9 Tipe Bentuk Miss V Seperti Jengger Ayam dan Lainnya

Vagina, atau dalam hal ini vulva, beserta komponen di dalamnya memiliki bentuk, ukuran, dan warna yang berbeda pada tiap perempuan. Bisa jadi bentuk miss V seperti jengger ayam, tersembunyi, atau tampak simetris.

Jangan khawatir bentuk vulva Anda tidak normal, karena tidak ada bentuk vulva yang “normal”. Bagaimanapun bentuk vulva Anda, itulah yang normal bagi Anda.

Penyebab miss V berdenyut bisa terjadi akibat spasme otot

Macam-macam Bentuk Miss V

Secara umum, bentuk yang dimaksud pada vagina adalah bagian labia atau bibir pada vulva. Bibir bagian luar yang biasanya tebal dan terlihat disebut dengan labia majora. 

Sementara bibir bagian dalam yang kerap tersembunyi dan juga mengarah ke lubang vagina disebut dengan labia minora. Setiap perempuan memiliki “tipe” labia yang berbeda-beda, tidak ada yang mirip satu sama lain dan tidak bisa dikelompokkan dalam satu kategori spesifik.

Untuk bisa melihat bagian vulva dengan jelas, Anda bisa menggunakan bantuan kaca kecil. Mengenali anatomi vulva yang unik dapat membantu Anda lebih mengenal diri Anda dan mungkin, mengetahui apakah adanya tanda-tanda abnormal yang muncul di bagian kelamin Anda.

Secara medis, ada 9 bentuk vulva yang sering ditemukan pada perempuan. Coba cek di bawah ini, adakah kriteria yang mirip dengan miss V miliki Anda?

1. Bibir dalam asimetris

Bibir dalam atau labia minora terdiri dari dua kulit yang mengitari klitoris hingga lubang vagina. Salah satu dari kulit ini bisa memiliki bentuk yang berbeda dan menjadi asimetris.

Kulit ini bisa lebih panjang, lebih tebal, atau lebih besar dari kulit satunya. Bentuk yang tidak simetris pada labia minora sebenarnya cukup umum terjadi.

2. Bibir luar melengkung

Bibir luar atau labia majora bisa berbentuk melengkung, kurang lebih visualnya seperti tapal kuda yang dibalik. Sehingga ada kurva lengkung yang bertemu di ujung bawah secara simetris.

Pada bentuk ini, biasanya menyebabkan labia minora terlihat lebih jelas. Bisa jadi labia minora juga menonjol keluar dan tidak.

3. Bibir dalam menonjol

Seringkali, labia minora terlihat lebih panjang dari labia majora dan menonjol keluar. Perbedaannya mungkin tak terlalu kelihatan, bisa jadi hanya sedikit menonjol atau benar-benar menonjol keluar. 

4. Bibir luar menonjol

Bibir luar yang menonjol terlihat sedikit lebih rendah di area vulva. Kulit bibir luar biasanya lebih tebal dan mengembung, atau bisa juga tipis dan sedikit longgar. Beberapa perempuan memiliki karakteristik di antara keduanya.

5. Bibir dalam panjang dan menggantung

Salah satu bentuk bibir dalam yang menonjol. Kulit labia minora yang memanjang (bisa sampai 2 cm atau lebih) melebihi bibir luar inilah yang menyebabkan bentuk miss V seperti jengger ayam. Bahkan terkadang kulit yang panjang ini bisa menyusup keluar celana dalam, dan biasanya terlihat adanya kulit atau lipatan tambahan. 

6. Bibir luar panjang dan menggantung

Salah satu bentuk bibir luar yang menonjol. Biasanya ukurannya lebih besar dan menyebabkan kulit menjadi tipis dan longgar. Sama seperti bibir dalam yang menonjol, bentuk ini juga bisa menyusup keluar celana dalam. Kadang bentuk ini juga bisa lebih mengekspos bibir bagian dalam. 

7. Bibir luar kecil dan terbuka

Bibir luar bisa berukuran kecil dan sedikit menempel pada tulang pubis. Namun kulit ini sedikit terpisah atau terbuka dan memperlihatkan labia minora. 

8. Bibir luar kecil dan tertutup

Dalam bentuk ini, bibir luar yang kecil tidak terlalu terbuka atau terpisah. Sehingga menyebabkan bibir dalam tersembunyi dan susah dilihat. Bentuk ini adalah tidak terlalu sering dilihat pada perempuan.

9. Bibir dalam yang terlihat

Pada bentuk ini, bagian bibir luar dan dalam memiliki ukuran yang sama. Bibir dalam terlihat karena bibir luar secara alamiah terbuka dan terpisah. Biasanya bibir dalam akan terlihat mulai dari atas hingga bawah dari bibir luar. 

Meskipun memiliki beragam bentuk, tidak ada ukuran rata-rata yang pasti untuk vagina. Tentunya ukuran ini bisa berubah seiring dengan bertambahnya usia.

Karakteristik Lain dari Miss V

Vulva juga memiliki sejumlah karakteristik lain yang bisa membedakannya satu sama lain. Karakteristik ini unik, namun juga bisa menjadi penanda bila ada suatu hal yang tidak normal terjadi pada miss V, seperti berikut ini:

1. Warna

Merupakan hal yang umum jika kedua bagian labia terlihat lebih gelap daripada kulit sekitarnya, namun tidak ada warna yang umum pada labia. Beberapa perempuan ada yang memiliki labia berwarna pink atau sedikit ungu, sementara yang lain bisa memiliki labia kemerahan atau kecokelatan.

Warna labia minora dan klitoris juga bisa menjadi lebih gelap saat seorang perempuan terangsang secara seksual. Ini disebabkan meningkatnya aliran darah ke area tersebut, dan akan kembali ke warna semula setelah mengalami klimaks atau kehilangan rangsangan seksual.  

Mencukur rambut tidak akan membuat warna labia majora menjadi lebih terang. Perubahan warna secara umum bukan masalah, kecuali Anda mengalami gejala-gejala seperti:

  • perubahan warna tidak hilang setelah satu atau dua hari
  • labia membengkak atau gatal
  • keluar cairan vagina berwarna hijau atau kuning
  • ada bau yang tidak biasa dan menyengat, di mana gejala-gejala bisa menjadi gejala infeksi jamur atau iritasi lainnya. 

2. Klitoris

Klitoris merupakan organ berbentuk kelereng kecil yang biasanya tertutup dan terletak di bagian atas bibir bagian dalam. Tidak semua klitoris sama, tidak ada ukuran rata-rata karena bisa jadi ada yang punya klitoris lebih besar atau lebih kecil.

3. Rambut

Rambut pubis tumbuh sebagai respons atas naiknya hormon testosteron saat pubertas. Rambut pubis berfungsi untuk melindungi vagina dari bakteri dan juga penanda alamiah bahwa organ reproduksi semakin dewasa.

Bagaimana rambut ini tumbuh tergantung pada tiap orang dan hormonnya, ada yang tebal, tipis, berjumlah banyak ataupun sedikit, hanya tumbuh di sekitar tulang pubis atau menutupi seluruh sulva. Warna, jumlah, dan tekstur rambut pubis berbeda-beda tiap orang. Semua hal ini normal adanya.  

4. Cairan vagina

Cairan vagina berfungsi untuk menjaga vagina tetap sehat dan membersihkannya. Biasanya cairan vagina digunakan untuk melacak waktu kesuburan pada perempuan.

Beberapa cairan vagina yang normal antara lain disebabkan oleh:

  • pelumas alami vagina, tampak seperti susu dan berwarna putih
  • rangsangan seksual, tampak jernih, lengket dan seperti air
  • awal menstruasi, tampak sedikit berwarna merah muda karena campuran darah
  • haid yang tidak teratur, biasanya berwarna merah atau cokelat dan kering

Terkadang ada perubahan pada warna dan tekstur pada cairan vagina. Hal ini bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan, seperti infeksi jamur, bacterial vaginosis, klamidia, atau gonorea.

Segera periksakan jika Anda mengalami gejala berikut ini:

  • cairan vagina keruh atau berwarna abu-abu
  • cairan vagina berbau tidak sedap
  • cairan vagina seperti berbusa 
  • gatal, nyeri, atau rasa terbakar di vagina

5. Pendarahan

Vagina memiliki lubang yang juga bisa menjadi tempat keluarnya darah haid. Jumlah darah yang keluar tiap orang berbeda dari satu periode haid ke periode berikutnya, ada yang banyak dan ada yang sedikit.

Akan tetapi jika terlalu banyak dan sering terjadi, hingga membuat mereka sakit kepala atau sesak napas, segera periksakan ke dokter. Haid yang keluar terlalu banyak juga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. 

6. Bau

Tiap vagina memiliki bau yang berbeda-beda yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pola makan dan hormon. Vagina secara alamiah mengandung bakteri dan jamur yang bisa menyebabkan bau, mulai dari bau manis hingga bau besi.

Normal jika merasa sedikit berbau saat menstruasi atau setelah berolahraga, biasanya bau ini akan hilang setelah mandi atau dibersihkan. Akan tetapi jika bau tidak hilang juga, bisa jadi indikasi terjadi infeksi.

7. Benjolan

Normal bagi vagina untuk memiliki benjolan yang muncul sewaktu-waktu. Benjolan biasanya disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam, jerawat, pembuluh darah membengkak, atau kista jinak yang biasanya hilang setelah seminggu.

Apabila benjolan tetap muncul dalam waktu lama atau disertai dengan gejala gatal, terbakar, atau gejala mengganggu lainnya, segera periksakan ke dokter. Bisa jadi hal tersebut adalah tanda adanya infeksi menular seksual atau masalah kesehatan lainnya. 

Tidak ada bentuk vagina dan vulva yang normal, karena tiap wanita memiliki keunikan masing-masing. Mau bentuk miss V seperti jengger ayam atau tersembunyi sekalipun, sebaiknya tetap jaga kesehatan dan kebersihan vagina untuk menghindari timbulnya penyakit yang berpotensi membahayakan nyawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *