Perlukah Orang Dewasa Mendapat Imunisasi IPV?

Imunisasi IPV atau Inactivated Polio Vaccine merupakan vaksin polio yang digunakan untuk mencegah dari penularan virus polio. Infeksi virus polio atau poliomielitis pernah menjadi wabah di berbagai dunia dan menjadi salah satu penyebab kecacatan di Amerika Serikat.

Sejarah singkat imunisasi IPV

Pada tahun 1995, vaksin polio pertama kali diperkenalkan dalam bentuk oral atau tetes yang disebut dengan imunisasi OPV (Oral Polio Vaccine). Bentuk vaksin ini berasal dari virus polio hidup yang diberikan ke manusia untuk mencegah poilo.

Namun pada tahun berikutnya, beberapa kasus polio justru disebabkan dari pemberian vaksin tersebut.

Setelah kejadian itu, pada tahun 2000 imunisasi IPV diresmikan sebagai vaksin utama pencegahan polio. Vaksin IPV lebih aman dari OPV karena berasal dari bentuk virus polio yang tidak aktif (mati) dan tidak dapat menyebabkan polio.

Imunisasi IPV diberikan dengan cara disuntik di area lengan atau tungkai.

Kapan imunisasi IPV wajib diberikan?

Vaksin polio menjadi salah satu imunisasi yang wajib diberikan pada usia kanak-kanak. CDC menyarankan anak-anak mendapat satu dosis vaksin polio yang diberikan setiap usia 2, 4, 6, dan 18 bulan.

Vaksinasisi polio biasanya dilakukan bersamaan dengan pemberian vaksin lain.

Perlukah orang dewasa mendapat vaksin polio?

Vaksinasi polio rutin tidak dianjurkan untuk usia 18 tahun ke atas. Namun bagi orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin polio sebelumnya disarankan untuk segera mendapat imunisasi.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang mewajibkan orang dewasa untuk divaksinasi, yaitu:

  • Orang dengan riwayat infeksi klinis
  • Wisatawan yang ingin bepergian ke belahan dunia lain dimana penyakit polio masih banyak terjadi
  • Pekerja atau peneliti di laboratorium yang menangani spesimen yang mungkin mengandung virus polio
  • Petugas kesehatan yang merawat pasien polio
  • Siapa saja yang memiliki kontak langsung dengan penderita polio

Orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi polio harus mendapat tiga dosis vaksinasi lengkap yang dapat dicapai dengan imunisasi IPV, OPV, atau keduanya. Pemberian dosis meliputi:

  • Dosis pertama dapat diberikan kapan saja
  • Dosis kedua diberikan 1 sampai 2 bulan setelah pemberian pertama
  • Dosis ketiga diberikan 6 sampai 12 bulan setelah vaksinasi kedua

Orang dewasa dalam kategori di atas yang telah mendapatkan 1 atau dua dosis vaksinasi tetap harus menyelesaikan rangkaian vaksinasi lengkap tanpa perlu mengulangi pemberian dosis yang sebelumnya.

Orang dewasa yang berisiko tinggi terpapar polio dan telah menyelesaikan vaksinasi lengkap juga harus mendapat satu dosis imunisasi IPV penguat seumur hidup.

Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui yang berisiko tinggi terinfeksi virus polio juga disarankan mendapat imunisasi.

Hingga kini belum ada bukti klinis bahwa pemberian vaksin polio dapat membahayakan ibu hamil, bayi, ataupun janin. Namun vaksinasi harus dilakukan sesuai dengan rekomendasi dokter.

Waktu yang tepat untuk mendapat imunisasi IPV

Waktu terbaik untuk mendapat suntikan imunisasi adalah ketika kondisi tubuh dalam keadaan sehat. Jika Anda dalam kondisi sakit sedang atau parah, maka tunggulah hingga Anda benar-benar sembuh.

Beberapa kondisi ini diperbolehkan mendapat imunisasi IPV meski dalam kondisi tidak sehat:

  • Diare
  • Penyakit pernapasan atas ringan dengan atau tanpa demam, seperti pilek
  • Reaksi lokal ringan sampai sedang terhadap dosis vaksin sebelumnya
  • Sedang dalam fase pemulihan dari penyakit akut
  • Orang yang sedang menjalani terapi mikroba

Mereka yang memiliki alergi parah terhadap antibiotik juga disarankan untuk berhati-hati dalam menerima vaksin. Sebelum diimunisasi, tanyakan pada pelayan kesehatan mengenai kandungan vaksin untuk mencegah reaksi alergi.

Anda juga tidak disarankan mendapat vaksin polio jika sebelumnya pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa.

Catatan

Di Indonesia, baik imunisasi IPV dan OPV digunakan untuk mencegah infeksi virus polio. Meski saat ini Indonesia berstatus bebas polio, imunisasi rutin diperlukan untuk mempertahankan status tersebut dan mencegah wabah polio kembali merebak.