Diagnosis dan Perawatan Laprosin Untuk Parotitis

Parotitis, atau dikenal pula dengan istilah gondongan, adalah infeksi virus menular yang dulu umum dijumpai pada anak sebelum vaksin MMR dikenalkan. Parotitis paling dikenal dapat menyebabkan pembengkakan nyeri pada sisi wajah di bawah telinga (kelenjar parotid). Gejala parotitis lainnya di antaranya adalah sakit kepala, nyeri persendian, dan suhu tubuh yang tinggi, yang mana dapat berkembang beberapa hari setelah pembengkakan kelenjar parotid terjadi. Obat seperti laprosin dapat membantu mengatasi kondisi ini. 

Jika Anda atau anak menunjukkan tanda dan gejala parotitis, dokter akan bertanya apakah Anda atau anak pernah mendapatkan vaksin untuk mencegah parotitis atau apakah Anda pernah terpapar virus ini. Dokter juga akan merekomendasikan tes darah untuk memeriksa adanya virus parotitis. 

Parotitis disebabkan oleh virus, sehingga antibiotik tidak efektif mengatasi kondisi ini. Obat seperti laprosin dapat membantu, namun anak-anak dan orang dewasa dapat pulih dari kasus tanpa komplikasi dalam beberapa minggu. Orang-orang yang menderita parotitis tidak akan lagi menular dan dapat kembali bekerja atau sekolah setelah lima hari munculnya gejala dan tanda penyakit ini. 

Istirahat adalah perawatan yang terbaik. Hanya ada sedikit hal yang bisa dokter rekomendasikan untuk mempercepat pemulihan. Namun Anda bisa melakukan beberapa langkah untuk meringankan rasa nyeri dan tidak nyaman dan mencegah orang lain tertular virus penyebab penyakit ini. Cobalah untuk melakukan hal ini. 

  • Isolasi diri Anda atau anak agar mencegah penyebaran penyakit ini ke orang lain. Seseorang yang memiliki parotitis akan menular hingga 5 hari setelah tanda dan gejala awal muncul. 
  • Minumlah pereda rasa nyeri OTC seperti acetaminophen atau obat anti peradangan non-steroid seperti ibuprofen untuk meredakan gejala yang dirasakan. 
  • Gunakan kompres hangat dan dingin untuk meringankan gejala pada kelenjar yang bengkak.
  • Hindari makanan yang membutuhkan banyak mengunyah. Dan cobalah makanan yang lunak dan berkuas, seperti kentang tumbuk ataupun oatmeal. 
  • Hindari makanan yang asam, seperti buah atau jus sitrus, yang mana akan menstimulasi produksi air liur
  • Dan minum banyak air putih

Jika anak Anda menderita parotitis, lihatlah dan perhatikan tanda-tanda komplikasi. Hubungi dokter apabila anak mengembangkan demam lebih dari 38 derajat Celcius, kesulitan makan dan minum, bingung dan disorientasi, rasa nyeri pada perut, dan nyeri dan pembengkakan testis (pada anak laki-laki).

Cara terbaik untuk mencegah parotitis adalah mendapatkan vaksin penyakit ini. Kebanyakan orang akan memiliki kekebalan penuh terhadap parotitis. Vaksin parotitis biasanya diberikan sebagai kombinasi vaksin MMR, singkatan dari measle (campak), mumps (gondokan atau parotitis), dan juga rubella. Ini adalah vaksin yang mengandung bentuk masing-masing vaksin yang paling aman dan efektif. Dua dosis vaksin MMR direkomendasikan sebelum anak masuk lingkungan sekolah. 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, selain pengobatan laprosin, cara terbaik untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan menggunakan vaksin MMR. Vaksin ini adalah vaksin yang sangat aman dan efektif. Mendapatkan vaksin MMR jauh lebih aman daripada tertular parotitis. Kebanyakan orang tidak akan mengalami efek samping apapun dari vaksin ini.

 Namun, beberapa dari mereka dapat menderita demam ringan dan ruam atau nyeri pada persendian dalam beberapa waktu. Jarang, anak-anak yang mendapatkan vaksin MMR akan mengalami kejang yang disebabkan karena demam. Namun kejang tersebut tidak dihubungkan dengan masalah jangka panjang apapun. Laporan yang ekstensif, dari Akademi Dokter Anak Amerika, Institut Obat dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin MMR dan autisme.

Asma? Atasi dengan Bricasma atau Cara Ini

Apa yang Anda rasakan ketika serangan asma mulai menyerang? Serangan asma sebenarnya memiliki tingkatannya. Jika serangan asma tergolong sedang yang menyebabkan Anda batuk-batuk atau agak sulit bernapas, Anda bisa mengatasinya dengan berbagai cara yang lebih alami ataupun menggunakan obat seperti Bricasma Turbuhaler sesuai resep dokter. Berbeda cerita jika Anda mendapatkan gejala asma parah yang membuat sesak napas luar biasa, penanganan kegawatdaruratan mesti didahulukan. 

Sayangnya ketika gejala serangan asma tergolong sedang, banyak orang terburu-buru panik sehingga memicu serangan asma yang lebih kuat. Padahal, pemakaian Bricasma Turbuhaler bisa sangat membantu meredakan gejala asma yang sedang. Anda juga bisa memanfaatkan cara-cara alternatif yang mungkin tidak terpikir sebelumnya.

Mulai sekarang, cobalah untuk lebih tenang jika mengalami serangan asma. Pastikan pula Anda mengetahui berbagai cara alternatif penanganan serangan asma di bawah ini untuk diterapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 

Mengatur Napas 

Meredakan gejala asma sebenarnya semudah Anda mengatur napas Anda. Untuk bisa melakukan hal ini, tentu saja Anda tidak boleh panik. Saat mulai merasakan serangan asma, cobalah untuk bernapas lebih lambat dan selalu upayakan bernapas lewat hidung. Mengontrol napas secara lebih lambat terdengar mudah, namun hal ini akan menjadi sulit jika Anda tidak pernah melakukan latihan sebelumnya ataupun saat Anda mulai panik. 

Hirup Minyak Kayu Putih 

Berjaga-jaga membawa minyak kayu putih dalam tas tiap kali Anda bepergian bisa sangat berguna bagi penderita asma. Minyak kayu putih terbukti memiliki senyawa yang bisa mengurangi peradangan di saluran pernapasan. Peradangan yang mampu dikurangi inilah yang pada akhirnya bisa membuat gejala asma yang Anda alami segera mereda. 

Minum Kopi atau Teh 

Kopi maupun teh sama-sama minuman yang mengandung kafein. Senyawa kafein sendiri memiliki kemampuan membuka saluran pernapasan sehingga memperbaiki fungsi pernapasan. Hal ini telah terbukti lewat sebuah penelitian, di mana pengonsumsian kopi maupun teh bisa meningkatkan fungsi pernapasan hingga 4 jam. Karena alasan inilah, menyeruput teh atau kopi bisa menjadi alternatif untuk mengurangi gejala asma kategori ringan sampai sedang yang Anda alami jika memang Anda tidak membawa obat resep dokter, seperti Bricasma Turbuhaler.  

Jalani Terapi Uap 

Terapi uap merupakan cara alami yang tergolong efektif meredakan gejala asma. Soalnya, uap panas yang Anda dapat dari terapi ini bisa mengendurkan otot-otot di saluran pernapasan sehingga saluran tersebut menjadi lebih terbuka dan Anda pun bisa bernapas lebih lega. Melakukan terapi uap bisa dengan banyak cara, mulai dengan mandi air hangat atau menaruh muka Anda di baskom atau wadah berisi air mendidih. 

Lakukan Meditasi 

Anda bisa melakukan meditasi di manapun dan kapan pun. Pada dasarnya, cobalah untuk memfokuskan pikiran Anda sehingga tingkat stres dapat direduksi. Dengan begitu, Anda pun menjadi tidak panik sehingga peradangan lebih parah pada saluran pernapasan Anda bisa dicegah dan otot di saluran pernapasan akan mengendur lebih cepat. Inilah yang pada akhirnya gejala asma Anda bisa lebih cepat memudar. 

Kunyah Bawang Putih 

Anda mungkin tidak memercayai cara mengatasi asma yang satu ini. Namun telah terbukti lewat penelitian, bawang putih bisa mengurangi peradangan, tidak terkecuali di saluran pernapasan Anda, karena memiliki sifat anti inflamasi yang hebat. Jadi, jangan kaget ketika gejala asma Anda bisa segera mereda sesaat setelah Anda mengunyah bawang putih mentah. Tidak percaya? Anda bisa membuktikan cara ini ketika serangan asma sedang mampir kembali. 

Selalu membawa Bricasma Turbuhaler sesuai resep dokter sebagai penanganan serangan asma tentu sangat dianjurkan. Namun jika sekali waktu Anda lupa membawanya, cara-cara alternatif di atas sangat bisa Anda terapkan.

Cegah Infeksi Saluran Kemih dengan Konsumsi Thiamycin 500

Cara terbaik untuk mengatasi infeksi saluran kemih adalah dengan mencegah infeksi tersebut dan rutin mengonsumsi obat Thiamycin 500 supaya bakteri tidak menyebar. Apalagi jika Anda termasuk orang yang sering mengalami infeksi saluran kemih, ada baiknya Anda tetap bersih dan terhindar dari iritasi saluran kencing. Untuk meminimalkan risiko sebaiknya lakukan beberapa tips pencegahan berikut ini.

1. Tetap terhidrasi

Minum banyak cairan sepanjang hari. Ini akan memberi Anda dorongan untuk buang air kecil lebih sering, mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Hindari cairan yang membuat tubuh dehidrasi, seperti teh, kopi, dan minuman berkafein lainnya. Air mineral adalah pilihan terbaik dalam hal hidrasi. Anda dapat minum setidaknya delapan gelas air per hari.

2. Hindari menahan kencing

Pastikan Anda buang air kecil ketika Anda merasakan keinginan untuk pergi ke toilet. Menahan urin dapat mendorong pertumbuhan bakteri. Jangan menunggu lebih dari 4 jam untuk pergi ke kamar mandi dan ini sangat penting bagi wanita hamil.

3. Lap setelah menyeka

Penyebab paling umum dari ISK adalah bakteri yang disebut E. coli, umumnya ditemukan di rektum. Selalu bersihkan alat kelamin Anda dari depan ke belakang setelah menggunakan kamar mandi. Ini mengurangi risiko membawa bakteri dari anus ke uretra.

4. Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks

Aktivitas seksual meningkatkan risiko terkena ISK, terutama pada wanita, penting untuk membuang bakteri apa pun yang dapat menyebabkan ISK sebelum dan sesudah berhubungan seks. Untuk mengurangi risiko, buang air kecil segera sebelum dan segera setelah berhubungan seks. Jika memungkinkan, cuci dengan lembut sebelum dan sesudah untuk meminimalkan risiko penyebaran bakteri lebih lanjut.

5. Hindari produk kebersihan kewanitaan yang mengiritasi

Vagina secara alami mengandung lebih dari 50 mikroba bakteri sehat, yang digunakan untuk menjaga tingkat pH seimbang. Produk kewanitaan beraroma dapat mengganggu bakteri sehat, membuat Anda berisiko lebih tinggi untuk pertumbuhan bakteri berbahaya. Hindari penggunaan douche, pembalut atau tampon beraroma, semprotan deodoran, bedak beraroma, minyak mandi, sabun, dan produk lain yang berpotensi mengiritasi.

6. Selektif memilih alat kontrasepsi 

Dalam beberapa kasus, metode pengendalian kelahiran Anda dapat menjadi penyebab ISK yang sering terjadi. Hal ini karena beberapa jenis alat kontrasepsi mendorong pertumbuhan berlebih dari bakteri berbahaya di saluran kemih. Diafragma, kondom tanpa pelumas, spermisida, dan kondom spermisida telah diketahui sebagai sumber masalah. Jika menurut Anda metode pengendalian kelahiran sering menyebabkan ISK, bicarakan dengan dokter untuk mengeksplorasi pilihan lainnya.

7. Konsumsi cranberry 

Buah ini dikenal sebagai obat tradisional untuk mengobati ISK. Buah beri mengandung senyawa proanthocyanidins, yang dapat mencegah E.coli pada jaringan di bagian saluran kemih. Jus cranberry murni atau cranberry segar atau beku adalah pilihan terbaik. Meningkatkan asupan cranberry Anda dengan tanda pertama gejala ISK dapat sangat membantu dalam menghentikan kondisi sebelum menjadi masalah.

8. Konsumsi probiotik

Probiotik yang dijual bebas adalah mikroorganisme hidup yang meningkatkan bakteri usus yang baik. Probiotik juga telah dikenal untuk mendorong pertumbuhan bakteri baik di saluran kemih, melindungi Anda dari ISK. Anda juga dapat mengonsumsi obat Thiamycin 500 untuk mencegah penyebaran bakteri ISK.

Bicaralah dengan dokter Anda tentang ISK kronis. Dalam beberapa kasus, pilihan pengobatan jangka panjang diperlukan. Dokter Anda mungkin meresepkan antibiotik dosis rendah seperti Thiamycin 500 untuk dikonsumsi setiap hari selama enam bulan atau lebih. Anda mungkin juga perlu meminum satu dosis antibiotik setelah berhubungan seks.

Mengatasi Nyeri Membandel dengan Flamar 50

Natrium diklofenak yang terkandung dalam Flamar 50 adalah jenis obat anti inflamasi non steroid (NSAID) yang umumnya digunakan untuk meredakan nyeri, misalnya pada penderita radang sendi.

Obat anti inflamasi golongan non steroid yang diberikan secara oral seperti Flamar 50, umumnya  memiliki efektivitas waktu yang pendek sekitar 1-2 jam sehingga harus diberikan berulang untuk meredakan nyeri secara optimal.

Flamar 50 bekerja dengan cara menghambat pembentukan senyawa prostaglandin yang dapat menyebabkan peradangan pada tubuh. Apabila senyawa ini terhambat, peradangan dan rasa sakit pun akan mereda.

Penggunaan Flamar 50 sebagai anti inflamasi pun beragam mulai dari nyeri ringan sampai nyeri akut seperti arthritis, sampai dengan nyeri karena batu ginjal, batu empedu, dan rasa sakit bekas operasi.

Manfaat Flamar 50

Biasanya dokter akan meresepkan Flamar 50 dalam kondisi-kondisi berikut:

  1. Timbul rasa nyeri mulai ringan sampai berat seperti nyeri haid, sakit gigi, migrain, atau nyeri berat seperti penyembuhan pasca operasi
  2. Pasien yang mengalami peradangan akut pada sendi misalnya rheumatoid arthritis, atau pada pasien dengan asam urat sangat tinggi dan radang sendi akut. 
  3. Adanya peradangan pada tulang belakang 
  4. Peradangan akibat gesekan antara tulang penyusun sendi 

Aturan Pemakaian

Flamar 50 untuk mengurangi nyeri memiliki beberapa variasi yaitu Flamar 50 tablet untuk konsumsi oral, dan flamar 50 gel untuk pengobatan luar. Dosis dan aturan penggunaan sebagai berikut:

  1. Flamar tablet 
    • Pasien dewasa dapat mengonsumsi 1 tablet, 2-3 kali setiap hari 
    • Anak-nak usia (> 1 tahun) hanya boleh mengonsumsi 0.5-3 mg setiap kg berat badan. Dosis ini dibagi untuk 3-4 kali konsumsi setiap hari.
  2. Flamar 50 Gel
    • Oleskan Flamar 50 gel pada area yang terasa sakit atau mengalami peradangan sebanyak 3-4 kali sehari

Meskipun obat NSAID pada umumnya dapat dikonsumsi secara bebas seperti paracetamol atau ibuprofen, Flamar 50 termasuk obat golongan keras sehingga untuk membeli dan mengonsumsinya harus dengan rekomendasi dari dokter.

Penggunaan Flamar 50 sesuai resep dan rekomendasi dokter juga bisa mengurangi posibilitas munculnya efek samping dan kontradiksi dengan obat atau kondisi medis penyerta pada pasien. 

Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah mengonsumsi Flamar 50, antara lain:

  1. Sakit kepala. Anda bisa meredakan efek samping ini dengan banyak istirahat dan banyak konsumsi air putih. 
  2. Kepala berputar (vertigo). Redakan vertigo dengan menghentikan aktivitas terutama yang berat seperti olahraga, menyetir, atau berjalan-jalan, dan segera duduk atau berbaring. 
  3. Gangguan pencernaan. Setelah mengonsumsi flamar 50 anda mungkin akan merasakan sakit perut, dispepsia, mual, muntah, kembung, diare atau bisa juga konstipasi, dan kehilangan nafsu makan. Jadi hindarilah makanan pedas atau makanan yang mengandung banyak gasda, minum banyak air. 
  4. Insomnia atau kesulitan tidur. 
  5. Hipotensi atau tekanan darah rendah
  6. Mengalami gangguan fungsi hati
  7. Muncul dengungan pada telinga atau tinnitus, dan 
  8. Konstipasi atau kesulitan buang air besar (BAB)

Adapun beberapa kondisi medis dan terapi obat-obatan yang perlu anda perhatikan dan anda konsultasikan dengan dokter apabila diberikan resep flamar 50 agar tidak terjadi kontradiksi dan efek yang lebih parah diantaranya:

  • Gangguan pencernaan berupa pendarahan atau luka di saluran pencernaan, lambung, dan usus 
  • Hipovolemia atau kekurangan darah dan cairan 
  • Radang paru jangka panjang 
  • Riwayat kadar lemak dalam darah tinggi 
  • Gangguan ginjal 
  • Gangguan hati 
  • Gangguan pembekuan darah 
  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi 
  • Diabetes atau kadar gula darah tinggi
  • Rhinitis atau radang rongga hidung 
  • ISPA dan infeksi saluran pernafasan 
  • Autoimun lupus eritematous sistemik (SLE)
  • Gangguan pembentukan heme
  • Gagal jantung sedang hingga berat
  • Jantung iskemik
  • Penyakit kardiovaskular dan arteri perifer 
  • Mengonsumsi pengencer darah 
  • Ibu hamil
  • Alergi terhadap obat-obatan NSAID

Flamar 50 memang merupakan obat keras, sehingga anda perlu banyak berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter dan membeli flamar 50 melalui aplikasi SehatQ. Jangan sampai anda mengonsumsi Flamar 50 tanpa resep atau rekomendasi dokter karena banyak efek samping dan kontradiksi yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi.

Konsumsi Zinkid dapat Mengatasi Defisiensi Zinc

Tubuh membutuhkan berbagai jenis vitamin dan mineral agar dapat berfungsi dengan optimal. Salah satu mineral esensial tersebut adalah zinc, yang ditemukan dalam jumlah kecil di makanan. Meskipun tubuh tidak membutuhkan zinc dalam jumlah yang banyak, sangat mungkin untuk seseorang mengalami defisiensi zinc. Jika tubuh tidak memiliki cukup zinc, seseorang bisa menderita beberapa gejala yang dihubungkan dengan defisiensi zinc. Zinkid dapat membantu mengatasi defisiensi tersebut pada anak. 

Zinkid sangat baik dalam pencegahan dan penanganan defisiensi zinc. Zinc memiliki banyak fungsi bagi tubuh. Zinc dapat mendukung fungsi sel, membantu sekitar seribu enzim, molekul yang membuat reaksi kimia terjadi, melakukan tugasnya. Selain itu, zinc memainkan peran tambahan di dalam tubuh, di antaranya adalah meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, membantu pembagian sel, menjaga indera penciuman dan perasa, serta mendukung pemulihan luka. Zinc juga mendukung perkembangan dan pertumbuhan seseorang. Misalnya, zinc adalah mineral penting bagi ibu hamil dan juga anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Tubuh manusia tidak menyimpan zinc. Sehingga, mendapatkan mineral ini dari makanan atau dari Zinkid sangat penting untuk mencegah terjadinya defisiensi mineral ini. 

Gejala defisiensi zinc biasanya dihubungkan dengan peran yang zinc lakukan bagi tubuh. Gejala defisiensi zinc yang paling sering dijumpai di antaranya adalah hilangnya nafsu makan, pertumbuhan yang lebih lambat dibanding yang diharapkan, dan fungsi sistem imun yang buruk. Defisiensi zinc yang parah bahkan dapat menyebabkan gejala yang lebih mengkhawatirkan.

Di antaranya adalah pendewasaan seksual yang tertunda, diare, lesi kulit dan mata, sensasi rasa yang aneh, kerontokan rambut, pemulihan luka yang buruk, dan turunnya berat badan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Pria dan anak-anak juga bahkan bisa menderita impotensi dan hypogonadism, yang mana adalah sebuah kondisi di mana tubuh pria tidak memproduksi cukup testosterone. 

Di seluruh dunia, sekitar 1,1 milyar penduduknya menderita defisiensi zinc karena asupan diet yang kurang. Akan tetapi, ada tiga penyebab utama mengapa seseorang bisa kekurangan zinc, yaitu tidak mendapatkan cukup zinc dari diet, kehilangan terlalu banyak zinc dari dalam tubuh (misalnya karena penyerapan yang buruk), dan karena kondisi kronis yang menyerang tubuh. Orang-orang dengan kondisi kronis seperti kanker, penyakit celiac, diare kronis, penyakit hati kronis, diabetes, penyakit pankreas, penyakit sel sabit, dan ulcerative colitis dapat menderita defisiensi zinc. 

Mereka yang menganut gaya hidup vegetarian biasanya memiliki level zinc yang lebih rendah di dalam tubuh. Ini dikarenakan tubuh akan mengurai zinc yang ditemukan di dalam daging dengan lebih efektif. Vegetarian biasanya mengonsumsi polong-polongan, kacang kedelai, kacang-kacangan, dan produk makanan yang terbuat dari gandum utuh dalam jumlah yang tinggi. Meskipun sumber makanan tersebut adalah sumber makanan yang sehat, makanan ini dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam menyerap zinc akibat adanya phytates. Phytates akan mengikat zinc sehingga tubuh tidak dapat menyerapnya. 

Para lansia juga memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita defisiensi zinc. Ini disebabkan karena lansia cenderung tidak mendapatkan akses ke berbagai macam jenis makanan. Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan pelepasan zinc dari dalam tubuh.

Ada pula kondisi gangguan medis langka yang bernama acrodermatitis enteropathica yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap zinc. Anda bisa mendapatkan zinc dari berbagai macam sumber makanan, seperti kerang, yogurt, susu, dan oatmeal. Selain itu, zinc juga tersedia dalam bentuk suplemen. Untuk mencegah dan mengobati defisiensi zinc, Anda juga bisa menggunakan Zinkid.

Mengatasi Penyakit Kulit dengan Benoson Cream

Benoson cream merupakan salah satu obat yang dapat meredakan gejala penyakit kulit seperti eksim, ruam, dermatitis, dan psoriasis. Gejala penyakit kulit biasanya dapat berupa kulit kemerahan, kering, gatal, bersisik, bengkak, hingga peradangan. Obat ini bisa didapatkan di toko online maupun apotek terdekat.

Memiliki kandungan zat aktif betamethasone, benoson cream digolongkan sebagai obat kortikosteroid. Artinya, obat ini memiliki kandungan steroid yang berfungsi untuk meredakan peradangan. Selain itu, betamethasone memiliki sifat antiinflamasi atau anti-peradangan serta antipiretik atau antigatal.

Indikasi atau manfaat benoson cream

Seperti yang dikatakan, benoson cream memiliki manfaat untuk meredakan gejala penyakit kulit yang peka terhadap obat kortikosteroid. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Psoriasis

Psoriasis merupakan salah satu penyakit kulit kronis yang ditimbulkan karena adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh atau faktor genetik seseorang. Penyakit kulit kronis ini biasanya menimbulkan gejala yang khas seperti kulit bersisik berwarna kemerahan, kering, dan kasar yang akan mengelupas.

Psoriasis biasanya timbul di bagian tubuh tertentu seperti siku, lutut, leher, kepala, dan wajah. Psoriasis termasuk penyakit kulit yang tidak bisa disembuhkan. Namun, gejalanya dapat diatasi dengan pengobatan tertentu seperti menggunakan benoson cream. 

Meski ada yang mengatakan penyebab psoriasis adalah gangguan pada sistem kekebalan imun, namun masih banyak ahli yang belum mengetahui secara pasti apa penyebab psoriasis. Beberapa ada yang mengatakan terdapat faktor lain yang menyebabkan psoriasis, seperti stres, infeksi tenggorokan, serta cuaca dingin.

  • Dermatitis

Salah satu penyakit kulit yang bisa diatasi oleh benoson cream adalah dermatitis. Peradangan kulit satu ini biasanya ditandai dengan gejala seperti kulit kering, bengkak, dan kemerahan. Meski tidak menular, penyakit kulit ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. 

Penyebab dari dermatitis bervariasi tergantung pada jenisnya. Beberapa jenis dermatitis tertentu dapat berlangsung sangat lama, beberapa juga ada yang dapat kambuh. Kondisi ini tergantung pada musim atau stres yang dirasakan pada pasien.

  • Eksim

Eksim atau juga bisa disebut sebagai dermatitis atopik juga bisa diatasi dengan benoson cream. Eksim ini memiliki sifat kronis atau dapat bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Namun, terkadang eksim juga akan kambuh beberapa waktu atau hilang dan timbul. Biasanya orang yang memiliki eksim juga memiliki riwayat asma dan rhinitis alergi.

Perlu diingat bahwa eksim bukanlah penyakit kulit yang dapat disembuhkan. Namun ada beberapa cara untuk mengatasi dan mengurangi rasa gatal serta frekuensi kekambuhan. Selain itu, penyebab dari eksim juga masih belum diketahui. Beberapa ahli ada yang berpendapat bahwa penyebab eksim merupakan kombinasi dari faktor genetik dan faktor-faktor lainnya.

Gejala yang dialami bisa sangat berbeda pada setiap orang. Secara umum, gejala eksim yang timbul berupa kulit kering, gatal, kemerahan, benjolan yang berisi cairan atau nanah, biasanya area yang terkena eksim akan menebal dan bersisik, serta kulit bengkak dan menjadi sensitif.

Perlu diingat bahwa beberapa penyakit kulit di atas tidak dapat disembuhkan. Benoson cream hanya digunakan untuk mengatasi gejala yang muncul. Kandungan betamethasone yang ada dalam benoson cream dapat meredakan peradangan dan rasa gatal akibat penyakit kulit tersebut. 

Selain itu, obat benoson cream merupakan obat keras yang hanya dapat digunakan sesuai petunjuk dokter. Hati-hati dalam menggunakan betamethasone apabila Anda memiliki kondisi tertentu seperti riwayat iritasi kulit setelah penggunaan steroid, katarak, glaucoma, diabetes, infeksi kulit, dan penyakit hati.

Ini Alasan Ivermectin Belum Sah Untuk Tangani Covid-19

Kasus Covid-19 hingga saat ini masih terus bertambah walau tidak dalam jumlah yang fantastis. Meski demikian, masyarakat harus tetap waspada dan mematuhi protokol yang berlaku. Selama pandemi Covid-19 pun banyak berita bertebaran di internet mengenai pengobatan hingga vaksin yang hoax atau palsu.

Salah satunya mengenai obat ivermectin yang dikatakan dapat mengobati Covid-19. Faktanya, obat-obat Covid-19 sendiri belum dipatenkan secara resmi dan masih dalam pengembangan lebih lanjut. Untuk itu, baik FDA, CDC, hingga BPOM memberikan pernyataan resmi mereka tentang hal tersebut.

Ivermectin tablet adalah obat untuk mengobati infeksi cacing strongyloidiasis dan onchocerciasis

Ivermectin sendiri memang kerap digunakan sebagai salah satu obat dalam perawatan Covid-19. Namun, apakah benar efektif untuk mengobatinya? Berikut faktanya yang harus anda ketahui!

Apa itu Ivermectin?

Ivermectin adalah obat keras golongan anti parasit yang bekerja dengan membunuh dan melumpuhkan cacing gelang parasit penyebab infeksi. Umumnya obat ini digunakan untuk infeksi strongyloidiasis dan onchocerciasis, tetapi juga bisa untuk infeksi ascariasis, trichuriasis, dan enterobiasis.

Obat ini dapat digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak dengan dosis tertentu yang telah diresepkan. Ivermectin juga digunakan pada hewan untuk mencegah penyakit cacing heartworm dan parasit lainnya. Dosis yang besar biasanya diformulasikan untuk kuda dan sapi.

Mengutip Badan POM RI, pengobatan Ivermectin di Indonesia masih tergolong baru, sehingga BPOM memberikan batas waktu kadaluarsa selama 6 (enam) bulan untuk obat tersebut. 

Oleh karenanya, masyarakat dihimbau untuk tidak menggunakan obat Ivermectin lebih dari 6 bulan dari tanggal produksi yang tertera. Karena merupakan obat keras, maka penggunaannya pun harus sesuai dengan resep dokter dan dalam dosis yang sudah ditetapkan. 

Masyarakat juga disarankan untuk tidak membelinya secara bebas di platform online. Ivermectin bekerja dengan cara mengikat sel saraf parasit dan otot invertebrata, sehingga  menyebabkan kelumpuhan dan kematian parasit. 

Dosis yang tepat obat Ivermectin tidak menimbulkan toksisitas yang signifikan, tetapi sakit kepala, pusing, nyeri otot, mual, atau diare mungkin muncul sebagai efek samping obat ini. Reaksi alergi bisa terjadi, namun jarang, untuk itu selalu perhatikan apakah Anda pernah memiliki hipersensitivitas pada obat atau tidak, dan bila terjadi segera hubungi dokter.

Alasan Ivermectin tidak mempan untuk obati Covid-19

Beberapa informasi yang beredar di internet terlebih di media sosial mengklaim bahwa Ivermectin dijadikan sebagai obat dalam pengobatan Covid-19. Tentu hal ini keliru karena belum ada bukti ilmiah yang secara jelas menyebutkan hal tersebut. Obat ini tentu masih dalam proses penelitian lebih lanjut terkait perawatan Covid-19.

Mengutip dari Forbes, Di beberapa negara bagian Amerika, pusat kendali racun dibanjiri telpon terkait overdosis atau keracunan dengan gejala yang parah akibat konsumsi Ivermectin yang berlebihan atau tidak sesuai resep. Berikut beberapa alasan mengapa obat ini belum mempan dan bukan obat sah untuk mencegah dan mengobati Covid-19.

  • Tidak banyak data yang mendukung efektivitas Ivermectin untuk mengobati Covid-19

Studi mengenai Ivermectin memang telah banyak dilakukan, seperti pada studi di Mesir yang menyebutkan angka kematian Covid-19 turun hingga 90 persen, setelah Ivermectin diberikan pada peserta percobaan. Namun, ternyata studi tersebut bermasalah dan tidak secara resmi dipublikasikan dalam jurnal medis.

Studi lain yang telah terpublikasikan memang ada yang menunjukkan potensi efek penyembuhan terhadap Covid-19, tapi itu belum cukup untuk membuktikan efektivitasnya dalam mengobati Covid-19.

Ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan dan dilaporkan, sehingga masih perlu adanya pembuktian melalui uji klinik.

  • Belum disetujui FDA sebagai obat sah Covid-19

FDA dalam sebuah tulisannya menyatakan bahwa mereka belum mengesahkan, mengizinkan atau menyetujui Ivermectin digunakan dalam mencegah atau mengobati COVID-19 pada manusia maupun hewan. 

Ivermectin disetujui untuk digunakan manusia dalam mengobati infeksi yang disebabkan oleh beberapa cacing parasit dan kutu kepala dan kondisi kulit seperti rosacea.

  • Mengambil dosis besar Ivermectin berbahaya

Dosis besar Ivermectin hanya diformulasi untuk hewan, yaitu sapi dan kuda, itu pun telah disesuaikan terlebih dahulu. Ivermectin adalah obat keras, mengambilnya dalam dosis besar dan jangka panjang, bahkan tanpa resep dokter bisa menyebabkan Anda mengalami nyeri otot/sendi, ruam kulit, demam, pusing, sembelit, diare, mengantuk, hingga Sindrom Stevens-Johnson.

  • Ivermectin masih terus dipantau BPOM beserta organisasi kesehatan di Indonesia dan WHO

BPOM dalam klasifikasinya mengatakan bahwa sebagai tindak lanjut untuk memastikan khasiat dan keamanan penggunaan Ivermectin dalam pengobatan COVID-19 di Indonesia, dilakukan uji klinik di bawah koordinasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BPPK), serta Kementerian Kesehatan RI dengan turut melibatkan beberapa Rumah Sakit.

BPOM RI juga masih terus memantau pelaksanaan dan menindaklanjuti hasil penelitian serta melakukan pemberitahuan terbaru informasi terkait penggunaan obat Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 melalui komunikasi dengan WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain.

  • Ivermectin yang diresepkan harus dalam pengawasan dokter dan diminum sesuai resep

Jika Anda diresepkan untuk mengambil Ivermectin baik dalam keadaan covid maupun tidak, konsumsinya harus dalam pengawasan dokter. Dan pastikan Anda meminumnya sesuai dosis yang telah ditentukan. 

WHO hanya memperbolehkan atau menyarankan Ivermectin digunakan untuk mengobati Covid-19 dalam uji klinis. Jangan sekali-sekali mengambilnya secara berlebih atau bebas!

Belum ada bukti yang cukup untuk bisa dijadikan sebagai obat Covid-19. Penggunaannya oleh pasien Covid-19 hanya diperbolehkan untuk uji klinis oleh WHO. CDC, FDA, dan BPOM RI juga tidak mengizinkan Ivermectin untuk dipakai dalam mencegah dan mengobati Covid-19.

Ivermectin bisa digunakan sebagai obat untuk mengatasi infeksi akibat cacing gelang, inipun jika Anda sudah melalui pemeriksaan dan diresepkan oleh dokter.Anda yang memang sudah diresepkan dokter untuk mengambil obat ini, Anda bisa menebusnya secara online dengan melampirkan resep dokter di Toko SehatQ. Petugas SehatQ akan membantu dalam verifikasi resep dan transaksi Anda. Kunjungi Toko SehatQ melalui website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ dan dapatkan promo menariknya. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Obat Selain Damuvit Yang Mampu Mengatasi Jerawat Anda

Jerawat bisa terjadi pada siapa saja ketika adanya minyak dan sel kulit mati yang tersumbat di pori-pori kulit. Kondisi ini jika tidak segera diatasi tentunya akan mengganggu penampilan Anda. Anda bisa mengalami jerawat di mana saja seperti wajah, dada bahkan punggung. Ada banyak cara yang bisa menjaga Anda untuk terhindar dari jerawat. Salah satunya adalah mengonsumsi suplemen seperti Damuvit.

Damuvit tidak hanya melindungi kulit dari jerawat tetapi juga efektif untuk memelihara kesehatan sekaligus melancarkan sistem metabolisme tubuh. Dalam mengatasi jerawat bisa dilakukan dari dalam maupun luar tubuh. Jika ingin menjaga dari dalam tubuh, Anda bisa melakukan pola hidup sehat dan menjaga makanan yang dikonsumsi.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi jerawat sedang hingga ringan. Salah satunya dengan menggunakan obat-obatan atau produk yang mengandung beberapa senyawa yang baik untuk jerawat. Biasanya produk ini bisa berupa sabun, lotion, gel sampai pembersih.

1. Salep benzoil peroksida

Obat salep untuk mengatasi jerawat bukanlah hal asing lagi, terutama salep benzoil peroksida. Membunuh bakteri penyebab jerawat, mencegah sel kulit mati, mengurangi produksi minyak di kulit wajah sampai menjaga pori-pori agar tetap terbuka adalah manfaat yang akan Anda rasakan dari penggunaan salep benzoil peroksida ini.

Pengobatan dengan menggunakan salep benzoil peroksida ini membutuhkan waktu sekitar 8 hingga 10 minggu. Pada proses penyembuhannya ini terdapat efek samping seperti kulit kering dan mengelupas, tetapi Anda tidak perlu khawatir karena jika sudah seperti itu artinya jerawat Anda akan segera membaik.

2. Salep retinoid

Vitamin A yang terkandung pada salep retinoi ini biasa digunakan untuk mengatasi jerawat dengan taraf ringan hingga sedang. Tidak hanya itu, salep retinoid mampu untuk mengobati kondisi komedo baik itu whitehead maupun blackhead. Mengangkat sel kulit mati sekaligus merangsang pertumbuhan sel kulit baru, membuka pori-pori yang tersumbat hingga mampu mengurangi produksi minyak di wajah Anda adalah manfaat lain yang dirasakan dari salep retinoid. Jika ingin menggunakan salep ini, Anda memerlukan resep dari dokter.

3. Asam salisilat

Membantu meluruhkan sel kulit mati sehingga menjaga pori-pori tetap bersih serta mengurangi reaksi peradangan adalah manfaat yang akan Anda dapatkan dari asam salisilat. Bahkan tidak hanya itu saja, asam salisilat ini juga efektif untuk mengurangi minyak pada wajah, mengatasi pembengkakan hingga menghilangkan komedo.

Manfaat yang baik untuk permasalahan wajah ini nyatanya memiliki beberapa efek samping seperti kulit kering, terkelupas, kulit terasa panas sampai iritasi kemerahan dan gatal. Bila Anda mengalami efek ini segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dokter.

3. Salep asam hidroksi alfa (AHA)

Kandungan asam hidroksida alfa atau yang lebih dikenal dengan AHA (alpha hydroxy acids) memang sangat ampuh untuk mengatasi permasalahan di wajah Anda terutama untuk mengobati jerawat. AHA tidak hanya mengobati jerawat tetapi juga membantu mengecilkan pori-pori agar jerawat tidak lagi mudah untuk kembali. Senyawa AHA memiliki 7 turunannya yang juga memiliki manfaat besar bagi penyembuhan jerawat yaitu lactic acid, malic acid, tartaric acid, hydroxycaproic acid, hydroxycaprylic acid, citric acid, dan glycolic acid.

4. Asam azelat

Sifat antimikroba dan antiradang yang dimiliki oleh asam azelat efektif untuk mencegah dan mengobati jerawat yang mengganggu. Tidak hanya itu, salep asam azelat juga memiliki manfaat membersihkan pori-pori, menyamarkan noda bekas jerawat dan meminimalkan risiko terbentuknya luka karena jerawat. Cara kerja dari asam azelat membutuhkan waktu yang lama sehingga jarang direkomendasikan oleh dokter sebagai pertolongan pertama meski memiliki manfaat yang begitu besar bagi kulit berjerawat.

Itulah beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengatasi persoalan jerawat selain menjaga dari dalam tubuh dengan mengonsumsi Damuvit. Anda bisa membeli obat – obatan tersebut secara daring di SehatQ.

Kenali Tipe Obat Antibiotik yang Harus Anda Tahu

Ada beberapa tipe obat antibiotik yang tersedia. Obat-obatan ini dikelompokkan bersama berdasarkan struktur kimianya. Setiap kelas antibiotik memiliki persamaan dan perbedaan seberapa efektif mereka dalam mengobati jenis bakteri tertentu.

Jenis obat antibiotik yang umum

1. Beta-laktam (sub kelas: penisilin, karbapenem, sefalosporin, monobaktam)

Contoh obat antibiotik: Penisilin, Amoksil (amoksisilin), Keflex (sefaleksin), Premaxin (imipenem), Omnicef ​​(cefdinir)

Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mencegah pembentukan dinding sel bakteri

2. Fluoroquinolones, atau Kuinolon

Contoh obat antibiotik: Cipro (ciprofloxacin), Levaquin (levofloxacin), Avelox (moxifloxacin)

Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mencegah bakteri membuat DNA

3. Makrolida

Contoh obat antibiotik: Zitromaks, Z-Pak (azitromisin), Eritrosin (eritromisin)

Cara kerja: Mencegah bakteri berkembang biak dengan mencegah mereka membuat protein

4. Tetrasiklin

Contoh obat antibiotik: Sumycin (tetrasiklin), Adoxa dan Adoxa-Pak (doksisiklin)

Cara kerja: Mencegah bakteri berkembang biak dengan mencegah mereka membuat protein

5. Glikopeptida

Contoh obat antibiotik: Vancocin (vancomycin), Dalvance (dalbavancin), Orbactiv (oritavancin) Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mencegah pembentukan dinding sel bakteri

6. Polipeptida

Contoh obat antibiotik: Baciim (basitrasin), polimiksin B

Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mencegah pembentukan dinding sel bakteri

7. Sulfonamida

Contoh obat antibiotik: Sulfamylon (mafenide), sulfadiazine

Contoh obat antibiotik:  Mencegah bakteri berkembang biak dengan mencegah mereka membuat protein

8. Oksazolidinon

Contoh obat antibiotik: Zyvox (linezolid), Sivextro (tedizolid)

Cara kerja: Mencegah bakteri berkembang biak dengan mencegah mereka membuat protein

9. Nitroimidazol

Contoh obat antibiotik: Flagil (metronidazol), Tindamax (tinidazol)

Cara kerja: Membunuh bakteri dengan mengganggu produksi materi genetik

Cara aman mengonsumsi obat antibiotik

Selalu minum antibiotik untuk jangka waktu yang ditentukan, bahkan jika gejalanya telah mereda. Pastikan untuk membaca label obat dengan saksama sebelum minum obat dan tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang efek samping atau tindakan pencegahan yang harus Anda ambil.

Penting untuk memastikan Anda meminum antibiotik dengan dosis yang dijadwalkan secara teratur – misalnya, setiap 8 jam atau setiap 12 jam. Tujuannya agar efek obat menyebar secara merata sepanjang hari. Pastikan untuk bertanya kepada penyedia medis Anda apakah Anda harus minum obat dengan makanan atau dengan perut kosong.

Segera konsumsi obat antibiotik jika Anda melewatkan satu dosis. Tetapi jika itu lebih dekat dengan dosis terjadwal Anda berikutnya, lewati dan ambil dosis berikutnya pada waktu yang dijadwalkan secara teratur. Sebaiknya Anda jangan minum dua dosis, apabila ada satu dosis yang mungkin sempat terlewat. 

CDC merekomendasikan

– Bicaralah dengan penyedia medis Anda jika Anda memiliki pertanyaan tentang obat Anda.

– Jangan membagi disi obat antibiotik Anda dengan orang lain.

– Jangan simpan antibiotik ekstra untuk nanti. Minum obat Anda untuk jangka waktu yang ditentukan oleh penyedia medis Anda.

– Jangan pernah menyiram antibiotik yang kedaluwarsa dan tanyakan apoteker Anda tentang cara terbaik untuk membuang obat-obatan lama.

– Jangan minum antibiotik orang lain karena Anda merasa sakit. Ini bisa membuat Anda lebih sakit atau menyebabkan efek samping.

– Bisakah Anda minum alkohol saat minum antibiotik?

– Secara umum, aman untuk minum alkohol secukupnya dengan sebagian besar antibiotik. Tetapi tiga antibiotik – metronidazol, tinidazol dan trimetoprim-sulfametoksazol – dapat menyebabkan reaksi serius dengan alkohol, menurut Layanan Kesehatan Nasional Inggris dan Pusat Medis Universitas Pittsburgh.

Bolehkah minum obat antibiotik dengan susu?

Makan produk susu seperti mentega, keju, susu, dan yogurt dapat mengganggu cara kerja beberapa antibiotik. Anda mungkin harus menunggu hingga tiga jam setelah minum antibiotik untuk mengonsumsi produk susu.

Anda harus menyimpan antibiotik di tempat yang sejuk dan kering. Tetapi penting untuk mengikuti instruksi pada label obat dan instruksi apa pun yang diberikan oleh dokter atau apoteker mengenai antibiotik spesifik Anda. Misalnya, beberapa obat mungkin perlu didinginkan.

Semua obat antibiotik memiliki tanggal kedaluwarsa yang tercetak di atasnya. Jangan minum antibiotik melewati tanggal kedaluwarsa. Antibiotik yang kedaluwarsa mungkin gagal untuk mengobati infeksi dengan benar dan menyebabkan resistensi antibiotik, menurut FDA.

Harga Peditox dan Keamanannya untuk Ibu Hamil

Kutu kepala (Pediculus humanus capitis) merupakan parasit kecil yang tinggal di rambut dan kepala, karena itu juga dikenal dengan kutu rambut. Kutu rambut sangat mudah menyebar melalui kontak langsung maupun tidak langsung dari orang yang terinfeksi, terutama lewat topi, sisir, dan handuk. 

Tidak diketahui darimana kutu rambut berasal, namun yang jelas kebersihan bukanlah faktor utama munculnya kutu rambut. Bahkan, kutu rambut dikenal sebagai hewan yang suka tinggal di lingkungan yang bersih. 

Di Indonesia, kutu rambut lebih sering mempengaruhi anak-anak. Ketika itu terjadi, mereka akan diberikan Peditox untuk membasmi kutu rambut. Karena mudah menyebar, kutu rambut bisa saja berpindah ke anggota keluarga mereka termasuk ibu. Lalu, apakah Peditox bisa digunakan oleh ibu hamil? Simak artikel berikut untuk mengetahui harga Peditox dan keamanannya untuk ibu hamil. 

Peditox obat apa?

Peditox adalah cairan pembasmi parasit seperti kutu rambut. Peditox mengandung zat aktif permetrin 1% yang diketahui sejak lama ampuh membasmi kutu rambut. Obat ini bekerja dengan cara menyerang membran sel kutu hingga lumpuh sehingga lebih mudah dihilangkan. 

Dosis dan penggunaan Peditox

Untuk menggunakan Peditox, cukup oleskan secukupmua dan secara menyeluruh pada rambut dan kulit kepala setelah keramas dan dalam kondisi lembab. Setelah diaplikasikan, diamkan selama 10 menit dengan kondisi kepala tertutup handuk atau kain, lalu sisir rambut dengan serit. 

Setelah disisir, bilas rambut dengan rambut hangat lalu keringkan. Dalam sekali penggunaan, Peditox sudah bisa membunuh kutu maupun telurnya. Namun jika kutu rambut dirasa masih ada, Anda bisa menggunakannya kembali setelah 7 hari pemakaian pertama. 

Apakah Peditox bisa digunakan pada ibu hamil?

Permetrin yang terkandung dalam Peditox dimasukkan dalam kategori kehamilan B oleh Food and Drug Administration (FDA), yang berarti peneiltian pada hewan tidak menyebabkan risiko pada janin namun butuh penelitian lebih lanjut pada manusia. 

Namun beberapa penelitian menunjukkan ibu hamil trimester 1 yang menggunakan permetrin secara topikal tidak menyebabkan risiko apapun pada janin. Bahkan, dalam penelitian lain wanita hamil yang menggunakan 4% permetrin juga menunjukkan yang sama. Karena hal itu, permetrin seringkali dijadikan sebagai pilihan pertama obat pembasmi kutu pada ibu hamil. 

Selain dengan Peditox, Anda juga bisa mendapatkan perawatan lain yang diresepkan dokter seperti. Namun diantara obat yang disebutkan di bawah, harga Peditox mungkin lebih murah. 

  • Sampo anti kutu, biasanya mengandung malathion, benzil alkohol 5%, suspensi spinosad 0,9%, dan ivermectin 0,5%
  • Obat oral seperti obat antiparasti atau antibiotik 

Jika Anda khawatir akan risiko penggunaannya, Anda bisa menyisir dengan sisir basah untuk menghilangkan kutu rambut. Anda juga bisa menggunakan minyak atsiri seperti minyak pohon teh, minyak lavender, dan minyak biji mimba untuk membasahi rambut sebelum disisir menggunakan serit. 

Efek samping

Penggunaan Peditox pada beberapa orang mungkin akan merasakan efek samping seperti sensasi panas di kulit kepala, menyengat, gatal, atau mati rasa. Namun tidak semua orang merasakan efek samping yang sama. 

Apabila Anda merasakan sensasi terbakar yang parah, sakit kepala, mual, muntah, diare, atau demam, segera bilas dan hentikan penggunaan serta hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. 

Catatan

Harga Peditox mungkin lebih murah dibandingkan dengan obat pembasmi kutu lainnya. Namun jika setelah penggunaan secara rutin kutu tak kunjung hilang, Anda bisa menghubungi dokter untuk meminta perawatan lebih lanjut.