Mengenal Prosedur Cox Maze III

Pernah mendengar istilah prosedur cox maze III? Prosedur ini umum digunakan dunia medis untuk menangani pasien yang mengalami gangguan irama jantung parah. Operasi yang menggunakan prosedur coz maze III bertujuan untuk menghentikan aliran listrik atau fibrilasi atrium yang memicu gangguan irama jantung

Fibrilasi atrium menjadi gejala yang biasa dirasakan oleh penderita aritmia. Di mana ketika ada aliran listrik yang terjadi, jantung penderita akan berdebar lebih kencang, disertai kondisi badan yang terasa lemas hingga sesak napas yang berlebih. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi pada area jantung lain bahkan sampai menyebabkan Anda stroke.

Dalam prosedur cox maze III, tim dokter akan melakukan opeasi untuk menhentikan fibrilasi atrium yang mengganggu. Operasi dilakukan dengan cara terbuka, dengan terlebih dahulu membuat sayatan kecil dengan pola labirin pada bagian atrium jantung kanan dan kiri. Barulah dari situ, aliran listrik yang memicu gangguan irama jantung perlahan dihentikan.

Sebuah studi di Universitas Washington di St Louis memperlihatkan, penderita-penderita gangguan irama jantung yang menjalani prosedeur coz maze III memiliki tingkat kesembuhan 99 persen. Bahkan dalam 10 tahun semenjak prosedur pembedahan dilakukan, tidak ditemukan lagi keluhan terkait gangguan irama jantung pada mantan penderita tersebut.

Bagian Prosedur Maze

Prosedur coz maze III merupakan bagian dari prosedur bedah jatuntung terbuka untuk memulihkan kondisi fibrilasi antrium yang dipelopori oleh Dr James Coz pada tahun 1987. Pernamaan proseder coz maze sendiri diambil dari nama penemunya sekaligus pola seperti labirin yang menjadi ciri khas prosedur pembedahan ini.

Prosedur coz maze melibatkan serangkaian sayatan rumit yang dibuat dalam pola seperti labirin di atrium kiri dan kanan. Tujuannya untuk secara permanen menghentikan sinyal listrik abnormal yang menyebabkan detak jantung tidak teratur.

Diharapkan ketika sayatan ini pulih, jaringan parut yang dihasilkan dapast memblokir impuls listrik yang tidak menentu yang menyebabkan fibrilasi atrium untuk tidak dapat lagi mengalir ke seluruh jantung.

Namun selain proseder coz maze III, Dr James Coz juga menginisiasi operasi cox maze IV atau mini maze yang merupakan bagian dari prosedur maze. Perbedaaan mini maze dengan cox maze II terletak dari cara pengoperasian.

Tidak ada pembukaan organ tubuh dalam mini maze. Dalam prosder ini, dokter hanya menggunakan selang berkamera untuk mencapai jantung. Dari sana, tim dokter akan memanaskan atau membekukan area jantung yang disinyalir sebagai penyebab gangguan irama pada penderita.

Prosedur Pembedahan

Karena merupakan operasi terbuka, pasien yang menjalani proseder cox maze III akan dibius secara total. Ketika pasien sudah tertidur, barulah tim dokter bisa melakukan prosedur perbaikan atrium jantung ini yang kira-kira akan memakan waktu 2—3 jam.

Pertama-tama setelah tertidur, pasien akan dihubungkan dengan alat heart-lung bypass machines. Ini merupakan alat untuk menghentikan detak jantung pasien selama operasi berlangsung.

Barulah setelah itu, dokter akan mulai menyayat bagian dada pasien secara perlahan. Sayatan dibuat mengarah ke bagian atrium jantung pasien yang mengalami aliran listrik mengganggu.

Setelah sampai di bagian atrium, pola sayatan akan diubah. Dokter akan menggunakan pola sayatan kecil yang menyerupai labirin. Pola ini dipilih untuk membentuk jaringan parut guna nantinya menghentika sinyal listrik tak normal yang terjadi pada area tersebut. 

Pemilihan Cox Maze III

Mungkin Anda merasa bingung mengapa harus menggunakan prosedur cox maze III yang merupakan operasi terbuka apabila sebenarnya adalah pilihan prosedur mini maze yang lebih minim invasi. Untuk hal ini, tim dokter yang memilih prosedur cox maze III umumnya memiliki pertimbangan tersendiri.

Prosedur ini cenderung dipilih karena memiliki tingkat kesembuhan hampir 100 persen. Di samping itu, proseder cox maze III juga umum digunakan apabila tim dokter melihat pasien membutuhkan operasi jantung lainnya yang membutuhkan operasi terbuka, seperti operasi bypass jantung.

Jadi, setidaknya ada pertimbangan penting ketika seorang dokter memutuskan memilih prosedur cox maze III bagi pasiennya yang mengalami aritmia parah. Pertama, pasien tersebut tidak menunjukkan perbaikan kuliatas hidup, meskipun obat-obatan untuk menangani gangguan irama jantung sudah diberikan. Bahkan obat-obatan yang diberikan justru menimbulkan efek samping serius bagi pasien. Kedua, pasien tersebut memiliki masalah jantung lainnya. Contohnya, pasien mungkin juga menderita penyumbatan pembuluh darah di jantung ataupun kerusakan katup jantung. Jika sudah demikian, model operasi terbuka cenderung lebih dipilih untuk bisa sekaligus menangani kondisi medis lainnya.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *