Tonsillitis Difteri, Sumbatan Jalan Napas Atas yang perlu Anda Waspadai!

Difteri merupakan penyakit infeksi menular yang terutama menyerang saluran pernapasan bagian atas (difteri pernapasan). Tonsilitis difteri merupakan infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Corynebacterium diphtheriae yang memuat toksin atau racun. 

Nah, racun inilah yang dapat menyebabkan orang menjadi sangat sakit. Bakteri difteria biasanya menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan, seperti batuk atau bersin. Orang lain juga bisa sakit jika menyetuh luka terbuka atau bisul yang terinfeksi. Karena sifatnya yang dapat menyumbat jalan napas atas, tentu Anda perlu wasapada terhadap penyakit ini. Berikut beberapa penjelasan lengkapnya. 

Gejala tonsillitis difteri

Gejala utama yang bisa terjadi adalah amandel yang meradang atau bengkak, dan terkadang cukup parah hingga membuat seseorang sulit bernapas melalui mulut. Gejalanya termasuk:

  • Sakit atau nyeri tenggorokan
  • Demam
  • Amandel merah
  • Lapisan putih atau kuning pada amandel Anda
  • Lepuh atau borok yang menyakitkan di tenggorokan Anda
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit telinga
  • Kesulitan menelan
  • Kelenjar bengkak di leher atau rahang
  • Menggigil
  • Bau mulut
  • Suara serak atau teredam
  • Leher kaku

Gejala pada anak, mungkin termasuk:

  • Sakit perut 
  • Muntah
  • Ngiler
  • Tidak mau makan atau menelan

Komplikasi tonsilitis difteri

Komplikasi dari difteri pernapasan (ketika bakteri menginfeksi bagian tubuh yang terlibat dalam pernapasan) mungkin termasuk:

  • Penyumbatan jalan napas 
  • Kerusakan jaringan otot jantung (miokarditis)
  • Kerusakan saraf (polineuropati)
  • Kehilangan kemampuan untuk bergerak (kelumpuhan)
  • Gagal ginjal

Bagi sebagian orang, tonsillitis difteri ini dapat menyebabkan kematian. Bahkan dengan pengobatan, 1 dari 10 pasien bisa meninggal. 

Pencegahan

  • Vaksinasi. Cara terbaik untuk mencegah penyakit ini adalah dengan melakukan vaksinasi. Di Amerika Serikat ada empat vaksin yang digunakan untuk mencegah difteri, DTaP, Tdap, DT, dan Td. Masing-masing vaksin ini mencegah difteri dan tetanus. DTaP dan Tdap juga dpat membantu mencegah pertusis (batuk rejan). 
  • Antibiotik. CDC menganjurkan agar kontak dekat dari penderita menerima antibiotik untuk mencegah mereka jatuh sakit. Para ahli menyebutkan ini profilaksis. Ini penting bagi penderita difteri yang menginfeksi sistem pernapasan (bagian tubuh yang terlibat dalam pernapasan) dan kulit. 

Segera cari pertolongan medis

Seperti yang telah disebutkan di atas, gejala awal tonsillitis dofteri mirip dengan infeksi saluran pernapasan atas akibat virus (flu). Namun, ada gejala dan kondisi tertentu yang memerlukan kunjungan ke layanan kesehatan Anda untuk evaluasi lebih lanjut jika berkembang:

  • Sakit tenggorokan yang parah atau ketidak mampuan untuk menelan
  • Leher bengkak
  • Sulit bernapas
  • Nyeri dada
  • Merasa lemah atau mati rasa yang ekstrim
  • Paparan pada seseorang yang diketahui atau dicurigai difteri
  • Demam pada individu dengan sistem kekebalan yang terganggu

Untuk mengatasi difteri mungkin dokter akan memberikan:

  • Memberikan antitoksin untuk menghentikan racun yang dibuat oleh bakteri yang merusak tubuh. Perawatan ini sangat penting untuk infeksi difteri pernapasan, tetapi jarang digunakan untuk infeksi kulit difteri. 
  • Menggunakan antibiotik untuk membunuh dan menyingkirkan bakteri. Ini penting untuk infeksi difteri pada sistem pernapasan dan pada kulit. 

Orang dengan difteri biasanya tidak dapat menulari orang lain 48 jam setelah mereka mulai mengonsumsi antibiotik. Namun, penting untuk menyelesaikan penggunaan antibiotik sepenuhnya untuk memastikan bakteri benar-benar dikeluarkan dari tubuh. 

Setelah pasien selesai menjalani perawatan lengkap, dokter akan melakukan tes untuk memastikan bakteri tidak ada lagi di dalam tubuh pasien. Jadi, penting untuk Anda segera memeriksakan diri ke dokter ketika ada tanda atau gejala tonsillitis difteri. Karena jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian karena jalan napas yang tersumbat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *