Tanda-Tanda Hamil dari Hari ke Hari Setelah Ovulasi

Tanda-tanda hamil ternyata dapat terdeteksi bahkan 6 hari setelah pembuahan. Akan tetapi, pada saat itu tanda-tanda hamil masih samar dan alat tes kehamilan belum dapat bekerja secara efektif. Di sisi lain, gejala hamil dapat diketahui dari hari ke hari setelah ovulasi. Oleh karena itu, Anda bisa merasakannya secara langsung. Meskipun demikian, sebaiknya gunakan test pack atau periksakan secara langsung ke dokter untuk memastikan kehamilan.  

Hari ke 0-7 setelah ovulasi

Ovulasi merupakan kondisi dimana ovarium melepaskan sel telur, kemudian fase pun dimulai. Akhir dari fase luteal yaitu menstruasi, kecuali jika sel telur berhasil dibuahi.  

Selama fase luteal, tubuh memproduksi hormon progesteron yang tinggi dan mencapai puncaknya pada 6-8 hari setelah ovulasi. Kenaikan kadar progesteron akan memengaruhi suasana hati perempuan. 

Tidak ada tanda-tanda hamil pada saat awal fase luteal meskipun sel telur telah berhasil bertemu dengan sel sperma. Kehamilan dianggap terjadi jika sel telur yang dibuahi tertanam di dalam dinding rahim atau disebut juga implantasi yang biasanya terjadi pada 6-12 hari setelah pembuahan. Pada kondisi ini, perempuan mulai mengalami gejala awal, seperti:

  • Nyeri payudara
  • Sensitivitas payudara meningkat
  • Pendarahan ringan
  • Ngidam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Akan tetapi, gejala ini mungkin juga dirasakan perempuan yang tidak hamil karena efek peningkatan hormon progesteron. 

Hari ke 7-10 setelah ovulasi

Bercak darah ringan akibat implantasi biasanya hanya berlangsung selama 1 atau 2 hari. Di sisi lain, pendarahan juga bisa diartikan keguguran sangat awal. 

Saat implantasi, tubuh mulai memproduksi hormon kehamilan yang disebut Human Chorionic Gonadotropin (hCG) bersama dengan hormon progesteron dan estrogen. HCG bertanggungjawab atas serangkaian gejala awal kehamilan. hCG juga menjadi indikator alat tes kehamilan. Akan tetapi, diperlukan waktu beberapa hari hingga jumlah hCG cukup untuk dideteksi alat tes kehamilan. 

Kadar hCG kurang dari 5 mIU / mL dianggap negatif, sedangkan hCG di atas 25 mIU / mL dianggap positif. Kadar hCG antara 6 mIU / mL sampai 24 mIU / mL masih diragukan diagnosisnya sehingga membutuhkan tes ulang beberapa saat kemudian untuk memastikan kenaikan kadar hCG. 

Hari ke 11-14 setelah ovulasi

Tingginya kadar hCG menimbulkan tanda-tanda awal kehamilan yang mirip dengan gejala Premenstrual Syndrome (PMS). Oleh karena itu, keduanya seringkali disalahartikan. Sebaiknya, Anda lebih peka terhadap gejala PMS yang dirasakan setiap bulan. Jika terasa berbeda dari biasanya, mungkin Anda memang positif hamil. Beberapa tanda-tanda awal hamil tersebut diantaranya:

  • Warna puting semakin gelap
  • Kelelahan
  • Ngidam atau nafsu makan meningkat
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan kondisi pencernaan, seperti kram perut dan diare

Kapan waktu terbaik untuk mengecek kehamilan?

Apabila Anda sedang berjuang untuk hamil, perasaan gelisah pasti akan muncul ketika tanda-tanda awal hamil muncul. Anda dapat melakukan uji kehamilan pada hari pertama setelah jadwal menstruasi Anda terlewat atau sekitar 13-15 hari setelah ovulasi. Akan tetapi, bagi Anda yang mengalami mentruasi tidak teratur, tunggu sekitar 3 minggu setalah munculnya tanda-tanda tersebut. 

Jika Anda menggunakan test pack, baca instruksi di kemasan. Cara lain yang lebih akurat yakni memeriksakan diri ke dokter kandungan dan dilakukan tes darah. 

Saat ini sudah terdapat alat yang menguji waktu ovulasi perempuan. Dengan alat tersebut, ketepatan pembuahan saat masa subur akan semakin akurat. Meskipun alat ini tidak sepenuhnya bisa dijadikan patokan.

Seperti Apa Trimester 3 di Masa Kehamilan?

Jika Anda memasuki masa kehamilan, ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan, salah satunya termasuk proses kehamilan. Proses kehamilan terdiri dari 3 tahap atau trimester, antara lain trimester 1, trimester 2, dan trimester 3. Trimester 3 terjadi di antara minggu ke-29 hingga minggu ke-40 masa kehamilan.

Trimester 3 merupakan tahap kehamilan yang mendekati waktu persalinan. Artinya, jika Anda memasuki trimester 3, Anda akan melahirkan anak dalam waktu yang lebih dekat. Meskipun demikian, Anda juga perlu waspada karena trimester 3 akan menimbulkan komplikasi pada tubuh Anda.

Perkembangan di Trimester 3

Berikut adalah perkembangan yang dialami bayi jika Anda memasuki trimester 3:

  • 7 bulan

Ketika usia kehamilan mencapai 7 bulan, panjang bayi akan mencapai sekitar 35 cm, dan berat badannya mencapai sekitar 1 kg.

Selain itu, ukuran bayi semakin besar karena karena cadangan lemak yang berkembang. Pada bulan tersebut, tubuhnya dapat menyimpan nutrisi seperti kalsium. Bayi dapat merasakan berbagai hal seperti cahaya dari luar.

  • 8 bulan

Ketika usia kehamilan mencapai 8 bulan, panjang bayi akan mencapai sekitar 45 cm, dan berat badannya mencapai sekitar 2 kg.

Selain itu, cadangan lemak tubuh bayi semakin banyak. Sebagian besar organ tubuh bayi telah berkembang. Bayi mengalami peningkatan kekebalan tubuh dan cadangan antibodinya bertambah.

  • 9 bulan

Ketika usia kehamilan mencapai 9 bulan, kelamin bayi terbentuk dengan sempurna. Penampilan fisik lain seperti tengkorak dan rambut juga terbentuk dengan sempurna. Bayi akan lahir pada bulan tersebut. Sebagian bayi akan lahir lebih cepat, namun sebagian bayi akan lahir lebih lambat. Hal tersebut tergantung pada kondisi bayi.

Perubahan di Trimester 3

Ketika Anda memasuki trimester 3 kehamilan, berikut adalah perubahan yang terjadi pada Anda:

  • Penampilan fisik

Ketika Anda memasuki trimester tersebut, payudara Anda melunak dan mengeluarkan ASI (air susu ibu). Selain itu, perut Anda terasa kencang jika disentuh. Kulit Anda memutih pada waktu tersebut.

  • Kondisi yang Anda alami

Trimester 3 pada masa kehamilan juga dapat menimbulkan kondisi berupa sakit punggung, sakit pinggang, wasir, maag, dan kaki membengkak.

Komplikasi

Komplikasi yang terjadi pada ibu hamil di trimester 3 adalah sebagai berikut:

  • Pendarahan.
  • Preeklampsia.
  • Kelahiran secara prematur.
  • Masalah pada plasenta.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan di Trimester 3

Jika Anda memasuki trimester 3 dan ingin menjaga kondisi bayi, berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan:

  • Gerakan bayi

Jika Anda merasa bahwa gerakan bayi kurang aktif atau tidak bergerak sama sekali, hal tersebut menunjukkan adanya masalah pada bayi Anda.

  • Kondisi tubuh

Jika Anda mengalami suatu kondisi pada tubuh, hal tersebut menunjukkan bahwa Anda mengalami komplikasi.

  • Periksa kandungan

Anda sebaiknya secara rutin untuk memeriksa kondisi kehamilan. Contoh alat yang dapat memantau perkembangan kehamilan Anda adalah USG.

  • Kontraksi

Kontraksi juga perlu Anda perhatikan untuk mengetahui kapan tepatnya Anda akan melahirkan.

  • Persalinan

Ada baiknya jika Anda memesan kamar di rumah sakit sebagai persiapan untuk melakukan persalinan.

Cara Menjaga Kesehatan Selama Masa Kehamilan

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh selama menjalani masa kehamilan:

  • Mengkonsumsi makanan sehat.
  • Mengkonsumsi air putih secara rutin.
  • Mengkonsumsi vitamin.
  • Berolahraga yang ringan.

Kesimpulan

Trimester 3 merupakan masa kehamilan yang cukup banyak untuk dipertimbangkan. Trimester 3 juga mendekati waktunya melahirkan. Oleh karena itu, Anda dihimbau untuk menjaga kesehatan selama masa kehamilan, khususnya jika waktunya dekat untuk melahirkan. Untuk informasi lebih lanjut tentang trimester 3, Anda bisa tanyakan persoalan tersebut ke dokter.

Ini Macam-Macam Sayuran yang Mengandung Asam Folat 

Asam folat merupakan vitamin yang larut dalam air dan efektif untuk meningkatkan proses pembelahan sel yang sehat dan mengurangi risiko cacat lahir. Anda bisa mendapatkan manfaat ini dengan mengonsumsi sayuran yang mengandung asam folat.

Seringkali, asam folat juga dikenal dengan sebutan vitamin B9. Ada banyak sekali jenis makanan yang mengandung vitamin B9 ini. Anda bisa mendapatkan manfaat yang paling maksimal lewats sayuran. 

Rekomendasi sayuran yang mengandung asam folat

Anda akan memerlukan asam folat ketika Anda merasa lelah, kesulitan berkonsentrasi, dan sedang di tengah masa kehamilan. Berikut ini beberapa rekomendasi sayuran yang mengandung asam folat:

  • Brokoli

Brokoli sudah sangat terkenal memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Menambahkan brokoli ke dalam makanan Anda bisa memberikan peningkatan asupan asam folat yang memadai.

Dalam satu cangkir brokoli mentah, atau sekitar 91 gram brokoli, terkandung 57 mcg asam folat. Angka ini setara dengan 14 persen dari kebutuhan asupan asam folat harian.

Setelah dimasak, kandungan asam folat pada brokoli akan semakin meningkat menjadi 84 mcg atau setara dengan 21 persen kebutuhan harian. Karena itu, akan lebih baik kalau Anda mengonsumsi brokoli setelah dimasak. 

  • Bayam

Kebanyakan sayuran berdaun hijau mengandung kadar asam folat yang tinggi. Salah satunya adalah bayam.

Selain folat, bayam juga dipercaya mengandung zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan juga serat. Mengonsumsi satu cangkir bayam mentah bisa memenuhi 15 persen kebutuhan asam folat harian Anda. 

Kadar asam folat yang Anda dapatkan akan semakin bertambah setelah bayam dimasak. Satu cangkir bayam yang sudah dimasak mengandung 308 mcg asam folat. Angka ini setara dengan 77 persen kebutuhan asam folat harian Anda. 

  • Asparagus

Anda tentu tahu bahwa sebagai sayuran yang tergolong cukup mahal, asparagus mengandung banyak sekali nutrisi penting. Hal ini menjadikan asparagus sebagai salah satu sayuran yang mengandung asam folat.

Selain itu, asparagus juga memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. Konsumsi asparagus sangat baik untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda. 

Ketika Anda mengonsumsi sekitar 90 gram asparagus yang sudah dimasak, Anda akan mendapatkan 134 mcg asupan asam folat. Angka ini setara dengan 34 persen dari kebutuhan asam folat harian Anda. 

  • Kubis Brussel

Sayuran kubis brussel dipercaya memiliki kaitan erat dengan sayuran hijau lainnya, seperti kangkung, brokoli, dan kubis. Sayur ini banyak digunakan sebagai bahan makanan diet sehat karena kaya akan vitamin, mineral, dan serat.

Salah satu kandungan penting yang bisa Anda dapatkan dari kubis Brussel adalah asam folat. Sekitar 79 gram kubis Brussel yang sudah dimasak akan memberikan 47 mcg folat, atau setara dengan 12 persen asam folat dari kebutuhan harian Anda. 

Tidak hanya itu, kubis Brussel juga merupakan sumber kaempferol yang baik, yaitu antiokisdan yang bisa mengurangi inflamasi serta mencegah kerusakan oksidatif. 

  • Sayur berdaun hijau gelap

Segala jenis sayur yang memiliki daun berwarna hijau gelap sebenarnya bisa menjadi sumber asam folat yang baik. Karena, warna hijau gelap pada daun sayuran menandakan bahwa sayuran ini memiliki konsentrasi asam folat yang tinggi.

Rata-rata sayuran berdaun hijau gelap bisa memberikan asupan asam folat sekitar 12-80 persen dari kebutuhan harian Anda. 

Itulah beberapa rekomendasi sayuran yang mengandung asam folat. Dengan mengonsumsi sayuran-sayuran tersebut, Anda bisa mendapatkan asupan asam folat dengan maksimal setiap harinya.