Waspadai Gejala Jerawat Nodul dan Cara Mengatasinya

Jerawat nodul merupakan kondisi jerawat yang cukup parah, memicu pembentukan jerawat yang besar, meradang, dan menyakitkan. Terkadang, orang menyalahartikan jenis jerawat ini sebagai jerawat batu atau jerawat kistik.

Padahal, jerawat jenis nodul memiliki karakteristik yang berbeda dengan jerawat batu. Jerawat ini tidak hanya muncul di wajah, tetapi juga bisa timbul di area dada dan punggung.

Ciri-ciri jerawat nodul

Ciri atau gejala utama dari jenis jerawat ini adalah tampilan fisiknya. Jerawat ini akan muncul dalam bentuk lesi keras di wajah, dada, ataupun di area punggung. 

Ketiga area itu adalah area yang paling sering ditumbuhi jerawat nodul. Namun, bukan berarti jerawat ini tidak bisa muncul di berbagai area tubuh lainnya.

Tampilan jerawat nodul bisa berbeda-beda pada setiap penderita. Ada penderita yang mengalami jerawat nodul dengan warna merah atau meradang. Tapi, ada juga yang warna jerawatnya sama dengan warna kulit lainnya.

Terkadang, Anda bisa melihat adanya whitehead pada pangkal jerawat. Akan tetapi, whitehead ini justru lebih sering tertanam jauh di bawah lapisan kulit, sehingga tak terlihat. 

Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari, beberapa minggu, atau bahkan sampai berbulan-bulan. Apabila tidak diobati, jerawat ini bisa menyebabkan luka pada kulit. 

Mengatasi jerawat nodul secara medis

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter mengenai jerawat Anda, dokter mungkin akan menyarankan upaya pengobatan dengan cara:

  • Obat topikal

Obat oles atau obat topikal merupakan obat yang umum digunakan untuk mengobati jerawat dari luar permukaan kulit. Obat ini diformulasikan melalui resep dokter, isinya dapat berupa antibiotik, salicylic acid, retinoid, dan lain sebagainya.

Kemudian, Anda bisa mengoleskannya secara langsung ke permukaan kulit Anda yang mengalami jerawat. 

  • Obat oral

Obat oral adalah obat yang digunakan dengan cara diminum. Biasanya, obat oral untuk mengatasi jerawat nodul adalah antibiotik.

Antibiotik akan bekerja dengan menyerang jerawat penyebab infeksi yang mengakibatkan jerawat. Secara khusus, obat ini diperlukan apabila Anda sudah pernah mengobati jerawat nodul sebelumnya, tapi jerawat itu terus tumbuh kembali. 

  • Perawatan rumah sakit

Apabila kondisi jerawat Anda sudah sangat parah, dokter bisa saja menyarankan pengobatan dengan prosedur di rumah sakit. Perawatan jenis ini juga bisa dikombinasikan dengan penggunaan obat.

Prosedur perawatan di rumah sakit untuk mengatasi kondisi ini meliputi chemical peel, operasi, terapi laser, dan suntikan obat.

Tips memelihara kulit saat tumbuh jerawat nodul

Ketika jerawat muncul, Anda mungkin memerlukan cara yang berbeda untuk memelihara kulit Anda. Berikut ini beberapa tipsnya:

  • Jangan memencet jerawat

Hal terpenting yang perlu diingat adalah jangan memencet, menekan, atau berusaha memecahkan jerawat nodul Anda. Hal ini hanya akan semakin merusak kulit Anda  dan tidak akan membantu untuk menyembuhkan jerawat dengan lebih cepat.

  • Suntikan kortison

Suntikan ini diberikan sebagai solusi terakhir dalam mengatasi jerawat nodul. Kortison bisa membantu untuk menghilangkan bekas dari jerawat dengan lebih cepat. Selain itu, kulit Anda pun bisa menjadi lebih sehat.

  • Kompres air dingin

Anda bisa menggunakan air dingin ataupun es batu untuk mengompres area jerawat yang meradang dan nyeri. Air dingin bisa membantu untuk meredakan pembengkakan dan menghilangkan rasa sakit.

Sebaiknya, selalu konsultasikan dengan dokter Anda apabila jerawat nodul yang Anda miliki semakin parah. Lakukan upaya perawatan yang tepat sesuai dengan anjuran dari dokter.

Ini Macam-Macam Pil KB untuk Jerawat

Penggunaan pil KB untuk jerawat sudah banyak digunakan oleh para wanita. Secara khusus, pil KB kombinasi yang menggabungkan hormon estrogen dan progesteron di dalamnya lebih efektif untuk mengatasi jerawat.

Sebenarnya, penggunaan pil KB untuk jerawat bukanlah hal yang berbahaya. Bahkan, ada banyak manfaat yang didapat untuk masalah jerawat Anda dengan penggunaan secara teratur. 

Akan tetapi, bila tidak digunakan dengan bijak, pil KB juga bisa menimbulkan efek samping dan resiko berbahaya. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakannya. 

Macam-macam pil KB untuk jerawat

Tidak semua jenis pil KB efektif untuk mengobati jerawat. Berdasarkan penelitian, jenis-jenis pil KB yang efektif untuk mengatasi jerawat antara lain: 

  • Ortho Tri-Cyclen

Pil KB yang satu ini menggunakan hasil kombinasi estrogen dan progestin yang disebut dengan norgestimate. Pil ini tersedia di apotek dengan dosis progestin yang berbeda-beda.

Untuk informasi, progestin adalah bentuk dari hormon progesteron yang dibuat oleh manusia. 

  • YAZ

Jenis pil KB ini menggabungkan drospirenone dan ethinyl estradiol. Drospirenon adalah hormon sintetis buatan manusia.

Meski efektif mengobati jerawat, drospirenon pada YAZ dipercaya bisa meningkatkan resiko pembekuan darah dibandingkan dengan pil KB jenis lainnya. 

  • Estrostep

Estrostep mengombinasikan hormon estrogen dengan progestin yang menghasilkan norethindrone. Tidak hanya itu, pil KB ini juga menggabungkan ethinyl estradiol dan ferrous fumarate. Dosis estrogen pada pil KB jenis ini berbeda-beda untuk setiap merek. 

Menurut penelitian, pil KB kombinasi secara khusus mampu mengobati jerawat yang meradang ataupun tidak. Selain kedua masalah jerawat ini, belum ada penelitian yang bisa membuktikan efektivitas penggunaan pil KB. 

Siapa saja yang bisa menggunakan pil KB untuk jerawat?

Tidak semua orang bisa mengatasi masalah jerawatnya dengan mengonsumsi pil KB. Secara khusus, metode pengobatan jerawat ini hanya ditargetkan untuk wanita dengan kondisi jerawat sedang yang telah berusia minimal 14-15 tahun.

Penyesuaian usia untuk konsumsi pil KB berbeda-beda, tergantung merek yang memproduksi pil KB tersebut. Selain itu, pengobatan jerawat dengan cara ini hanya dianjurkan bagi wanita yang sudah mengalami menstruasi dan memerlukan kontrasepsi.

Anda mungkin baru bisa merasakan efek positif pada jerawat Anda setelah menggunakan pil KB selama beberapa bulan. Pada awal pertama mengonsumsi pil KB, Anda mungkin akan mengalami pertumbuhan jerawat. Hal ini merupakan kondisi yang wajar.

Cara kerja pil KB dalam mengobati jerawat

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami pertumbuhan jerawat, salah satunya faktor hormon. Hormon androgen yang dihasilkan oleh ovarium dan kelenjar adrenal bisa mempengaruhi produksi sebum. Produksi hormon yang berlebih akan memicu sebum yang berlebih pula, dan menyebabkan jerawat.

Sebum adalah minyak yang diproduksi oleh kelenjar pada kulit Anda. Sebum yang berlebih bisa menyumbat pori-pori, membuat terjadinya pertumbuhan bakteri yang menyebabkan jerawat. 

Dalam pil KB kombinasi, terdapat kandungan hormon estrogen dan progestin atau hormon progesteron sintetis. Kedua hormon ini bisa membantu dalam menurunkan level hormon androgen.

Menurunnya level hormon androgen berdampak pula pada produksi sebum yang menurun. Dengan begitu, pertumbuhan jerawat pun dapat dihindari. 

Pengobatan jerawat dengan pil KB untuk jerawat bergantung pada kadar hormon dalam pil KB tersebut. Karena itu, jerawat yang bisa diobati adalah jerawat yang disebabkan oleh hormon Anda.