Ini Gejala Seseorang Mengalami Gangguan Pembekuan Darah

Pernahkah Anda mengalami luka kecil namun darahnya tak kunjung berhenti? Jika sering terjadi demikian, mungkin Anda mengalami gangguan pembekuan darah.

Seperti yangd iketahiu, tubuh memiliki kemampuan untuk mencegah agar volume darah yang hilang atau keluar tidak terlalu banyak dengan mekanisme pembekuan darah atau disebut juga koagulasi. Nah, saat tubuh mengalami luka, secara alami darah di area sekitar luka akan menjadi padat karena adanya faktor pembekuan darah ini. Sehingga luka menjadi tertutup dan perdarahan yang terjadi pun bisa berhenti segera.

Akan tetapi, ada beberapa gangguan pembekuan darah yang membuat darah berhenti lebih lama dan perdarahan jadi lebih berat. Bahkan secara spontan perdarahan terkadang bisa muncul. Hal ini dikarenakan tidak terbentuk atau jumlah faktor pembekuan tersebut sedikit.

Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, yaitu darah menjadi sulit membeku atau darah akan jadi lebih mudah untuk membeku.

Penyebab Terjadinya Gangguan Pembekuan Darah

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya gangguan pembekuan darah ini. Faktor utamanya adalah adanya gangguan pada komponen-komponen yang telribat dalam proses pembekuan darah. Misalnya ada masalah pada trombosit dan protein yang merupakan faktor pembekuan darah.

Sel tubuh membutuhkan trombosit dan faktor pembekuan darah lainnya agar darah bisa menggumpal dengan baik. Ketika terjadi luka, trombosit akan berkumpul di area luka dan trombosit akan menyatu satu sama lainnya (agregasi trombosit).

Di waktu yang bersamaan faktor lain dan protein juga bekerja sama dengan trombosit guna membentuk jaringan fibrin yang berguna untuk menyumbat luka sehingga perdarahan berhenti.

Selain karena kekurangan trombosit atau faktor pembeku lainnya, darah yang sulit membeku juga disebabkan oleh kedua faktor tersebut tidak bekerja dengan baik dan optimal. Berikut beberapa penyebab gangguan pembekuan darah lainnya, yaitu:

  • Memilik gangguan medis tertentu yang bisa membuat darah sukar membeku. Penyakit tersebut adalah anemia, gangguan fungsi hati, defisiensi vitamin K, dan juga efek samping dari obat antikoagulan
  • Penyakit turunan juga bisa menyebabkan gangguan pembekuan darah ini. Jenis yang paling sering terjadi adalah hemofilia, penyakit von Willebrand, dan defisiensi faktor pembekuan II, V, VII, X, atau XII.

Tanda dan Gejala Gangguan Pembekuan Darah

Gejala yang dialami oleh orang dengan gangguan pembekuan darah bisa bervariasi, tergantung pada seberapa berat kondisi dan penyebabnya.

Biasanya gangguan pembekuan darah yang ringan mungkin tidak menunjukkan gejala yang berarti. Namun, jika penderita mengalami trauma berat atau setelah menjalani operasi besar, mungkin saja gejala perdarahan baru muncul. Berbeda dengan gangguan pembekuan darah berat, gejala bisa terlihat meskipun hanya mengalami perdarahan spontan saja.

Berikut gejala-gejala yang dialami oleh penderita gangguan pemebekuan darah umum, yaitu:

  • Muncul memar atau lebam biasanya berukuran besar tanpa alasan yang jelas.
  • Terjadi perdarahan berlebihan dan tidka berhenti padahal hanya luka kecil
  • Mimisan tidak berhenti dalam 10 menit
  • Mengalamo perdarahan dalam sendi seperti lutut, siku, dan pergelangan kaki yang menyebabkan rasa nyeri, kaku, hingga bengkak.
  • Gusi kerap berdarah
  • Mengalami demam berulang
  • Volume darah menstruasi sangat banyak
  • Penderita juga mengalami sesak napas, jantung yang berdebar, dan terasa nyeri dada

Gangguan pembekuan darah ini secara umum tidak bisa dicegah. Anda sebagai penderita gangguan ini sebisa mungkin mencegah agar tidak terjadi cedera atau luka agar tidak terjadi perdarahan yang berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *