Manfaat Saling Memaafkan bagi Kesehatan dan Caranya

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak pernah terlepas dari kesalahan sehingga ada saja perilaku yang bisa membuat orang marah dan sebal. Untuk meredakannya pihak-pihak tersebut harus saling memaafkan.

Manfaat saling memaafkan untuk kesehatan

Tentunya tindakan ini bukanlah tindakan yang mudah dilakukan apalagi jika salah satu pihak yang bertikai tidak mau menerima maaf tersebut karena merasa perlakuan yang diterima cukup menyakitkan hati.

Padahal, tanpa disadari saling memberi maaf satu sama lain mempunyai dampak yang cukup bagus untuk kesehatan fisik dan mental. Lalu apa sajakah manfaatnya itu? Yuk, simak di bawah ini!

Meningkatkan kesehatan jiwa

Berdasarkan sebuah studi, tindakan memaafkan kenyataannya dapat merelaksasi tubuh yang dapat berpengaruh pada pengurangan risiko terkena stres atau tertekan sehingga batin Anda pun merasa lebih lepas.

Mengatur emosi secara lebih baik

Dengan memaafkan Anda dapat mengontrol emosi Anda sebab orang yang sulit memaafkan tidak bisa mengontrol emosinya yang dapat berakibat buruk pada diri sendiri dan orang lain.

Akibatnya juga Anda dapat terkena hipertensi yang seringkali bisa menyebabkan kematian karena susahnya Anda mengontrol emosi dari sifat sulit memaafkan.

Karena itu, memaafkan merupakan jalan terbaik karena emosi Anda yang meledak-ledak dapat diredam.

Membantu meningkatkan kesehatan jantung

Bagi Anda yang ingin tetap mempunyai jantung sehat selain dengan berolahraga dan konsumsi makanan yang menyehatkan, Anda juga bisa mendapatkannya dengan saling memaafkan.

Hal ini karena memaafkan akan membantu melemaskan otot-otot jantung yang tadinya tegang sehingga detak jantung akan tetap mempunyai irama yang teratur.

Meningkatkan imunitas tubuh

Manfaat lain dari Anda memaafkan orang yang pernah berbuat salah terhadap Anda adalah ternyata hal itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda secara tidak langsung.

Sebab, respons imun akan berubah positif saat Anda memaafkan daripada Anda masih diselimuti amarah dan dendam karena tidak memaafkan.

Meningkatkan kualitas tidur

Ketika Anda memaafkan kesalahan orang yang pernah berlaku tidak baik terhadap Anda sebenarnya hal itu secara tidak langsung akan membuat tidur Anda menjadi nyenyak. 

Mengapa? Karena ada efek relaksasi pada tubuh yang membuat tubuh Anda tidak lagi menegang sehingga sulit tidur, dan akhirnya begadang dan mengalami insomnia. Dengan kata lain, memaafkan membuat Anda mudah tidur lelap.

Bisa menghargai dan mencintai diri sendiri

Memaafkan kesalahan orang lain kenyataannya juga bisa membuat Anda memaafkan diri sendiri.

Hal ini bisa menjadikannya sebagai langkah awal untuk mencintai diri sendiri sehingga sangat baik untuk kesehatan mental Anda.

Cara memaafkan yang tepat

Selain manfaat yang baik untuk kesehatan fisik dan mental, berikut ini adalah cara memaafkan yang tepat untuk Anda lakukan:

Hal pertama adalah Anda harus memahami dulu manfaat memaafkan bagi kehidupan setelah itu identifikasikanlah apa yang perlu disembuhkan, siapa yang perlu dimaafkan, dan apa tujuan dari memaafkan itu.

Selanjutnya Anda bisa bergabung dengan kelompok yang mendukung tindakan Anda ini atau meminta saran dari psikolog.

Kemudian akui emosi negatif yang selama ini hinggap di dalam tubuh Anda akibat sakit hati kemudian pahami bagaimana emosi tersebut memengaruhi tubuh, dan upayakan untuk melepaskannya.

Hilangkanlah pikiran yang menyatakan Anda sebagai korban lalu pahami mengapa orang itu bisa bertindak menyakitkan terhadap Anda.

Itulah beberapa manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan dari saling memaafkan yang tentu saja tidak mudah, dan perlu digarisbawahi bahwa dengan memaafkan bukan berarti melupakan, dan ini hanya sebagai pelepas rasa dendam dan emosi negatif.

Journaling Bisa Mengatasi Kesehatan Mental

Mengatasi kondisi kesehatan mental bisa jadi sulit, tetapi membuat jurnal dapat membantu. Menulis journaling dapat membantu Anda mengatasi stres, kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar. Selain itu, Anda dapat menggunakan jurnal untuk membantu meningkatkan kebiasaan dan perilaku Anda. 

Untuk mulai menulis jurnal, pilih waktu yang tepat untuk menulis setiap hari dan tentang diri Anda untuk menulis apapun yang terlintas dalam pikiran Anda selama 20 menit. Gunakan jurnal Anda untuk memproses perasaan Anda atau bekerja pada tujuan perbaikan diri Anda.

Memulai kebiasaan menulis jurnal atau journaling

1. Putuskan apakah Anda ingin menyimpan jurnal kertas atau jurnal digital

Biasanya, menulis dengan tangan membantu Anda memproses pikiran dengan lebih baik. Namun, yang terbaik adalah memilih format mana yang paling nyaman bagi Anda. Pilih jurnal kertas jika Anda suka menulis dengan tangan, atau gunakan pengolah kata jika Anda lebih suka mengetik.

  • Jurnal kertas akan memudahkan Anda berkreasi dengan entri Anda jika Anda tertarik untuk memasukkan seni ke dalam jurnal Anda.
  • Anda mungkin dapat menambahkan ke jurnal digital Anda dari perangkat apa pun jika Anda menggunakan Google Documents. Unduh Google Documents secara gratis dari toko aplikasi. Kemudian, buat dan edit dokumen di perangkat apa pun yang memiliki Google Documents.

2. Tulis di jurnal Anda setiap hari untuk mendapatkan manfaat maksimal

Penting untuk membentuk kebiasaan jika Anda ingin menggunakan jurnal Anda untuk meningkatkan kesehatan mental Anda. Pilih waktu yang nyaman bagi Anda untuk menulis, lalu tentang diri Anda untuk menulis setiap hari. Jadwalkan waktu penjurnalan Anda ke dalam hari Anda seperti janji penting lainnya.

  • Misalnya, Anda mungkin menulis di jurnal Anda setiap pagi ketika Anda bangun, selama jam makan siang, atau sebelum tidur.
  • Jika Anda bepergian dengan bus atau kereta api, gunakan waktu itu untuk menulis di jurnal Anda.

3. Atur timer selama 20 menit dan coba tulis sampai berbunyi

Saat pertama kali mulai membuat jurnal, beri diri Anda waktu singkat untuk melakukannya sehingga tidak terasa berlebihan. Mulailah dengan 20 menit, tetapi jangan ragu untuk menyesuaikan waktu agar lebih sesuai dengan kebutuhan Anda. Saat penghitung waktu berjalan, catat atau ketik kata apa pun yang muncul di kepala Anda.

Meskipun tujuannya adalah untuk menulis tentang pikiran atau stres Anda, jangan khawatir tentang itu sekarang. Tidak apa-apa untuk menulis hal-hal seperti, “Saya tidak tahu harus berkata apa,” “Ini terasa bodoh,” atau “Saya tidak bisa memikirkan apapun sekarang.” Jika Anda terus berjalan, Anda akan mulai mengungkap pikiran batin Anda.

4. Jangan khawatir tentang ejaan atau tata bahasa

Journaling Anda adalah untuk Anda, jadi tidak masalah jika Anda menggunakan kalimat yang tepat atau mengeja kata dengan benar. Biarkan pikiran Anda mengalir bebas tanpa mengedit sendiri.

     Jika kesalahan tata bahasa Anda benar-benar mengganggu Anda, tidak apa-apa untuk kembali dan memperbaikinya di lain waktu. Namun, ini tidak perlu.

Journaling: Berurusan dengan Pikiran dan Perasaan

1.  Ekspresikan apa pun yang ada di pikiran Anda saat Anda duduk untuk menulis

Cara terbaik menggunakan jurnal untuk memproses pikiran dan perasaan Anda adalah dengan menulis tentang apa yang terjadi dalam hidup Anda hari itu. Diskusikan apa yang terjadi pada Anda, bagaimana perasaan Anda tentang berbagai hal, dan kekhawatiran apa pun yang Anda miliki. Teruslah menulis sampai penghitung waktu berbunyi atau Anda merasa lebih baik.

Anda dapat menulis sesuatu seperti, “Hari ini saya merasa sangat sedih karena hujan sepanjang hari. Saya pikir cuaca mempengaruhi suasana hati saya. Saya bertanya-tanya bagaimana saya dapat membantu diri saya sendiri merasa lebih baik di hari-hari yang suram.”

2. Tulis dalam arus kesadaran ketika Anda tidak yakin dengan apa yang Anda rasakan

Terkadang sulit untuk mengetahui apa yang sebenarnya ada di pikiran Anda, dan tidak apa-apa! Untuk menulis dalam arus kesadaran, tulis saja kata-kata yang terlintas dalam pikiran, meskipun tidak masuk akal. Jangan khawatir tentang tanda baca atau struktur kalimat. Teruslah menulis sampai Anda mengenali ide atau tema utama yang muncul, yang akan memberitahu Anda bagaimana perasaan Anda.

Sebagai contoh, aliran masuk yang sadar mungkin terlihat seperti ini: “Duduk di sini tidak tahu harus berkata apa, ini adalah hari yang panjang dan saya lelah tetapi saya tidak tahu mengapa saya merasa sedih hari ini dan saya pikir itu karena hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan saya jadi mungkin saya perlu mengubah sesuatu tetapi apa yang bisa saya ubah.”

Menggunakan Jurnal Anda untuk Peningkatan Diri

Lacak kemajuan Anda menuju tujuan, kebiasaan baik, dan perilaku positif. Gunakan jurnal Anda untuk menetapkan tujuan pribadi dan bekerja menuju kebiasaan atau perilaku positif yang ingin Anda sertakan dalam hidup Anda. Catat tindakan yang Anda ambil untuk mencapai tujuan Anda dan pantau kemajuan Anda. Selain itu, tulis atau tandai saat Anda melakukan kebiasaan atau perilaku baik Anda.

  • Misalnya, Anda mungkin menyimpan halaman di jurnal Anda untuk melacak kemajuan Anda pada tujuan Anda. Tulis rencana tindakan, dokumentasikan saat Anda mengerjakan tujuan, dan periksa setiap langkah.
  • Jika tujuan Anda adalah bermeditasi setiap hari, Anda dapat memblokir waktu untuk bermeditasi dalam jadwal Anda dan mengunduh aplikasi meditasi. Kemudian, catat seberapa sering Anda bermeditasi, berapa lama sesi Anda berlangsung, dan manfaat yang Anda rasakan setelah bermeditasi.
  • Atau, beri diri Anda stiker atau tanda centang pada hari-hari Anda bekerja untuk mencapai tujuan atau kebiasaan baru Anda. Sebagai contoh, beri diri Anda stiker wajah tersenyum setiap kali Anda melakukan perawatan diri, tanda centang untuk setiap gelas air yang Anda minum, atau bintang setiap hari Anda memasak makanan di rumah.

Dokumentasikan gejala Anda jika Anda merawat penyakit mental. Melacak gejala Anda dapat membantu Anda menentukan apakah Anda membuat kemajuan atau perawatan mana yang paling cocok untuk Anda. Tuliskan gejala yang Anda alami di bagian atas atau bawah entri journaling Anda untuk hari itu. Nilai tingkat keparahan gejala Anda pada skala numerik sehingga Anda dapat lebih memahaminya. Bandingkan gejala yang Anda alami dengan apa yang terjadi dalam hidup Anda hari itu untuk membantu Anda mencari pola.

  • Anda dapat menulis, “Hari ini saya merasa cemas  dan tidak yakin,” dengan angka-angka yang mewakili keparahan gejala Anda.
  • Jika Anda sedang menjalani pengobatan, pantau kapan Anda meminumnya untuk melihat apakah itu memengaruhi gejala Anda.

Sama-Sama Menangani Kesehatan Mental, Ini Perbedaan Dokter Jiwa dan Psikolog

Dokter jiwa dan psikolog sama-sama memiliki kemampuan untuk mendiagnosis dan merawat pasien dengan gangguan kesehatan mental. Akan tetapi, keduanya tidaklah sama sebab masing-masing memiliki latar belakang pendidikan serta tugas dan peranan yang berbeda-beda. 

Latar belakang pendidikan

Dokter jiwa harus menempuh pendidikan dokter umum terlebih dahulu. Setelah mendapatkan gelar dokter, studi dilanjutkan ke bidang spesialisasi psikiatri selama kurang lebih 4 tahun. Lulusan spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri mendapatkan gelar Sp.KJ. Tak hanya itu, dokter jiwa juga memiliki subspesialisasi antara lain:

  • Psikiatri anak dan remaja

Beberapa gangguan mental yang mungkin terjadi pada anak dan remaja yaitu gangguan cemas dan depresi, hiperaktivitas, school phobia, skizofrenia, serta kelainan bipolar. Rumah sakit biasanya menyediakan ruang terapi keluarga dan terapi bermain khusus sebagai rangkaian proses penyembuhan pasien. 

  • Psikiatri geriatri

Dokter jiwa subspesialis geriatri berfokus pada pasien lansia. Pada dasarnya, lansia tidak memiliki kebugaran dan kemampuan yang sama dengan orang dewasa sehingga perawatan dan pengobatannya pun harus disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. 

  • Psikiatri adiksi

Dokter menangani pasien yang mengalami ketergantungan dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif). Terapi ini diharapkan mampu berdampak jangka panjang sehingga pasien tidak mengalami kecanduan lagi. 

Seseorang perlu menempuh pendidikan pendidikan strata 1 (S1) dalam bidang psikologi. Setelah itu, studi dilanjutkan dengan mengikuti program magister profesi psikologi (S2) selama 4 atau 5 semester. Apabila telah mengikui sidang profesi dan mendaftar keanggotaan, Anda dapat mengurus SIPP (Surat Izin Praktek Psikologi) dan menjadi psikolog profesional. Terdapat berbagai jenis psikolog, diantaranya psikolog klinis, psikolog industri dan organisasi, psikolog pendidikan, serta psikolog sosial. 

Penyakit yang ditangani

Dokter jiwa mendiagnosis pasien berdasarkan tes psikologi, tes laboratorium, dan one-on-one evaluations. Berikut ini beberapa penyakit yang ditangani dokter jiwa berdasarkan diagnosis yang telah ditetapkan: 

  • Gangguan kecemasan
  • Attention Deficit Hyperactivity Disoreder (ADHD)
  • Gangguan bipolar
  • Gangguan depresi mayor
  • Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD)
  • Skizofrenia

Dokter jiwa juga memberikan resep dan menyarankan terapi sebagai bentuk pengobatan. Beerikut ini beberapa jenis terapi pasien gangguan kesehatan mental yang ditangani dokter jiwa:

  • Terapi elektrokonvulsif 

Terapi ini melibatkan arus listrik yang dialirkan ke otak. Terapi eletrokonvulsif biasanya digunakan bagi pasien dengan kasus depresi kronis yang tidak merespon jenis pengobatan dan perawatan lainnya. 

  • Terapi cahaya

Cahaya buatan digunakan untuk mengatasi depresi yang kambuh di waktu tertentu, terutama jika muncul di tempat yang terpapar banyak sinar matahari. 

Psikolog dan dokter jiwa sama-sama menangani pasien dangan ganguan kesehatan mental. Perbedaan besar keduanya yaitu psikolog tidak dapat meresepkan obat, meskipun terdapat juga beberapa negara yang melakukan hal tersebut. Sementara terdapat beberapa penyakit yang ditangani dokter jiwa juga mampu ditangani psikolog. 

Psikolog merawat pasien dengan cara berdialog. Caranya psikolog dan pasien duduk dan membicarakan masalah mental yang dialami. Terapi perilaku kognitif lebih sering digunakan dalam penanganan pasien dengan pendekatan yang berfokus pada pengelolaan pikiran, termasuk mengubah perspektif negatif pasien. 

Mana yang cocok sesuai kondisi Anda?  

Baik dokter jiwa atau psikolog, biasanya pasien mendapatkan rujukan dari dari dokter primer mengenai siapa yang harus ditemui untuk membantu mengatasi penyakitnya. Penting juga memilih dokter jiwa atau psikolog dengan pola komunikasi yang sesuai dengan pasien, memiliki pengalaman cukup, serta mempunyai jadwal konsultasi yang memadai sehingga pasien tidak perlu menunggu terlalu lama.

Menilik Ciri-Ciri Kepribadian koleris

Tegas bukan berarti pemarah.

Tiap orang membawa kepribadian yang unik dari saat ia dilahirkan sampai ia tumbuh besar dan bersosialisasi dengan banyak orang. Meskipun masing-masing memiliki keunikan sendiri, dalam ilmu psikologi setidaknya ada empat pembagian kepribadian. Ada kepribadian koleris, melankolis, sanguinis, serta plegmatis. 

Dari keempat kepribadian tersebut, orang-orang koleris menjadi cenderung menarik perhatian karena pembawaannya yang cenderung tegas bahkan terlihat galak. Orang-orang dengan kepribadian koleris menjadi makin diperhatikan karena banyak di antara mereka yang nyatanya menjadi pemimpin ataupun pebisnis sukses. 

Namun sebenarnya, ciri-ciri kepribadian koleris tidak hanya tegas ataupun galak. Jenis kepribadian yang satu ini banyak memiliki ciri yang mungkin belum pernah Anda sadari sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa ciri lain kepribadian koleris yang membuat orang-orang dengan kepribadian ini menjadi kian terlihat tangguh dan berpeluang sukses lebih besar. 

  1. Tidak Mudah Marah dan Tersinggung 

Jika hanya sekali melihat, mungkin Anda berpikiran bahwa orang dengan kepribadian koleris adalah tipe pemarah dan mudah tersinggung. Anda pun menjadi takut untuk berurusan lebih jauh dengan orang-orang ini. Padahal kenyataannya, orang dengan kepribadian yang satu ini justru tidak mudah marah ataupun tersinggung. Mereka hanya tegas, namun bukan tidak mampu mengontrol emosi. 

  1. Lugas 

Kesan tegas dan mudah marah orang-orang dengan kepribadian koleris salah satunya dikarenakan ciri-ciri mereka untuk berbicara secara lugas. Mereka orang yang tidak suka berbelit-belit. Mereka cenderung blak-blakan mengungkapkan apa yang sedang dipikirkan. Ungkapan tersebut bahkan tidak mempertimbangkan perasaan orang lain sehingga kerap kali menimbulkan kesan marah dan penuh emosi. 

  1. Suka Sendiri 

Tidak jarang orang dengan kepribadian koleris lebih memilih sendirian dibandingkan berbaur dengan banyak orang. Saat sendiri, mereka cenderung lebih mampu berpikir cepat dan menata beragam rencana. Namun, bukan berarti orang dengan kepribadian ini antisosial. Mereka hanya tidak terlalu suka berkumpul dan berbincang hal-hal yang kurang bermakna dan menghabiskan waktu. 

  1. Kreatif 

Otak orang-orang koleris cenderung terus berpikir. Tidak ada waktu yang membuat pikiran mereka kosong. Karena itu, jangan heran jika orang dengan kepribadian koleris cenderung mampu menelurkan beragam ide tiap saat. Kemampuan kreatif ini membuat orang-orang koleris menjadi unggul di dalam pekerjaan. 

  1. Tidak Mudah Terpengaruh 

Anda mungkin akan sulit memasukkan pendapat Anda ke dalam pikiran orang dengan kepribadian koleris. Pasalnya, orang koleris cenderung selalu menerapkan prinsip analitis dalam setiap hal. Jika pendapat Anda tidak mendasar dan tidak bisa diterima oleh akalnya, jangan harap orang koleris bisa menyetujui pendapat Anda. Kepribadian yang tidak mudah terpengaruh ini pun menjadi menguntungkan dalam hal mempertahankan pendapat dan prinsip dalam hidup maupun pekerjaan. 

  1. Percaya Diri Tinggi 

Orang-orang dengan kepribadian koleris cenderung memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini karena ia meyakini kemampuannya dalam hal menganalisis maupun membuat kreasi. Mereka tidak sungkan untuk menunjuk diri mereka guna memimpin suatu grup. Mereka juga tidak akan malu-malu memaparkan kesuksesan mereka. Kadang kala, rasa percaya diri yang tinggi pada orang-orang berkepribadian koleris membuat mereka dicap sombong oleh sebagian orang. 

  1. Suka Mengatur 

Beberapa orang merasa sulit bergaul dengan orang berkepribadian koleris karena sifat mereka yang suka mengatur orang-orang di sekelilingnya. Sebenarnya, ciri-ciri ini timbul karena sifat orang koleris yang cenderung ingin semua hal berjalan sesuai dengan apa yang di pikirannya. Tanpa disadari, hal tersebut membuat mereka cenderung mendominasi perbincangan ataupun kegiatan. 

*** 

Dari beragam ciri kepribadian koleris di atas, apakah Anda menemukan beberapa di antaranya dalam diri Anda, padahal Anda bukan seorang koleris? Tidak perlu bingung, nyatanya banyak ciri-ciri sifat kepribadian yang saling bertabrakan. Jadi, walaupun Anda seorang sanguinis, melankolis, ataupun plegmatis; Anda pun bisa memiliki sisi koleris yang memengaruhi kepribadian Anda. 

Inilah Bagian-Bagian Otak yang Perlu Diketahui

Menjadi bagian paling vital bagi manusia, otak terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi masing-masing. Setiap bagian otak memiliki tugas tertentu yang memengaruhi sistem kerja organ tubuh lain, mulai dari lobus frontal otak hingga lobus oksipital yang terdapat di bagian belakang. Selain itu terdapat otak kecil yang masih dibagi menjadi dua belahan.

Setiap bagian otak memiliki tugas tertentu yang berpengatuh pada sistem kerja berbagai organ tubuh manusia. Otak bisa dibilang merupakan salah satu organ yang paling kompleks dalam tubuh manusia, organ yang tersusun dari sejumlah jaringan pendukung dan miliaran sel saraf yang saling terhubung.

Bagian-bagian Otak

Otak dilindungi oleh lapisan pembungkus yang dinamaka selaput otak atau meninges dan tulang tengkorak, serta terhubung ke saraf tulang belakang. Dengan saraf tulang belakang, otak kemudian berperan sebagai pusat kendali tubuh dan menyusun sistem saraf pusat (SSP). Sistem saraf ini bekerja sama dengan sistem saraf tepi yang memberi kemampuan manusia melakukan aktivitas.

  1. Otak Besar (Cerebrum)

Merupakan bagian terbesar dari otak, dibagi menjadi dua bagian yakni otak kanan dan otak kiri dengan fungsi masing-masing. Otak kanan untuk mengontrol pergerakan di sisi kiri tubuh dan otak kiri mengontrol gerakan di sisi kanan tubuh. Permukaan cerebrum disebut dengan cerebral cortex, merupakan area otak di mana sel saraf membuat koneksi atau sinaps.

Sinaps adalah sistem saraf yang mengendalikan aktivitas otak, sementara bagian dalam cerebrum mengandung sel-sel saraf berselubung (mielin) yang fungsiya menyampaikan informasi antara otak dan saraf tulang belakang. Otak besar ini masih dibagi menjadi empat bagian, berikut beberapa penjelasannya.

  • Lobus Frontal Otak

Merupakan bagian depan otak yang megendalikan gerakan, ucapan, perilaku, memori, emosi dan kepribadian. Bagian otak ini juga berperan dalam fungsi intelektual, seperti ketika manusia berpikir, menalar, memecahkan masalah, pengambilan keputusan dan melakukan perencanaan.

  • Lobus Parietal

Bagian atas otak yang berfungsi mengendalikan sensasi, seperti sentuhan, tekanan, nyeri hingga suhu. Bagian ini juga mengendalikan orientasi spasia atau pemahaman mengenai ukuran, bentuk dan arah.

  • Lobus Temporal

Bagian samping yang bertugas untuk mengendalikan indra pendengaran, emosi dan ingatan, bagian yang kiri juga memiliki peran tetapi hanya dalam fungsi bicara.

  • Lobus Oksipital

Merupakan bagian otak yang paling belakang, fungsi bagian ini sama pentingnya dengan bagian lain yakni mengendalikan fungsi penglihatan.

  • Otak Kecil (Cerebellum)

Otak kecil berada di bawah otak besar, tepatnya di belakang otak, di bawah lobus oksipital dan juga terbagi menjadi dua bagian. Tanggung jawab otak kecil adalah mengendalikan gerakan, menjaga keseimbangan dan mengatur posisi serta koordinasi gerakan tubuh. Selain itu, bagian otak ini juga berperan dalam mengendalikan gerakan halus seperti melukis atau menulis.

  • Batang Otak

Merupakan seikat jaringan saraf yang terdapat di dasar otak, fungsi dari batang tak adalah sebagai stasiun pemancar yang menghubungkan otak besar ke sel saraf tulang belakang. Selain itu juga berfungsi untuk mengirim dan menerima pesan antara berbagai bagian tubuh dan otak. Sama seperti lobus frontal otak, batang otak memiliki beberapa bagian.

Terdapat tiga struktur utama otak, di antaranya adalah otak tengah, pons dan medulla oblongata dengan masing-masing fungsi. Otak tengah menjadi pusat pengatur gerakan otot mata, pons terlibat dalam koordinasi gerakan mata dan otot wajah, pendengaran dan juga keeimbangan.

5 Kita Melatih Mental Agar Tahan Banting

Lakukan cara melatih mental agar kuat menghadapi segala masalah di dalam hidup

Mental kuat dan tahan banting merupakan kunci dari kecerdikan seseorang dalam menangani berbagai macam situasi dalam hidup. Seseorang bahkan bisa memprediksi sesuatu yang bakal terjadi dengan memiliki mental ini, untuk mendapatkan mental yang baik dan kuat seseorang perlu berlatih, terdapat beberapa macam cara melatih mental sebagai modal menjalani hidup.

Beberapa hal yang terkadang menghambat seseorang untuk dapat maju justru datang dari diri sendiri. Seperti misalnya muncul rasa takut, malu dan tidak percaya diri, untuk menghilangkan kondisi ini seseorang hanya perlu menyisihkan waktu guna mencoba melatih mental. Hal ini diperlukan agar berbagai emosi negatif yang ada bisa hilang.

Cara Melatih Mental

  • Beri Tantangan Diri Sendiri

Ketakutan seseorang terkadang justru baik untuk kemajuan hidup, mencoba meyakinkan diri sendiri seperti misalnya apakah selama ini betah dengan keadaan di tempat kerja. Di sisi lain, muncul perasaan untuk keluar dari zona pekerjaan tersebut, biasanya hal ini didasari dengan berbagai macam alasan yang muncul dan diinginkan oleh orang tersebut.

  • Berani Suarakan Opini

Sebisa mungkin jangan memendam opini yang muncul di dalam otak dan yang sedang terpikirkan, bisa jadi hal tersebut justru bisa membantu banyak pihak. Memberanikan diri untuk berbicara menjadi salah satu cara untuk menguatkan mental seseorang. Hal ini bisa dilakukan secara terus menerus, seiring hal itu dilakukan keberanian akan muncul sedikit demi sedikit.

  • Menerima Kritik

Pada umumnya seseorang akan merasa senang jika mendapat pujian dan jika kritik yang didapat membuat seseorang tersebut tidak senang. Terlebih jika kritik yang dilontarkan terkesan keras hingga menyakiti hati. Mencoba untuk tidak memasukan kritik ke dalam hati dan menyeleksi kritik mana yang membangun, hal ini sangat berguna untuk melatih mental.

  • Pola Pikir Positif

Apa yang dipikirkan seseorang sangat berpengaruh pada pengembangan diri, terutama jika sering berpikir negatif. Ketika seseorang hanya sering berpikiran negatif, maka juga harus bersiap untuk mendapat pengaruh negatif pula. Begitu sebaliknya dan kebanyakan orang tentu akan memilih agar mendapatkan pengaruh yang positif.

  • Menimba Ilmu

Ilmu tak hanya bisa didapat dari membaca buku, literatur dan sejenisnya, ilmu juga bisa didapat melalui konten-konten inspiratif terutama melalui sebuah video. Seiring perkembangan teknologi, hal ini sangat bisa dengan mudah didapatkan secara daring. Cari tontonan yang mampu menumbuhkan motivasi dalam berkehidupan dan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Melatih kesehatan mental juga bisa dilakukan dengan sering bertemu dengan orang terdekat, terkadang seseorang yang sibuk mengejar mimpi selalu menyisihkan waktu untuk bisa bersama orang-orang terdekat yang bisa menjadi sumber energi mereka. Selain itu menghentikan kebiasaan buruk juga memiliki dampak besar.

Salah satu contoh kebiasaan buruk yang dialami seseorang misalnya seperti mengonsumsi cemilan secara berlebihan. Kondisi ini memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik, selain itu juga berdampak pada kesehatan mental. Ngemil berlebihan dapat membuat seseorang menjadi stres karena berat badan yang naik atau munculnya pandangan buruk terhadap bentuk fisik milik sendiri.

Menghentikan kebiasaan buruk merupakan salah satu cara melatih mental agar kuat, perubahan yang dilakukan tidak harus drastis secara langsung. Lakukan langkah termudah terlebih dahulu, setelahnya sedikit demi sedikit beberapa cara di atas bisa dilakukan secara bersamaan. Karena tanpa disadari nantinya hal-hal di atas dilakukan sebagai sebuah kebiasaan yang baik.