Acarbose untuk Menurunkan Berat Badan, Ampuhkah?

Acarbose (akarbosa) umumnya digunakan untuk mengontrol gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Tersedia dalam bentuk tablet minum, acarbose dijual dalam berbagai merek. Penggunaanya terkadang dikombinasikan dengan diet dan olahraga, insulin, atau obat diabetes lain.

Acarbose diketahui memiliki kegunaan lain. Pada pasien diabetes yang juga obesitas atau kelebihan berat badan, acarbose membantu menurunkan berat badan untuk menurunkan kadar gula darah. Artikel berikut akan membahas lebih lanjut manfaat acarbose pada pasien obesitas non-diabetes.

Cara kerja acarbose

Acarbose termasuk dalam kelas obat yang disebut dengan penghambat alfa-glukosidase. Obat ini bekerja dengan memperlambat aksi enzim tertentu yang bertugas memecah makanan menjadi gula. Proses ini membantu menjaga kadar gula darah tidak naik terlalu tinggi setelah makan.

Bisakah acarbose digunakan untuk menurunkan berat badan?

Obesitas merupakan faktor risiko dari banyak penyakit, termasuk diabetes dan jantung. Dengan mengatur gaya hidup dan pola makan yang sehat, siapapun dapat terhindar dari kondisi tersebut.

Karena terbukti khasiatnya dalam menurunkan berat badan pada pasien diabetes, acarbose dipercaya efektif membantu menurunkan berat badan pada pasien obesitas yang tidak menderita diabetes.

Dalam sebuah penelitian double blind acak, partisipan dengan indeks massa tubuh (BMI) antara 25-35 kg/m2 dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok perlakuan mengonsumsi 100 mg acarbose 3 kali sehari selama 20 minggu disertai dengan diet rendah kalori dan olahraga. Sedangkan kelompok kontrol diberi plasebo dan sisa perlakuan yang sama.

Hasil penelitian menemukan bahwa partisipan yang menerima acarbose memperlihatkan penurunan berat badan yang lebih tinggi daripada kelompok plasebo. Hal ini menandakan penggunaan acarbose akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan olahraga dan diet seimbang. Namun ketika penggunaan dilanjutkan setelah penurunan berat badan, acarbose tidak mampu menjaga berat badan tetap stabil.

Adapun penelitian lain menemukan bahwa kombinasi orlistat dan acarbose merupakan perawatan yang lebih aman dan efetif dalam menurunkan berat badan, karena menghasilkan lebih sedikit efek samping.

Penggunaan dan efek samping

Untuk mengobati diabetes, acarbose umumnya diminum tiga kali sehari atau sesuai dengan saran dokter. Jika Anda mengonsumsi obat acarbose yang tersedia sebagai obat bebas atau generik, ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada label kemasan. Tanyakan pada dokter atau apoteker jika ada bagian yang tidak dimengerti. 

Ketika acarbose dikonsumsi bersamaan dengan insulin atau obat antidiabetes lainnya, acarbose dapat menurunkan kadar gula darah secara drastis. Efek samping umum yang dirasakan antara lain:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Perut kembung akibat gas
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut
  • Perubahan tiba-tiba pada perilaku dan suasana hati

Efek samping di atas berkembang selama beberapa minggu pertama setelah mengonsumsi acarbose, dan akan hilang dengan sendirinya. Namun jika kondisi lebih parah, tidak kunjung sembuh, atau muncul efek samping lainnya maka disarankan untuk segera menemui dokter.

Efek samping serius dari penggunaan acarbose meliputi:

  • Reaksi alergi pada kulit, termasuk ruam, kemerahan, dan kulit bengkak
  • Masalah hati, termasuk mata atau kulit menguning, perut bengkak, dan nyeri di perut bagian kanan atas
  • Pneumatosis cystoides intestinalis atau kista berisi gas yang muncul di dinding usus. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah usus. Gejalanya meliputi diare, keluarnya lendir, perdarahan rektal, dan sembelit

Catatan

Acarbose memang mudah ditemukan di apotek. Meski obat antidiabetes ini efektif membantu menurunkan berat badan, acarbose dapat berinteraksi negatif dengan beberapa jenis obat dan tidak cocok dikonsumsi oleh orang dengan kondisi tertentu. Oleh sebab itu lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya.