Lakukan Hal Ini untuk Menghindari Cat Scratch Disease

Cat scratch disease (CSD) adalah infeksi bakteri yang disebarkan oleh kucing. Penyakit ini menyebar ketika kucing yang terinfeksi menjilat luka terbuka seseorang, atau menggigit atau mencakar seseorang dengan cukup keras hingga merusak permukaan kulitnya.

Sekitar tiga hingga 14 hari setelah kulit rusak, infeksi ringan dapat terjadi di lokasi goresan atau gigitan. Area yang terinfeksi mungkin tampak bengkak dan merah dengan lesi bulat dan menonjol serta bisa bernanah. Seseorang dengan cat scratch disease mungkin juga mengalami demam, sakit kepala, nafsu makan yang buruk, dan kelelahan. Nantinya, kelenjar getah bening orang tersebut di dekat goresan atau gigitan asli bisa menjadi bengkak, lunak, atau nyeri.

Jika Anda khawatir dengan cat scratch disease, Anda tidak perlu menyingkirkan hewan peliharaan Anda. Penyakit ini tidak umum dan biasanya ringan, dan beberapa langkah dapat membantu membatasi kemungkinan Anda atau anak Anda tertular.

Ajari anak-anak untuk menghindari kucing liar atau kucing asing untuk mengurangi paparan mereka terhadap sumber bakteri. Untuk menurunkan resiko tertular penyakit dari hewan peliharaan keluarga atau kucing yang familiar, sebaiknya menghindari permainan kasar agar tidak tergores atau digigit. Mintalah anggota keluarga Anda mencuci tangan setelah memegang atau bermain dengan kucing.

Jika anak Anda atau Anda digaruk oleh hewan peliharaan, basuhlah area yang terluka dengan baik dengan sabun dan air. Menjaga kandang dan hewan peliharaan Anda bebas dari kutu akan mengurangi resiko kucing Anda terinfeksi bakteri sejak awal.

Jika Anda mencurigai seseorang terjangkit cat scratch disease dari hewan peliharaan keluarga Anda, jangan khawatir kucing Anda harus di-eutanasia (ditidurkan). Bicarakan dengan dokter hewan Anda tentang bagaimana menangani masalah tersebut.

Cat scratch disease disebabkan oleh bakteri yang disebut Bartonella henselae. Sekitar 40% kucing membawa B. henselae pada suatu waktu dalam hidup mereka, meskipun kebanyakan kucing dengan infeksi ini tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Anak kucing yang berusia kurang dari 1 tahun lebih mungkin terkena infeksi B. henselae dan menyebarkan kuman tersebut kepada manusia. Anak kucing juga lebih cenderung mencakar dan menggigit saat bermain dan belajar cara menyerang mangsa.

Jika Anda atau anak Anda terluka atau kena cakar saat bermain dengan hewan peliharaan, cuci bersih gigitan dan cakaran kucing dengan sabun dan air mengalir. Jangan biarkan kucing menjilati luka Anda. Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami gejala cat scratch disease atau infeksi.

Banyak kasus cat scratch disease yang sembuh dengan sendirinya, tetapi beberapa kasus masih memerlukan dokter. Hubungi dokter jika Anda atau anak Anda pernah digaruk atau digigit kucing dan mengalami gejala berikut:

  • Kelenjar getah bening yang bengkak atau nyeri
  • Cederanya sepertinya tidak kunjung sembuh setelah beberapa hari
  • Kemerahan di sekitar luka meluas
  • Demam berkembang beberapa hari setelah gigitan

Jika Anda pernah didiagnosa cat scratch disease, Anda harus menghubungi dokter sesegera mungkin jika Anda mengalami:

  • Peningkatan nyeri di kelenjar getah bening
  • Demam tinggi
  • Perasaan malaise
  • Gejala baru

Kebanyakan orang menjadi lebih baik tanpa pengobatan, dan mereka yang membutuhkan pengobatan umumnya menjadi lebih baik dengan antibiotik. Dalam beberapa kasus, orang mengalami komplikasi serius dari cat scratch disease. Komplikasi ini lebih mungkin terjadi pada orang yang sistem kekebalannya terganggu.

Mengenal Manfaat dan Efek Samping Suplemen Fucoidan

Fucoidan merupakan salah satu jenis suplemen yang bisa meningkatkan kesehatan lambung. Sebab, mengonsumsi suplemen ini akan membuat lapisan lambung menjadi tebal dan membuat seseorang terhindar dari tukak lambung.

Mengenal Manfaat Suplemen Fucoidan

Suplemen fucoidan sendiri merupakan polisakarida yang bisa didapat di dinding sel ganggang coklat.

Selain bermanfaat untuk lambung, fucoidan juga memiliki efek anti virus, anti tumor, serta anti arthritis. Selain untuk kesehatan lambung, mengonsumsi suplemen ini juga dapat mengurangi reaksi peradangan di usus yang akan mengatasi ulkus di usus halus.

Selain itu, fucoidan juga biasanya digunakan sebagai terapi untuk penyakit seperti:

  • Radang usus
  • Kanker
  • Penyakit yang muncul karena gangguan auto imun (Multiple Sclerosis)
  • Myokarditis autoimun
  • Radang sendi ringan (osteoarthritis)
  • Radang sendi akut yang mengakibatkan sendi terasa kaku (arthritis rematoid)

Ada juga penyakit lain yang juga menggunakan fucoidan ini sebagai terapi selain yang disebutkan di atas. Suplemen ini juga digunakan sebagai antitrombosis, antikoagulan, antitumor, hingga digunakan untuk meningkatkan kekebalan imunitas tubuh (imunomodulator).

Cara Mengonsumsi Fucoidan

Jika ingin mengonsumsi suplemen ini, bisa digunakan ketika perut kosong yang bisa dikonsumsi pada pagi, siang, atau sore. Apabila suplemen fucoidan yang akan dikonsumsi berupa sirup, gunakanlah sendok takarnya agar pas. Jangan sampai menggunakan sendok makan biasa karena dosisnya dikhawatirkan tidak sesuai anjuran.

Baca aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Tanyakan pada dokter jika Anda merasa ragu atau tidak yakin.

Efek Samping Fucoidan

Berbeda dari obat-obatan, suplemen biasanya memiliki risiko efek samping yang lebih kecil namun tetap ada efek sampingnya. Nah, oleh karena itu, ada beberapa efek samping yang harus diperhatikan, seperti:

  • Diare
  • Terjadi pengenceran darah terus menerus
  • Mengalami pusing, tubuh mudah lebam, hingga pingsan
  • Muncul reaksi alergi yang biasanya berisiko terjadi pada orang yang punya alergi terhadap kedelai

Namun, bukan berarti semua orang yang mengonsumsi fucoidan ini akan mengalami efek sampingnya. Tentu saja ada orang yang mengonsumsi fucoidan dan tidak merasakan efek samping sama sekali.

Kelompok Orang yang Berisiko Konsumsi Fucoidan

Suplemen fucoidan adalah suplemen yang mengandung tinggi iodin dan bisa mengencerkan darah penggunanya. Sehingga perlu berhati-hati juga saat menggunakan fucoidan ini. Berkonsultasi dan berdiskusilah dengan dokter sebelum menggunakannya, terlebih kelompok yang berisiko berikut ini:

  • Orang yang mengalami diare
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Orang yang memiliki tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mereka yang memiliki riwayat penyakit hipertiroidisme

Dosis Penggunaan

Antara fucoidan sirup dan bentuk kapsul memiliki perbedaan cara konsumsi. Secara lengkap, petunjuk ini bisa dilihat pada kemasan ataupun sesuai dengan anjuran dokter.

Dalam bentuk kapsul, sebaiknya dikonsumsi sebanyak 1 kapsul yang dikonsumsi 1-2 kali sehari. Sedangkan bentuk sirup bisa dikonsumsi sebanyak 15 ml 1 kali sehari saja. Tentu saja berbeda merek, beda pula aturan pakainya. Pastikan Anda menyesuaikan penggunaan suplemen fucoidan dengan informasi yang ada di kemasan.

Ada juga beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi suplemen ini. Hindarilah penggunaan fucoidan dengan antikoagulan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya perdaarahan. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya. Jangan pernah menambah atau mengurangi dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dan pengawasan dokter. Alih-alih menyehatkan, justru malah membahayakan kesehatan.

Senyawa Sulphoraphane di Brokoli, Bisa Membantu Mencegah Diabetes?

Sulphoraphane merupakan senyawa alami di tumbuhan seperti brokoli, kol, kembang kol, dan kale. Akan tetapi, brokoli memiliki kandungan sulphoraphane tertinggi dibandingkan bahan pangan lainnya. Bentuk pengolahan juga ikut memengaruhi kadar senyawa tersebut. Terdapar berbagai manfaat senyawa sulphoraphane, salah satunya umtuk membantu mencegah penyakit diabetes tipe 2. 

Kandungan sulphoraphane pada brokoli

Senyawa sulphoraphone terbentuk ketika glucoraphine diubah oleh myrosinase. Kedua senyawa tersebeut akan bereaksi ketika sel-sel di brokoli rusak atau ketika dikunyah. Menurut Journal Food Science, kandungan sulphorapahane tertinggi berada pada brokoli dan kol merah dibandingkan jus kol putih, dan kembang kol. 

Proses pemasakan brokoli memengaruhi kandungan sulphoraphane. Berdasarkan Journal Experimental and Clinical Seciences, brokoli yang tidak diberi perlakuan panas memiliki kadar sulphoraphane sebanyak 22,8%, sementara proses pengukusan membuat sulphoraphane hanya terbentuk sekitar 4,2%. Anda sebaiknya mengolah brokoli dengan cara dipanaskan ringan. Apabila pemanasan brokoli di bawah 60 derajat celsius, maka pembentukan sulphoraphana bisa mencapai 97,9%. 

Selain itu, hindari pemrosesan dengan cara deep frying atau menggoreng dengan minyak banyak, menambahkan gula dalam jumlah banyak, atau membaluri brrokoli menggunakan keju. 

Sulphoraphane dan diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 menjadi penyakit yang diderita ratusan juta masyarakat dunia. Penderita tidak mampu menyimpan gula darah sehingga kadar gula darah di dalam tubuhnya. 

Sebuah penelitian membuktikan, sebanyak 97 orang yang mengalami diabetes tipe 2 telah mengonsumsi ekstrak kecambah brokoli setara dengan 150 mikromol sulphoraphane setiap hari. Hal ini memengaruhi kadar gula darah.

Penelitian lain menyebutkan, sulphoraphane secara efektif mengurangi kadar gula darah puasa sebesar 6,5% dan meningkatkan peningkatan indikator kontrol gula dalam darah. Efek ini sangan berdamapk kuat pada pasien yang mengalami obesitas serta tidak menjalani pola hidup sehat untuk menghindari risiko diabetes.  

Seseorang yang mengonsumsi ekstrak brokoli secara teraturr akan mengalami penurunan kadar gula darah secara signifikan. Sulphoraphane hanya memiliki efek samping ringan, bahkan hampir tidak ada. Senyawa ini mempunyai efek antidiabetes terutama jenis diabetes tipe 2.   

Cara mencegah diabetes lainnya

Pencegahan diabetes dilakukan dengan cara mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Saat ini, tren diabetes sudah mulai menyerang anak muda karena pola hidup mereka yang tidak sehat. Konsumsi gula dan kalori yang tidak terkontrol serta rendahnya olahraga dan aktivitas fisik membuat diabetes dapat diderita anak muda sekalipun. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah diabetes:

  1. Kurangi konsumsi gula- menurut Permenkes No. 30 tahun 2013, mengonsumsi gula sebaiknya tidak lebih dari 4 sendok makan per hari
  2. Melakukan olahraga rutin- setidaknya lakukan olahraga selama 30 menit setiap hari
  3. Minum air- usahakan minuma air 2 liter atau setara 8 gelas setiap hari
  4. Turunkan berat badan jika overweight atau obesitas- perhitungan ideal atau tidaknya berat badan disesuaikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT)
  5. Hindari merokok- kebiasaan ini dapat memicu diabetes secara tidak langsung
  6. Diet rendah karbohidrat- kurangi konsumsi karbohidrat terlebih jika menderita overweight atau obesitas
  7. Kontrol porsi makan- sesuaikan porsi makan dengan kebutuhan kalori dan aktivitas setiap hari
  8. Hindari kebiasaan sedentari- lakukan aktivitas fisik meskipun hanya sekadar berjalan-jalan santai
  9. Konsumsi sumber serat cukup- pastikan makan buah sebanyak 2-3 porsi dan sayuran sebanyak 3-5 porsi
  10. Perbaanyak konsumsi vitamin D- sumber vitamin D banyak didapatkan dari paparan sinar matahari serta konsumi minyak hati ikan 
  11. Kurangi konsumsi makanan beku atau kaleng- sebaiknya pilih bahan pangan segar yang diolah sendiri
  12. Konsumsi kopi atau teh- polifenol mampu membantu melindungi tubuh dari risiko diabetes

Sulphoraphane efektif dalam membantu mencegah diabetes tipe 2 jika dikonsumsi secara teratur serta diolah dengan tepat agar senyawa tersebut bisa terbentuk maksimal. Selain itu, perlu digarisbawahi bahwa sulphoraphane tidak bisa dijadikan pengobatan utama penyakit diabetes. Konsultasikan ke ahli gizi atau dokter terkait makanan dan minuman yang dikonsumsi selama menderita diabetes.  

Apa Saja Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Pria?

Seperti yang Anda ketahui, teradpat banyak sekali manfaat daun kelor bagi kesehatan tubuh. Tanaman dengan nama ilmiah Moringa oleifera ini telah digunakan sebagai pengobatan medis sejak zaman dahulu. Daun kelor juga memiliki manfaat khusus bagi kaum pria, terutama beberapa kondisi yang berkaitan dengan kesuburan. 

Apa saja manfaatnya?

Daun kelor disebut sebagai superfood karena kaya akan kandungan gizi. Daunnya biasanya dikeringkan lalu dikonsumsi untuk diambil khasiatnya. Meskipun daun kelor segar juga memiliki khasiat yang sama, tapi daun kelor kering bubuk dianggap lebih praktis jika ingin dikonsumsi sewaktu-waktu. Berikut ini manfaat daun kelor terutama bagi kaum pria:

  1. Meningkatkan kesehatan prostat

Daun kelor terbukti kaya akan kandungan glukosinolat yang berdampak baik bagi kesehatan prostat. Sebuah studi menunjukkan, daun kelor membantu mencegah kondisi pembesaran prostat jinak. Gangguan tersebut membuat pria kesulitan buang air kecil. Meskipun demikian, penelitian masih sebatas diujicobakan pada hewan sehingga dibutuhkan uji lanjutan secara langsung pada manusia.

  1. Membantu mengatasi disfungsi ereksi

Kondisi ini mengakibatkan ketidakmampuan pria melakukan ereksi yang dibutuhkan saat berhubungan seks. Berdasarkan Journal of Zhejiang University, ekstrak daun kelor mampu membuat rileks otot polos pada penis sehingga banyak darah yang mengalir ke area tersebut. Keluhan disfungsi ereksi pun berkurang karena aliran darah semakin lancar. Akan tetapi, penelitian tersebut juga masih sebatas dilakukan pada hewan coba.  

  1. Meningkatkan keseuburan

Pria berkontribusi menyebabkan infertilitas pada sekitar 40% kasus. Masalah umumnya yaitu produksi sperma yang kurang dan motilitas atau daya gerak sperma yang tidak normal. 

Beberapa studi menyebutkan, daun dan biji tanaman kelor  merupakan sumber antioksidan yang sangat baik sehingga dapat membantu mencegah kerusakan oksidatif pada sel. Kerusakan ini mengganggu produksi sperma atau merusak DNA sperma. 

Bubuk daun kelor juga terbukti meningkatkan volume cairan semen serta jumlah dan motilitas sperma secara signifikan. Akan tetapi, penelitian ini baru dibuktikan pada hewan coba kelinci. 

  1. Membantu mengontrol kadar gula darah

Tak hanya kesuburan pria, daun kelor juga berkaitan dengan pengontrolan kadar gula darah. Pasalnya, kadar gula darah meningkat pada penderita diabetes tipe 2 karena tubuhnya tidak mampu memproduksi insulin dengan cukup. Diabets tipe 2 lebih banyak terjadi pada laki-laki daripada perempuan. 

Beberapa studi yang dilakukan pada tikus membuktikan bahwa ekstrak daun kelor mampu menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan produksi insulin dan penyerapan gula. Akan tetapi, dibutuhkan studi jangka panjang dan berkualitas tinggi yang melibatkan banyak orang sebelum menarik kesimpulan mengenai khasiat daun kelor dalam membantu mengatasi diabetes tipe 2. 

Apakah terbukti aman bagi kesehatan?

Daun kelor telah digunakan sebagai pengobatan tradisional sejak ribuan tahun lalu. Oleh karena itu, keamanannya pun terbukti melalui sejarah panjang tersebut. 

Selain itu, hasil sebuah penelitian membuktikan tidak ada efek samping yang muncul pada respoden yang mengonsumsi 50 gram bubuk daun kelor dalam sekali minum maupun diminum sebanyak 7 gram setiap hari selama 90 hari.

Daun kelor telah banyak tersedia dalam bentuk bubuk kering, kapsul siap minum, atau teh herbal tanpa atau dengan tambahan perasa lainnya. 

Meskipun demikian, pasien yang sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk menghindari adanya interaksi obat.   

Inilah Penyebab Cepat Lapar Serta Cara Mencegahnya

Beberapa orang mengeluhkan bahwa dirinya mudah merasa lapar, bahkan setelah makan dalam porsi besar. Hal tersebut tentu merepotkan sebab waktu Anda akan terbuang lebih banyak untuk makan. Padahal tubuh butuh waktu untuk memproses makanan yang Anda makan sebelumnya. Jadi, jika Anda terus menerus makan maka tubuh akan kelelahan memproses makanan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab serta cara mencegah rasa cepat lapar yang muncul tersebut. Berikut akan dijelaskan secara lebih lengkap. 

Penyebab cepat lapar

Saat Anda cepat lapar, jangan khawatir sebab kondisi tersebut tidak bahaya. Namun tentu lebih bijak jika Anda mengetahui penyebab cepat lapar yang dirasakan. Berikut ini merupakan beberapa penyebab cepat lapar. 

  1. Mengalami stres

Seseorang yang mengalami stres bisa menjadi penyebab cepat lapar. Stres berlebihan ternyata bisa meningkatkan nafsu makan, lho! Hal itu karena adanya efek peningkatan hormon kortisol dalam tubuh yang berperan dalam meningkatkan rasa lapar. Sebaiknya Anda mengelola stres agar tubuh tidak mudah lapar. Beberapa cara yang dapat Anda terapkan seperti berolahraga teratur, meditasi, yoga, dan lain sebagainya. 

  1. Kurang istirahat

Selain stres, tubuh yang lelah karena kurang istirahat juga dapat menjadi pemicu mudah lapar. Tubuh yang lelah karena kurang istirahat akan mengacaukan keseimbangan hormon dalam tubuh. Salah satu efeknya adalah mudah lapar bahkan setelah Anda makan besar. Untuk mengatasi hal tersebut, pastikan tubuh Anda tidur berkualitas selama 6-8 jam setiap harinya. 

  1. Terlalu banyak konsumsi garam dan gula

Penyebab cepat lapar lainnya adalah karena terlalu banyak konsumsi garam dan gula. Mengapa bisa? Gula dapat meningkatkan nafsu makan. Kandungan fruktosa pada gula akan meningkatkan produksi ghrelin atau hormon yang mengatur rasa lapar. Sedangkan garam dapat menyebabkan mudah lapar jika dikonsumsi berlebihan. Tidak hanya mudah lapar, konsumsi garam berlebih juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan jantung. 

  1. Dehidrasi

Dehidrasi bisa menyebabkan berbagai masalah tubuh, termasuk menjadi cepat lapar. Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan asupan cairan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu memenuhi kebutuhan cairan harian sebanyak minimal 8 gelas air. 

  1. Kurang asupan serat

Penyebab lainnya adalah rendahnya asupan serat dalam tubuh. Serat sangat diperlukan dalam menjaga pencernaan dan mengendalikan rasa lapar. Untuk itu, sebaiknya Anda memenuhi asupan serat setiap harinya dengan mengonsumsi berbagai sayuran dan buah. 

Cara mencegah rasa cepat lapar 

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mencegah rasa cepat lapar yang dialami. Berikut beberapa di antaranya. 

  1. Cek nutrisi sebelum konsumsi

Cara mencegah yang pertama adalah dengan terus mengecek kandungan nutrisi pada makanan sebelum Anda mengonsumsinya. Dengan begitu, Anda dapat terus memantau serapan nutrisi yang masuk ke tubuh. Anda juga akan menjaga nutrisi tubuh tetap seimbang sehingga tidak cepat merasa lapar. 

  1. Kurangi konsumsi karbohidrat

Karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah di tubuh dengan cepat namun kemudian kadar tersebut dapat terjun bebas dengan sangat cepat juga. Saat kadar gula darah turun, maka Anda akan merasa mudah lapar. Untuk itu, Anda perlu mengurangi konsumsi karbohidrat dan menambah konsumsi protein, vitamin, mineral, dan serat. 

  1. Istirahat yang cukup 

Telah disebutkan di atas bahwa salah satu penyebab rasa cepat lapar adalah tubuh lelah yang kurang istirahat. Untuk itu, Anda dapat beristirahat dengan cukup sehingga hal tersebut dapat dicegah. Selain istirahat secara fisik, Anda juga perlu istirahat secara mental. Hal itu akan menyebabkan Anda terhindar dari stres sehingga dapat lebih mengontrol nafsu makan. 

  1. Perhatikan pilihan makanan 

Cara terakhir dan terpenting adalah memperhatikan pilihan makanan Anda. Beberapa makanan dapat membuat kenyang lebih lama seperti kentang, kacang-kacangan, telur, produk olahan susu rendah lemak, ikan, daging tanpa lemak, dan berbagai makanan dengan kandungan serat yang tinggi. 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kondisi mudah lapar sebenarnya tidaklah berbahaya. Akan tetapi, Anda perlu waspada apabila kondisi tersebut terus muncul bahkan setelah berbagai usaha pencegahan dilakukan. Hal itu bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami masalah secara medis sehingga Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi secara online dapat dilakukan melalui aplikasi SehatQ. 

Apakah HIV Bisa Sembuh? Ini Faktanya

Human immunodeficiency virus atau HIV menjadi salah satu virus yang ditakutkan umat manusia. Ketika berhasil menginfeksi tubuh manusia, virus ini akan merusak sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel CD4. Kondisi ini akan terus berlanjut hingga seseorang mengalami AIDS dan memperburuk kehidupannya. Lantas, apakah HIV bisa sembuh?

Jika pertanyaan itu diajukan, jawabannya bisa bermacam-macam. Semua tergantung dengan kondisi seseorang yang terpapar, termasuk apa yang dia lakukan setelah terpapar virus tersebut. Namun, jawaban yang paling masuk akal—walau terdengar amat retoris—adalah, angka harapan hidup penderita bisa dioptimalkan.

Dunia medis sudah banyak melakukan studi, penelitian, serta penatalaksanaan yang menjadikan penderita HIV lepas dari bayang-bayang kematian. Tak dapat dimungkiri bahwa sejak awal perkembangan virus ini, penderita yang tak mendapat pertolongan dengan baik hanya akan berakhir di prosesi pemakaman.

Ketika penderita tak mendapat pertolongan, tubuhnya akan terus digempur virus ini sehingga sistem pertahanan tubuh mereka akan semakin lemah. Penderita tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan penyakit. Tanpa pengobatan, seseorang dengan HIV akan terserang bermacam penyakit kronis hingga diprediksi, mereka umumnya hanya bisa bertahan hidup selama 9 sampai 11 tahun setelah terinfeksi.

Sampai saat ini, penanganan yang dilakukan bertujuan mencegah virus tersebut menggila dan membuat tubuh sedikit memiliki perlawanan. Artinya, perawatan bagi para penderita HIV tidak dimaksudkan untuk membersihkan virus dari tubuh mereka, meski belakangan setitik cahaya muncul dari balik awan hitam tersebut.

Ada beberapa laporan yang menyebut bahwa telah terdapat pasien yang berhasil sembuh dari HIV. Pertanyaan “apakah HIV bisa sembuh?” kini punya ragam jawaban lain. Dilansir dari sebuah situs web tentang informasi dan edukasi perihal HIV dan AIDS, Avert, berikut beberapa berita tentang pasien yang berhasil terbebas dari infeksi HIV:

  • Pasien di London

Pada 2019 para ahli melaporkan adanya seorang pria yang terinfeksi HIV dan menerima transplantasi sel induk. Kini, ia sedang dalam tahap ‘remisi’ HIV. Artinya, pria di London tersebut tidak lagi menjalani pengobatan dengan antiretroviral dan dokter tidak dapat menemukan HIV di dalam tubuhnya. 

Pria ini dapat dinyatakan sembuh setelah menerima transplantasi sumsum tulang dengan kombinasi kemoterapi untuk menyembuhkan kanker darah yang dideritanya. Pendonor sel memiliki dua salinan gen CCR5 delta-32, yaitu mutasi genetik langka yang membuat orang kebal terhadap sebagian besar jenis HIV. Enzim CCR5 berperan penting dalam menonaktifkan ‘pintu masuk’ yang digunakan HIV untuk membuat sel tubuh terinfeksi. 

  • Pasien di Berlin

Kasus serupa pernah terjadi beberapa tahun sebelumnya, tepatnya pada 2008, seorang pria dari Berlin, Timothy Brown bisa sembuh dari HIV setelah menerima transplantasi sumsum tulang dan terapi radiasi total. Hingga kini Brown sudah tidak lagi menjalani pengobatan antiretroviral. Dia dinyatakan sembuh secara fungsional dari HIV karena tak lagi ditemukan adanya tanda-tanda virus itu bersemayam di dalam dirinya.

  • Bayi dari Mississippi, Amerika Serikat

Pada 2013 silam, sebuah konferensi terkait HIV/AIDS mengumumkan bahwa ada seorang bayi dari negara bagian Mississippi, Amerika Serikat, berhasil sembuh dari HIV setelah mendapat tiga jenis obat antiretroviral dalam dosis yang kuat semenjak dia lahir hingga usianya 18 bulan.

Namun, karena satu dan lain hal, pengobatan ini harus berhenti dan ketika beberapa waktu setelahnya dia dirawat di rumah sakit, dokter menemukan kembali virus HIV di dalam tubuh bayi malang tersebut.

Kasus ini membuat dunia medis membuat sebuah simpulan baru terkait pertanyaan “apakah HIV bisa disembuhkan?” Para dokter berpendapat bahwa sembuh dalam kasus HIV adalah sebuah kondisi yang amat fluktuatif. Keadaan bisa berganti dan berubah sewaktu-waktu dan secara tiba-tiba sehingga mereka sulit melekatkan predikat ‘sembuh’ kepada pasien HIV.

Kendati demikian, kasus bayi di Mississippi ini dapat dimaknai bahwa terapi antiretroviral (ARV) atau pengobatan apapun sejak dini dapat memengaruhi jawaban dari pertanyaan “apakah HIV bisa sembuh?” yang belum dapat dijawab secara pasti. Satu hal penting yang dapat diyakini adalah semua upaya yang dilakukan sejak dini bisa menghasilkan remisi jangka pendek. Setidaknya, tata laksana pengobatan penderita HIV dapat mengendalikan replikasi virus dan membatasi jumlah reservoir virus.

Mengenal Ferrous Sulfate, Obat untuk Anemia Defisiensi Besi

Ferrous sulfate adalah obat yang digunakan untuk merawat dan mencegah anemia defisiensi besi. Zat besi membantu tubuh untuk membuat sel darah merah yang sehat, yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Beberapa hal seperti hilangnya darah, kehamilan, atau zat besi yang terlalu sedikit dalam diet Anda dapat membuat asupan zat besi menurun dan mengakibatkan anemia. Ferrous sulfate hadir dalam bentuk tablet, atau tetesan yang Anda telan. Ada tablet dan kapsul ferrous sulfate yang dimodifikasi pelepasannya, namun produk tersebut mungkin tidak dapat diserap dengan baik. Ferrous sulfate tersedia dalam bentuk resep dan OTC yang dapat dibeli di apotek.

Siapa yang boleh dan tidak boleh mengonsumsi ferrous sulfate?

Kebanyakan orang dewasa dan anak-anak usia lebih dari 12 tahun dapat mengonsumsi ferrous sulfate di bawah saran dan resep dari dokter. Namun, ferrous sulfate mungkin tidak akan cocok untuk beberapa orang, misalnya pada mereka yang pernah menderita reaksi ferrous sulfate atau obat-obatan lain sebelumnya. Apabila Anda menderita anemia yang tidak disebabkan oleh level zat besi yang rendah, beritahu dokter. Selain itu, pastikan Anda memberitahu dokter apabila Anda memiliki kondisi yang memengaruhi level zat besi, seperti hemosiderosis atau haemochromatosis, dan memiliki kondisi yang memengaruhi sel darah merah, seperti anemia sel sabit atau thalassaemia. 

Ada pula beberapa kondisi yang perlu mendapatkan perhatian dan dokter harus mengetahuinya sebelum ia meresepkan ferrous sulfate, misalnya jika Anda pernah menderita maag, atau sebagian lambung diangkat, atau memiliki gangguan lambung atau usus seperti penyakit radang usus. Anda juga harus memberitahu dokter apabila Anda menerima transfusi darah berulang kali, melihat adanya darah di air seni, dan telah didiagnosa menderita defisiensi zat besi dan sudah mendapatkan perawatan untuknya. 

Efek samping

Sama halnya dengan obat-obatan lain, ferrous sulfate dapat menyebabkan efek samping bagi beberapa orang. Namun, kebanyakan orang tidak akan menunjukkan gejala efek samping apapun seusai mengonsumsi ferrous sulfate atau hanya memiliki gejala minor. Apabila Anda merasa mual dan muntah, sakit perut, maag, hilangnya nafsu makan, konstipasi, diare, dan kotoran yang berwarna gelap atau hitam, hubungi dokter. Dalam kasus yang langka atau jarang terjadi, ada kemungkinan seseorang akan memiliki reaksi alergi serius terhadap ferrous sulfate. Reaksi alergi tersebut akan menyebabkan ruam kulit yang gatal dan bengkak, kulit yang melepuh atau mengelupas, mengi, tenggorokan dan dada terasa sesak, kesulitan bernapas dan berbicara, serta pembengkakan di wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan. Reaksi alergi yang serius perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit secepatnya. 

Kehamilan dan menyusui

Biasanya aman untuk mengonsumsi ferrous sulfate pada masa kehamilan. Diskusikan dengan dokter, ia akan menjelaskan manfaat dan risiko mengonsumsi ferrous sulfate pada saat hamil. Dokter dapat membantu Anda memutuskan perawatan terbaik untuk Anda dan bayi. Apabila Anda sedang hamil dan minum suplemen zat besi, Anda akan sering konstipasi dan menderita ambeien. Apabila hal tersebut terjadi pada Anda, diskusikan dengan dokter. Mereka akan menyarankan perawatan untuk mengatasi konstipasi dan ambeien. 

Biasanya ibu dapat mengonsumsi ferrous sulfate pada masa menyusui bayi, dan hal tersebut merupakan hal yang aman. Namun, beberapa bagian obat dapat ikut terbawa ASI dalam jumlah sedikit. Namun, karena jumlah yang sangat sedikit, hal tersebut tidak akan membahayakan bayi. Selalu konsultasi dengan dokter apabila Anda memiliki kekhawatiran saat akan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Begini Cara Membeli Obat Resep di Toko SehatQ

Saat ini, ada banyak cara mudah mendapatkan obat tanpa harus membelinya langsung di apotek. Anda bisa melakukannya secara online dengan mengikuti langkah cara membeli obat resep di Toko SehatQ.

Terkadang, mungkin ada banyak hal yang menghambat Anda untuk bisa membeli obat secara langsung di apotek. Misalnya karena kondisi pandemi yang mengharuskan Anda untuk menjaga jarak di rumah, atau saat Anda merasa sakit namun tidak sanggup bangkit dari tempat tidur.

Karena itu, kini Anda bisa memanfaatkan fitur Toko pada aplikasi SehatQ untuk membeli obat secara online.

Konsultasi dengan dokter sebelum membeli obat di Toko SehatQ

Cara membeli obat resep di Toko SehatQ sebenarnya cukup mudah. Anda pun tidak perlu mengkhawatirkan kualitas dari obat yang dibeli. Karena, tentunya akan ada persetujuan dari dokter terlebih dahulu sebelum obat bisa dibeli.

Jadi, untuk bisa mendapatkan obat resep dari Toko SehatQ, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Nanti, dokter bisa membantu untuk menilai apabila obat yang akan dibeli sesuai dengan kondisi Anda.

Adanya persetujuan dokter ditujukan agar tidak terjadi penyalahgunaan ketika akan membeli obat resep. Dengan begitu, pembelian obat pun tidak akan dilakukan secara sembarangan dan tetap digunakan dengan cara yang tepat.

Dokter bisa saja menyetujui ataupun tidak menyetujui pembelian obat yang akan Anda lakukan. Bila dokter tidak menyutuji dan menganggap obat tersebut tidak sesuai dengan kondisi Anda, dokter akan memberikan anjuran obat lain yang lebih cocok.

Hal ini membantu supaya Anda mendapatkan obat yang memang benar sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, adanya persetujuan dokter juga bisa meminimalisir kemungkinan adanya penyalahgunaan obat yang dibeli.

Cara membeli obat resep di Toko SehatQ

Ada dua langkah untuk membeli obat resep di Toko SehatQ. Langkah pertama adalah pembelian dengan chat atau konsultasi dokter terlebih dahulu, dan langkah kedua adalah pembelian langsung tanpa chat dengan dokter.

Berikut ini cara membeli obat resep di Toko SehatQ dengan konsultasi dokter:

  • Buka aplikasi SehatQ lalu masuk ke akun yang dimiliki. Jika belum memiliki akun, Anda bisa melakukan sign up terlebih dahulu.
  • Pilih opsi chat dokter di bagian bawah tengah halaman aplikasi. Apabila Anda mengakses SehatQ melalui situs di browser, Anda bisa memilih opsi “Tanya Dokter Gratis” di sebelah kanan bawah.
  • Konsultasi dengan dokter mengenai obat resep yang ingin dibeli melalui fitur chat. Jangan lupa sampaikan juga pada dokter mengenai kondisi kesehatan Anda.
  • Dokter akan membuatkan resep secara digital. Resep digital akan langsung tersambung ke fitur Toko SehatQ.
  • Pilih logistik atau jasa pengantaran yang ingin digunakan untuk pengiriman. Pilih juga cara pembayaran untuk membayar obat yang dibeli.
  • Obat akan diantarkan ke rumah sesuai opsi pengiriman yang telah dipilih.

Tapi, jika Anda ingin membeli obat tanpa melakukan chat dokter terlebih dulu, Anda bisa melakukan langkah ini:

  • Buka aplikasi SehatQ atau akses situs SehatQ melalui browser. Masuk ke akun SehatQ yang dimiliki.
  • Cari obat yang diperlukan di Toko SehatQ. Pilih apotek, kurir, dan cara pembayaran yang diinginkan untuk obat tersebut.
  • Dokter akan melakukan verifikasi pesanan Anda dan melakukan konfirmasi melalui telepon. Telepon konfirmasi dilakukan kurang lebih 30 menit setelah pembelian.
  • Selesai konfirmasi, dokter akan membuatkan resep digital dan obat akan dikirimkan sesuai opsi pengiriman.

Itulah dua cara membeli obat resep di Toko SehatQ. Keduanya melibatkan proses konfirmasi dari dokter, sehingga pembelian obat pun menjadi lebih aman dan terjamin kualitasnya.

Minyak Zaitun Bisa Jadi Pencerah Kulit?

Apakah minyak zaitun bisa menjadi pencerah kulit? Jawaban yang singkat adalah iya dan tidak. Sebelum kita membicarakan tentang apa yang minyak zaitun dapat dan tidak bisa lakukan sebagai bagian dari rutinitas pencerah kulit, ada baiknya kita memahami bagaimana produk pencerah kulit bekerja serta bagaimana dan sifat apa yang dimiliki oleh minyak zaitun. Pada umumnya, produk pencerah kulit bertujuan untuk mencerahkan noda atau bintik hitam di kulit serta memberikan tampilan warna kulit yang rata secara keseluruhan. 

Produk pencerah kulit bekerja dengan cara mengurangi pigmen kulit, atau biasa disebut dengan istilah melanin. Semakin banyak melanin yang Anda miliki, semakin gelap warna kulit Anda. Melanin terbuat dari sel-sel di kulit yang disebut melanosit. Produk pencerah kulit akan menghentikan atau memperlambat proses bagaimana melanosit membuat melanin. Ada pula produk yang dapat menghentikan melanin agar tidak terkirim ke lapisan kulit atas. Produk pencerah kulit tidak memberikan hasil yang permanen. Hal ini disebabkan karena melanosit tumbuh saat kulit meremajakan dirinya sendiri.

Produk pencerah kulit juga bekerja dengan cara meningkatkan pengelupasan kulit. Pengelupasan sel kulit yang lebih tua dapat membantu mencerahkan kulit yang telah terbakar atau rusak karena sinar matahari. Pengelupasan kulit alami akan menjadi semakin lambat saat seseorang bertambah usia. Beberapa jenis produk pencerah kulit bekerja dengan cara memicu pengelupasan kulit yang lebih cepat, sehingga sel-sel kulit yang lebih cerah muncul di permukaan atau lapisan atas. 

Minyak zaitun sebagai pencerah kulit

Minyak zaitun ekstra virgin (EVOO) memiliki efek mencerahkan kulit yang cukup sedikit. Minyak tersebut tidak mengurangi melanin atau meningkatkan pengelupasan kulit. Akan tetapi, minyak zaitun dapat membantu menghambat kerusakan atau pigmentasi dari sinar matahari, sekaligus membantu mengurangi kemerahan pada kulit dan keriput. Minyak zaitun dipakai dalam berbagai produk perawatan kulit dan kosmetik. Minyak zaitun banyak ditemukan sabagai salah satu bahan pada krim kulit, pelembap, makeup, pembersih wajah, tabir surya, sabun, dan sampo. Minyak zaitun memiliki manfaat perawatan kulit seperti agen pembersih, yang membuat air dapat bercampur dengan minyak dan kotoran; agen pengemulsi, yang membuat bahan-bahan bercampur; pelembap, yang menghidrasi dan membentuk pembatas pelindung pada kulit; serta tabir surya alami yang bertindak sebagai pembatas langsung sinar UV yang berbahaya. 

Beberapa orang menggunakan campuran minyak zaitun dan jus lemon untuk mencerahkan rambut dan kulit. Jus lemon bukanlah pemutih kulit yang sesungguhnya, meskipun mengandung antioksidan yang dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit yang menyebabkan noda hitam. Mekanisme pencerah kulit alami dalam jus lemon adalah asam sitrat, yang membantu pengelupasan kulit. Pastikan Anda menggunakan campuran just lemon dan minyak zaitun dengan hati-hati, mengingat semua jenis asam dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kulit kering serta memerah. Sangat mungkin pula bagi buah sitrus untuk menyebabkan reaksi kulit pada beberapa orang apabila dikombinasikan dengan paparan sinar matahari. Hal ini dikenal dengan istilah phytophotodermatitis. 

Bahkan minyak makanan alami masih memiliki efek samping apabila digunakan langsung pada kulit sebagai pencerah kulit. Sebuah studi medis menemukan bahwa mengoleskan minyak zaitun  pada kulit orang dewasa selama 4 minggu menyebabkan reaksi alergi. Hal ini bahkan terjadi pada mereka yang tidak memiliki riwayat medis menderita alergi kulit. Krim yang mengandung minyak zaitun biasanya mengandung ekstrak minyak zaitun yang seimbang dan dicampur dengan bahan lain, sehingga lebih aman untuk digunakan dibandingkan dengan minyak zaitun murni. 

Benarkah Noncomedogenic Rahasia Skincare untuk Kulit Berjerawat?

Bagi pemilik kulit yang rentan berjerawat atau acne prone, memilih rangkaian perawatan kulit bukan hanya sekedar apakah jerawat dapat mengempis seketika, tapi juga mencegahnya kembali. Tak jarang segala upaya sudah dilakukan namun tetap tidak mendapatkan hasil yang terbaik.

Meski kini ada banyak produk skincare untuk kulit berjerawat, belum tentu produk tersebut cocok. Beberapa orang justru mengalami breakout atau jerawat yang semakin parah.

Hal yang harus diperhatikan sebelum memilih skincare untuk kulit berjerawat

Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, maka dari itu skincare yang dibutuhkan juga berbeda. Sebelum menentukan skincare apa yang cocok, ada baiknya untuk mengetahui jenis kulit dan jerawat yang Anda miliki.

  • Jenis jerawat non-inflamasi atau inflamasi

Jerawat non-inflamasi mengacu pada pori-pori tersumbat yang muncul sebagai komedo hitam (blackhead) atau komedo putih (whitehead). Keduanya paling mudah dikenali, dimana komedo hitam memiliki tampilan berwarna gelap dan cenderung tidak terasa bila disentuh. Sedangkan komedo putih berwarna putih dan terasa kasar.

Jerawat inflamasi atau peradangan ditandai dengan tampilan berwarna kemerahan. Papula, pustula, nodul, dan kista termasuk dalam kategori jerawat meradang. Jenis jerawat ini bisa sebagai akibat dari jerawat non-inflamasi yang berkembang dan meradang.

  • Tipe kulit kering atau berminyak

Kulit kering sering dikaitkan dengan kulit berjerawat, karena penumpukan minyak berlebih berkontribusi besar terhadap masalah kulit tersebut. Namun kulit kering juga dapat mengembangkan kondisi berjerawat yang bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, atau rutinitas perawatan kulit yang tidak sesuai.

Untuk mengetahui tipe kulit, Anda bisa mencuci muka dan biarkan wajah bersih dari penggunaan produk kulit apapun. Beberapa jam kemudian, periksa kulit Anda. Jika terlihat berkilau, maka Anda memiliki kulit berminyak. Jika kulit tampak kasar, bersisik, atau merah, berarti kulit Anda kering.

Kulit kombinasi akan tampak berminyak di area dahi, hidung, dan dagu (T zone) dan kering di area pipi. Sementara kulit normal akan memiliki kilau yang sehat.

Agar lebih mudah, Anda juga bisa menggunakan face paper oil control.

Noncomedogenic bukan pilihan tepat untuk basmi jerawat

Kecocokan skincare tergantung dalam banyak hal. Selain tipe kulit dan jenis jerawat, alergi terhadap bahan tertentu dapat memicu dan memperburuk jerawat. Sama halnya dengan skincare dengan label noncomedogenic atau disebut juga dengan non-acnegenic dan bebas minyak.

Tidak semua orang cocok dengan senyawa berlabel noncomedogenic, misalnya pemilik kulit sensitif harus berhati-hati dalam mengggunakan asam salisilat dan benzoil peroksida. Minyak noncomedogenic juga berisiko menyebabkan alergi, misalnya minyak almond dan minyak neem.

Padahal noncomedogenic selalu direkomendasikan sebagai senyawa yang harus dicari ketika memilih skincare untuk kulit berjerawat. Selain itu tidak ada peraturan yang mengatur penggunaan kata noncomedogenic pada produk perawatan kulit dan kosmetik, termasuk USA Food and Drug Administration (FDA).

Tips merawat kulit berjerawat

Ketika memilih skincare untuk kulit berjerawat, bacalah komposisinya dengan seksama. Berikut ini tips perawatan kulit berjerawat:

  • Cuci muka maksimal dua kali sehari, dan setelah berkeringat
  • Gunakan tangan langsung untuk membersihkan kulit wajah. Menggunakan alat berisiko mengiritasi kulit
  • Gunakan produk skincare yang lembut, seperti bebas alkohol dan astringen
  • Keramas secara teratur. Jika Anda memiliki rambut berminyak maka berkeramaslah setiap hari untuk menghindari minyak jatuh ke area wajah
  • Hindari menyentuh wajah dengan tangan, termasuk memencet dan memecahkan jerawat
  • Gunakan sunscreen setiap keluar rumah
  • Ubah gaya hidup, mulai dari tidak tidur larut malam, makan makanan sehat bergizi, dan menghindari makanan yang bisa memicu timbulnya jerawat

Jika Anda merasa tidak percaya diri dengan kondisi Anda, ada baiknya konsultasikan dengan dokter kulit. Selain memberikan saran perawatan, dokter kulit juga akan menentukan skincare untuk kulit berjerawat yang tepat.