Waspada Jantung Membengkak Alias Kardiomegali, Ini Gejalanya!

Mungkin Anda pernah mendengar atau membaca berita mengenai kondisi jantung seseorang yang membesar atau membengkak. Pada dunia medis, kondisi ini disebut dengan kardiomegali. Kardiomegali bukan sebuah penyakit. Istilah ini merujuk pada kondisi yang dapat menjadi tanda untuk penyakit lain yang menyerang jantung Anda. Lalu, bagaimana cara mendeteksinya?

Gejala yang dialami penderita kardiomegali

Ada beberapa gejala yang perlu dicurigai bagi penderita kardiomegali, gejala tersebut meliputi:

  • Aritmia, atau detak jantung yang tidak normal
  • Edema yaitu kondisi dimana kaki dan pergelangannya mengalami pembengkakan
  • Mengalami pusing
  • Mudah merasa lelah
  • Sesak napas

Selain itu, penderita yang sudah tahap lanjut mungkin mengalami gejala-gejala di bawah ini yang berupa sesak napas yang berat, nyeri di area dada, pingsan, serta muncul rasa tidak nyaman atau sakit pada tangan leher, rahang, atau punggung. Penting untuk Anda ingat bahwa gejala-gejala di atau mungkin berbeda satu sama lain di antara penderitanya. Selain itu, beberapa orang yang mengalami kardiomegali bisa saja tidak menunjukkan gejala-gejala yang sudah disebutkan.

Bagaimana dokter mendiagnosis kardiomegali?

Jika seseorang mengalami gejala-gejala kardiomegali, berkonsultasi dan menemui dokter sangat disarankan. Untuk tahap pertama, foto rontgen thoraks (dada) menjadi pemeriksaan umum yang dilakukan oleh dokter untuk meninjau ada tidaknya pembesaran pada jantung.

  • Echocardiogram

Tes yang memakai gelombang suara untuk bisa memantau dan mendiagnosis pembesaran pada jantung. Hasil tes ini membantu untuk menentukan efisiensi pemompaan pada jantung.

  • Elektrokardiogram

Tes yang dapat untuk melihat permasalahan irama pada jantung serta memantau aktivitas listrik pada organ ini. Selain itu, tes juga bisa mendeteksi kerusakan akibat dari serangan jantung.

  • Tes stres

Tes yang dapat memantau detak jantung, tekanan darah, serta pernapasan saat Anda mengayuh sepeda statis atau berjalan di  atas treadmill. Dengan tes ini, kinerja jantung pada waktu melakukan aktivitas fisik dapat terlihat.

  • Tes pencitraan

Tes ini dapat membantu dokter untuk mendeteksi penyakit katup jantung atau peradangan. Selain itu, tes ini juga bisa menunjukkan struktur jantung dan dada.  Tes magnetic resonance imaging (MRI), computerized tomography (CT) scan, dan X-ray.

  • Tes darah

Tes darah memiliki fungsi untuk meninjau zat yang terkandung dalam darah yang dihasilkan oleh tubuh serta yang dapat menyebabkan kardiomegali.