Banyak Khasiat, Ini 6 Manfaat Ginseng Amerika

Ginseng selama ini dikenal sebagai tanaman herbal kaya khasiat yang tumbuh subur di Asia. Ginseng panax atau ginseng Korea menjadi salah satu jenis ginseng yang paling ternama karena beragam manfaatnya. Namun sebenarnya, Anda juga perlu melirik manfaat ginseng Amerika yang tidak kalah dibandingkan jenis ginseng Korea. 

Sesuai namanya, ginseng Amerika merupakan tanaman ginseng yang ditemukan banyak tumbuh di kawasan utara Amerika. Jika ginseng Korea kerap disebut dapat menghasilkan panas tubuh yang berimbas baik bagi kondisi badan, manfaat ginseng Amerika justru dapat membuat tubuh terasa lebih “dingin”. Dengan tubuh yang dingin, beragam khasiat pun bisa Anda rasakan. 

Apa saja manfaat ginseng Amerika sampai layak Anda coba? Berikut ini adalah beragam khasiat yang dapat dihasilkan oleh tanaman berakar kuat yang merupakan anggota dari famili aralaceae ini. 

  1. Meredakan Kelelahan 

Banyak penyebab rasa lelah yang berlebih. Namun umumnya, rasa lelah tersebut terjadi kondisi tubuh yang tidak bugar akibat terserang suatu penyakit tertentu ataupun terlalu banyak beraktivitas. Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Supportive Care in Cancer pada tahun 2010, mengonsumsi ginseng Amerika secara rutin selama 8 minggu dapat meningkatkan kondisi kebugaran pasien-pasien kronis. Kondisi kelelahan berlebih pada pasien pun dapat diredakan dengan manfaat ginseng Amerika tersebut. 

2. Menurunkan Kadar Gula Darah 

Ginseng Amerika dapat dimanfaatkan sebagai obat alternatif untuk menurunkan kadar gula darah. Manfaat ginseng Amerika yang satu ini telah terbukti lewat sejumlah penelitian terhadap puluhan pasien diabetes. Saat pasien-pasien tersebut mengonsumsi racikan minuman yang terbuat dari ginseng Amerika selama 12 pekan, terjadi penurunan kadar gula darah yang cukup signifikan. Hanya saja karena objek penelitiannya masih sangat terbatas, tetap dibutuhkan penelitian yang lebih besar untuk membuktikan manfaat ginseng Amerika yang satu ini. 

3. Mengobati Infeksi Saluran Pernapasan 

Demam maupun pilek merupakan gejala yang sering terjadi apabila Anda mengalami infeksi di saluran pernapasan. Kedua gejala tersebut timbul sebagai respons tubuh melawan infeksi ataupun peradangan yang terjadi. Anda bisa mencoba meminum seduhan dari ginseng Amerika untuk mempercepat proses pemulihan akibat infeksi saluran pernapasan. Tidak hanya untuk mengobati, mengonsumsi seduhan ginseng Amerika secara rutin juga bisa mencegah Anda terkena infeksi tersebut. 

4. Mengatasi Demam 

Demam apapun yang terjadi pada diri Anda umumnya timbul karena adanya infeksi virus maupun bakteri di dalam tubuh. Cobalah menyeruput seduhan ginseng Amerika ketika mengalami demam. Manfaat ginseng Amerika untuk menurunkan demam telah terbukti lewat sebuah penelitian yang dilakukan kepada ratusan orang pada tahun 2011. Terbukti bahwa pengonsumsian ginseng Amerika bisa mengatasi demam pada 25 persen responden. 

5. Mengoptimalkan Daya Ingat 

Buat Anda yang mudah lupa, cobalah untuk merasakan manfaat ginseng Amerika yang sangat ampuh membuat kinerja otak lebih baik. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nutritional Neuroscience pada tahun 2019, pengonsumsian ginseng Amerika dapat mengoptimalkan daya ingat seseorang, khususnya terkait memori jangka pendek. Hingga saat ini, temuan terkait manfaat ginseng Amerika tersebut masih terus dilanjutkan untuk mengetahui pengoptimalan kinerja otak apa lagi yang dapat diperoleh dari pengonsumsian ginseng Amerika. 

6. Membangun Imunitas Tubuh 

Orang-orang yang rutin mengonsumsi seduhan ginseng Amerika nyatanya akan lebih jarang sakit dibandingkan orang-orang yang tidak pernah mengonsumsi racikan tanaman herbal yang satu ini. Pasalnya, ginseng Amerika memiliki kandungan antioksidan yang mampu membangun imunitas tubuh. Dengan imunitas yang kuat, tubuh pun akan lebih siap melawan berbagai serangan virus dan bakteri sehingga lebih jarang sakit. 

*** 

Manfaat ginseng Amerika tidak kalah bukan dibandingkan khasiat ginseng Korea? Jangan ragu untuk mencoba khasiat dari tanaman herbal yang satu ini, ya. 

Ini Macam-Macam Sayuran yang Mengandung Asam Folat 

Asam folat merupakan vitamin yang larut dalam air dan efektif untuk meningkatkan proses pembelahan sel yang sehat dan mengurangi risiko cacat lahir. Anda bisa mendapatkan manfaat ini dengan mengonsumsi sayuran yang mengandung asam folat.

Seringkali, asam folat juga dikenal dengan sebutan vitamin B9. Ada banyak sekali jenis makanan yang mengandung vitamin B9 ini. Anda bisa mendapatkan manfaat yang paling maksimal lewats sayuran. 

Rekomendasi sayuran yang mengandung asam folat

Anda akan memerlukan asam folat ketika Anda merasa lelah, kesulitan berkonsentrasi, dan sedang di tengah masa kehamilan. Berikut ini beberapa rekomendasi sayuran yang mengandung asam folat:

  • Brokoli

Brokoli sudah sangat terkenal memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Menambahkan brokoli ke dalam makanan Anda bisa memberikan peningkatan asupan asam folat yang memadai.

Dalam satu cangkir brokoli mentah, atau sekitar 91 gram brokoli, terkandung 57 mcg asam folat. Angka ini setara dengan 14 persen dari kebutuhan asupan asam folat harian.

Setelah dimasak, kandungan asam folat pada brokoli akan semakin meningkat menjadi 84 mcg atau setara dengan 21 persen kebutuhan harian. Karena itu, akan lebih baik kalau Anda mengonsumsi brokoli setelah dimasak. 

  • Bayam

Kebanyakan sayuran berdaun hijau mengandung kadar asam folat yang tinggi. Salah satunya adalah bayam.

Selain folat, bayam juga dipercaya mengandung zat besi, kalsium, vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan juga serat. Mengonsumsi satu cangkir bayam mentah bisa memenuhi 15 persen kebutuhan asam folat harian Anda. 

Kadar asam folat yang Anda dapatkan akan semakin bertambah setelah bayam dimasak. Satu cangkir bayam yang sudah dimasak mengandung 308 mcg asam folat. Angka ini setara dengan 77 persen kebutuhan asam folat harian Anda. 

  • Asparagus

Anda tentu tahu bahwa sebagai sayuran yang tergolong cukup mahal, asparagus mengandung banyak sekali nutrisi penting. Hal ini menjadikan asparagus sebagai salah satu sayuran yang mengandung asam folat.

Selain itu, asparagus juga memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. Konsumsi asparagus sangat baik untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda. 

Ketika Anda mengonsumsi sekitar 90 gram asparagus yang sudah dimasak, Anda akan mendapatkan 134 mcg asupan asam folat. Angka ini setara dengan 34 persen dari kebutuhan asam folat harian Anda. 

  • Kubis Brussel

Sayuran kubis brussel dipercaya memiliki kaitan erat dengan sayuran hijau lainnya, seperti kangkung, brokoli, dan kubis. Sayur ini banyak digunakan sebagai bahan makanan diet sehat karena kaya akan vitamin, mineral, dan serat.

Salah satu kandungan penting yang bisa Anda dapatkan dari kubis Brussel adalah asam folat. Sekitar 79 gram kubis Brussel yang sudah dimasak akan memberikan 47 mcg folat, atau setara dengan 12 persen asam folat dari kebutuhan harian Anda. 

Tidak hanya itu, kubis Brussel juga merupakan sumber kaempferol yang baik, yaitu antiokisdan yang bisa mengurangi inflamasi serta mencegah kerusakan oksidatif. 

  • Sayur berdaun hijau gelap

Segala jenis sayur yang memiliki daun berwarna hijau gelap sebenarnya bisa menjadi sumber asam folat yang baik. Karena, warna hijau gelap pada daun sayuran menandakan bahwa sayuran ini memiliki konsentrasi asam folat yang tinggi.

Rata-rata sayuran berdaun hijau gelap bisa memberikan asupan asam folat sekitar 12-80 persen dari kebutuhan harian Anda. 

Itulah beberapa rekomendasi sayuran yang mengandung asam folat. Dengan mengonsumsi sayuran-sayuran tersebut, Anda bisa mendapatkan asupan asam folat dengan maksimal setiap harinya.

Berapa Banyak Anda Perlu Konsumsi Protein Setiap Harinya?

Jumlah konsumsi protein harian yang direkomendasikan untuk setiap orang beragam. Asupan Referensi Diet (DRI) adalah 0,8 gram protein per kilogram berat tubuh, atau 56 gram per hari untuk pria yang tidak banyak bergerak, dan 46 gram per hari untuk wanita yang tidak banyak bergerak. Angka tersebut mungkin sudah cukup untuk mencegah defisiensi; meskipun jumlah yang Anda butuhkan tergantung pada banyak faktor, seperti level aktivitas, usia, masa otot, tujuan fisik, dan kondisi kesehatan keseluruhan. 

Apa itu protein?

Konsumsi protein sangat penting karena protein adalah balok pembangun utama tubuh Anda. Protein digunakan untuk membangun otot, tendon, organ, dan kulit, serta enzim, hormon, neurotransmitter, dan berbagai molekul yang memiliki fungsi penting. Protein terdiri dari molekul lebih kecil yang disebut asam amino. Tubuh Anda memproduksi asam amino ini, namun Anda masih perlu mendapatkan asupan asam amino esensial lainnya dari makanan. 

Konsumsi protein tidak hanya sebatas masalah kuantitas saja, tetapi juga kualitas. Umumnya, protein hewani menyediakan semua asam amino esensial dalam rasio yang tepat untuk Anda menggunakannya. Hal ini masuk akal, mengingat jaringan hewan mirip dengan jaringan di dalam tubuh Anda. Apabila Anda mengonsumsi produk hewani seperti daging, ikan, telur, dan produk-produk susu setiap hari, ada kemungkinan Anda sudah mencukupi kebutuhan konsumsi protein setiap harinya. Akan tetapi, apabila Anda tidak mengonsumsi sumber makanan hewani, memenuhi kebutuhan semua protein dan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh bukan merupakan perkara yang mudah.

Protein dapat membantu menurunkan berat badan dan mencegah pertambahan berat badan

Protein merupakan nutrisi penting apabila Anda ingin menurunkan berat badan. Seperti yang Anda tahu, kita perlu mengonsumsi kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan dengan yang dibakar agar Anda bisa menurunkan berat badan. Bukti menunjukkan bahwa mengonsumsi protein dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar dengan cara meningkatkan laju metabolisme Anda (kalori keluar) dan mengurangi nafsu makan (kalori masuk). Konsumsi 25 hingga 30 persen dari kalori harian total dari protein telah menunjukkan dapat meningkatkan metabolisme hingga 80 sampai 100 kalori setiap harinya, dibandingkan dengan diet rendah protein. 

Meskipun demikian, kontribusi terbesar protein dalam menurunkan berat badan ada pada kemampuannya dalam mengurangi nafsu makan, yang menyebabkan asupan kalori berkurang. Konsumsi protein jauh lebih baik dibandingkan dengan lemak atau karbohidrat dalam membuat Anda merasa kenyang. Dalam sebuah studi pada pria yang menderita obesitas, konsumsi 25 persen kalori dari protein dapat meningkatkan rasa kenyang, sekaligus mengurangi rasa ingin makan camilan di malam hari dan pikiran obsesif terhadap makanan sebesar 50 persen dan 60 persen. Dalam studi 12 minggu lain, wanita yang meningkatkan asupan protein mereka hingga 30 persen kalori, konsumsi kalori berkurang sebesar 441 kalori per hari dan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 5 kg hanya dengan menambahkan protein ke dalam diet mereka.  

Konsumsi protein tidak hanya membantu menurunkan berat badan, tetapi juga mencegah pertambahan berat badan. Dalam sebuah studi, peningkatan konsumsi protein sebanyak 15 persen hingga 18 persen kalori mengurangi jumlah lemak yang didapat seseorang setelah menurunkan berat badan sebanyak 50 persen. Asupan atau konsumsi protein yang tinggi juga dapat membentuk dan menjaga massa otot. Konsumsi protein membuat Anda melakukan diet menurunkan berat badan dengan lebih mudah.

Apa Saja Manfaat Kentang pada Bayi?

Pada awalnya, bayi perlu ASI (air susu ibu) untuk membantu pertumbuhan mereka. Namun, ketika mereka memasuki usia 6 bulan, mereka dapat mengkonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI). Para peneliti menyatakan bahwa MPASI dapat menyehatkan pencernaan, menjaga kondisi kulit, dan mencegah infeksi di dalam tubuh. Ada berbagai MPASI yang dapat dicoba, salah satunya termasuk kentang. Manfaat kentang untuk bayi banyak. Oleh karena itu, orang tua sebaiknya berikan kentang kepada bayi.

Manfaat Kentang untuk Bayi

Jika Anda memiliki anak yang baru berusia 6 bulan, Anda dapat memberikannya kentang. Berikut adalah manfaat kentang pada bayi:

  1. Memiliki nutrisi tinggi

Kentang merupakan salah satu makanan yang memiliki nutrisi tinggi sehingga dapat memenuhi kebutuhan bayi. Berikut adalah kandungan yang ada pada kentang:

  • 161 kalori.
  • Protein (4,3 gram).
  • Lemak (0,2 gram).
  • Karbohidrat (36,6 gram).
  • Serat (3,8 gram).
  • Magnesium (12% dari AKG (angka kecukupan gizi) harian).
  • Kalium (26% dari AKG harian).
  • Mangan (19% dari AKG harian).
  • Fosfor (12% dari AKG harian).
  • Niacin (12% dari AKG harian).
  • Folat (12% dari AKG harian).
  • Vitamin B6 (27% dari AKG harian).
  • Vitamin C (28% dari AKG harian).
  1. Mengandung antioksidan

Selain kandungan yang disebutkan di atas, kentang juga mengandung antioksidan seperti flavonoid dimana kegunaannya dapat mencegah radikal bebas untuk mengurangi risiko penyakit pada bayi.

  1. Kaya akan mikronutrien

Kentang kaya akan mikronutrien sehingga sangat bermanfaat dalam pertumbuhan dan melindungi tubuh dari penyakit. Mikronutrien hanya didapatkan melalui makanan sehat.

  1. Menyehatkan pencernaan

Kentang juga mengandung pati tahan cerna atau resistant starch. Ketika senyawa tersebut berada di usus besar, senyawa tersebut akan dikonsumsi oleh bakteri baik dan berubah menjadi asam lemak yang memiliki rantai pendek. Asam tersebut memiliki kegunaan dalam mencegah peradangan pada usus besar dan menjaga kondisi usus besar untuk menghindari risiko kanker.

  1. Menjaga kondisi kulit

Karena kentang mengandung vitamin C, kentang juga memiliki manfaat untuk menjaga kondisi kulit bayi. Oleh karena itu, sebagian orang memilih kentang untuk diberikan kepada bayi mereka.

  1. Menjaga kesehatan tulang

Kentang mengandung zat besi, fosfor, magnesium, dan zinc untuk menjaga kesehatan tulang bayi.

  1. Menjaga kesehatan jantung

Kentang juga dapat menjaga kesehatan jantung bayi karena didukung oleh serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memberikan Bayi Kentang

Jika Anda ingin memberikan kentang kepada bayi Anda, Anda juga perlu perhatikan beberapa hal di bawah:

  • Membersihkan kentang

Salah satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah Anda perlu membersihkan kentangnya terlebih dahulu. Hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan debu dan pestisida yang mungkin muncul pada kulit kentang tersebut. Setelah membersihkannya, Anda dapat mengupas kentang tersebut.

  • Perhatikan cara memasak kentang

Setelah mengupas kentang, Anda sebaiknya kukus kentang tersebut. Jika Anda merebusnya, maka Anda akan menghilangkan berbagai kandungan nutrisi yang ada pada kentang tersebut.

  • Berikan porsi secukupnya

Pada awalnya, Anda dapat memberikan bayi Anda kentang dengan porsi yang kecil. Jika bayi Anda menyukainya, Anda dapat memberikannya lagi, namun tidak dengan porsi yang berlebihan.

  • Reaksi alergi

Meskipun jarang terjadi, bayi yang menyentuh kentang pun bisa mengalami alergi berupa ruam, batuk, diare, dan muntah.

Kesimpulan

Manfaat kentang untuk bayi beragam dan dapat mendukung pertumbuhan bayi. Ketika bayi memasuki usia 6 bulan, Anda dapat memberikannya kentang. Jika Anda ingin memberikannya kentang, Anda perlu perhatikan beberapa hal seperti cara memasak supaya nutrisi tidak berkurang.

Kalori Kentang Goreng Tinggi Tidak Baik untuk Kesehatan

Bukan menjadi sebuah rahasia bahwa makanan yang digoreng merupakan jenis makanan favorit banyak orang. Kalori kentang goreng yang tinggi dan cheese stick yang berminyak tidak menghentikan mereka para pecinta makanan gorengan untuk terus mengkonsumsinya. Tidak hanya mengandung kalori, makanan yang digoreng juga mengandung lemak trans yang dapat memberikan efek negatif bagi tubuh. Artikel ini akan membahasnya dengan lebih detail. 

Tinggi kalori

Kalori kentang goreng yang tinggi sudah menjadi rahasia umum. Apabila dibandingkan dengan metode memasak lain, “deep frying” akan menambah lebih banyak kalori pada makanan. Saat makanan digoreng dalam minyak panas, makanan akan kehilangan air dan menyerap lemak, sehingga menigkatkan kandungan kalori yang dimiliki. Makanan goreng juga memiliki lemak dan kalori yang lebih tinggi dibandingkan dengan bahan makanan yang sama namun diolah dengan metode selain digoreng. Contohnya, 100 gram kentang panggang hanya mengandung 93 kalori dan 0 gram emak, namun kalori kentang goreng 100 gram adalah 319 kalori dan 17 gram lemak. Sementara itu, 100 gram ikan cod panggang hanya mengandung 105 kalori dan 1 gram lemak; namun 100 gram ikan cod goreng mengandung 232 kalori dan 12 gram lemak. Seperti yang Anda lihat, kalori meningkat sangat lebih dari 2 kali lipat apabila suatu bahan makanan diproses dengan metode digoreng. 

Gorengan tinggi kandungan lemak trans

Lemak trans terbentuk ketika lemak tak jenuh mengalami proses yang disebut hydrogenation. Para produsen makanan sering melakukan hidrogenasi lemak menggunakan tekanan tinggi dan gas hydrogen untuk meningkatkan daya tahan dan stabilitas. Namun, hydrogenation juga terjadi ketika minyak dipanaskan hingga suhu sangat tinggi pada saat memasak. Proses ini mengubah struktur kimia lemak, membuatnya sulit bagi tubuh untuk mengurainya, yang nantinya dapat menyebabkan efek negatif bagi kesehatan tubuh. Faktanya, lemak trans dihubungkan dengan meningkatnya risiko banyak penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan obesitas. 

Karena gorengan seperti kentang goreng dimasak pada minyak dengan suhu sangat tinggi, ada kemungkinan besar gorengan mengandung lemak trans. Terlebih lahi, gorengan sering digoreng padaa minyak sayur yang telah diproses, yang mana sudah mengandung lemak trans bahkan sebelum dipanaskan. Sebuah studi pada minyak canola dan minyak kedelai menemukan bahwa 0,6-4,2 persen kandungan asam lemaknya adalah lemak trans. Saat minyak tersebut dipanaskan, kandungan lemak transnya dapat meningkat. Faktanya, setiap kali minyak kembali digunakan untuk menggoreng, kandungan lemak trans juga tetap dapat meningkat. Karena hal itulah Anda sangat tidak disarankan untuk menggunakan minyak yang sama berulang kali.

Dapat mengandung acrylamide yang berbahaya

Tidak hanya kalori kentang goreng yang tinggi yang harus diwaspadai. Gorengan juga mengandung acrylamide, zat beracun yang dapat terbentuk di makanan pada saat memasak dalam suhu yang tinggi, seperti menggoreng, memanggang, dan membakar. Zat ini terbentuk dari reaksi kimia antara gula dan sebuah asam amino yang disebut asparagine. Produk kentang goreng dan produk panggangan biasanya mengandung konsentrasi acrylamide yang tinggi. Studi pada hewan menemukan bahwa kandungan acrylamide yang tinggi memiliki risiko menyebabkan beberapa jenis kanker. Akan tetapi, kebanyakan dari studi tersebut menggunakan acrylamide dengan dosis yang sangat tinggi, sekitar 1000 hingga 100 ribu kali lipat dibandingkan dengan jumlah rata-rata yang manusia biasa konsumsi. Namun, ada beberapa studi lain yang mengindikasikan bahwa acrylamide dari diet tidak berhubungan dengan risiko kanker jenis apapun.