Ini Gejala Psittacosis, Penyakit Langka dari Infeksi Burung

Pernahkah Anda mendengar nama penyakit psittacosis? Psittacosis adalah penyakit langka yang umumnya menginfeksi unggas. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, penyakit ini juga bisa menyerang manusia dan menyebabkan penyakit ringan serta pneumonia.

Meski sama-sama menyerang unggas, psittacosis berbeda dengan flu burung. Psittacosis disebabkan oleh bakteri chlamydia psittaci dan tergolong cukup langka. Penderita biasanya baru mengalami gejala 5-14 hari setelah terpapar oleh bakteri tersebut.

Gejala yang dirasakan saat menderita psittacosis

Pada manusia, gejalanya serupa dengan penyakit flu atau pneumonia. Sebagian besar gejalanya berupa:

  • Demam dan menggigil
  • Diare, mual, dan muntah
  • Tubuh melemah dan kelelahan
  • Batuk kering
  • Nyeri otot dan sendi

Selain gejala yang menyerupai flu dan pneumonia, Anda juga bisa saja mengalami gejala lain seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Nyeri dada

Setiap penderita bisa saja mengalami gejala yang berbeda-beda. Biasanya, gejala yang ditimbulkan cukup ringan dan bisa diatasi. Akan tetapi, dalam kasus yang cukup parah, gejalanya bisa mempengaruhi sistem organ dalam tubuh.

Organ tubuh yang akan paling terpengaruh dari kondisi psittacosis adalah paru-paru. Namun, bila menyebar, bakteri penyebab psittacosis juga bisa mempengaruhi organ jantung, hati, sistem saraf pusat, dan sel kulit.

Bila kondisi ini sudah menyebar ke organ tubuh lainnya, Anda mungkin akan mengalami gejala pada organ-organ tersebut, berupa:

  • Detak jantung yang melambat
  • Radang selaput tipis yang mengelilingi jantung
  • Radang hati yang menyebabkan penyakit kuning
  • Ruam di kulit wajah
  • Sakit kepala yang sangat parah dan peka terhadap cahaya

Bagaimana seseorang bisa tepapar bakter penyebab psittacosis?

Psittacosis pada manusia terjadi akibat paparan bakteri chlamydia psittaci. Paparan ini bisa terjadi saat Anda melakukan interaksi dengan unggas yang sudah terkena penyakit dari bakter ini.

Ketika bakteri chlamydia psittaci menyerang unggas, Anda mungkin tidak selalu melihat gejala tertentu pada unggas tersebut. Karena itu, Anda bisa saja terinfeksi bakteri yang sama setelah melakukan kontak dengan unggas yang Anda kira sehat.

Baik unggas maupun manusia mengalami paparan bakteri chlamydia psittaci dari droplet yang keluar dari saluran pernapasan. Droplet ini bisa terbawa ke udara yang dihirup oleh orang yang sehat.

Selain itu, paparan bakter ini juga bisa ditularkan melalui gigitan atau kontak dari paruh unggas ke mulut manusia. Akan tetapi, hal ini cukup jarang terjadi, karena tidak banyak manusia yang melakukan kontak mulu dengan paruh unggas.

Tapi, penyakit psittacosis tidak dapat ditularkan ke sesama manusia. Selain itu, tidak ada penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi bakteri penyebab psittacosis bisa terjadi setelah mengonsumsi unggas yang terinfeksi.

Beberapa orang memiliki potensi lebih tinggi untuk menderita psittacosis. Faktor resiko psittacosis meliputi:

  • Peternak unggas atau pemilik hewan peliharaan unggas
  • Pekerja di toko hewan peliharaan
  • Dokter hewan

Psittacosis termasuk golongan penyakit yang cukup langka. Akan tetapi, pada hewan unggas, kondisi ini bisa menyebar dengan sangat cepat. Oleh sebab itu, penderita psittacosis dianjurkan untuk segera melaporkan ke tenaga medis bila mengalami gejala dari penyakit ini.

Untuk menghindari psittacosis, Anda perlu melakukan pembersihkan kandang unggas sesering mungkin. Selain itu, rawat unggas secara rutin dengan membawanya ke dokter hewan serta diberikan obat-obatan.

Usahakan juga untuk tidak menyimpan unggas dengan jumlah yang banyak dalam satu kandang. Hal ini berguna untuk mencegah penyebaran penyakit psittacosis ke semua unggas, lalu berdampak pada Anda sebagai pemiliknya juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *