena belum ada bukti ilmiah yang secara jelas menyebutkan hal tersebut. Obat ini tentu masih dalam proses penelitian lebih lanjut terkait perawatan Covid-19.

Mengutip dari Forbes, Di beberapa negara bagian Amerika, pusat kendali racun dibanjiri telpon terkait overdosis atau keracunan dengan gejala yang parah akibat konsumsi Ivermectin yang berlebihan atau tidak sesuai resep. Berikut beberapa alasan mengapa obat ini belum mempan dan bukan obat sah untuk mencegah dan mengobati Covid-19.

  • Tidak banyak data yang mendukung efektivitas Ivermectin untuk mengobati Covid-19

Studi mengenai Ivermectin memang telah banyak dilakukan, seperti pada studi di Mesir yang menyebutkan angka kematian Covid-19 turun hingga 90 persen, setelah Ivermectin diberikan pada peserta percobaan. Namun, ternyata studi tersebut bermasalah dan tidak secara resmi dipublikasikan dalam jurnal medis.

Studi lain yang telah terpublikasikan memang ada yang menunjukkan potensi efek penyembuhan terhadap Covid-19, tapi itu belum cukup untuk membuktikan efektivitasnya dalam mengobati Covid-19.

Ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan dan dilaporkan, sehingga masih perlu adanya pembuktian melalui uji klinik.

  • Belum disetujui FDA sebagai obat sah Covid-19

FDA dalam sebuah tulisannya menyatakan bahwa mereka belum mengesahkan, mengizinkan atau menyetujui Ivermectin digunakan dalam mencegah atau mengobati COVID-19 pada manusia maupun hewan. 

Ivermectin disetujui untuk digunakan manusia dalam mengobati infeksi yang disebabkan oleh beberapa cacing parasit dan kutu kepala dan kondisi kulit seperti rosacea.

  • Mengambil dosis besar Ivermectin berbahaya

Dosis besar Ivermectin hanya diformulasi untuk hewan, yaitu sapi dan kuda, itu pun telah disesuaikan terlebih dahulu. Ivermectin adalah obat keras, mengambilnya dalam dosis besar dan jangka panjang, bahkan tanpa resep dokter bisa menyebabkan Anda mengalami nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, hingga Sindrom Stevens-Johnson.

  • Ivermectin masih terus dipantau BPOM beserta organisasi kesehatan di Indonesia dan WHO

BPOM dalam klasifikasinya mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut untuk memastikan khasiat dan keamanan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan COVID-19 di Indonesia, dilakukan uji klinik di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BPPK), serta Kementerian Kesehatan RI dengan turut melibatkan beberapa Rumah Sakit.

BPOM RI juga masih terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian serta melakukan pemberitahuan terbaru informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 melalui komunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain.

  • Ivermectin yang diresepkan harus dalam pengawasan dokter dan diminum sesuai resep

Jika Anda diresepkan untuk mengambil Ivermectin baik dalam keadaan covid maupun tidak, konsumsinya harus dalam pengawasan dokter. Dan pastikan Anda meminumnya sesuai dosis yang telah ditentukan. 

WHO hanya memperbolehkan atau menyarankan Ivermectin digunakan untuk mengobati Covid-19 dalam uji klinis. Jangan sekali-sekali mengambilnya secara berlebih atau bebas!

Belum ada bukti yang cukup untuk bisa dijadikan sebagai obat Covid-19. Penggunaannya oleh pasien Covid-19 hanya diperbolehkan untuk uji klinis oleh WHO. CDC, FDA, dan BPOM RI juga tidak mengizinkan Ivermectin untuk dipakai dalam mencegah dan mengobati Covid-19.

Ivermectin bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi akibat cacing gelang, inipun jika Anda sudah melalui pemeriksaan dan diresepkan oleh dokter.Anda yang memang sudah diresepkan dokter untuk mengambil obat ini, Anda bisa menebusnya secara online dengan melampirkan resep dokter di Toko SehatQ. Petugas SehatQ akan membantu dalam verifikasi resep dan transaksi Anda. Kunjungi Toko SehatQ melalui website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan dapatkan promo menariknya. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Obat Selain Damuvit Yang Mampu Mengatasi Jerawat Anda

Jerawat bisa terjadi pada siapa saja ketika adanya minyak dan sel kulit mati yang tersumbat di pori-pori kulit. Kondisi ini jika tidak segera diatasi tentunya akan mengganggu penampilan Anda. Anda bisa mengalami jerawat di mana saja seperti wajah, dada bahkan punggung. Ada banyak cara yang bisa menjaga Anda untuk terhindar dari jerawat. Salah satunya adalah mengonsumsi suplemen seperti Damuvit.

Damuvit tidak hanya melindungi kulit dari jerawat tetapi juga efektif untuk memelihara kesehatan sekaligus melancarkan sistem metabolisme tubuh. Dalam mengatasi jerawat bisa dilakukan dari dalam maupun luar tubuh. Jika ingin menjaga dari dalam tubuh, Anda bisa melakukan pola hidup sehat dan menjaga makanan yang dikonsumsi.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat sedang hingga ringan. Salah satunya dengan menggunakan obat-obatan atau produk yang mengandung beberapa senyawa yang baik untuk jerawat. Biasanya produk ini bisa berupa sabun, lotion, gel sampai pembersih.

1. Salep benzoil peroksida

Obat salep untuk mengatasi jerawat bukanlah hal asing lagi, terutama salep benzoil peroksida. Membunuh bakteri penyebab jerawat, mencegah sel kulit mati, mengurangi produksi minyak di kulit wajah sampai menjaga pori-pori agar tetap terbuka adalah manfaat yang akan Anda rasakan dari penggunaan salep benzoil peroksida ini.

Pengobatan dengan menggunakan salep benzoil peroksida ini membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 10 minggu. Pada proses penyembuhannya ini terdapat efek samping seperti kulit kering dan mengelupas, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena jika sudah seperti itu artinya jerawat Anda akan segera membaik.

2. Salep retinoid

Vitamin A yang terkandung pada salep retinoi ini biasa digunakan untuk mengatasi jerawat dengan taraf ringan hingga sedang. Tidak hanya itu, salep retinoid mampu untuk mengobati kondisi komedo baik itu whitehead maupun blackhead. Mengangkat sel kulit mati sekaligus merangsang pertumbuhan sel kulit baru, membuka pori-pori yang tersumbat hingga mampu mengurangi produksi minyak di wajah Anda adalah manfaat lain yang dirasakan dari salep retinoid. Jika ingin menggunakan salep ini, Anda memerlukan resep dari dokter.

3. Asam salisilat

Membantu meluruhkan sel kulit mati sehingga menjaga pori-pori tetap bersih serta mengurangi reaksi peradangan adalah manfaat yang akan Anda dapatkan dari asam salisilat. Bahkan tidak hanya itu saja, asam salisilat ini juga efektif untuk mengurangi minyak pada wajah, mengatasi pembengkakan hingga menghilangkan komedo.

Manfaat yang baik untuk permasalahan wajah ini nyatanya memiliki beberapa efek samping seperti kulit kering, terkelupas, kulit terasa panas sampai iritasi kemerahan dan gatal. Bila Anda mengalami efek ini segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter.

3. Salep asam hidroksi alfa (AHA)

Kandungan asam hidroksida alfa atau yang lebih dikenal dengan AHA (alpha hydroxy acids) memang sangat ampuh untuk mengatasi permasalahan di wajah Anda terutama untuk mengobati jerawat. AHA tidak hanya mengobati jerawat tetapi juga membantu mengecilkan pori-pori agar jerawat tidak lagi mudah untuk kembali. Senyawa AHA memiliki 7 turunannya yang juga memiliki manfaat besar bagi penyembuhan jerawat yaitu lactic acid, malic acid, tartaric acid, hydroxycaproic acid, hydroxycaprylic acid, citric acid, dan glycolic acid.

4. Asam azelat

Sifat antimikroba dan antiradang yang dimiliki oleh asam azelat efektif untuk mencegah dan mengobati jerawat yang mengganggu. Tidak hanya itu, salep asam azelat juga memiliki manfaat membersihkan pori-pori, menyamarkan noda bekas jerawat dan meminimalkan risiko terbentuknya luka karena jerawat. Cara kerja dari asam azelat membutuhkan waktu yang lama sehingga jarang direkomendasikan oleh dokter sebagai pertolongan pertama meski memiliki manfaat yang begitu besar bagi kulit berjerawat.

Itulah beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengatasi persoalan jerawat selain menjaga dari dalam tubuh dengan mengonsumsi Damuvit. Anda bisa membeli obat – obatan tersebut secara daring di SehatQ.

Kenali Tipe Obat Antibiotik yang Harus Anda Tahu

Ada beberapa tipe obat antibiotik yang tersedia. Obat-obatan ini dikelompokkan bersama berdasarkan struktur kimianya. Setiap kelas antibiotik memiliki persamaan dan perbedaan seberapa efektif mereka dalam mengobati jenis bakteri tertentu.

Jenis obat antibiotik yang umum

1. Beta-laktam (sub kelas: penisilin, karbapenem, sefalosporin, monobaktam)

Contoh obat antibiotik: Penisilin, Amoksil (amoksisilin), Keflex (sefaleksin), Premaxin (imipenem), Omnicef ​​(cefdinir)

Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mencegah pembentukan dinding sel bakteri

2. Fluoroquinolones, atau Kuinolon

Contoh obat antibiotik: Cipro (ciprofloxacin), Levaquin (levofloxacin), Avelox (moxifloxacin)

Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mencegah bakteri membuat DNA

3. Makrolida

Contoh obat antibiotik: Zitromaks, Z-Pak (azitromisin), Eritrosin (eritromisin)

Cara kerja: Mencegah bakteri berkembang biak dengan mencegah mereka membuat protein

4. Tetrasiklin

Contoh obat antibiotik: Sumycin (tetrasiklin), Adoxa dan Adoxa-Pak (doksisiklin)

Cara kerja: Mencegah bakteri berkembang biak dengan mencegah mereka membuat protein

5. Glikopeptida

Contoh obat antibiotik: Vancocin (vancomycin), Dalvance (dalbavancin), Orbactiv (oritavancin) Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mencegah pembentukan dinding sel bakteri

6. Polipeptida

Contoh obat antibiotik: Baciim (basitrasin), polimiksin B

Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mencegah pembentukan dinding sel bakteri

7. Sulfonamida

Contoh obat antibiotik: Sulfamylon (mafenide), sulfadiazine

Contoh obat antibiotik:  Mencegah bakteri berkembang biak dengan mencegah mereka membuat protein

8. Oksazolidinon

Contoh obat antibiotik: Zyvox (linezolid), Sivextro (tedizolid)

Cara kerja: Mencegah bakteri berkembang biak dengan mencegah mereka membuat protein

9. Nitroimidazol

Contoh obat antibiotik: Flagil (metronidazol), Tindamax (tinidazol)

Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mengganggu produksi materi genetik

Cara aman mengonsumsi obat antibiotik

Selalu minum antibiotik untuk jangka waktu yang ditentukan, bahkan jika gejalanya telah mereda. Pastikan untuk membaca label obat dengan saksama sebelum minum obat dan tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang efek samping atau tindakan pencegahan yang harus Anda ambil.

Penting untuk memastikan Anda meminum antibiotik dengan dosis yang dijadwalkan secara teratur – misalnya, setiap 8 jam atau setiap 12 jam. Tujuannya agar efek obat menyebar secara merata sepanjang hari. Pastikan untuk bertanya kepada penyedia medis Anda apakah Anda harus minum obat dengan makanan atau dengan perut kosong.

Segera konsumsi obat antibiotik jika Anda melewatkan satu dosis. Tetapi jika itu lebih dekat dengan dosis terjadwal Anda berikutnya, lewati dan ambil dosis berikutnya pada waktu yang dijadwalkan secara teratur. Sebaiknya Anda jangan minum dua dosis, apabila ada satu dosis yang mungkin sempat terlewat. 

CDC merekomendasikan

– Bicaralah dengan penyedia medis Anda jika Anda memiliki pertanyaan tentang obat Anda.

– Jangan membagi disi obat antibiotik Anda dengan orang lain.

– Jangan simpan antibiotik ekstra untuk nanti. Minum obat Anda untuk jangka waktu yang ditentukan oleh penyedia medis Anda.

– Jangan pernah menyiram antibiotik yang kedaluwarsa dan tanyakan apoteker Anda tentang cara terbaik untuk membuang obat-obatan lama.

– Jangan minum antibiotik orang lain karena Anda merasa sakit. Ini bisa membuat Anda lebih sakit atau menyebabkan efek samping.

– Bisakah Anda minum alkohol saat minum antibiotik?

– Secara umum, aman untuk minum alkohol secukupnya dengan sebagian besar antibiotik. Tetapi tiga antibiotik – metronidazol, tinidazol dan trimetoprim-sulfametoksazol – dapat menyebabkan reaksi serius dengan alkohol, menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris dan Pusat Medis Universitas Pittsburgh.

Bolehkah minum obat antibiotik dengan susu?

Makan produk susu seperti mentega, keju, susu, dan yogurt dapat mengganggu cara kerja beberapa antibiotik. Anda mungkin harus menunggu hingga tiga jam setelah minum antibiotik untuk mengonsumsi produk susu.

Anda harus menyimpan antibiotik di tempat yang sejuk dan kering. Tetapi penting untuk mengikuti instruksi pada label obat dan instruksi apa pun yang diberikan oleh dokter atau apoteker mengenai antibiotik spesifik Anda. Misalnya, beberapa obat mungkin perlu didinginkan.

Semua obat antibiotik memiliki tanggal kedaluwarsa yang tercetak di atasnya. Jangan minum antibiotik melewati tanggal kedaluwarsa. Antibiotik yang kedaluwarsa mungkin gagal untuk mengobati infeksi dengan benar dan menyebabkan resistensi antibiotik, menurut FDA.

Harga Peditox dan Keamanannya untuk Ibu Hamil

Kutu kepala (Pediculus humanus capitis) merupakan parasit kecil yang tinggal di rambut dan kepala, karena itu juga dikenal dengan kutu rambut. Kutu rambut sangat mudah menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung dari orang yang terinfeksi, terutama lewat topi, sisir, dan handuk. 

Tidak diketahui darimana kutu rambut berasal, namun yang jelas kebersihan bukanlah faktor utama munculnya kutu rambut. Bahkan, kutu rambut dikenal sebagai hewan yang suka tinggal di lingkungan yang bersih. 

Di Indonesia, kutu rambut lebih sering mempengaruhi anak-anak. Ketika itu terjadi, mereka akan diberikan Peditox untuk membasmi kutu rambut. Karena mudah menyebar, kutu rambut bisa saja berpindah ke anggota keluarga mereka termasuk ibu. Lalu, apakah Peditox bisa digunakan oleh ibu hamil? Simak artikel berikut untuk mengetahui harga Peditox dan keamanannya untuk ibu hamil. 

Peditox obat apa?

Peditox adalah cairan pembasmi parasit seperti kutu rambut. Peditox mengandung zat aktif permetrin 1% yang diketahui sejak lama ampuh membasmi kutu rambut. Obat ini bekerja dengan cara menyerang membran sel kutu hingga lumpuh sehingga lebih mudah dihilangkan. 

Dosis dan penggunaan Peditox

Untuk menggunakan Peditox, cukup oleskan secukupmua dan secara menyeluruh pada rambut dan kulit kepala setelah keramas dan dalam kondisi lembab. Setelah diaplikasikan, diamkan selama 10 menit dengan kondisi kepala tertutup handuk atau kain, lalu sisir rambut dengan serit. 

Setelah disisir, bilas rambut dengan rambut hangat lalu keringkan. Dalam sekali penggunaan, Peditox sudah bisa membunuh kutu maupun telurnya. Namun jika kutu rambut dirasa masih ada, Anda bisa menggunakannya kembali setelah 7 hari pemakaian pertama. 

Apakah Peditox bisa digunakan pada ibu hamil?

Permetrin yang terkandung dalam Peditox dimasukkan dalam kategori kehamilan B oleh Food and Drug Administration (FDA), yang berarti peneiltian pada hewan tidak menyebabkan risiko pada janin namun butuh penelitian lebih lanjut pada manusia. 

Namun beberapa penelitian menunjukkan ibu hamil trimester 1 yang menggunakan permetrin secara topikal tidak menyebabkan risiko apapun pada janin. Bahkan, dalam penelitian lain wanita hamil yang menggunakan 4% permetrin juga menunjukkan yang sama. Karena hal itu, permetrin seringkali dijadikan sebagai pilihan pertama obat pembasmi kutu pada ibu hamil. 

Selain dengan Peditox, Anda juga bisa mendapatkan perawatan lain yang diresepkan dokter seperti. Namun diantara obat yang disebutkan di bawah, harga Peditox mungkin lebih murah. 

  • Sampo anti kutu, biasanya mengandung malathion, benzil alkohol 5%, suspensi spinosad 0,9%, dan ivermectin 0,5%
  • Obat oral seperti obat antiparasti atau antibiotik 

Jika Anda khawatir akan risiko penggunaannya, Anda bisa menyisir dengan sisir basah untuk menghilangkan kutu rambut. Anda juga bisa menggunakan minyak atsiri seperti minyak pohon teh, minyak lavender, dan minyak biji mimba untuk membasahi rambut sebelum disisir menggunakan serit. 

Efek samping

Penggunaan Peditox pada beberapa orang mungkin akan merasakan efek samping seperti sensasi panas di kulit kepala, menyengat, gatal, atau mati rasa. Namun tidak semua orang merasakan efek samping yang sama. 

Apabila Anda merasakan sensasi terbakar yang parah, sakit kepala, mual, muntah, diare, atau demam, segera bilas dan hentikan penggunaan serta hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

Catatan

Harga Peditox mungkin lebih murah dibandingkan dengan obat pembasmi kutu lainnya. Namun jika setelah penggunaan secara rutin kutu tak kunjung hilang, Anda bisa menghubungi dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut.

Cara Alami Atasi Pendarahan Tanpa Thrombogel

Mengalami pendarahan akibat luka adalah hal yang tentunya sangat tidak diinginkan. Darah yang terus-menerus keluar akan menyebabkan seseorang jadi lemas dan meninggal jika tidak ditangani. Karena itu, pertolongan melalui Thrombogel sangat dibutuhkan.

Meski begitu, penggunaan salep tentunya juga harus memperhatikan banyak hal terkait dengan kandungan dan efek samping apalagi jika salep tersebut merupakan obat bebas terbatas.

Untuk mengatasinya, Anda sebenarnya bisa memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di rumah atau bisa melakukan cara alami tanpa harus oleskan salep. Seperti apa? Yuk, simak di bawah ini!

Bebat kuat dengan kain basah atau kasa

Ini adalah langkah cukup mudah yang bisa Anda lakukan saat mengalami pendarahan karena luka atau memar.

Tekan luka dengan cara membebat kuat memakai kain basah atau kasa yang sudah dikompres air dingin.

Jangan lepaskan kompres meskipun darah merembes sebab hal itu akan dapat meningkatkan pendarahan.

Terus berikan tekanan terhadap luka dengan perbanyak kompres. Lakukanlah selama 5-10 menit kemudian periksa untuk memastikan pendarahan benar-benar berhenti. Jika belum, terus tekan, dan hubungi dokter jika hasil tidak maksimal.

Kompres dengan es

Jika mengompres luka dengan air dingin belum cukup, cobalah kompres dengan es yang sudah dibungkus kain kasa lalu oleskan ke area luka.

Cara ini juga cukup sering dilakukan saat ada orang yang menderita luka. Meskipun menurut penelitian, hanya sedikit bukti ilmiah yang mendukung cara ini.

Teh

Teh, baik hijau maupun hitam, bisa digunakan untuk mengatasi pendarahan tanpa harus memakai Thrombogel.

Hal ini karena teh mengandung Tanin yang merupakan unsur pahit dalam minuman tersebut. Tanin dipercaya dapat meningkatkan pembekuan darah.

Daun Seribu

Atau disebut juga Yarrow adalah sejenis tanaman herbal yang bisa Anda gunakan untuk mengatasi pendarahan.

Manfaat dari penggunaan tanaman ini bisa Anda dapatkan melalui bubuknya dari hasil tanaman yang digiling. Taburkanlah bubuk itu pada area luka lalu tekan.

Witch Hazel

Witch hazel adalah salah satu tanaman herbal yang mempunyai kemampuan astringent yang mampu membantu mengencangkan kulit, mengurangi suplai darah, dan meningkatkan pembekuan.

Cara menggunakannnya adalah bungkus tanaman ini dengan kain kasa lalu kompres dan tekanlah pada area luka. Anda tidak perlu alkohol saat menggunakannya.

Vitamin C dan Seng

Vitamin C yang identik dengan kekebalan tubuh rupanya bisa untuk mengatasi pendarahan secara alami apalagi jika dikombinasikan dengan Seng.

Vitamin ini cukup ditaburkan ke area luka seperti saat Anda sudah mencabut gigi yang memang terbukti dapat membekukan darah kemudian isaplah permen seng sebagai pelega tenggorokan. Usahakan pilih vitamin C yang murni.

Petroleum jelly 

Bahan yang satu ini biasanya ditemukan pada beberapa produk kosmetik seperti lip balm dan Vaseline.

Bahan ini mengandung campuran minyak dan lilin yang dapat digunakan untuk melindungi kulit. Apabila Anda penggemar tinju atau beladiri kemungkinan besar Anda sudah tidak asing lagi terhadap benda yang satu ini karena sering dioleskan pada atlet yang mengalami luka.

Untuk menggunakannnya, keringkan kulit terlebih dahulu lalu oleskan pada area kulit yang terluka.

Antiperspiran

Bahan alami yang satu ini mengandung alumunium klorida yang tidak hanya mengecilkan keringat, tetapi juga mampu menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan pembekuan darah.

Obat kumur

Obat kumur mengandung alkohol yang dapat membekukan darah yang menggumpal karena terluka dengan sangat cepat.

Oleskan bahan alami ini pada area luka, dan lihat hasilnya sehingga Anda tidak perlu menggunakan Thrombogel.

Ketahui Manfaat Eyefresh Cendo Atasi Mata Gatal

Mata gatal yang juga kerap disebut sebagai pruritus okular, adalah gangguan kesehatan mata yang sangat umum terjadi. Mata gatal pada umumnya disebabkan karena alergi atau kondisi yang disebut sindrom mata kering. Anda mungkin juga akan mengalami kelopak mata yang gatal, yang biasanya terjadi di dasar bulu mata, dan mata dan/atau kelopak mata Anda mungkin bengkak. Anda bisa mengatasi kondisi mata gatal salah satunya dengan obat tetes seperti Eyefresh Cendo.

Penyebab Mata Gatal

Penyebab paling umum dari kondisi mata gatal adalah alergi. Mata yang gatal  juga dapat disebabkan karena paparan serbuk sari, terkena bulu binatang, jamur, tungau debu, pengaruh makeup atau obat tetes mata. Tubuh Anda akan menimbulkan reaksi terhadap pemicu alergi tersebut dengan melepaskan histamin, yang dapat menyebabkan pembuluh darah di mata melebar dan mengiritasi ujung saraf sehingga mata berair. Ketika mata menjadi berwarna merah karena alergi, hal itu sering dikenal sebagai konjungtivitis alergi (juga disebut mata merah atau mata merah).

Konjungtivitis alergi pada umumnya sering terjadi pada waktu-waktu tertentu dalam setahun, meskipun Anda tetap dapat mengalaminya sepanjang tahun. Konjungtivitis alergi juga menyebabkan Anda menjadi pilek, tenggorokan gatal dan mengalami bersin-bersin.

Jenis alergi lain juga dapat menyebabkan mata Anda menjadi gatal. Misalnya, suatu kondisi yang disebut keratokonjungtivitis atopik yang dapat menghasilkan peradangan pada permukaan mata karena Anda alergi terhadap zat tertentu. Kondisi lain yaitu keratokonjungtivitis vernal (VKC) yang dapat menimbulkan peradangan pada membran permukaan mata. Peradangan tersebut biasanya memengaruhi anak laki-laki yang masih berusia muda. Jika Anda memiliki gangguan pada kulit seperti eksim di sekitar mata Anda, hal ini juga dapat menyebabkan gatal.

Selain itu, ada penyebab lain dari mata gatal meliputi:

  • sindrom mata kering, yaitu ketika mata Anda tidak menghasilkan atau memproduksi air mata dalam jumlah yang cukup untuk menjaga permukaan mata Anda tetap lembap dan nyaman,
  • Blepharitis, yaitu radang kelopak mata yang sering disebabkan oleh infeksi,
  • infeksi yang disebabkan oleh penggunaan lensa kontak,
  • reaksi terhadap penggunaan obat-obatan tertentu, seperti pil KB, antihistamin, obat penghilang rasa sakit atau antidepresan.

Anda juga dapat membawa obat tetes mata seperti Eyefresh Cendo, yang praktis untuk dibawa ke mana saja serta mudah untuk digunakan. Obat tetes mata seperti Eyefresh Cendo dapat membantu jika suatu saat mata Anda tiba-tiba terasa gatal. 

Pengobatan Mata Gatal

Meski Anda bisa mengobatinya menggunakan obat tetes mata seperti Eyefresh Cendo, penting juga untuk menemui atau berkonsultasi kepada apoteker atau dokter mata Anda untuk mengetahui penyebab mata Anda yang terasa gatal.

Gatal yang disebabkan oleh alergi dapat dibantu dengan antihistamin atau obat tetes mata antiinflamasi. Obat tetes tersebut dapat membantu sebagai air mata buatan (tetes mata yang dirancang untuk melumasi mata kering) untuk membersihkan alergen apa pun di permukaan mata Anda. Terkadang Anda juga memerlukan untuk mengonsumsi antihistamin oral.

Jika ada sesuatu yang mengganjal di mata Anda, cobalah untuk mencucinya dengan air hangat atau larutan garam. Jika cara tersebut tidak berhasil, Anda harus segera menemui dokter dalam waktu 24 jam.

Anda dapat mengatasi rasa gatal pada mata dengan meletakkan waslap yang bersih, dingin atau lembap, atau menggunakan kompres es di atas mata Anda yang tertutup. Anda juga dapat membersihkan mata dengan air dingin. Akan tetapi, usahakan untuk tidak mengucek mata karena akan memperburuk rasa gatal dan mengakibatkan kerusakan berlebih pada mata. Anda juga dapat mencegah mata menjadi kering dengan mengondisikan ruangan Anda tetap lembap, dengan cara meletakkan mangkuk berisi air di sekitar ruangan.

Hal ini karena Eyefresh Cendo mengandung komposisi bahan seperti hypromellose dan dextran yang bermanfaat untuk melembapkan mata akibat kurangnya produksi air mata, terpapar angin, atau terpapar cahaya matahari. Anda bisa mendapatkan Eyefresh Cendo dengan harga Rp 28.260 untuk ukuran 5 mL di apotek atau toko terdekat di kota Anda.

Kenali Penyebab Anemia Defisiensi Zat Besi, Atasi dengan Nonemi

Anemia merupakan kondisi saat seseorang mengalami penurunan kadar hemoglobin dalam sel darah merah. Anemia defisiensi zat besi merupakan jenis anemia yang umum dialami banyak orang. Salah satu obat untuk kondisi ini adalah Nonemi Tablet.

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang fungsinya untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh manusia. Anemia defisiensi zat besi bisa terjadi karena tubuh kekurangan zat besi mineral. Sedangkan hemoglobin membutuhkan zat besi.

Ketika dalam aliran darah kekurangan zat besi, maka tubuh tidak akan memperoleh jumlah oksigen yang dibutuhkan jaringan tubuh.

Penyebab Anemia Defisiensi Zat Besi

Anemia defisiensi zat besi memang merupakan kondisi umum yang banyak dialami oleh orang, bahkan tak sedikit yang sadar menderita anemia defisiensi besi ini. Bahkan kondisi ini terjadi selama bertahun-tahun tanpa pernah tahu penyebabnya apa. 

Mungkin kondisi yang dialami ringan, sehingga tidak menimbulkan komplikasi. Akan tetapi, jika anemia kekurangan zat besi ini dibiarkan begitu saja, bisa menyebabkan masalah kesehatan lain. 

Anemia defisiensi zat besi terjadi saat tubuh tubuh kekurangan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Hal ini bisa terjadi karena Anda tidak mengonsumsi zat besi yang cukup, atau karena Anda kehilangan zat besi terlalu banyak.

Berikut beberapa penyebab anemia defisiensi zat besi yang perlu Anda ketahui:

Kekurangan zat besi dalam makanan

Tubuh memang secara teratur mendapat asupan zat besi dari makanan yang dikonsumsi. Namun, jika Anda hanya mendapat asupan zat besi sedikit dalam waktu yang cukup lama, maka bisa menyebabkan tubuh kekurangan zat besi.

Maka dari itu, Anda perlu mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, seperti daging, telur, sayuran berdaun hijau, serta makanan yang diperkaya zat besi.

Perlu diketahui bahwa bayi dan anak-anak juga membutuhkan zat besi untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kehilangan darah

Darah mengandung zat besi. JIka tubuh kehilangan darah, maka tentu Anda juga akan kehilangan zat besi. Wanita yang memiliki menstruasi berat berisiko mengalami anemia kekurangan zat besi ini akibat terlalu banyak kehilangan darah ketika haid.

Selain itu, anemia defisiensi zat besi juga bisa disebabkan karena kehilangan darah yang lambat dan kronis, seperti penyakit tukak lambung, polip usus besar, hernia hiatal, hingga kanker kolorektal. Penggunaan rutin obat pereda nyeri yang bisa dibeli bebas, seperti aspirin, bisa menyebabkan perdarahan gastrointestinal.

Ketidakmampuan tubuh menyerap zat besi

Seseorang yang mengalami gangguan usus, seperti penyakit celiac, dapat memengaruhi kemampuan usus menyerap nutrisi dari makanan. Hal ini akan menyebabkan terjadinya anemia defisiensi besi. Sebab, zat besi dari makanan akan diserap dalam aliran darah yang ada di usus kecil.

Ketika bagian dari usus kecil seseorang sudah diangkat melalui pembedahan, maka bisa menyebabkan ketidakmampuan menyerap zat besi maupun nutrisi lain dari makanan.

Kehamilan

Kondisi anemia defisiensi besi ini bisa dialami oleh wanita hamil karena mereka perlu untuk meningkatkan volume darah untuk diri sendiri dan juga sumber hemoglobin untuk janin dalam kandungan. Tanpa adanya suplementasi zat besi, wanita hamil bisa mengalami kekurangan zat besi.

Gejala Anemia Defisiensi Besi

Gejala awal anemia defisiensi besi ini mungkin saja sangat ringan sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Namun, jika tubuh jadi lebih kekurangan zat besi dan kondisi anemia memburuk, maka gejala pun akan semakin parah.

Berikut beberapa gejala anemia defisiensi besi yang mungkin terjadi:

  • Lemah
  • Mengalami kelelahan ekstrim atau penderita cepat lelah
  • Kulit pucat
  • Pusing atau sakit kepala
  • Terasa nyeri dada, sesak napas atau detak jantung cepat
  • Kuku rapuh
  • Tangan dan kaki menjadi dingin
  • Nyeri lidah atau peradangan
  • Mengidam aneh atau tidak biasa, seperti es, pati, atau tanah
  • Memburuknya nafsu makan, terlebih pada bayi dan anak yang mengalami anemia defisiensi besi.

Segera obati atau temui dokter bila tanda dan gejala yang dialami sudah semakin parah.

Obati Anemia Defisiensi Zat Besi dengan Nonemi Tablet

Nonemi adalah obat yang mengandung mineral, multivitamin, dan asam folat yang berfungsi untuk anemia kekurangan vitamin B dan zat besi. Nonemi ini tergolong obat bebas yang bisa dibeli bebas di apotek.

Obat Nonemi ini bisa diberikan bersama atau tanpa makanan. Tujuan dikonsumsi berbarengan dengan makanan agar absorpsinya lebih baik atau apabila ada rasa tidak nyaman di saluran pencernaan. 

Efek samping setelah konsumsi obat Nonemi ini adalah feses jadi berwarna hitam. Jangan berikan obat ini pada penderita yang sensitif terhadap komponen obat.

Batuk Pada Anak, Obati Dengan Anakonidin Sirup

Tubuh kecil anak dapat membuat suara yang keras saat batuk, dan mendengar hal ini tentunya akan membuat semua orang tua merasa khawatir. Untuk membantu anak dalam mengatasi batuk yang diderita, akan sangat membantu apabila para orang tua tahu dan dapat membedakan jenis batuk serta mengetahui perawatan yang sering digunakan untuk mengatasi batuk. Anakonidin sirup biasanya digunakan untuk meredakan gejala batuk pada anak. 

Anakonidin Sirup 30 mL harga terbaik 7505

Sebelum Anda memberikan anakonidin sirup pada anak, ketahui terlebih dahulu apa sebenarnya yang menyebabkan batuk terjadi. Batuk biasanya merupakan tanda tubuh Anda mencoba untuk membersihkan iritan yang ada di dalamnya, mulai dari lendir hingga obyek asing. Adapun beberapa penyebab batuk pada anak di antaranya adalah:

  • Infeksi. Demam dan flu dapat menyebabkan batuk yang terus menerus terjadi pada anak. Demam biasanya dapat menyebabkan batuk kering ringan hingga sedang, dan flu menyebabkan batuk kering parah. Infeksi virus tersebut tidak dapat diobati menggunakan antibiotik, namun gejala dapat dikontrol menggunakan obat-obatan lain seperti anakonidin sirup. 
  • Refluks asam. Gejala kondisi ini pada anak di antaranya adalah batuk, sering muntah, rasa tidak enak di mulut, dan sensasi terbakar di dada. Perawatan refluks asam akan sangat bergantung pada usia anak, kesehatan, dan gangguan atau kondisi lainnya yang dideritanya. Cobalah lakukan cara ini, misalnya jauhkan anak dari makanan yang dapat memicu refluks asam, seperti coklat, peppermint, serta makanan gorengan, pedas, dan berlemak. Anak juga tidak boleh minum minuman yang mengandung kafein dan minuman berkarbonasi. Cobalah untuk membuat anak makan dua jam sebelum waktu tidur, dan hanya makan makanan kecil saja. Jika Anda khawatir dengan kondisi refluks asam anak, hubungi dokter anak. 
  • Asma. Kondisi ini cukup sulit untuk mendapatkan diagnosis, karena gejala yang beragam dari satu anak ke anak yang lainnya. Namun, batuk mengi yang dapat berubah menjadi lebih parah di malam hari dapat menjadi sebuah tanda dan gejala anak menderita asma. Gejala lain adalah batuk yang tampak muncul seiring dengan meningkatnya aktivitas fisik anak. Perawatan asma anak akan sangat bergantung pada apa yang menyebabkan kondisi ini, dan dapat meliputi menghindari pemicu asma, seperti polusi, asap, ataupun parfum. Kunjungi dokter apabila anak Anda menderita asma. 
  • Alergi atau sinusitis. Kondisi ini dapat menyebabkan batuk pada anak, tenggorokan yang gatal, hidung yang meler, mata yang berair, tenggorokan yang serak, dan ruam. Bicarakan dengan dokter seputar tes alergi untuk menemukan alergen apa yang menyebabkan gangguan ini, dan tanyalah seputar saran untuk menghindari alergen. Beberapa hal yang dapat menyebabkan alergi di antaranya adalah makanan, serbuk sari, bulu hewan, dan debu. Dokter dapat merekomendasikan obat alergi ataupun suntikan alergi. 
  • Batuk rejan. Juga dikenal dengan istilah pertussis, batuk rejan dikarakterisasikan dengan adanya sering batuk dan diikuti oleh suara merejan. Gejala lain dari batuk jensi ini di antaranya adalah hidung yang meler, bersin, dan demam ringan. Batuk rejan merupakan sebuah kondisi yang sangat menular, namun sangat mudah dicegah dengan vaksin. Batuk rejan dapat diobati menggunakan antibiotik. 

Pada dasarnya, batuk merupakan sebuah kondisi yang normal pada anak. Batuk terjadi karena tubuh mencoba untuk mengeluarkan iritan dari dalam tubuh. Anakonidin sirup merupakan obat batuk yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala ini. Apabila anak tidak kunjung sembuh meskipun sudah mendapatkan perawatan, hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping Obat Obipluz

Selama masa kehamilan dan menyusui, ibu disarankan menambah asupan nutrisi dari suplemen karena nutrisi yang didapat dari makanan tidak bisa mencukupi kebutuhan dua orang, yaitu ibu dan bayi.

Obipluz merupakan suplemen makanan halal dan bersertifikasi BPOM dan umum diberikan oleh dokter kepada ibu hamil dan ibu menyusui (pre dan post natal). Suplemen ini mengandung vitamin dan mineral serta lemak sehat DHA dan EPA untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ibu selama dan pasca kehamilan. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui kegunaan obat Obipluz serta kemungkinan efek samping yang bisa timbul. 

Deskripsi obat Obipluz

Obipluz mengandung vitamin dan mineral, serta lemak asam esensial dari minyak ikan. Kombinasi bahan dalam Obipluz membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil dan ibu menyusui. 

Kandungan asam lemak esensial dari minyak ikannya mampu menunjang perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan. Selain itu, suplemen ini juga dilengkapi zat besi yang berperan penting dalam produksi sel darah merah dan meningkatkan aliran oksigen ke dalam tubuh ibu dan janin sehingga ibu hamil dan menyusui terbebas dari risiko anemia. 

Komposisi Obipluz

Obipluz suplemen makanan hadir dalam bentuk sediaan soft capsule. Setiap kapsul Obipluz mengandung:

  • Vitamin A 3000 IU
  • Vitamin D 200 IU
  • Vitamin E 30 IU
  • Vitamin B1 2 mg
  • Vitamin B2 2 mg
  • Vitamin B6 3 mg
  • Vitamin B12 3 mcg
  • Vitamin C 100 mg
  • Biotin (vitamin B7) 35 mcg
  • Asam folat 100 mcg
  • Kalsium pantotenat 3.26 mg
  • Nikotinamida 20 mg
  • Zat besi elemental 30 mg
  • Yodium 150 mcg
  • Tembaga 1000 mcg
  • Mangan 1 mg
  • Magnesium 5 mg
  • Zinc 15 mg
  • Kalsium karbonat 100 mg
  • DHA 105 mg
  • EPA 20 mg

Kegunaan

Manfaat utama dari suplemen Obipluz adalah memenuhi kebutuhan nutrisi harian ibu hamil dan menyusui, serta menjaga kesehatan ibu dan bayi. Suplemen ini juga diindikasikan untuk:

  • Mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak dalam janin
  • Meningkatkan kualitas dan produksi ASI
  • Mengurangi risiko bayi lahir dalam keadaan cacat, seperti terhindar dari cacat tabung saraf (spina bifida)
  • Mencegah bayi lahir prematur

Dosis dan aturan pakai

Obipluz dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan dengan dosis 1 kapsul sehari. Obipluz juga bisa diminum bersama makanan agar bisa diserap tubuh dengan lebih baik. 

Usahakan untuk minum suplemen di waktu yang sama setiap hari. Apabila Anda melewati 1 dosis, jangan minum dosis ekstra di kemudian harinya karena bisa meningkatkan risiko efek samping.

Setelah digunakan, simpan obat di tempat sejuk dan kering serta terlindung dari cahaya matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan. 

Efek samping

Suplemen ini umumnya aman diminum oleh kebanyakan wanita. Anda mungkin menemukan feses Anda berwarna gelap lebih dari biasanya setelah minum Obipluz, tapi jangan khawatir karena itu merupakan efek samping umum dan tidak berbahaya. Efek samping tersebut akan hilang setelah Anda menghentikan penggunaan obat. 

Jika dikonsumsi secara berlebihan, Obipluz bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut dan mulas. 

Catatan

Obipluz termasuk golongan obat bebas yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Suplemen ini hanya berfungsi memenuhi nutrisi harian ibu hamil dan menyusui, bukan untuk menggantikan nutrisi utuh dari pola makan sehat. 

Jangan konsumsi Obipluz jika Anda memiliki alergi berat terhadap salah satu kandungan suplemen. Jika Anda hendak menjalani operasi, hentikan penggunaan Obipluz dua minggu sebelum karena dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Risiko Konsumsi Obat Herbal Prostat sebagai Alternatif

Banyak orang yang lebih memilih mengonsumsi obat herbal prostat dalam bentuk asli maupun suplemen. Namun, banyak orang yang salah kaprah menilai hanya karena ‘alami’ maka bahan-bahan ini terbebas dari risiko maupun efek samping.

Tentunya obat apapun baik alami atau tidak pasti memiliki efek samping, sehingga bisa jadi tidak aman bila dikonsumsi dalam dosis tertentu. Lantas, apa yang jadi risiko dan efek samping dari mengonsumsi obat herbal untuk menyehatkan prostat?

Risiko konsumsi obat herbal prostat

Prostat merupakan kelenjar kecil berbentuk kacang kenari yang berada di bagian belakang alat kelamin pria yang berfungsi untuk memproduksi sperma. Sama seperti semua bagian tubuh, prostat juga bisa terserang penyakit, antara lain infeksi saluran kemih, pembesaran prostat, dan bahkan kanker.

Terkadang pengobatan yang sudah tersedia dirasa tidak terlalu efektif sehingga banyak orang yang mencoba beralih menggunakan bahan-bahan alami untuk menjadi obat herbal prostat.

Bahan alami ini bisa dikonsumsi baik secara utuh, asli, dan juga dalam bentuk suplemen. Walau diklaim sangat bermanfaat dan bahkan sudah digunakan secara turun temurun, herbal ini juga memiliki sejumlah risiko dan efek samping.

Misalnya, beberapa herbal bisa berinteraksi dan mengganggu efektivitas obat-obatan lain yang Anda konsumsi serta membuat Anda tidak mendapatkan manfaatnya. Kemudian tidak bisa diyakini bahwa herbal dan suplemen tersebut 100 persen terbukti mencegah kanker prostat ataupu memperlambat pertumbuhannya.

Kesimpulannya, obat herbal prostat dalam bentuk bahan alami maupun suplemen tidak bekerja secara ajaib. Meski diketahui bermanfaat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu apakah penggunaan bahan herbal ini didukung oleh dokter. 

Tips untuk menjaga kesehatan prostat

Menjaga kesehatan prostat tak cukup hanya dengan bahan-bahan alami, namun juga kombinasikan dengan gaya hidup sehat. Contohnya gaya hidup, kebiasaan olahraga, dan konsumsi makanan yang sehat mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan prostat, seperti berikut ini:

1. Minum teh

Teh hijau adalah salah satu terbaik yang mampu meningkatkan kesehatan prostat secara menyeluruh akibat kandungan antioksidannya yang tinggi. Penelitian menyebutkan bahwa teh hijau bisa menghambat pertumbuhan kanker, sebaiknya Anda memilih teh yang rendah kafein dan juga menghindari kopi, minuman ringan, atau minuman berenergi.  

2. Jaga berat badan ideal

Menjaga berat badan ideal adalah salah satu cara untuk mencegah kanker prostat, tentunya hal ini bisa Anda melalui olahraga. Dengan berolahraga, Anda akan mendapatkan manfaat kardiovaskular yang baik serta mencegah penyakit dan masalah seksual seperti disfungsi ereksi.

3. Konsumsi makanan sehat

Ada banyak makanan yang ramah terhadap kesehatan prostat Anda dan juga membantu mencegah timbulnya kanker dan selamatkan pertumbuhan sel-sel kanker. Anda bisa perbanyak konsumsi makanan tinggi omega-3 seperti ikan berlemak, sayuran, alpukat, dan kacang-kacangan serta menghindari konsumsi gula, makanan olahan dan lemak jenuh. 

4. Kelola stres

Stres bisa berdampak negatif pada kesehatan prostat, misalnya dengan tak sengaja mengencangkan otot pelvis saat stres yang dapat menyebabkan prostatitis kronis dan juga memperburuk gejala BPH pada pria. Oleh karena itu sangat penting untuk mengelola stres dengan terapi, meditasi, latihan napas atau olahraga seperti yoga dan taichi. 

Pengobatan alternatif menggunakan obat herbal prostat dari bahan alami banyak dipilih karena biayanya relatif murah dan mudah dilakukan. Akan tetapi perlu diketahui bahwa efektivitas bahan-bahan tersebut belum dapat dipastikan, sehingga sangat penting untuk berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu terutama jika Anda adalah pasien kanker prostat.