Cara dan Makanan Pereda Mual Saat Hamil Muda

Makanan pencegah mual saat hamil, antara lain jahe, ubi, dan pisang

Mual adalah sensasi tidak nyaman yang menyebabkan perasaan ingin muntah. Ini merupakan sebuah kondisi yang cukup lazim dijumpai, dengan sekitar 50 persen orang dewasa mengalami gejala ini. Mual berawal di otak, di mana pemicu emosi, kognitif, dank imia menstimulasi sistem saraf Anda, menyebabkan otot lambung disfungsi dan membuat Anda merasa mual. Banyak hal dapat memicu proses ini, seperti infeksi, operasi, penyakit usus, obat-obatan, perawatan kanker, gangguan hormon, kehamilan, atau alergi dan intoleransi makanan. Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa makanan pereda mual saat hamil muda yang bisa Anda coba. 

Meskipun mengonsumsi makanan dapat menjadi hal yang menantang saat Anda merasa, makanan dan minuman sangat penting untuk mencegah dehidrasi, mengganti elektrolit yang hilang dan membantu lambung Anda dapat bekerja dengan baik. Beberapa makanan pereda mual saat hamil muda di antaranya adalah:

  • Jahe. Jahe berasal dari Asia Tenggara dan memiliki riwayat yang sangat panjang dalam penggunaannya sebagai obat gangguan lambung pada pengobatan tradisional. Jahe mengandung senyawa bioaktif. Gingerol, paradol, dan shogaol dipercaya dapat berinteraksi dengan sistem saraf pusat dan lambung untuk meringankan gejala mual. Beberapa studi kecil telah menunjukkan bahwa mengonsumsi jahe dapat mengurangi mual yang disebabkan oleh mabuk perjalanan serta operasi dan chemotherapy. Sebagai tambahan, jahe juga dapat menjadi perawatan yang aman dan efektif untuk mengatasi mual pada saat hamil. Jahe biasanya dikonsumsi sebagai teh, biskuit jahe, dan juga tersedia dalam bentuk kapsul.
  • Air putih. Saat Anda mual, Anda mungkin enggan makan makanan pereda mual saat hamil muda. Akan tetapi, minum cairan dan tetap terhidrasi sangatlah penting, terutama apabila Anda terus menerus muntah dan atau memiliki demam. Air adalah sumber hidrasi yang sangat baik. Namun apabila Anda sering muntah dan menderita diare, Anda mungkin perlu mengganti elektrolit yang hilang. Beberapa minuman terbaik yang dapat membantu melawan dehidrasi dan muntah di antaranya adalah air, larutan rehidrasi oral, minuman berenergi, air soda, es teh, dan air kelapa. Minuman yang mengandung susu, kafein, atau sangat manis dapat memperburuk gejala mual Anda, sehingga akan lebih baik apabila Anda menghindari minum minuman tersebut hingga rasa mual hilang. 
  • Biskuit dan roti panggang. Makanan ini sering direkomendasikan untuk orang-orang yang sedang mengalami mual. Faktanya, satu studi menemukan bahwa 90 persen dokter kandungan merekomendasikan konsumsi soda crackers untuk ibu hamil yang sedang menderita morning sickness. Tidak diketahui dengan pasti mengapa tubuh manusia dapat menoleransi makanan hambar dan kering dengan lebih baik saat mereka menderita mual. Dan tidak ada penelitian ilmiah seputar topik ini. Akan tetapi, diketahui bahwa orang-orang akan merasa lebih mual apabila perut mereka sedang kosong dan bereaksi secara negatif pada makanan-makanan yang memiliki aroma yang kuat. Itulah sebabnya mengapa Anda disarankan untuk tidak memasak saat sakit, karena bau makanan dapat memicu terjadinya mual dan muntah. 

Selain makan makanan pereda mual saat hamil muda, ada beberapa tips langkah lain yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakan mual, seperti makan makanan kecil setiap 1 hingga 2 jam. Hindari tidak makan, karena lambung yang kosong dapat memperburuk mual yang sedang Anda derita. Selain itu, makan dan minum secara perlahan, dan dalam jumlah makanan yang sedikit. Hal ini akan membantu Anda untuk relaks saat makan dan menggunakan waktu sebaik mungkin untuk menikmati makanan Anda. Anda juga perlu menghindari minum cairan dan makan makanan padat dalam waktu yang bersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *