6 Penyakit yang Mesti Mendapat Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi medik merupakan terapi yang ditujukan untuk mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah sehingga tidak mampu berfungsi dan bergerak sebagaimana mestinya. Dengan rehabilitasi medik, rasa sakit bisa dikurangi sekaligus pergerakan tubuh menjadi lebih ringan. 

Umumnya, rehabilitasi yang diarahkan pada fisik ini akan disarankan pada pasien-pasien yang baru mengalami cedera akibat kecelakaan ataupun terjatuh. Namun sebenarnya, rehabilitasi medik juga dianjurkan pada pasien-pasien dengan penyakit tertentu. 

Jika Anda memiliki salah satu dari enam penyakit di bawah ini, sebaiknya Anda mendatangi dokter rehabilitasi medik. Sebab besar kemungkinan, Anda mengalami perubahan postur tubuh dan cedera otot maupun saraf karena penyakit-penyakit ini. 

  1. Cacat Lahir 

Banyak kecacatan lahir yang membuat seorang bayi tidak dapat tumbuh dan bergerak dengan sempurna. Banyak dari kecacatan tersebut yang tidak bisa sembuh secara sempurna. Namun, kualitas hidup penderitanya dapat ditingkatkan dengan memperbaiki fungsi tubuh seoptimal mungkin lewat rehabilitasi medik. Dengan rehabilitasi, koordinasi tubuh, kekuatan otot, sampai keseimbangan dari sang pasien bisa ditingkatkan hingga batas maksimal. 

  1. Radang Sendi 

Dalam dunia medis, kondisi ini kerap disebut sebagai artritis. Ini merupakan kondisi ketika satu atau beberapa sendi Anda mengalami peradangan sehingga menjadi sulit untuk digerakkan. Radang sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal. Pertambahan usia, kecelakaan, hingga kadar asam urat yang tinggi dapat membuat Anda terjebak dalam penyakit ini. Rehabilitasi medik membantu menyembuhkan Anda dari radang sendiri. Lewat rehabilitasi, peradangan di tubuh Anda bisa ditekan hingga sembuh lebih cepat. 

  1. Stroke 

Stroke merupakan kondisi ketika pembuluh darah di otak mengalami kebocoran bahkan sampai pada kondisi pecah. Jika terlambat ditangani, stroke bisa mengakibatkan kematian. Ketika cepat ditangani, nyawa Anda bisa selamat, meskipun akan banyak bagian tubuh yang mengalami disfungsi. Untuk memulihkannya, Anda memerlukan rehabilitasi medik khusus secara berkala dan teratur. Konsultasikan segera rehabilitasi medis kepada dokter Anda agar tingkat keparahan disfungsi tidak terus berlanjut. 

  1. Parkinson 

Parkinson merupakan jenis penyakit saraf yang membuat penderitanya kesulitan mengoordinasi gerakan tubuh. Awalnya gejala pada penderita parkinson terkesan ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas, seperti hanya tangan yang gemetar. Namun jika dibiarkan tanpa penanganan, parkinson yang dialami bisa terus memburuk dan membuat penderitanya bahkan tidak bisa sekadar berdiri serta mengalami halusinasi. Untuk mencegah perburukan pada pasien parkinson, dokter pun kerap menyarankan dilakukan rehabilitasi medik yang bertujuan untuk membantu koordinasi antar bagian tubuh. 

  1. Multiple Sclerosis 

Salah satu penyakit autoimun yang banyak terjadi adalah multiple sclerosis. Ini merupakan kondisi saat sistem kekebalan tubuh manusia justru menyerang lapisan lemak dan serabut saraf sehingga menyebabkan gangguan pada fungsi otak, mata, juga tulang belakang. Rehabilitasi medik sangat diperlukan oleh penderita multiple sclerosis. Pasalnya jika tidak dilakukan rehabilitasi, kerusakan saraf pada penderita penyakit yang berhubungan dengan kekebalan tubuh ini bisa mengakibatkan kerusakan saraf yang permanen. 

  1. Kanker 

Penanganan apa yang Anda pikirkan untuk pasien kanker? Menjalani kemoterapi, radiasi, serta obat-obatan oral menjadi barang wajib bagi penderita kanker. Tujuannya guna membunuh dan menghentikan perkembangbiakan sel jahat yang membuat penyakit tersebut. Namun meskipun sudah sembuh, penderita kanker kemungkinan akan mengalami gangguan fungsi tubuh, tidak terkecuali anggota gerak. Karena alasan inilah, pasien-pasien kanker sering disarankan untuk menjalani rehabilitasi medik oleh tim dokter. 

*** 

Sadari penyakit Anda sedari dini dan tanyakan kepada dokter apa perlu dilakukan rehabilitasi medik untuk mempercepat pemulihannya. Jika memang diperlukan, jangan ragu untuk menjalaninya dengan didampingi para ahli, ya.