Perlukah Lansia Konsumsi Vitamin dan Suplemen?

vitamin dan suplemen

Bukan menjadi hal yang menakjubkan ketika para lansia membutuhkan konsumsi vitamin dan suplemen sebagai tambahan nutrisi untuk tubuh. Keduanya dikonsumsi karena beberapa alasan, seperti memperlambat penuaan, menjaga stamina tubuh agar tidak mudah sakit hingga mencegah tubuh para lansia ini kekurangan gizi.

Meskipun sebagian dari mereka perlu merogoh kocek lebih dalam karena untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen dibutuhkan. Meski begitu dibutuhkan pemahaman dan pengertian yang cukup untuk bisa memilih vitamin apa yang harus dikonsumsi dan suplemen jenis apa yang dibutuhkan, karena keduanya tidak boleh dikonsumsi secara asal.

Vitamin dan Suplemen untuk Lansia

Sudah menjadi makronutrien yang penting dan dibutuhkan oleh tubuh, meskipun hanya dalam jumlah yang sedikit. Namun asupan vitamin seseorang harus dipenuhi setiap harinya, bersama dengan mineral keduanya tidak dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh sehingga harus didapat dari luar. Bisa dengan mengonsumsi makanan, vitamin atau suplemen.

Terlebih bagi para lansia yang sistem imunnya sudah mengalami penurunan, para ahli sepakat jika cara terbaik dalam mendapatkan asupan vitamin yang cukup adalah melalui makanan sehat. Bisa diaplikasikan dengan memperbanyak makan sayur, buah, biji-bijian dan lainnya. Namun seiring usia yang terus bertambah diperlukan tambahan suplemen.

Seperti ketika memasuki usia 50 tahun ke atas, hormon dalam tubuh mulai berubah dan tidak seimbang. Hal ini membuat seseorang sulit memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral setiap hari secara alami alias melalui beberapa bahan makanan yang disebutkan di atas. Dalam kondisi inilah pentingnya mengonsumsi vitamin tambahan.

Namun demikian, peneliti dari Emory University menyebut jika sekitar dua pertiga lansia mengonsumsi vitamin yang sebenarnya tidak diperlukan. Bahkan dalam The Journal of Nutrition tahun 2017 disebutkan bahwa sebanyak 29 persen lansia mengonsumsi lebih dari empat vitamin sekaligus dalam sekali minum.

Alih-alih mendapat tubuh sehat, terlalu banyak mengonsumsi vitamin justru dapat membahayakan kesehatan lansia. Seseorang dengan usia lanjut tak menutup kemungkinan mengalami overdosis vitamin. Beberapa vitamin juga tergolong larut dalam air, seperti vitamin B dan C, sementara kelebihan vitamin dalam tubuh akan diproses langsung oleh ginjal.

Setelahnya akan dikeluarkan langsung lewat urine, hal ini justru membuat vitamin yang dikonsumsi menjadi sia-sia dan hanya dibuang. Terdapat beberapa kondisi yang membuat lansia benar-benar membutuhkan tambahan suplemen, terlebih bagi mereka yang juga menderita kondisi tertentu dan wajib mengonsumsi vitamin tambahan, berikut di antaranya.

  • Sakit

Lansia dalam keadaan sakit, hingga mendapat perawatan di rumah sakit tentu membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mempercepat kesembuhan. Dalam keadaan ini nyaris semua lansia mengalami penurunan nafsu makan, untuk menghindari kebutuhan nutrisi yang tak tercukupi dibutuhkan vitamin dan suplemen yang tepat.

  • Nafsu Makan Turun

Nafsu makan yang turun biasanya dikarenakan beberapa faktor seperti sakit, sulit makan, gigi yang tidak lengkap hingga masalah pencernaan seperti diare, mual dan muntah. Jika lansia mengalami beberapa kondisi ini maka mereka benar-benar membutuhkan vitamin tambahan. Khususnya suplemen yang meningkatkan nafsu makan.

Agar tidak bingung dalam memilih jenis vitamin apa yang dikonsumsi, perlu diketahui beberapa jenis vitamin dan nutrisi yang baik bagi para orang tua. Di antaranya seperti vitamin D, kalsium, vitamin B12, vitamin B6, magnesium dan omega-3. Pilih produk vitamin atau suplemen yang mengandung beberapa nutrisi tersebut, tentu untuk menghindari hal-hal yang justru membahayakan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *