7 Penyakit Berbahaya yang Bisa Terjadi Pada Anak Gemuk

dokter memeriksa jantung dengan stetoskop untuk obesitas anak laki-laki asia - overweight child potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Anak gemuk mungkin terlihat menggemaskan, akan tetapi sebagai orang tua Anda tidak boleh lengah oleh kondisi tersebut. Berat badan berlebih yang dialami anak Anda bisa memicu timbulnya penyakit yang harus diwaspadai.”

Kelebihan berat badan pada anak sering kali terjadi. Satu dari tiga anak dan remaja saat ini mengalami kelebihan berat badan. Bagi sebagian orang tua, mendapat kata-kata ‘anak gemuk’ akan dianggap sebagai pujian dan juga gemas melihat anak dengan tubuh gemuk.

Padahal, ada banyak masalah kesehatan yag datang ketika menjadi anak gemuk. Masalah-masalah kesehatan ini bisa mempengaruhi masa kanak-kanak mereka, atau bisa pula akan datang dan mempengaruhi kehidupan dewasanya. 

Berikut ini beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan saat menjadi anak gemuk menurut healthgrades.com

1.Kolesterol tinggi

Kolesterol dapat terjadi karena faktor pola makan dan juga genetika. Pada anak gemuk akan terdapat lemak jahat penyebab kolesterol, dan akan menumpuk di dalam pembuluh darah. Ketika lemak itu mengeras, maka pembuluh darah akan menyempit dan darah tidak bisa mengalir seperti biasanya.

Hal tersebut bisa meningkatkan faktor risiko seragan jantung dan stroke seiring bertambahnya usia anak gemuk.

Sejak usia dini, orang tua harus mulai membiasakan pola hidup sehat, seperti olahraga dan makan makanan sehat agar mencegah atau mengatasi kegemukan pada anak.

2.Tekanan darah tinggi

Selain faktor gemuk, riwayat keluarga juga berpengaruh menimbulkan darah tinggi pada anak. Ketika anak mengalami tekanan darah tinggi makan ini akan berdampak saat usianya menginjak 30 tahun, yaitu mengalami penebalan arteri.

Pastikan anak Anda mengonsumsi makanan yang dapat menyehatkan jantung disertai dengan aktivitas fisik agar meringankan masalah tekanan darah tinggi.

3.Diabetes tipe 2

Diabetes jenis ini biasanya terjadi pada orang dewasa, namun sekarang penyakit diabetes tipe 2 ini juga banyak terjadi pada anak-anak. Diabetes tipe 2 atau lebih dikenal dengan diabetes mellitus adalah kondisi di mana kadar gula yang ada di dalam darah melebihi kadar yang seharusnya.

Pada anak gemuk hal ini berkaitan dengan resistensi insulin, yakni tubuh anak tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan dengan benar.

Bahaya yang mungkin terjadi adalah timbulnya penyakit jantung, stroke, kebutaan, dan banyak lagi ketika anak menginjak masa dewasa awal.

4.Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan saat tidur yang menyebabkan napas seseorang berhenti sementara dan terjadi beberapa kali saat tidur. Sebanyak 60% anak gemuk dan obesitas mengalami gangguan sleep apnea.

Hal ini ditandai dengan adanya dengkuran keras yang dihentikan oleh periode singkat tidak bernapas. Ini bisa terjadi secara berulang saat anak mencoba untuk tidur.

Jika hal ini terjadi pada anak, maka akan menganggu aktivitas pagi hari di sekolahnya, seperti mengantuk, badan lemas, dan lainnya.

Dalam jangka panjangnya, anak akan mengalami gangguan jantung dan darah tinggi karena terus mengalami kekurangan oksigen saat tidur.

5.Kesehatan tulang

Masa anak-anak adalah masa terpenting pertumbuhan tulang. Namun, ketika kelebihan berat badan bisa menjadi faktor penghalang karena terdapat banyak tekanan menahan berat badan pada ujung tulang panjang.

Bila kondisi terlalu parah, maka bisa pula menimbulkan masalah tulang lainnya, seperti kaki tertekuk, kaki rata, hingga patah tulang. Maka dari itu, perlu memperhatikan perkembangan pada anak gemuk dengan cara mengurangi berat badannya secara perlahan.

6.Kesehatan mental

Anak gemuk sering kali menjadi bahan olok-olokan oleh teman sekitarnya. Sehingga, akan timbul rasa rendah diri, sedih hingga stres pada anak. Jika hal tersebut terus terjadi maka mereka akan mengalami kesulitan untuk menerima atau diterima dengan kondisi badan yang gemuk.

7.Terkena kanker

Ketika anak gemuk terbawa hingga dewasa maka akan meningkatkan risiko terkena kanker. Banyak kanker yang terjadi akibat faktor kelebihan berat badan, seperti kanker payudara, usus besar, ginjal, pankreas, kantong empedu, dan organ reproduksi. Hal itu juga bisa menjadi pemicu terjadinya kanker pada kelenjar-kelenjar tubuh.

Maka dari itu, dengan mulai mengurangi berat badan sejak dini akan mempengaruhi faktor risiko terkena kanker pada saat dewasa nanti.

Jadi, jika beberapa penyakit di atas tidak ingin terjadi pada anak Anda, maka Anda harus mulai mengajak sang buah hati melakukan diet dan mengubah pola hidup sehat. Jangan terbuai oleh pujian anak gemuk yang menggemaskan, karena pada dasaranya kelebihan berat badan akan menjadi pemicu berbagai penyakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *