Hukum Orang Tua Bikin Anak Sakit Hati dalam Islam

Sudah menjadi kewajiban bagi anak harus berbakti kepada orang tua, meskipun sebagai orang tua juga harus melakukan tanggung jawab mereka dengan seharusnya. Walaupun sudah menjaga dan merawat anak sejak dalam kandungan hingga lahir ke dunia, ada kalanya sikap orang tua bisa membuat anak sakit hati, inilah yang perlu diwaspadai dan pahami.

Orang tua selayaknya harus memberi bekal ilmu kepada anak karena hal tersebut nantinya akan menjadi pegangan bagi anak. Terutama adab dan ilmu agama, anak akan tumbuh menjadi orang yang selalu menghargai sesama. Selain itu, anak-anak yang diberi kasih sayang dan perhatian ini nantinya akan tumbuh dengan hati yang lembut.

Anak Sakit Hati

Dalam ajaran agama Islam, setiap anak diwajibkan untuk selalu berbakti kepada orang tua, berbakti dalam arti tidak menyakiti hati orang tua dan senantiasa patuh dengan perintah mereka. Meski begitu tak hanya anak yang harus menjaga perasaan dan hati orang tua, anak pun berhak dijaga perasaannya oleh ayah ibunya.

Orang tua yang menyakiti hati anak ditambah dengan melantarkannya mengartikan jika ayah dan ibu anak tersebut sudah berdosa. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, ‘seseorang dikayakan telah cukup berbuat dosa bilamana menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. (H.R Abu Daud dan Nasa’i)’.

Para orang tua tidak boleh beranggapan bisa memperlakukan anak seenaknya, karena orang tua memiliki tanggung jawab tak hanya dalam urusan melahirkan. Namun juga berbagai penyebab lain di dunia seperti segala kebutuhan dan hak seorang anak juga harus terpenuhi mulai dari kasih sayang, makanan, pakaian, tempat bernaung hingga pendidikan anak.

Nabi Muhammad SAW mencontohkan para orang tua untuk mengajarkan ilmu agama dan kebaikan pada anak-anaknya. Beliau juga melarang keras orang tua berbuat kasar pada anak, hal ini dikarenakan baik buruknya anak bergantung pada pola asuh anak. Berikut ini beberapa sifat orang tua yang tidak disukai oleh Rasulullah.

  1. Sikap Kasar dan Memaki Anak

Para orang tua tidak boleh memaki anak karena perilaku nakal mereka, jika anak nakal nasehati dengan lembut dan tetap penuh kasih sayang, jangan memaki anak atau bahkan menyumpahi anak. Rasulullah SAW sangat menekankan agar para orang tua memberi nama yang baik kepada anak, menghinakan anak sama dengan sebuah bentuk kejahatan.

  1. Orangtua Pilih Kasih

Orang tua yang memiliki anak lebih dari satu dilarang untuk pilih kasih kepada anak-anaknya, memberi lebih kepada anak kesayangan dan mengabaikan anak yang lain merupakan bentuk kejahatan orang tua kepada anaknya. Sikap pilih kasih adalah salah satu faktor pemicu putusnya hubungan silaturahmi anak kepada orang tuanya dan pangkal permusuhan saudara.

Tidak Memberi Pendidikan

Bentuk perhatian tertinggi orang tua kepada anaknya adalah memberikan pendidikan yang baik, sementara tidak memberi pendidikan yang baik dan maksimal merupakan sikap orang tua yang sangat buruk. Dari beberapa hal ini sudah sepantasnya orang tua berpikir lebih dari dua kali jika ingin membuat anak sakit hati.

Pasangan suami istri dalam membangun rumah tangga tentunya sangat mengharapkan keturunan, dalam hal ini anak. Allah SWT memerintahkan para orang tua untuk menjaga anak-anak serta keturunan, jangan sampai merugi dengan menyianyiakan keberadaan anak. Selain itu, keberadaan anak juga merupakan sumber rejeki bagi para orang tua yang mengharapkan ridho Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *