Cari Tahu Penyebabnya, Agar Tidak Salah Mengonsumsi Obat Diare!

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan tinja yang encer dan berair saat buang air besar. Diare merupakan kondisi medis yang umum terjadi dan biasanya sembuh tanpa perawatan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh banyak hal dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam 1-3 hari. Kanina suspensi adalah salah satu obat diare yang direkomendasikan.

Kanina Suspensi mengandung kaolin yang dapat menyerap racun dalam pencernaan termasuk memadatkan konsistensi tinja. Kanina Suspensi juga mengandung pektin yang dapat menyerap kelebihan cairan di usus serta memperlambat pergerakan tinja.

Pada umumnya, terdapat dua jenis diare yaitu diare akut dan diare kronis. Berikut penjelasannya.

  • Diare akut

Diare disebut diare akut jika berlangsung selama satu hingga dua hari. Diare jenis ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau parasit, keracunan makanan, atau kondisi yang dikenal sebagai traveler’s diarrhea. Traveler’s diarrhea atau diare wisatawan merupakan kondisi yang terjadi pada saat sedang berlibur di negara-negara berkembang.

  • Diare kronis

Diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari empat minggu. Kondisi ini biasanya hasil dari penyakit atau kelainan usus tertentu seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn.

Beberapa jenis penyakit dan kondisi medis dapat memicu diare. Penyebab diare ini antara lain:

  1. Infeksi virus

Virus yang dapat menyebabkan diare adalah rotavirus, virus Norwalk, hepatitis, dan cytomegalovirus. Rotavirus adalah penyebab tersering diare akut. Virus Corona (COVID-19) juga dapat menyebabkan gejala pada sistem pencernaan. Contohnya, mual, muntah, dan diare.

  1. Infeksi bakteri dan parasit

Makanan atau minuman yang tercemar dapat menularkan bakteri serta parasit ke dalam tubuh. Diare akibat bakteri dan parasit ketika seseorang berlibur ke negara berkembang disebut traveler’s diarrhea.Salah satu jenis bakteri yang dapat menimbulkan infeksi berat dengan diare adalah Clostridium difficile.

  1. Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan diare, seperti antibiotik. Obat ini dapat membunuh bakteri baik sekaligus bakteri jahat, yang akan mengganggu keseimbangan bakteri dalam usus.Sementara obat lain yang dapat memicu diare meliputi obat kanker dan antasida dengan kandungan magnesium.

  1. Intoleransi laktosa

Laktosa adalah gula yang ditemukan di dalam susu dan produk susu lainnya. Jika tubuh tidak mampu mencerna senyawa ini, intoleransi laktosa akan muncul.Penderita intoleransi laktosa akan mengalami diare setelah mengonsumsi produk susu. Kondisi ini dapat membaik seiring bertambahnya usia penderita. Pasalnya, kadar enzim yang membantu dalam mencerna laktosa akan menurun setelah masa kanak-kanak.

  1. Fruktosa

Fruktosa adalah gula yang ditemukan di buah dan madu. Fruktosa seringkali ditambahkan sebagai sebagai pemanis untuk beberapa minuman. Pasien yang mengalami masalah dalam mencerna fruktosa akan mengalami diare.

  1. Pemanis buatan

Pemanis buatan seperti sorbitol dan mannitol yang sering ditemukan pada permen karet atau produk bebas gula lainnya dapat memicu diare pada beberapa orang.

Diagnosis diare kronis akan ditentukan oleh dokter berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan penunjang.

  1. Tanya jawab

Dokter akan menanyakan beberapa hal terkait keluhan yang Anda rasakan.

  1. Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik, misalnya mengecek kondisi perut Anda, tekanan darah, atau detak nadi dan jantung.

  1. Pemeriksaan penunjang

Dokter juga bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk menentukan penyebab dari diare kronis yang Anda alami. Beberapa jenis pemeriksaan ini dapat meliputi

  1. Tes puasa untuk menentukan intoleransi makanan atau alergi
  2. Pemeriksaan radiologi seperti USG atau CT scan untuk memeriksa peradangan dan kelainan struktural usus
  3. Pemeriksaan sampel tinja untuk memeriksa maupun infeksi bakteri, parasit, atau tanda-tanda penyakit lainnya
  4. Kolonoskopi untuk memeriksa seluruh usus besar
  5. Sigmoidoskopi untuk memeriksa rektum (usus bagian akhir) dan usus besar bagian bawah untuk tanda-tanda penyakit usus

Jadi sebelum mengonsumsi kanina suspensi atau obat diare lainnya, Anda harus mengetahui penyebab diare yang diderita. Dan Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara daring melalui SehatQ untuk menangani diare yang diderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *