Cara Mudah Mengatasi Infeksi Pencernaan pada Anak

Infeksi pencernaan pada anak terkadang membuat kita sebagai orangtua sedikit panik, apalagi jika disertai dengan anak yang rewel dan terus menangis. 

Namun, sebetulnya hal ini wajar terjadi kok. Sebagai orangtua kamu tak perlu panik. Untuk itu, kamu wajib mengetahui pertolongan pertama yang harus dilakukan saat anak mengalami infeksi pencernaan seperti diare, radang lambung, muntah, hingga sembelit. 

Penyebab infeksi pencernaan pada anak

Infeksi pencernaan pada anak biasanya disebabkan karena virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh anak. Masuknya bakteri atau virus juga disebabkan karena beberapa hal ini, seperti:

  • Kebiasaan anak memasukkan tangan yang kotor ke mulut.
  • Anak mengonsumsi makanan yang kurang bersih
  • Anak mengonsumsi makanan yang mengandung gas secara berlebih seperti brokoli, kol, kacang-kacangan, hingga minuman bersoda

Selain itu, salah satu penyebab infeksi pencernaan pada anak juga bisa disebabkan karena virus, seperti norovirus, rotavirus, astrovirus, dan adenovirus. Beberapa jenis virus ini biasanya menular dengan cepat dari satu anak ke anak yang lain di sekolah, pusat penitipan anak, dan beberapa taman bermain anak.

Gejala infeksi pencernaan pada anak

Jika anak mengalami infeksi pencernaan, biasanya akan memunculkan gejala yang tidak biasa. Berikut ini beberapa gejala infeksi pencernaan pada anak yang wajib kamu tahu. 

  • Diare
  • Perut terasa kembung
  • Sering bersendawa
  • Sering melakukan buang gas
  • Mengalami sembelit
  • Nyeri di bagian perut

Gejala-gejala di atas juga biasanya disertai dengan gejala demam, napsu makan berkurang, dehidrasi, lemas dan anak tidak seaktif biasanya. 

Jika menunjukkan beberapa gejala ini, sebaiknya kamu segera menemui dokter untuk penanganan lebih lanjut, ya. 

Cara mengatasi infeksi pencernaan pada anak

Saat anak menunjukkan beberapa gejala di atas, jangan sampai kita panik. Sebagai orangtua, kita harus mengetahui pertolongan pertama saat anak mengalami infeksi pencernaan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kondisi di mana jarak rumah sakit dan rumah jauh, atau saat sedang berada di perjalanan. 

Pertolongan pertama untuk beberapa gejala di atas yakni dengan memberikan ASI, MPASI, atau makanan rumah seperti biasanya.

Terus ajak anak untuk minum dengan cukup, sehingga terhindar dari dehidrasi yang bisa membahayakan nyawa anak. Kamu juga bisa memberikan obat seperti paracetamol untuk meredakan gejala demam. 

Pertolongan pertama ini bisa membantu hingga kamu menemukan rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan. 

Selain itu, dr. Vina dari SehatQ juga memberikan beberapa cara untuk mengatasi infeksi pencernaan pada anak yang bisa kamu lakukan di rumah, seperti:

  • Memberikan minuman lactobacillus untuk menjaga kesehatan usus anak
  • Jangan memberikan makanan keju pada anak secara berlebihan
  • Jika anak diare, bisa diberikan makanan pisang dan air putih agar badan tidak lemas dan dehidrasi
  • Jika anak mengalami sembelit, bisa berikan makanan berupa sayur dan buah dalam jumlah yang banyak
  • Kamu juga bisa memberikan minyak kayu putih dan oleskan di bagian perut yang kembung

Jika keluhan seperti diare lebih dari 5 kali dan anak terlihat lemas, sebaiknya segera menemui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Bagaimana mencegah infeksi pencernaan pada anak?

Untuk menghindari infeksi pencernaan pada anak, sebaiknya selalu berikan anak makanan yang bersih, bergizi seimbang, cukup serat, dan juga selalu berikan makanan secara teratur. 

Hindari memberikan makanan yang memiliki banyak pengawet atau makanan junk food yang tidak bagus untuk anak. Pastikan anak juga selalu mengonsumsi air putih secara cukup. 

Agar kesehatan anak terlindungi, kamu juga bisa memberikan tambahan vitamin dan mineral, seperti Vitamin C, B6, zat besi dan juga zinc.

Sekali lagi, terus jaga kesehatan pencernaan anak dengan memberikan makanan yang baik dan bersih, sehingga infeksi pencernaan pada anak bisa dihindari.

Ragam Manfaat Beras Ketan Putih, Berkhasiat untuk Kesehatan!

Manfaat beras ketan putih bagi kesehatan ternyata sangat banyak. Bahan makanan yang bisa dengan mudah kita temukan di mana saja ini rupanya menjadi salah satu jenis nasi yang banyak ditanam di seluruh Asia selama kurang lebih 4.000 tahun lamanya.

Manfaat beras ketan putih salah satunya adalah mencegah diabetes

Beras ketan putih memiliki tekstur yang berbeda, yakni lengket seperti lem. Hal ini berkat kandungan amylose yang sangat rendah, tapi kandungan amylopectin yang tinggi di dalamnya. Kita bisa mengolahnya baik dalam bentuk makanan manis ataupun asin.

Nutrisi Beras Ketan Putih

Kandungan karbohidrat di dalam beras ketan putih terhitung sedikit lebih rendah, sehingga cocok digunakan sesekali sebagai pengganti nasi. Di Jepang, jenis nasi yang biasa digunakan untuk sushi menggunakan beras ketan putih. 

Jenis beras ini juga bebas gluten, maka dari itu sangat cocok untuk dikonsumsi oleh pengidap intoleransi gluten.

Nutrisi yang terkandung di dalamnya cukup unik. Terdapat protein yang sangat tinggi, sehingga beras ketan putih memiliki sebanyak 170 kalori. Sejumlah vitamin seperti vitamin B, selenium, zinc, magnesium, tembaga, dan fosfor juga terkandung di dalamnya.

Serat yang terkandung memang tidak terlalu banyak, tapi beras ketan putih sama sekali tidak mengandung lemak ataupun kolesterol sehingga cocok untuk dikonsumsi sebagai menu diet yang mengenyangkan.

Manfaat Beras Ketan Putih

Kita bisa mendapatkan beragam manfaat beras ketan putih yang baik untuk kesehatan. Beberapa di antaranya bisa untuk mencegah risiko terkena penyakit kronis juga, lho. 

1. Mencegah penyakit kronis

Kandungan selenium serta beragam vitamin dan mineral lainnya dalam beras ketan putih mempengaruhi kadar antioksidan dalam tubuh. Jumlah kadar antioksidan yang baik di dalam tubuh dapat menurunkan risiko terkena penyakit kronis dan juga mengurangi stres oksidasi di dalam tubuh.

2. Mencegah diabetes

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa mengonsumsi nasi ketan dalam satu hari saja bisa memperbaiki kontrol glikemik pada pasien pengidap diabetes tipe 2. Dengan catatan, pasien tersebut harus menjalani pemantauan glukosa secara terus-menerus.

3. Mencegah radang

Manfaat beras ketan putih terletak pada kandungan nutrisinya yang beragam. Beberapa di antaranya adalah tembaga, zinc, dan macam-macam vitamin B yang diketahui dapat mendorong kekuatan sistem kekebalan tubuh. Sehingga dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat mengurangi risiko mengalami radang di dalam tubuh dan juga menurunkan tekanan pada sistem tubuh. 

4. Menguatkan tulang

Dengan beragam mineral penting di dalam beras ketan putih, mengonsumsinya dapat membantu tulang Anda lebih kuat dan menurunkan risiko terkena osteoporosis seiring bertambahnya usia. 

5. Menyehatkan jantung

Beras ketan putih sama sekali tidak mengandung lemak ataupun kolesterol di dalamnya. Oleh karena itu, jenis nasi ini merupakan pilihan terbaik bagi pengidap masalah jantung, tekanan darah tinggi atau hipertensi, ataupun orang yang bermasalah dengan berat badannya.

6. Memperbaiki metabolisme

Banyaknya jenis vitamin B yang terdapat di dalam beras ketan putih sangat terikat dengan metabolisme tubuh. Metabolisme yang dimaksud meliputi produksi enzim, keseimbangan hormon, dan proses metabolisme penting lainnya. Oleh karena itu, mengonsumsi ketan putih dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh kita. 

Cara Memasak Beras Ketan Putih

Memasak beras ketan putih tidak jauh beda dengan memasak nasi putih biasa. Hanya saja memerlukan persiapan yang lebih rumit dan juga proses memasak yang tidak terlalu lama. 

Anda bisa membuatnya dengan mudah di rumah. Sebagai catatan, jika ingin dikonsumsi secara rutin untuk kesehatan, jangan tambahkan apapun agar tidak mengurangi gizi dan nutrisi serta menghilangkan manfaat di dalamnya.

Langkah-langkah memasak beras ketan putih:

  • Sebelum dimasak, rendam terlebih dahulu beras ketan putih di dalam air selama kurang lebih 4-5 jam atau idealnya semalaman, dengan volume air lebih banyak dari beras
  • Buang airnya dan bilas menggunakan air dingin minimal tiga kali
  • Setelah membuang air terakhir, taruh beras ketan di pengukus. Anda juga bisa menggunakan rice cooker.
  • Kukus beras ketan putih di atas air mendidih selama kurang lebih 30 menit menggunakan api kecil. Tidak perlu diaduk.
  • Setelah matang, diamkan beras ketan sebentar sebelum menghidangkan dan mengonsumsinya. 

Hidangkan ketan putih hangat dengan beberapa lauk seperti kari ataupun daging. Anda juga bisa menambahkan sayuran atau buah-buahan untuk hidangan manis agar tetap mendapatkan manfaat beras ketan putih yang baik. Selamat menikmati!

Beragam Cara Alami dan Medis untuk Mengatasi Penis Bengkak

Penis bengkak menimbulkan rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Penis yang membengkak biasanya akan terlihat iritasi atau terasa gatal. Anda juga mungkin merasa nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual. 

Banyak faktor yang menyebabkan penis bengkak. Gejala yang tampak akan berbeda berdasarkan penyebabnya, sehingga penting untuk mengetahui tanda-tandanya. 

Pembengkakan disertai dengan ruam kemerahan biasanya disebabkan oleh alergi. Dalam kasus yang jarang terjadi, penis yang bengkak merupakan keadaan darurat medis yang butuh penanganan dengan segera.

Penyebab penis bengkak

Pembengkakan pada penis menandakan penis mengalami cedera. Cedera penis bisa terjadi selama berhubungan seksual, terbentur benda keras, goresan, gigitan, luka bakar, atau cedera internal yang disebabkan oleh benda yang dimasukkan ke dalam uretra. 

Bahan yang terkandung dalam produk perawatan area genital dapat menyebabkan reaksi alergi yang menyebabkan penis bengkak. 

Pada kasus yang serius, penis bengkak merupakan tanda dari penyakit kelamin, seperti balanitis, penyakit Peyronie, dan fimosis.  

Cara mengatasi penis bengkak

Untuk meredakan pembengkakan ringan pada penis, Anda bisa mencoba cara rumahan berikut ini:

  1. Kompres hangat atau dingin

Mengompres dengan air hangat atau dingin dapat membantu meredakan pembengkakan. 

Jangan letakkan es batu atau mengucurkan air dingin langsung ke area yang bengkak. Sebaiknya bungkus es dengan kain atau handuk bersih dan letakkan di penis bengkak. 

Selain kompres air hangat, Anda juga bisa berendam dengan air hangat. Namun pastikan suhu air tidak terlalu panas (hangat suam-suam kuku).

  1. Hindari aktivitas berat

Selama pemulihan, hindari melakukan aktivitas yang bisa membebani penis, misalnya berhubungan seksual dan masturbasi, sampai rasa sakitnya hilang. Aktivitas semacam ini dapat memperburuk gejala. 

  1. Hindari produk yang bisa mengiritasi

Hindari penggunaan produk yang mengandung pewangi dan bahan lainnya yang berpotensi menyebabkan iritasi. Jika Anda alergi terhadap suatu zat, Anda juga harus menghindari pemakaian produk yang mengandung zat tersebut. 

Misalnya, beberapa orang alergi terhadap kondom lateks sehingga membuat penis bengkak. 

  1. Mengoleskan gel lidah buaya

Lidah buaya merupakan anti-inflamasi alami yang berfungsi menenangkan kulit teriritasi. Oleskan gel lidah buaya segar ke area yang terdampak. Ini juga termasuk salah satu cara alami meredakan penis bengkak akibat balanitis. 

  1. Kenakan pakaian dalam yang longgar

Jangan kenakan pakaian dalam yang ketat karena dapat memperparah kondisi penis. Jika penis terluka, Anda bisa menutup area yang terluka dengan kain katun tapi jangan bungkus penis atau skrotum dengan perban, tourniquet, atau plester.

Sementara itu perawatan medis diberikan tergantung pada gejala dan penyebab pembengkakan. Pengobatan meliputi:

  • Krim antijamur
  • Krim steroid
  • Obat antijamur oral
  • Antibiotik oral atau intravena

Beberapa kasus penis bengkak, misalnya balanitis, fimosis, parafimosis, dan penyakit Peyronie, membutuhkan tindakan pembedahan. Dokter juga akan meresepkan obat pereda nyeri untuk mengontrol rasa sakit.

Kapan harus ke dokter?

Seringkali penis bengkak akan sembuh dengan sendirinya. Tapi jika pembengkakan semakin parah atau tidak kunjung sembuh, segeralah hubungi dokter. 

Anda juga harus segera mendapatkan perawatan medis jika mengalami cedera penis atau pembengkakan disertai dengan gejala diantaranya:

  • Keluarnya cairan dari penis
  • Gatal
  • Sulit atau sakit saat buang air kecil dan berhubungan seksual
  • Penis bengkok
  • Ereksi menyakitkan atau berlangsung lebih dari empat jam tanpa rangsangan seksual

Penanganan yang terlambat bisa menyebabkan komplikasi fatal, seperti disfungsi ereksi permanen atau jaringan penis mati.

Sabun Batang Vs Sabun Cair, Mana yang Lebih Baik?

Sabun batang dan sabun cair adalah dua jenis sabun yang paling umum dipakai untuk mandi. Keduanya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Lantas, manakah yang sebenarnya lebih baik untuk digunakan? 

Baik sabun batang maupun sabun cair sama-sama memiliki fungsi untuk membersihkan tubuh Anda. Pemilihannya didasarkan pada kebutuhan serta selera masing-masing orang. 

Perbedaan sabun batang dan sabun cair

Dari segi kegunaan, sabun batang dan sabun cair memiliki kegunaan yang sama. Perbedaannya terletak pada bahan dan cara kerja sabun dalam membuang kotoran.

Sabun batang bekerja dengan cara melarutkan kotoran di permukaan kulit Anda. Kotoran ini biasanya meliputi keringat yang bercampur dengan minyak alami tubuh Anda. 

Ketika kotoran ini mengendap di permukaan kulit, kulit Anda akan dipenuhi dengan bakteri. Sabun batang akan mencegah pembentukan lapisan berminyak ini berkembang menjadi bakteri. 

Sabun cair sebenarnya bekerja dengan mekanisme yang serupa. Akan tetapi, sabun cair tidak hanya melarutkan kotoran, namun juga memberikan nutrisi lainnya yang diperlukan oleh kulit Anda dari bahan-bahan kimia dalam produk sabun. 

Biasanya, sabun cair bisa mengatasi masalah kulit seperti kekeringan, kulit mengelupas, dan pori-pori yang tersumbat. Fungsi ini tidak akan didapatkan dari sabun batang, karena sabun batang hanya berfokus untuk membersihkan saja. 

Akan tetapi, sabun batang mungkin lebih praktis untuk digunakan bagi beberapa orang. Namun, setelah memakainya, Anda tetap perlu memakai pelembab kulit. 

Memilih jenis sabun berdasarkan jenis kulit

Setiap orang memiliki kondisi kulit yang berbeda-beda. Kondisi kulit Anda dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, mulai dari faktor genetik, pola makan, lokasi tempat tinggal, usia, dan lain sebagainya. 

Beberapa jenis kulit mungkin lebih cocok dibersihkan dengan sabun batang, sementara beberapa jenis lainnya lebih cocok menggunakan sabun cair. Berikut ini cara memilih jenis sabun berdasarkan kondisi kulit Anda:

  • Sabun untuk kulit rusak

Kulit yang rusak biasanya mengalami berbagai macam masalah kesehatan. Contohnya seperti kulit yang berjerawat, psoriasis, atau rosacea. Apabila Anda mengalami kondisi ini, biasanya sabun cair lebih cocok untuk Anda gunakan. 

Anda bisa mengonsultasikan hal ini dengan dokter kulit Anda. Dokter bisa saja merekomendasikan sabun khusus untuk pengobatan. Biasanya, sabun khusus ini hadir dalam bentuk sabun cair, bukan sabun batang.

  • Sabun untuk kulit kering

Kulit yang kering mengalami beberapa gejala tertentu, seperti kulit mengelupas, kemerahan, dan gatal. Kekeringan ini bisa terjadi karena berbagai macam faktor.

Untuk Anda yang memiliki jenis kulit kering, Anda lebih dianjurkan untuk menggunakan sabun cair. Karena, sabun cair biasanya dilengkapi juga dengan kemampuan untuk melembabkan serta formula lainnya yang penting untuk kesehatan kulit. 

  • Sabun untuk eksfoliasi

Eksfoliasi kulit biasanya diperlukan untuk mengikis lapisan sel kulit terluar yang sudah mati. Hal ini akan memunculkan lapisan sel kulit baru yang lebih sehat. Untuk eksfoliasi kulit, sabun yang dianjurkan adalah sabun batang. 

Sabun batang umumnya mengandung bahan pengelupas alami ataupun sintetis. Bahan ini akan berkontribusi dalam mengeksfoliasi kulit Anda. 

Baik sabun batang maupun sabun cair sama-sama memiliki kelebihan masing-masing. Keduanya pun sama-sama memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk membersihkan kulit. 

Apa pun jenis sabun yang akan Anda pakai nantinya, pastikan untuk selalu memilih yang paling sesuai dengan kondisi kulit Anda.

Murah! Promo MCU di Karawaci Mulai dari Rp99 Ribu

Melakukan medical check up penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan kita. Memang, biasanya untuk melakukan medical check up harganya cukup mahal mahal, namun terdapat promo MCU di Karawaci yang harganya mulai dari Rp99 ribu saja, loh!

Untuk mendapatkannya, kamu bisa langsung datang ke Klinik SehatQ Karawaci yang beralamat di Jalan Palem Raja Raya, Panunggangan, Cibodas, Kota Tangerang, Banten. 

Pemeriksaan MCU ini juga cukup lengkap tergantung dari paket yang kita pilih, mulai dari pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, trigliserida, hingga rontgen thorax. 

Paket Medical Check Up SehatQ – Rp99 Ribu

Paket medical check up ini merupakan paket termurah dengan beberapa pemeriksaan sederhana, seperti:

  • Pemeriksaan dokter
  • Gula darah
  • Kolesterol total
  • Asam urat

Paket Medical Check Up Fit – Rp299 Ribu

Pemeriksaan untuk paket Fit ini terdiri dari:

  • Pemeriksaan dokter
  • Darah lengkap
  • Urine lengkap
  • Rontgen thorax

Paket Medical Check Up Prima – Rp499 Ribu

Dengan harga Rp499 ribu, kamu akan mendapatkan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Pemeriksaan dokter
  • Darah lengkap
  • Urine lengkap
  • Gula darah puasa
  • Kolesterol total
  • HDL/LDL
  • Trigliserida
  • Rontgen thorax

Paket Medical Check Up Optimal – Rp599 Ribu

Paket MCU Optimal merupakan salah satu paket yang paling lengkap, meliputi:

  • Pemeriksaan dokter khusus
  • Gula darah puasa
  • Kolesterol puasa
  • Asam urat
  • Darah lengkap
  • Urine lengkap
  • HDL/LDL
  • Trigliserida
  • SGOT/SGPT
  • EKG
  • Rontgen thorax

Syarat dan ketentuan

Untuk mendapatkan promo MCU dari Klinik SehatQ di Karawaci, kamu harus memenuhi beberapa syarat dan ketentuan berikut ini:

  • Paket promo MCU ini bisa kamu dapatkan dengan mengakses melalui aplikasi kesehatan SehatQ
  • Paket yang sudah dibeli tidak bisa dikembalikan dan hanya berlaku selama 2 bulan sejak pembelian
  • Waktu pemeriksaan untuk MCU di Klinik SehatQ Karawaci dilakukan setiap hari Senin-Sabtu pada pukul 09.00-15.00
  • Sebelum pergi ke klinik SehatQ di Karawaci, wajib melakukan booking minimal H-1 sebelum pemeriksaan melalui Customer Care SehatQ di nomor WhatsApp +62 812-8858-8167
  • Untuk proses booking, maksimal dilakukan pada pukul 16.00, lebih dari jam tersebut maka proses booking akan diberikan pada hari yang lain dan disesuaikan dengan kuota yang tersedia
  • Kamu hanya bisa melakukan perubahan jadwal sebanyak 2 kali, maka dari itu sebaiknya pastikan sudah mengosongkan satu hari untuk melakukan medical check up, ya
  • Tindakan MCU hanya bisa dilakukan jika suhu badan tidak lebih dari 37,5 dan tidak mengalami gejala batuk, sesak napas, atau kontak dengan penderita Covid-19
  • Tunjukan identitas diri dan voucher yang sudah kamu beli pada petugas. Voucher bisa kamu lihat di aplikasi bagian profil dan klik ‘transaksi terakhir’
  • Nantinya, hasil pemeriksaan bisa dikirimkan ke alamat email kamu

Seberapa penting melakukan MCU rutin untuk kesehatan?

Pada beberapa orang mungkin menganggap jika MCU bukanlah hal yang penting dilakukan, apalagi tak sedikit orang menganggap tubuhnya dalam keadaan sehat dan tidak perlu melakukan pemeriksaan. 

Padahal, medical check up cukup penting untuk mengetahui kondisi kesehatan kita, sehingga ketika ada penyakit kita bisa mengetahuinya dengan cepat dan bisa langsung segera diobati dengan tepat.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan kita, kita jadi tahu pola hidup apa yang seharusnya diubah, misalnya setelah pemeriksaan ternyata kita kekurangan asupan penting seperti vitamin D, untuk itu dokter akan menyarankan kita berjemur setiap hari.  

Medical Check Up juga sudah bisa dilakukan saat umur 18 tahun. Untuk seseorang di bawah umur 40 tahun, biasanya MCU dilakukan sebanyak 5 tahun sekali. Sebaiknya diskusikan dengan dokter terlebih dahulu, ya. 

Selain Suplemen Mega We Care Official, Simak 7 Vitamin C untuk Kuatkan Imun Tubuh

Menjaga imunitas tubuh memang sangat penting di tengah pandemi virus Covid-19 ini. Selain menerapkan hidup sehat, penting pula mengonsumsi vitamin C karena diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu suplemen yang bisa dikonsumsi adalah NAT C dari Mega We Care Official.

Namun, ada banyak suplemen vitamin C yang bisa didapatkan di pasaran. Vitamin C ini adalah salah satu nutrisi yang paling efektif dan aman. Manfaatnya ada banyak sekali, seperti melindungi diri dari kekurangan sistem kekebalan tubuh, penyakit mata, kardiovaskular, hingga melindungi dari kerutan kulit. Intinya, vitamin C adalah antioksidan yang berguna melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Berikut beberapa rekomendasi suplemen vitamin C yang bisa Anda coba.

Rekomendasi Suplemen Vitamin C yang Bisa Dikonsumsi

  1. Mega We Care NAT C 1000 Tablet

Suplemen vitamin C NAT C dari Mega We Care Official ini dapat memenuhi kebutuhan vitamin C tubuh. Produk suplemen ini juga bisa dibeli secara bebas. Selain mengandung vitamin C, suplemen ini juga mengandung bioflavonoid, rutin, ekstrak rosehips kering, hesperidin, serta ekstrak acerola kering.

Berikut komposisi suplemen vitamin C dari Mega We Care Official ini:

  • 1000 mg Vitamin C, dalam bentuk asam askorbat 400 mg, kalsium askorbat 400 mg, dan natrium askorbat 350 gram.
  • Bioflavonoid 50 mg
  • Hesperidin 50 mg
  • Rutin 50 mg
  • Ekstrak rosehips kering 62,5 mg
  • Ekstrak acerola kering 12,5 mg

Suplemen ini harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk pada kemasan dan juga disesuaikan dengan anjuran dokter. Konsumsilah 1 tablet/hari.

  1. Holisticare Ester C

Holisticare Ester C ini merupakan vitamin C yang inovatif, unik, dipatenkan, dan tidak asam alias netral. Vitamin C ini mudah dan cepat diserap oleh tubuh. 

Mengonsumsi vitamin C ini akan membantu memelihara daya tahan tubuh. Selain itu, vitamin C juga berguna sebagai antioksidan, membantu pembentukan kolagen, serta mempercepat penyembuhan luka.

  1. Enervon C Tablet

Suplemen vitamin dari Enervon C ini berguna membantu menjaga daya tahan tubuh serta membantu proses pemulihan setelah sakit. 

Ada berbagai jenis vitamin dalam suplemen ini, seperti vitamin C, vitamin B1, B6, B12, vitamin D, niacinamide, serta kalsium pantotenat.

Kombinasi vitamin dalam produk ini efektif menjaga daya tahan tubuh serta mempercepat proses pemulihan setelah sakit. Tentu sangat cocok dikonsumsi di tengah pandemi seperti ini.

  1. Vitalong C

Suplemen vitamin C yang dapat membantu melawan berbagai virus selanjutnya adalah Vitalong C. Vitamin ini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, terlebih ketika terkena flu, membantu meningkatkan penyerapan zat besi, meningkatkan pembekuan darah, dan tentu saja mencegah seseorang mengalami defisiensi vitamin C.

  1. Redoxon Double Action

Suplemen vitamin C ini unik karena dikonsumsi dengan cara dilarutkan dalam segelas air dingin. Sehingga sangat cocok untuk Anda yang suka minuman segar, apalagi di tengah cuaca panas. Menyegarkan dan bisa menyehatkan.

Dalam setiap tablet vitamin C Redoxon ini mengandung 1000 mg vitamin C. Ditambah kandungan zinc yang berguna mengendalikan dan mengatur sistem kekebalan tubuh.

  1. Vitacimin Vitamin C

Anda pastinya sudah tidak asing lagi dengan produk Vitacimin ini. Vitamin C berupa tablet hisap ini memiliki rasa yang enak dan punya berbagai pilihan rasa, seperti fresh lemon, sweet orange, tropical fruit punch, dan juicy blueberry.

Produk ini sangat praktis dan mudah dibawa kemana-mana dan dapat dikonsumsi kapan saja.

  1. Becom-C

Becom-C dapat bisa membantu memenuhi kebutuhan vitamin C dan B kompleks harian Anda. Dalam setiap tablet Becom-C ini mengandung vitamin C, vitamin B kompleks, Nicotinamide, dan Callcium Pantotenate. 

Kombinasi kandungan tersebut akan membuat tubuh jadi lebih berstamina, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap berbagai serangan polusi.

Itulah berbagai suplemen vitamin C yang bisa Anda konsumsi. Ada NAT C dari Mega We Care Official, Enervon C tablet, hingga Becom-C.

Macam-Macam Kandungan Alami di Obat Batuk Herbal

Selain obat resep dari dokter, obat batuk herbal sering dijadikan pilihan untuk menyembuhkan gejala batuk. Obat batuk jenis ini biasanya terbuat dari bahan-bahan alami yang menyehatkan.

Saat menderita gejala batuk, Anda juga bisa mencoba meredakannya dengan mengonsumsi obat herbal. Biasanya, obat herbal bisa didapatkan secara bebas tanpa memerlukan resep dari dokter.

Kandungan pada obat batuk herbal

Ada berbagai macam kandungan alami yang umum digunakan dalam obat batuk herbal. Beberapa di antaranya adalah:

  • Jahe

Jahe dapat meredakan batuk kering atau asma. Kemampuan jahe untuk mengendalikan gejala berasal dari sifat antiinflamasi. Sifat ini juga berkontribusi dalam meredakan mual dan nyeri.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa jahe bisa mengendurkan selaput di saluran udara. Ini akan membuat risiko batuk Anda menjadi lebih rendah. Karena itu, jahe seringkali dijadikan sebagai bahan alami dalam pembuatan obat herbal.

  • Mint

Mint merupakan sejenis spesies tanaman yang sering dijadikan bahan pembuatan permen, teh, dan lain sebagainya. Obat herbal untuk menyembuhkan batuk juga sering menggunakan kandungan ini.

Daun mint terkenal memiliki kemampuan untuk menyembuhkan masalah pada tenggorokan. Ketika dikonsumsi, daun mint akan bekerja sebagai dekongestan untuk membantu memecah dahak. 

  • Daun thyme

Daun thyme memang tidak terlalu populer di Indonesia, namun beberapa obat herbal menggunakan tanaman ini sebagai salah satu bahan alami utamanya. Banyak orang menggunakan daun thyme ini untuk mengobati penyakit pernapasan.

Apabila dikombinasikan dengan daun ivy, daun thyme bisa bekerja semakin efektif untuk mengatasi batuk serta penyakit bronkitis jangka pendek. Hal ini bisa terjadi karena daun thyme mengandung senyawa flavonoid, yaitu senyawa yang bisa mengendurkan otot tenggorokan.

  • Madu

Madu sudah sejak lama dikenal sebagai pengobatan alami yang paling ampuh untuk meredakan gejala sakit tenggorokan dan batuk. Karean itu, banyak obat batuk herbal yang juga menggunakan madu sebagai salah satu bahan pembuatannya.

Secara khusus, madu banyak digunakan untuk obat batuk yang ditujukan bagi anak-anak.  Rasa manis pada madu menjadi daya tarik bagi anak-anak, membuat obat batuk terasa lebih enak dari obat-obatan lainnya.

  • Probiotik

Probiotik adalah mikroorganisme yang memberikan banyak manfaat kesehatan. Kandungan ini bekerja dengan menyeimbangkan flora gastrointestinal, yaitu bakteri yang hidup di usus Anda. 

Saat bakteri tersebut menjadi seimbang, fungsi sistem kekebalan tubuh menjadi lebih stabil. Hal ini berkontribusi dalam menyebabkan penurunan risiko infeksi saluran pernapasan dan batuk.

  • Nanas

Tahukah Anda bahwa buah nanas juga bisa menjadi kandungan yang cukup penting dalam obat batuk herbal? Secara khusus, bagian nanas yang digunakan adalah batang dan buah nanas untuk memanfaatkan kandungan bromelain di dalamnya.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bromelain dari nanas dapat bekerja dengan melonggarkan dahak di tenggorokan. Selain itu, bukan hanya meredakan batuk, kandungan ini juga bisa meringankan masalah sinusitis dan alergi. 

Itulah beberapa kandungan yang seringkali dijadikan sebagai bahan alami dalam pembuatan obat herbal, secara khusus obat herbal yang digunakan untuk mengobati batuk. Selain itu, mungkin masih ada beberapa kandungan lain yang lebih jarang digunakan.

Obat batuk herbal umumnya aman untuk dikonsumsi. Jika ingin memastikan keamanannya, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter Anda. Tanyakan pada dokter mengenai reaksi yang mungkin muncul dari penggunaan obat herbal dengan obat lainnya.

7 Gejala Penyerta dari Badan Terasa Panas

Demam akan menyebabkan badan terasa panas. Namun, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Selama demam Anda tidak mencapai 39,4 derajat Celcius dan tidak disertai kejang atau muntah, Anda sebenarnya bisa mengobatinya di rumah dengan memperbanyak istirahat, mengonsumsi lebih banyak air, serta memberi kompres basah pada beberapa bagian tubuh. 

image Demam

Hanya saja memang, Anda pasti tidak akan merasa nyaman selama demam. Bukan hanya badan terasa panas, berbagai gejala penyerta akan Anda rasakan dan membuat Anda tidak mampu melakukan aktivitas seperti biasa. 

Apa saja gejala penyerta yang biasanya datang bersama demam? Berikut ini adalah beberapa gejala umum yang hadir bersamaan dengan badan terasa panas yang meningkat. Pernahkan Anda mengalaminya?

  • Menggigil 

Pada saat yang bersamaan ketika badan terasa panas, Anda sangat mungkin merasakan kedinginan yang ekstrem. Bahkan keringat yang keluar dari tubuh Anda bisa jadi terasa dingin. Rasa dingin yang parah inilah pada akhirnya akan membuat Anda menggigil sampai menggemeretakkan gigi. Cobalah untuk melingkupi diri dengan selimut tipis dan memasang kaus kaki untuk mengurangi rasa menggigil tersebut. Namun jika sudah merasa panas, segera lepaskan segala atribut tersebut agar suhu tubuh tidak semakin meningkat. 

  • Berkeringat 

Berkeringat merupakan proses yang wajar dilakukan tubuh untuk mengeluarkan panas berlebih. Bukan hanya ketika demam, pada saat Anda berolahraga atau makan pun, tubuh bisa mengeluarkan keringat. Namun saat badan terasa panas, keringat yang keluar akan lebih banyak. Ini merupakan upaya tubuh Anda untuk menurunkan suhu tubuh yang terlalu tinggi. Semakin tinggi demam Anda, keringat yang keluar pun akan semakin banyak. 

  • Sakit Kepala 

Tidak jarang orang yang mengalami demam akan merasakan sakit kepala. Umumnya, sakit kepala dirasakan pada penderita demam tinggi di atas 38 derajat Celsius. Gejala penyerta ini terjadi karena ketika badan terasa panas, saraf pusat akan ikut terganggu sehingga Anda mudah mengalami pusing dan sulit berkonsentrasi. 

  • Badan Lemas 

Badan terasa panas atau demam akan membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan. Tidak hanya itu, demam yang merupakan respons tubuh melawan infeksi juga memerlukan banyak energi untuk memperkuat perlawanannya. Jadilah pada saat sedang demam, Anda akan merasa tubuh terasa lemas karena energi yang ada terpakai lebih banyak untuk melawan infeksi di dalam tubuh. 

  • Dehidrasi 

Anda mudah merasa haus ketika sedang demam? Hal tersebut merupakan kondisi yang wajar. Lebih banyak keringat yang keluar ketika badan terasa panas lah yang membuat dehidrasi lebih mudah terjadi. Karena itulah ketika Anda demam dan malas untuk minum, Anda akan mengalami dehidrasi parah yang bisa membuat gejala lain, seperti sakit kepala dan menggigil, semakin meningkat. 

  • Nyeri Otot 

Saat badan terasa panas, artinya tubuh sedang mengalami infeksi atau peradangan. Peradangan itu sendiri umumnya akan menimbulkan nyeri di bagian tubuh tertentu, khususnya di bagian otot. Jadi, tidak perlu heran jika ketika mengalami demam, Anda juga mudah merasakan nyeri otot. Rasa nyeri bahkan akan terasa lebih parah ketika tersentuh benda ataupun dipegang oleh orang lain. 

  • Nafsu Makan Berkurang 

Anda akan merasa lebih mudah lelah ketika sedang demam. Disaat yang bersamaan, badan terasa panas membuat kinerja otak dan saraf tidak maksimal, termasuk dalam merespons rasa lapar. Alhasil, penderita demam akan malas untuk makan. Nafsu makan yang berkurang ini sebenarnya tidak dibenarkan. Soalnya ketika demam, tubuh justru sedang membutuhkan lebih banyak asupan energi untuk melawan penyebab infeksi. 

Gejala-gejala penyerta dari badan terasa panas di atas tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun jika Anda sudah menemui gejala kejang, muntah, ataupun sensitif terhadap cahaya; segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat pereda panas yang sesuai kebutuhan Anda.

Inilah Pengobatan yang Bisa Dilakukan oleh Penderita Eksim

Eksim adalah kelainan kulit dengan ciri peradangan atau bengkak, kemerahan, dan rasa gatal. Walaupun tidak menular, kelainan ini menyebabkan rasa tidak nyaman pada bagian kulit yang terkena. Eksim umumnya terjadi pada masa kanak-kanak, misalnya pada bayi dan anak usia muda. Beberapa kasus eksim dapat menyebabkan pembentukan lepuh yang nantinya akan mengeluarkan air. Pengeluaran air ini merupakan indikasi bahwa eksim sudah menjadi infeksi. Eksim (Eczema) juga dikenal sebagai dermatitis.

Penyebab eksim adalah ketidakmampuan kulit dalam melakukan perbaikan terhadap kerusakan sehingga kulit menjadi rawan terhadap kuman dan bakteri. Mereka menyatakan bahwa ketidakmampuan ini disebabkan oleh mutasi pada sebuah gen bernama filaggrin. Guna melakukan perbaikan terhadap kerusakan, kulit membutuhkan sepasang filaggrin sementara orang-orang dengan eksim hanya memiliki satu filaggrin.

Gejala pada eksim merupakan respon tubuh terhadap suatu iritasi sehingga menimbulkan kekambuhan dan ruam. Eksim juga umumnya terjadi pada keluarga dengan riwayat asma dan alergi. Walaupun penyebabnya belum dapat dipastikan, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu eksim, yaitu

  • Stress
  • Rasa panas dan keringat berlebih
  • Rasa dingin dan iklim kering
  • Kulit kering
  • Kontak dengan bahan-bahan kasar dan iritan seperti sabun dan kain sintetis
  • Demam atau infeksi saluran nafas atas

Jika sudah muncul gejala tersebut dan rasa gatal mulai mengganggu, Anda bisa mengobatinya dengan menggunakan obat yang dapat dibeli di apotek. Obat ini bisa meredakan gejala dari kambuhnya eksim yang Anda rasakan.

  1. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid dalam bentuk salep atau krim bisa digunakan untuk meringankan peradangan akibat eksim kering. Jenis obat yang diberikan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan peradangan yang terjadi. Beberapa jenis obat antiradang yang biasanya diberikan oleh dokter untuk meredakan keluhan eksim kering adalah hydrocortisone untuk gejala yang ringan, clobetasone butyrate untuk gejala yang sedang, dan mometasone untuk gejala yang lebih parah.

  1. Antihistamin

Antihistamin adalah jenis obat yang digunakan untuk mengatasi reaksi alergi. Nah, jika eksim kering yang Anda alami disebabkan oleh alergi, maka dokter akan memberikan obat jenis ini untuk meringankan gejalanya.

  1. Antibiotik

Antibiotik diberikan jika kulit yang mengalami eksim kering terinfeksi oleh bakteri akibat terlalu sering digaruk. Antibiotik yang diresepkan dokter bisa berbentuk tablet, salep, atau krim.

  1. OAINS

Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) juga bisa menjadi pilihan untuk meredakan peradangan dan meringankan gejala akibat eksim kering. Salah satu obat OAINS yang direkomendasikan untuk mengatasi eksim kering adalah salep crisaborole.

Penggunaan obat saja terkadang tidak cukup untuk mengobati eksim dengan cepat. Jika diperlukan, dokter juga dapat menyarankan terapi lain untuk menunjang kesembuhan. Berikut beberapa terapi yang umum dilakukan.

  • Fototerapi

Fototerapi ditujukan bagi penderita eksim yang tidak membaik setelah menggunakan obat oles atau berulang kali kambuh bahkan setelah pengobatan. Metode ini dilakukan dengan memancarkan sinar ultraviolet dalam jumlah terkendali pada kulit Anda. Sumber cahaya dalam fototerapi adalah sinar ultraviolet B (UVB). Ada pula bentuk fototerapi yang menggunakan sinar UVA buatan dan UVB gelombang pendek. 

  • Perban basah

Pemasangan perban basah dengan obat kortikosteroid dapat mengatasi gejala eksim yang tergolong parah. Prosedur ini biasanya dilakukan di rumah sakit oleh seorang perawat, tapi Anda juga bisa mempelajarinya saat konsultasi dengan dokter.

  • Konseling dan terapi perilaku

Konseling, terapi perilaku, dan terapi relaksasi dapat membantu penderita eksim yang kesulitan menghilangkan kebiasaan menggaruk. Terapi ini juga bermanfaat bagi penderita eksim yang merasa malu atau frustrasi dengan kondisi kulitnya.

Itulah beberapa pengobatan mengenai eksim yang bisa Anda pilih. Pilihlah pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Jika kondisi semakin memburuk, segeralah untuk konsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Ketahui 5 Hal Penting Sebelum Vaksin Campak

Vaksin campak dilakukan untuk mencegah penularan dari infeksi virus paramyxovirus, yaitu virus penyebab campak. Pemberian vaksin campak ini masuk dalam program imunisasi dasar lengkap yang diwajibkan Kemenkes RI.

Ada tiga jenis imunisasi untuk mencegah campak, yaitu imunisasi campak, imunisasi MR, dan imunisasi MMR.

Saat ini Indonesia sedang menggalakkan program rutin imunisasi campak, yaitu imunisasi Mumps dan Rubella (MR). Indonesia memprioritaskan pemberian MR karena bahaya komplikasi campak dan rubella yang berat dan mematikan.

Imunisasi campak tak hanya memberi dampak baik bagi diri sendiri, tetapi sekaligus menjaga kekebalan suatu daerah.

Anda bisa melakukan vaksin campak di Puskesmas, rumah sakit, dan klinik. Salah satu tempat yang bisa Anda datangi ketika ingin melakukan vaksin campak yaitu  di Rumah Imunisasi Medivax. 

Nah, sebelum memutuskan membawa si kecil melakukan vaksin campak, yuk ketahui 5 hal penting berikut ini. 

1. Waktu pemberian imunisasi campak pada bayi

Pemberian vaksin campak dilakukan pada anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun dengan cakupan tinggi. Jadwal pemberian vaksin campak bisa dimulai sejak bayi berusia di bawah 1 tahun. 

Berikut ini waktu pemberian vaksin campak pada anak: 

  • Pemberian pertama dilakukan ketika anak masih berusia 9 bulan. Setelah menerima vaksin campak di usia 9 bulan, anak harus menerima 2 lagi dosis booster. 
  • Dosis booster pertama diberikan ketika anak berusia 18 bulan, atau berusia 15 bulan bila menerima vaksin MMR/MR. 
  • Apabila anak belum juga menerima vaksin campak hingga berusia 12 bulan, maka vaksin MMR/MR dapat langsung diberikan. Booster kedua diberikan ketika anak berusia 5-7 tahun.

Vaksin juga dapat diberikan pada remaja dan orang dewasa. Pemberian vaksin campak pada remaja dan orang dewasa yang belum menerima vaksin sebelumnya dilakukan setidaknya satu kali. Namun, akan lebih baik jika penerimaan vaksin dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

2. Pastikan anak tidak sakit

Ketika hendak melakukan vaksin campak, sebaiknya ibu menjaga kesehatan anak. Anak yang sedang flu, batuk, demam, atau terkena penyakit lainnya, dilarang melakukan vaksin. 

Jika tidak, anak akan demam sesaat setelah diimunisasi. Bahkan demam tinggi setelah melakukan imunisasi.

3. Beri makan dua jam sebelum vaksin

Memberi si kecil makan sebelum vaksin akan membuat bayi lebih tenang ketika diimunisasi. Saat bayi kenyang, ia akan cenderung lebih tenang. 

Alberta Health Services, Amerika Serikat, menyebutkan sebaiknya anak diberi makan setidaknya 2 jam sebelum imunisasi. Jika Si Kecil ASI eksklusif, pastikan untuk menyusuinya dengan cukup sebelum imunisasi dilakukan.  

4. Kenakan pakaian yang mudah dibuka

Suntik imunisasi akan diberikan pada  bagian lengan dan paha. Untuk itu, pastikan ibu mengenakan bayi dengan pakaian yang mudah dibuka, agar proses penyuntikan selesai lebih cepat. 

Menggunakan baju yang tidak praktis hanya akan membuat bayi rewel saat proses baju yang dibuka terlalu lama.

5. Selalu jujur soal proses imunisasi

Proses vaksin memang tidak pernah mudah. Ada kemungkinan si kecil akan rewel, takut, dan panik saat vaksin dilakukan. Namun, sebaiknya jangan berbohong mengenai imunisasi pada bayi. 

Jika membohonginya dan kenyataannya tidak sesuai realita, ia akan mengalami trauma. 

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan jika cara terbaik untuk mempersiapkan anak imunisasi adalah dengan menjelaskan secara benar. 

Jadi, katakan saja kalau disuntik itu sakit, tetapi rasa sakit itu akan hilang dalam waktu cepat. Meski di usia 9 bulan bayi belum bisa berbicara, sebenarnya dia mengerti dan bisa merasakan kekhawatiran.

Sekilas Tentang Rumah Imunisasi Medivax 

Rumah Imunisasi Medivax merupakan rumah imunisasi yang terletak di Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Lokasi Rumah Imunisasi Medivac mudah ditemukan  karena berada di dekat Pasar Modern Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten. 

Dalam hal vaksinasi, Rumah Imunisasi Medivax dikenal sangat andal karena dibentuk oleh tenaga kesehatan profesional untuk pelayanan vaksinasi. Di sini tersedia jasa vaksinasi anak maupun dewasa. 

Berawal dari kesadaran mengenai betapa pentingnya pencegahan daripada mengobati, Medivax membentuk sebuah tim yang bekerjasama dengan inHarmony Klinik Jakarta.

Tim Medivax yang terdiri dari Dokter dan Bidan akan memberikan informasi dan konsultasi kesehatan hingga tumbuh kembang anak.

Tertarik melakukan Vaksin HPV Cervarix di Rumah Imunisasi Medivax? Yuk lakukan pendaftaran atau booking melalui aplikasi SehatQ atau melalui layanan Customer Care SehatQ (021) 3199 0388 dan WhatsApp +62 812-8858-8167.