Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil 6 Bulan

Banyak wanita akan menderita sakit pinggang saat hamil 6 bulan. Rasa sakit ini biasanya akan dirasakan pada saat usia kehamilan mencapai trimester kedua dan ketiga. Temuan dari sebuah studi tahun 2018 menyatakan bahwa sekitar 32 persen wanita hamil menderita sakit pinggang saat hamil 6 bulan. Menurut ACOG, hormon yang diproduksi oleh tubuh pada masa kehamilan dapat membuat persendian relax, yang membuat persendian menjadi lebih “mobile” dan rentan menderita cedera. Pinggul dan pinggang rentan menderita nyeri karena peran yang dibawanya dalam mendukung pergerakan dan tubuh. Berdiri terlalu lama, melakukan aktivitas tertentu, dan duduk atau bahkan berbaring dapat membuat pinggul dan pinggang sakit. 

Ada beberapa cara untuk mengatasi sakit pinggang saat hamil 6 bulan. Termasuk di antaranya adalah pilihan perawatan medis, perawatan di rumah, dan peregangan yang dapat membantu meringankan rasa sakit pinggang saat hamil 6 bulan. Dalam beberapa kasus, kombinasi antara perawatan-perawatan tersebut dapat membantu meredakan rasa nyeri. 

perempuan sakit pinggang saat hamil
  • Intervensi medis. Apabila Anda menderita sakit pinggang saat hamil yang intens dan terus menerus terjadi, hubungi dokter. Dokter akan memeriksa Anda dan janin guna mencari tanda-tanda persalinan prematur atau kemungkinan komplikasi lain. Dalam beberapa kasus, dokter akan merekomendasikan penggunaan obat-obatan OTC untuk membantu merawat rasa nyeri yang berhubungan dengan pinggul, pinggang, atau bagian tubuh lainnya. Ibu hamil harus mengikuti instruksi dari dokter seputar konsumsi obat-obatan dengan baik. Obat-obatan OTC seperti acetaminophen memiliki risiko tersendiri. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum meminum pereda nyeri OTC pada saat hamil. 
  • Kompres hangat. Kompres hangat adalah cara yang efektif untuk membantu meringankan rasa nyeri saat hamil. Anda bisa melakukan hal ini dengan membasahi handuk bersih menggunakan air hangat. Anda juga bisa membeli kompres atau heating pad untuk memberikan panas pada pinggul dan punggung.
  • Sabuk pinggul. Sabuk pinggul adalah alat pendukung yang ibu hamil bisa pakai untuk membantu mendukung pinggul dan pinggang pada masa kehamilan. Menurut sebuah studi, memakai sabuk pinggul memiliki efek yang positif pada tubuh pada masa kehamilan dan dapat membantu merawat nyeri pinggul. 
  • Posisi tidur. Apabila ibu hamil tidur menyamping, ia harus menempatkan bantal di antara kaki. Bantal yang didesain khusus tersedia untuk menyediakan dukungan ekstra untuk ibu hamil. Meskipun bantal biasa akan menyediakan dukungan tertentu, bantal kehamilan akan memberikan dukungan yang lebih optimal. Anda bisa menggunakannya untuk mengatasi sakit pinggang saat hamil 6 bulan. 
  • Peregangan dan olahraga. ACOG merekomendasikan ibu hamil untuk terus berolahraga ringan pada masa kehamilan. Olahraga atau latihan yang bisa dilakukan seperti berjalan, berenang, yoga, dan aktivitas ringan hingga sedang lainnya. Satu manfaat besar dari latihan adalah latihan dapat mencegah pertambahan berat badan, yang mana akan memberikan tekanan tambahan pada pinggul dan pinggang. Yoga dapat menjadi pilihan yang baik bagi ibu hamil. Dengan yoga, Anda bisa meregangkan pinggul dan pinggang dan bagian tubuh lainnya yang nyeri akibat sakit pinggang saat hamil 6 bulan. 

Sakit pinggang saat hamil 6 bulan merupakan kondisi yang normal akibat perubahan hormon dan distribusi berat. Apabila Anda menderita sakit pinggang saat hamil 6 bulan, perawatan rumahan seperti kompres, sabuk pendukung, latihan ringan, dan rutinitas yoga yang dimodifikasi dapat membantu meringankan gejala yang dirasakan. Berhati-hatilah saat menggunakan obat-obatan OTC. Dokter dapat memberikan saran seputar penggunaan obat-obatan atau program latihan apapun.

Jenis Hipertensi dan Cara Menurunkan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Tahukah Anda jika ibu hamil rentan terkena tekanan darah tinggi? Adakah cara menurunkan darah tinggi yang aman untuk ibu hamil?

Jika tidak ditangani, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius bagi ibu, bayinya, atau keduanya. Namun, dalam kebanyakan kasus, hipertensi dapat dicegah dan diobati.

Untuk itu, penting mengetahui jenis tekanan darah tinggi yang dapat dialami seorang wanita selama kehamilan, faktor risiko, komplikasi tekanan darah tinggi. Tujuannya agar mengetahui cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil yang tepat dan aman.  

Jenis Hipertensi yang Mengancam Ibu Hamil  

Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil berbeda tergantung dari jenis hipertensi itu sendiri. Seorang ibu hamil dikatakan sedang mengalami hipertensi ketika nilai tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih, dan tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih.

Nah, saat kondisi ini terus bertahan sekalipun telah dua kali pengukuran dengan jeda 4-6 jam, maka perlu ditindaklanjuti dengan cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil.

Adapun jenis hipertensi kehamilan diantaranya: 

1. Hipertensi Kronis

Hipertensi kronis dialami oleh wanita dengan tekanan darah tinggi sebelum hamil atau mengembangkannya dalam paruh pertama, atau sebelum kehamilan mencapai 20 minggu.

Wanita dengan kondisi ini memiliki tekanan darah tinggi dan kemungkinan dapat mengembangkan jumlah protein yang tidak normal dalam urin, atau proteinuria. Adanya protein dalam urin dapat mengindikasikan masalah pada ginjal. Wanita mungkin juga mengalami perubahan fungsi hati.

Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil dengan hipertensi kronis harus terus minum obat antihipertensi selama kehamilan mereka. Namun, beberapa obat antihipertensi umum tidak cocok untuk wanita hamil. Jadi, Anda harus memastikan ini pada dokter. 

2. Hipertensi gestasional

Hipertensi gestasional hanya terjadi selama kehamilan dan tanpa adanya protein dalam urin atau perubahan fungsi hati. Wanita biasanya mengembangkan kondisi ini pada paruh kedua, atau setelah 20 minggu pertama.

Cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional hanya menjaga asupan makan. Sebab, tekanan darah tinggi ini biasanya bersifat sementara dan cenderung hilang setelah melahirkan. Namun, hal itu dapat meningkatkan risiko wanita terkena tekanan darah tinggi di kemudian hari.

Dalam beberapa kasus, tekanan darah akan tetap tinggi setelah kehamilan, yang mengakibatkan hipertensi kronis. Hipertensi gestasional dikaitkan dengan risiko penyakit jantung iskemik yang lebih tinggi, gagal jantung , dan stroke iskemik. 

3. Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang bisa dialami wanita selama kehamilan atau setelah melahirkan. Ini adalah kondisi serius yang dapat menimbulkan konsekuensi yang parah. Biasanya terjadi pada trimester ketiga.

Dokter sering mendiagnosis preeklampsia setelah melakukan pengukuran tekanan darah dan menguji sampel darah dan urin. Wanita yang mengalami preeklamsia ringan mungkin tidak mengalami gejala apa pun.

Jika gejala preeklamsia berkembang, itu bisa termasuk:

  • tekanan darah tinggi
  • proteinuria
  • pembengkakan berlebihan pada wajah dan tangan
  • pertambahan berat badan karena retensi cairan
  • sakit kepala
  • pusing
  • sifat lekas marah
  • sesak napas
  • sakit perut
  • mual
  • muntah
  • penglihatan kabur
  • kepekaan terhadap cahaya

Lalu, cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil dengan kondisi preeklamsia yaitu dengan obat yang diresepkan oleh dokter untuk menurunkan tekanan darahnya dan membantu bayi. 

Bahkan, bisa jadi Anda harus dirawat jika kondisinya semakin parah. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan persalinan bayi untuk perawatan. Waktu persalinan tergantung pada seberapa parah kondisi ibu, serta seberapa jauh kehamilannya.

Komplikasi hipertensi bagi ibu

Hipertensi yang parah atau tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi bagi ibu dan bayi. Tekanan darah tinggi selama kehamilan menempatkan wanita pada peningkatan risiko kondisi kesehatan yang lebih serius di kemudian hari. 

Salah satu komplikasi hipertensi adalah sindrom HELLP. Sindrom HELLP adalah gangguan organ hati dan darah yang bisa terjadi pada kehamilan. Biasanya, sindrom ini terjadi setelah kehamilan memasuki usia 20 minggu. Jika tidak ditangani dengan tepat, sindrom ini bisa berdampak fatal pada ibu hamil dan bayi yang dikandungnya.

Komplikasi lain yang terkait dengan tekanan darah tinggi selama kehamilan meliputi:

  • stroke
  • solusio plasenta, suatu kondisi medis serius di mana plasenta terlepas terlalu dini dari dinding rahim
  • persalinan prematur, atau melahirkan sebelum tanggal jatuh tempo, yang mungkin diberitahukan oleh penyedia layanan kesehatan jika plasenta tidak memberikan nutrisi dan oksigen yang cukup untuk bayi atau jika nyawa ibu dalam bahaya 

Pencegahan dan Cara Menurunkan Darah Tinggi pada Ibu Hamil 

Anda sebaiknya rutin melakukan kontrol kehamilan, termasuk cek tekanan darah selama masa kehamilan. Apalagi jika Anda memiliki faktor risiko darah tinggi. 

Selain itu, Anda juga diharuskan melakukan gaya hidup sehat, dan makan makanan yang lebih seimbang. 

Beberapa cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil antara lain:

  • membatasi asupan garam
  • tetap terhidrasi
  • makan makanan seimbang yang kaya akan makanan nabati dan rendah makanan olahan
  • berolahraga secara teratur
  • mendapatkan pemeriksaan prenatal rutin
  • menghindari merokok dan minum alkohol

Penting untuk dicatat bahwa beberapa faktor risiko, seperti riwayat keluarga, ras, dan riwayat kehamilan sebelumnya, tidak berada dalam kendali seseorang. Oleh karena itu, tidak semua kasus hipertensi pada kehamilan dapat dicegah. Semoga bermanfaat!

Sayuran yang Bagus untuk Ibu Hamil dan Tips Asik Makan Sayuran Saat Hamil

Sayuran kaya akan nutrisi yang baik bagi kesehatan dan sering direkomendasikan untuk dikonsumsi saat hamil. Kandungan gizi dalam sayur mayur bisa membantu menjaga kesehatan tubuh ibu dan mendukung tumbuh kembang janin. 

Tapi siapa kira, tak semua sayuran aman dikonsumsi saat hamil. Beberapa sayur memiliki senyawa tertentu yang bisa berdampak buruk bagi ibu dan janin. Lalu apa saja sayuran yang bagus untuk ibu hamil dan yang tidak? Simak selengkapnya berikut ini. 

Manfaat mengonsumsi sayur bagi ibu hamil

Selama hamil, ibu perlu menjaga pola makannya agar ibu dan janin mendapatkan nutrisi yang cukup. Sayuran mengandung beta-karoten, vitamin C, asam folat, kalium, zat besi, dan banyak lainnya. 

Perlu diingat bahwa segala sesuatu yang tidak menyehatkan bisa berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan bayi. Misalnya, penambahan berat badan. Ini dalah hal yang wajar, namun dengan memasukkan sayur dalam menu makanan bisa mencegah ibu dari kelebihan berat badan ekstrem dan risiko komplikasi kehamilan. 

Beberapa manfaat yang bisa didapat dari mengonsumsi sayuran saat hamil yaitu:

  • Menjaga tekanan darah dalam tingkat normal sehingga terhindar dari risiko preeklamsia
  • Mencegah risiko anemia saat hamil
  • Menjaga kesehatan pencernaan, termasuk mencegah sembelit dan kembung
  • Mendukung tumbuh kembang janin yang sehat, dan mencegah dari risiko cacat lahir seperti spina bifida
  • Mendukung bayi lahir dengan berat badan lahir yang sehat 

Sayuran yang bagus untuk ibu hamil dan yang tidak

Diantara banyaknya varietas sayuran, berikut ini sayuran yang bagus untuk ibu hamil berdasarkan manfaatnya:

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh: Brokoli, turnip (sejenis lobak), kacang hijau, tomat, asparagus
  2. Menjaga kesehatan pencernaan: Paprika, sawi, selada, labu
  3. Mendukung kesehatan janin: Sayuran gelap, termasuk bayam, kangkung, brokoli, peterseli, daun bawang
  4. Sebagai sumber energi yang baik: Kentang, ubi jalar, jagung

Untuk mengetahui sayuran apa saja yang direkomendasikan untuk ibu hamil, ibu bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan atau ahli gizi. 

Lalu apa sajakah sayuran yang tidak baik dikonsumsi saat hamil? Sayuran yang tidak disarankan untuk ibu hamil tergantung pada proses penyajiannya. Berikut ini adalah sayuran yang konsumsinya harus dihindari oleh ibu hamil:

  • Kecambah mentah, termasuk kacang hijau, semanggi, dan tanaman alfalfa
  • Lobak mentah
  • Campuran salad kemasan
  • Semua sayuran yang dikonsumsi tanpa dicuci dan dimasak terlebih dahulu karena bisa terkontaminasi toksoplasma, parasit yang bisa membahayakan ibu dan bayi
  • Sayuran kalengan dan keripik sayur yang mengandung garam dan zat tambahan

Adapun jenis sayuran yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan atau sebaiknya dihindari adalah daun pepaya, pepaya muda, pare, dan jengkol.

Tips asik makan sayur saat hamil

Ibu hamil disarankan untuk memakan 2,3 hingga 3 cangkir (500 gram) sayuran dalam sehari, bisa hanya salah satu jeni sayuran atau dikombinasikan dengan jenis sayur yang lain. Namun memakannya dalam versi dimasak atau polos bisa membuat ibu bosan. 

Berikut ini beberapa cara menarik mengonsumsi sayuran selama hamil:

  • Masak sayuran dan sajikan dengan saus favorit ibu
  • Jika ibu menyukai pedas, sayuran bisa diolah menjadi kari sayuran. Karena ibu mudah terserang mulas dan sembelit, disarankan untuk menggunakan rempah-rempah perasa pedas dalam jumlah yang sedang
  • Olah sayur dalam bentuk sup, seperti sup wortel, labu, tomat, dan lainnya untuk mengurangi rasa mual
  • Panggang sayuran dengan pilihan daging kesukaan ibu, misalnya bawang bombay, wortel, asparagus

Itu tadi sayuran yang bagus untuk ibu hamil dan yang sebaiknya dihindari. Jika ibu berencana untuk mengonsumsi sayuran lain, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Perubahan Tubuh yang Terjadi saat Hamil 13 MInggu

Perubahan tubuh mulai kentara ketika memasuki usia hamil 13 minggu. Di usia kehamilan ini, para calon ibu juga sudah mulai menginjak trimester kedua.

Gejala yang kurang menyenangkan juga sudah mulai berkurang di masa ini. Sehingga Anda bisa fokus pada aktivitas dan memulai perawatan agar kehamilan dan persalinan berjalan lancar.

Celana dalam ibu hamil umumnya lembut dan nyaman digunakan


Perubahan Tubuh yang Terjadi Saat Hamil 13 Minggu

Selama masa trimester kedua, tubuh ibu hamil akan mengalami banyak perubahan dibanding gejala hamil. Beberapa perubahan tubuh yang dialami antara lain:

1. Perut dan payudara membesar

Salah satu perubahan tubuh yang paling terlihat adalah perut dan payudara yang membesar. Payudara Anda akan membesar, sehingga disarankan untuk menggunakan bra dengan tali yang lebar atau sport bra. 

Sementara perut membesar disebabkan rahim yang melebar untuk memberikan ruang bagi janin yang bertumbuh, apalagi jika Anda mengandung anak kembar.

Dalam beberapa kasus, jika perut terlihat terlalu besar, bisa saja disebabkan oleh kembung atau terlalu banyak makan sehingga terjadi kenaikan berat badan.

Kenaikan berat badan yang direkomendasikan untuk trimester pertama adalah sekitar 500 gram hingga 2 kg. Apabila berat Anda tidak terlalu bertambah atau malah berkurang, mulailah mencoba untuk menaikkan berat badan. 

2. Kontraksi

Masuk di trimester kedua, Anda mungkin bisa merasakan kontraksi ringan dan tidak teratur di bagian perut bawah Anda. 

Disebut sebagai kontraksi Bracton Hicks, kontraksi ini biasanya terjadi di siang atau malam hari, setelah aktivitas fisik atau setelah berhubungan intim. Periksakan ke dokter jika kontraksi menjadi sering atau malah semakin menguat karena bisa jadi tanda keguguran atau persalinan prematur. 

3. Perubahan kulit 

Perubahan hormon saat hamil bisa merangsang meningkatnya jumlah melanin di dalam kulit. Hal ini menyebabkan timbulnya melasma atau bercak cokelat di wajah.

Garis kehitaman di bagian bawah perut juga bisa muncul dan akan hilang setelah persalinan. Stretch mark juga mulai muncul di perut, payudara, pantat, atau paha yang bisa Anda atasi dengan mengaplikasikan lotion. 

Untuk ibu hamil sebaiknya menggunakan tabir surya saat bepergian keluar di siang hari, sebab paparan sinar matahari bisa memperburuk perubahan yang terjadi di kulit. 

4. Hidung tersumbat

Selama hamil, kadar hormon Anda akan meningkat dan tubuh akan memproduksi lebih banyak darah. Sehingga menyebabkan membran mukus untuk membengkak dan mudah berdarah, menyebabkan hidung tersumbat dan mimisan.

Meneteskan atau berkumur menggunakan cairan saline bisa membantu meredakan hal ini. Perbanyak juga untuk meminum air dan menggunakan pelembab udara atau humidifier. 

5. Masalah gigi

Kehamilan bisa menyebabkan gusi Anda jadi lebih sensitif saat menggosok gigi sehingga kerap menimbulkan pendarahan kecil. Berkumur dengan air garam dan berganti menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lebih lembut bisa mengurangi hal tersebut.

Sering muntah juga bisa berdampak pada enamel gigi dan menyebabkan gigi rentan lubang. Sebaiknya rutinkan perawatan gigi selama hamil.

6. Sakit kepala

Hamil bisa menyebabkan sakit kepala jadi lebih sering muncul. Hal ini bisa diatasi dengan perbanyak minum air, hindari berdiri dalam waktu yang lama, berbaring di salah satu sisi, dan berdiri atau ubah posisi secara perlahan.

7. Keram kaki

Keram kaki merupakan hal yang wajar terjadi saat hamil, lebih sering muncul saat malam hari. Untuk mencegahnya, lakukan peregangan pada otot betis sebelum tidur, rutin aktivitas fisik, dan perbanyak minum air.

Pilihlah sepatu yang nyaman dipakai dan mampu menyokong tubuh. Jika kaki keram, regangkan otot betis, kompres menggunakan es, atau mandi menggunakan air hangat.

8. Masalah organ intim

Ibu hamil bisa mengalami masalah di bagian organ intimnya, seperti keluarnya cairan vagina yang lengket bening atau berwarna putih. Hal tersebut normal, akan tetapi jika cairan ini berbau, warnanya tidak biasa, dan disertai gatal atau nyeri di area vagina bisa jadi Anda terserang infeksi vagina.

Masalah lainnya adalah infeksi saluran kencing. Infeksi ini sangat umum muncul pada ibu hamil, biasanya ditandai dengan kebelet kencing yang parah, nyeri saat kencing, air kencing berbau kuat, dan demam atau nyeri punggung.

Infeksi saluran kencing yang tidak segera ditangani bisa menjadi parah dan menyebabkan infeksi ginjal. 

Perawatan Saat Hamil 13 Minggu

Mulai memasuki trimester kedua atau usia hamil 13 minggu, Anda harus mulai melakukan perawatan pada tubuh untuk mempermudah kehamilan dan persalinan.

Di usia ini Anda mungkin akan bisa merasakan pergerakan bayi, sehingga kehamilan ini akan terasa lebih ‘nyata’ bagi Anda. Oleh karena itu, lakukan beberapa tips berikut ini:

1. Konsumsi makanan kaya nutrisi dan vitamin

Mengonsumsi makanan tinggi nutrisi dan vitamin sangat penting di masa kehamilan ini, terutama yang mengandung folat. Folat bisa didapatkan melalui biji-bijian, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, pisang, brokoli, dan susu.

Jangan lupakan kalsium untuk membantu pembentukan dan penguatan tulang janin. Selain itu juga bisa membantu menguatkan tulang, mencegah osteoporosis dan menurunkan risiko Anda terkena preeklampsia.

Zat besi juga vitamin yang sangat penting untuk membantu meningkatkan suplai darah. Anda juga bisa mengonsumsi vitamin sebagai tambahan jika kadar asupan Anda kurang atau belum memenuhi standar asupan harian.

Perhatikan porsi makanan Anda, sebaiknya jangan terlalu berlebihan walau kini Anda juga sudah mulai memberikan nutrisi untuk janin. Sebaiknya, bagi waktu makan Anda menjadi enam kali sehari dengan porsi kecil. 

2. Lawan bakteri dan virus

Saat hamil, kekebalan tubuh akan menurun agar tidak menyerang bayi. Namun ini juga berarti Anda rentan terserang penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. 

Perlindungan yang baik adalah melakukan perilaku hidup bersih dan sehat. Cuci tangan Anda sesering mungkin dan hindari menyentuh wajah. 

3. Menguatkan otot pelvis

Hamil di usia 13 minggu berarti tubuh Anda memerlukan banyak sokongan, salah satunya dari otot pelvis. Hamil dan melahirkan bisa melemahkan otot pelvis.

Untuk menguatkannya, Anda bisa melakukan senam kegel. Olahraga ini tidak memerlukan banyak gerak dan bisa dilakukan rutin selama masa hamil. Bonusnya, dengan otot pelvis yang kencang dapat meningkatkan sensasi seksual. 

4. Merawat kulit

Banyak perubahan yang terjadi pada kulit, oleh karena itu merawat kulit mulai sejak kehamilan usia 13 minggu sangat penting untuk menjaganya tetap kencang dan cantik.

Contohnya stretch mark yang bisa muncul di waktu ini. Walaupun tidak bisa dicegah atau dihilangkan, Anda bisa tetap melembutkan kulit Anda menggunakan krim atau lotion. 

5. Seks? Tak masalah!

Berhubungan seksual saat hamil 13 minggu masih cukup aman untuk dilakukan. Terlebih lagi biasanya ibu hamil mengalami kenaikan dorongan seks di usia kehamilan ini. 

Seks saat hamil bisa memberikan sejumlah manfaat bagi ibu dan bayi, seperti mempercepat pemulihan pasca persalinan dengan mengencangkan otot pelvis serta memperbaiki tidur dan mood Anda.

Akan tetapi jika Anda memiliki riwayat persalinan prematur atau keguguran, sebaiknya hindari seks. Selain itu, tetap luangkan waktu bersama pasangan sebanyak mungkin. 

Hamil 13 minggu memang memiliki tantangan tersendiri bagi para ibu hamil. Namun dengan ilmu serta penanganan yang tepat, Anda pasti bisa melewatinya dan terus menjaga tubuh serta bayi tetap sehat sampai masa persalinan nanti.