Seberapa Penting Peran Kedokteran Okupasi di Tempat Kerja?

Kedokteran okupasi adalah cabang ilmu kedokteran yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan di tempat kerja

Kedokteran okupasi, sebelumnya disebut kedokteran industri, cabang kedokteran yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan serta pengobatan penyakit dan cedera akibat kecelakaan pada populasi pekerja di tempat kerja. Kedokteran okupasi paling sering dibutuhkan oleh karyawan di pabrik maupun beberapa perusahaan yang memenuhi syarat untuk layanan medis. 

Penyakit yang berhubungan langsung dengan pekerjaan diakui oleh dokter Mesir dan Romawi awal. Pengobatan okupasi modern dapat dikatakan dimulai dengan Bernardino Ramazzini, seorang dokter Italia abad ke-17 yang sangat menyarankan bahwa dokter yang ingin mempelajari penyebab keluhan pasien harus menyelidiki pekerjaan pasien. Dengan Revolusi Industri, jumlah orang yang terpapar potensi bahaya di tempat kerja meningkat pesat. Cedera traumatis menjadi sering, dan penyakit akibat debu yang dihirup serta gas dan uap berbahaya dikenali, seringkali oleh orang non medis.

Awalnya, program medis kerja diarahkan pada pengobatan cedera atau penyakit yang diakibatkan dari atau selama bekerja. Segera terlihat bahwa pencegahan lebih ekonomis daripada pengobatan. Sebagai upaya terakhir, alat pelindung seperti masker dan pakaian khusus dikenakan oleh para pekerja.

Dengan berkembangnya pengendalian preventif ini, maka jumlah penyakit yang disebabkan di tempat kerja menjadi menurun. Pengembangan proses baru dan material baru, bagaimanapun, menghasilkan bahaya baru pada tingkat yang terus meningkat, dan kewaspadaan yang konstan diperlukan. Misalnya, pengakuan bahwa penyakit paru-paru dapat diakibatkan oleh paparan berilium menunjukkan perlunya kesadaran yang berkelanjutan akan bahan-bahan yang berpotensi beracun. Ini juga menunjukkan bahwa bahan yang pernah dianggap tidak beracun sebenarnya bisa menjadi racun; Pergeseran ini mungkin disebabkan oleh perubahan karakteristik fisik atau kimia bahan, perubahan metode penggunaan bahan dan paparan terhadap bahan.

Perhatian terhadap penyakit akibat pekerjaan menyebabkan perhatian terhadap kesehatan pekerja secara umum, bukan hanya karena minat pada kesejahteraan mereka tetapi juga karena itu adalah bisnis yang baik. Program kesehatan kerja yang baik meningkatkan hubungan manajemen-pekerja dan mengurangi ketidakhadiran; perputaran tenaga kerja menurun dan produktivitas meningkat. 

Dalam banyak kasus, penghematan yang dihasilkan oleh pengurangan premi yang dibayarkan untuk asuransi kompensasi pekerja yang dibayarkan untuk program kesehatan kerja. Tergantung pada negara dan pekerjaan, jenis program kesehatan sangat bervariasi; bisnis besar, misalnya, cenderung menawarkan cakupan yang luas, sementara pabrik kecil mungkin memiliki program medis yang terbatas. Program yang komprehensif, selain memberikan pengobatan penyakit dan cedera, dapat mencakup pemeriksaan pra-kerja dan pemeriksaan berkala selama bekerja.

Banyak pelaporan penyakit akibat kerja yang tidak memadai. Angka yang penyakit akibat kerja menjadi lebih kecil daripada cedera, misalnya, ledakan tambang yang menyebabkan kematian. Mungkin diperlukan beberapa tahun pengamatan dan penelitian untuk menemukan bahwa beberapa debu, bahan kimia, atau jenis energi fisik tertentu berbahaya.

Selain itu, dokter mungkin kesulitan memutuskan suatu penyakit akibat pekerjaan. Banyak penyakit akibat kerja yang meniru penyakit dari hal lainnya. Kesulitan lain muncul dari fakta bahwa meskipun penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan dapat dicurigai, dokter sering kekurangan tes untuk mengidentifikasi penyakit tersebut sebagai penyakit yang spesifik. 

Akibatnya, terhadap setiap kasus penyakit akibat kerja yang didiagnosis, mungkin ada banyak kasus yang baru jadi atau tidak dikenali dari penyebab yang sama. Pengenalan bahan toksisitas yang tidak diketahui, serta perubahan dalam operasi industri, dapat menciptakan masalah yang tidak diketahui dalam mencegah efek berbahaya sampai setelah pekerja terpengaruh. Itulah mengapa peran kedokteran okupasi di tempat kerja sangat penting.

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Gigi Sensitif

Sebagian dari kita pasti pernah mengalami gigi terasa nyeri dan ngilu saat mengonsumsi makanan dingin atau panas. Atau bahkan, saat tidak lagi mengonsumsi apapun. Sensasi gigi terasa nyeri dan ngilu ini menjadi salah satu tanda bahwa gigi Anda mengalami masalah kesehatan sehingga gigi pun menjadi lebih sensitif.

Gigi sensitif dapat terjadi sebentar hanya dalam beberapa saat atau bisa juga sampai jangka panjang. Kondisi seperti ini apabila dibiarkan tentunya akan mengganggu aktivitas keseharian. Meski begitu, Anda tak perlu khawatir sebab, gigi sensitif bisa diatasi dengan melihat dari penyebab yang mendasarinya.

Lantas, apa saja penyebab, gejala, dan bagaimana cara mengatasi gigi sensitif? Yuk simak informasinya lebih lanjut!

Apa itu gigi sensitif?

Gigi sensitif merupakan kondisi ketika lapisan di bawah gigi terbuka karena jaringan gusi atau lapisan pelindung yang menutupi akar gigi menyusut. Adanya iritasi ini menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman, terlebih ketika gigi terkena suhu panas, dingin, atau karena makanan dan minuman asam. 

Rasa ngilu dan nyeri akan Anda rasakan pada satu atau bahkan semua gigi. Meski begitu, gigi sensitif bisa diatasi dengan melihat dari penyebabnya.

Penyebab gigi sensitif

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan enamel gigi terkikis sehingga gigi jadi lebih sensitif. Tanpa disadari, gigi terasa nyeri dan ngilu karena disebabkan dari kebiasaan buruk sehari-hari. Berikut ini adalah penyebab umum gigi menjadi sensitif:

  • Menyikat gigi terlalu keras
  • Menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras
  • Tanpa sadar menggertakan gigi pada saat tidur
  • Kebiasaan mengunyah es batu
  • Langsung menyikat gigi setelah makan, khususnya makanan yang bersifat asam
  • Adanya plak berlebihan pada gigi
  • Menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol

Selain kebiasaan-kebiasaan tersebut, adanya masalah kesehatan lain juga dapat memicu sensitivitas gigi. Misalnya saja saat seseorang mengalami gastroesophageal reflux (GERD). Kondisi ini dapat menyebabkan asam naik dari lambung dan kerongkongan, dan dapat merusak gigi seiring waktu.

Gejala yang mungkin terjadi

Melihat dari gejala, sebenarnya tak ada gejala yang signifikan. Namun yang paling sering terjadi ketika gigi Anda mengalami masalah biasanya Anda akan merasakan sensasi rasa nyeri  dan ngilu di bagian gusi atau gigi, yang bisa terasa sampai ke akar gigi. 

Gejala-gejala ini termasuk kepekaan terhadap panas atau dingin, nyeri saat menggigit atau mengunyah, demam, sakit gigi, dan pembengkakan atau kemerahan pada gusi.

Apabila Anda mengalami gejala tersebut dalam jangka waktu yang lama dan cenderung intens, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Mengatasi gigi sensitif

Jika sensitivitas gigi yang Anda rasakan cenderung ringan, Anda dapat mencoba perawatan gigi secara alami yang dapat dilakukan di rumah. Salah satunya dengan memilih pasta gigi yang berlabel khusus dibuat untuk gigi sensitif. Biasanya pasta gigi ini tidak mengandung bahan yang mengiritasi. Selain itu, pilihlah obat kumur yang tidak mengandung alkohol demi mengurangi iritasi pada gigi sensitif.

Apabila perawatan di rumah tidak berhasil, dan sensitivitas gigi tidak berkurang, Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter gigi. 

Dalam kasus sensitivitas dan ketidaknyamanan yang parah akibat resesi gusi, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk melakukan cangkok gusi.

Melihat dari penyebabnya yang cenderung akibat dari kebiasaan sehari-hari, mulai sekarang Anda perlu memerhatikan dan menghindari kebiasaan tersebut, seperti mengurangi menguyah es, langsung sikat gigi setelah makan tanpa menunggu jeda selama 30 menit, dan hindari menyikat gigi terlalu keras agar nantinya tidak menyebabkan gigi sensitif.

6 Penyebab Jantung Berdebar Saat Hamil

Selama ibu mengandung, maka kesehatan adalah hal utama yang harus selalu diperhatikan. Sebab, kesehatan ibu akan sangat berpengaruh pada kesehatan janin yang sedang dikandung. 

Akan tetapi, kondisi mengandung juga kerap membuat ibu mengalami beberapa masalah kondisi kesehatan. Ini karena pada saat wanita mengandung, maka imunitas menjadi menurun dan sangat rentan terpapar patogen.

Salah satu dari sekian banyak yang harus diperhatikan adalah terpenuhinya suplai darah yang membawa nutrisi beserta oksigen kepada janin. Namun, tak jarang ibu yang mengalami jantung berdebar saat hamil sehingga membuat ibu merasa khawatir dan stres.

Faktanya, jantung berdebar saat hamil adalah hal umum dan normal terjadi selama masa kehamilan. Tetapi, tak banyak ibu hamil yang mengetahui hal tersebut, dan tidak pula tahu apa saja penyebabnya sehingga membuat mereka merasa cemas yang berlebih.

Berikut ini akan dijelaskan apa saja yang bisa menjadi penyebab jantung berdebar saat hamil dan bisa terjadi pada trimester awal hingga akhir.

  1. Penambahan volume darah

Ketika wanita hamil, maka Anda akan mengalami peningkatan volume di dalam tubuh. Penambahan volume darah ini berguna bagi janin untuk menyediakan kebutuhan dalam proses tumbuh kembang selama berada di kandungan.

Akan tetapi, meningkatnya jumlah darah ini akan membuat ibu merasakan jantung berdebar saat hamil. Sebab, dengan begitu jantung akan bekerja lebih ekstra untuk memompa seluruh darah. 

  1. Perubahan hormon

Tidak hanya volume darah, hormon progesteron wanita yang hamil juga akan berbeda dengan saat sebelum hamil. 

Meningkatnya jumlah sekresi hormon progesteron ini akan menimbulkan rasa jantung berdebar saat hamil. Hal ini diduga karena mekanisme tubuh untuk membantu mengedarkan darah hingga sampai ke bagian uterus dan rahim. 

Biasanya, peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan jantung berdebar terjadi di awal kehamilan, yakni di saat tubuh belum mengalami penambahan volume darah tetapi sudah dipompa dengan detak jantung yang meningkat.

  1. Stres

Tak jarang wanita akan mengalami stres selama masa kehamilan, apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama baginya. Ada banyak hal yang dipikirkan oleh ibu hamil sampai ia merasakan stres, seperti perubahan bentuk tubuh, memikirkan proses persalinan, perkembangan janin yang tidak sesuai, dan lainnya.

Akibat dari stres tersebut akan memberikan dampak pada peningkatan detak jantung sehingga akan terasa jantung berdebar saat hamil. 

Oleh karena itulah menjaga pikiran agar tetap sehat dan tidak mengalami stres sangatlah penting. Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti berolahraga ringan, meditasi, dan lainnya.

  1. Aritmia

Aritmia merupakan kondisi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan irama jantung. Aritmia terjadi ketika terdapat sinyal listrik yang mengalir ke jantung dan mempengaruhi kinerja jantung. Nantinya, jantung akan terpacu sehingga berdetak lebih kenjang dan membuat jantung berdebat saat hamil.

  1. Kekurangan volume darah

Tidak hanya kerena kelebihan, anemia atau kekurangan darah juga bisa membuat jantung berdebar. Ini karena kebutuhan tubuh akan pasokan darah tetaplah sama meskipun darah sedang mengalami penurunan volume.

Untuk tetap memenuhi kebutuhan tersebut, jantung akan meningkatkan kinerjanya dan memompa darah lebih keras agar darah sampai ke seluruh bagian tubuh.

Peningkatan aktivitas jantung itulah yang membuat Anda merasakan jantung berdebar saat hamil. Itulah mengapa mengonsumsi makanan yang mampu menambah volue darah dan juga suplemen dianjurkan oleh dokter.

  1. Kedinginan

Secara lahiriah, tubuh memiliki kemampuan beradaptasi dan menjaga keseimbangan terhadap berbagai kondisi lingkungan.

Termasuk pula penyesuaian atau adaptasi tubuh dengan suhu lingkungan yang rendah. Ketika suhu di sekitar ibu hamil menjadi dingin, maka tubuh akan berusaha mengurangi rasa dingin tersebut.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengecilkan ukuran diameter pembuluh darah. Namun, karena hal tersebut, maka jantung akan memompa agar darah dapat melewati pembuluh yang mengecil. Itulah alasan mengapa pada saat dingin akan merasakan jantung berdebar saat hamil.

Ada banyak penyebab lainnya yang bisa membuat Anda merasakan jantung berdebar saat hamil. Sebab, penyebab dari hal ini akan berbeda pada setiap individu. 

Akan tetapi, jika jantung berdebar saat hamil sudah mengganggu dan tidak mereda setelah Anda mengatasinya dengan berbagai cara, maka Anda harus segera mengonsultasikannya dengan dokter.

Cara Atasi Croup (Batuk Menggonggong) Pada Si Kecil

Batuk pada orang dewasa maupun pada anak merupakan kondisi yang umum terjadi. Melansir dari NHS Inform, batuk merupakan tindakan reflek untuk membersihkan saluran udara dari lendir dan iritasi seperti debu atau asap. Batuk bisa sembuh dengan sendirinya dan jarang merupakan penyakit yang serius.

Batuk bisa disebabkan oleh peradangan karena bakteri atau virus. Bahkan jenisnya pun beragam, ada batuk kering, batuk berdahak, hingga batuk menggonggong. Pada anak-anak ada beberapa jenis batuk yang  lebih sering dialami, di antaranya, croup atau batuk menggonggong, bronkiolitis, batuk rejan, hingga pada tahap kondisi serius jangka panjang merupakan tAnda dari penyakit cystic fibrosis.

Kali ini yanng akan dibahas adalah mengenai croup atau batuk menggonggong yang diakibatkan oleh virus yang membuat saluran udara anak membengkak. Anak mungkin akan mengalami gejala pilek, batuk menggonggong (seperti suara gonggongan anjing laut), suara serak, dan mengeluarkan suara melengking bernada tinggi saat bernapas.

Berikut cara mengatasi croup pada anak dan pencegahannya.

Kapan harus ke dokter?

Anak dengan gejala croup yang parah, memburuk serta berlangsung lebih lama dari tiga sampai lima hari atau tidak berpengaruh pada pengobatan di rumah, segera periksakan ke dokter. Pemeriksaan segera akan membantu mendiagnosis kondisi dan membuat pengobatan lebih tepat. 

Segera cari pertolongan medis jika anak Anda:

  • Membuat suara pernapasan yang bising dan bernada tinggi baik saat menghirup maupun menghembuskan napas
  • Membuat suara napas bernada tinggi saat tidak menangis atau gelisah
  • Mulai meneteskan air liur atau mengalami kesulitan menelan
  • Tampak cemas dan gelisah atau lelah dan lesu
  • Bernapas lebih cepat dari biasanya
  • Berjuang untuk bernafas karena merasa sulit bernafas
  • Berubahnya kulit menjadi biru atau keabu-abuan di sekitar hidung, mulut atau kuku 

Pengobatan croup

Pengobatan atau perawatan bergantung pada gejala, usia, seberapa parah kondisi dan kesehatan umum anak. Jika croup parah, anak Anda mungkin tidak dapat bernafas dengan baik dan perlu ke rumah sakit, tapi untuk kasus ringan pengobatannya bisa dilakukan di rumah.

Obat-obatan yang biasanya diresepkan oleh ahli kesehatan atau dokter anak Anda untuk meringankan gejala, ini dapat berupa: 

  • Obat-obatan yang dihirup 

Jika anak Anda mengalami kesulitan bernapas, perawatan inhalasi atau obat yang dihirup bisa mengatasinya. Ini bisa digunakan untuk meredakan suara siulan (stridor) dan membuat anak lebih mudah untuk bernapas.

  • Obat steroid

Obat streoid dapat membantu mencegah bertambah parahnya penyakit. Steroid dapat diberikan secara oral atau dengan mulut atau melalui suntikan jika oral tidak memungkinkan. 

  • Obat-obatan lainnya

Obat lain mungkin akan diresepkan bila croup pada anak berasal dari alergi atau refluks. Obat seperti acetaminophen atau ibuprofen untuk demam atau ketidaknyamanan biasa direkomendasikan. Antibiotik bisa diresepkan untuk alergi akibat bakteri, tapi tidak berguna jika penyakitnya disebabkan oleh virus. Tapi jangan memberikan obat batuk atau flu pada anak sebelum diresepkan dokter, karena biasanya ini tidak membantu atau pun dianjurkan.

Pencegahan croup

Pencegahan croup bisa dilakukan dengan cara yang sama untuk mencegah flu atau pilek, antara lain: 

  • Sering mencuci atau membersihkan tangan, ini adalah langkah yang paling penting
  • Jauhkan atau jangan biarkan anak Anda dekat dengan siapa pun yang sakit
  • Beritahu dan dorong anak Anda untuk batuk atau bersin ke sikunya.
  • Untuk mencegah infeksi yang lebih serius, beri vaksinasi pada anak Anda. Vaksin difteri dan haemophilus influenza tipe b (hib) menawarkan perlindungan dari beberapa infeksi saluran napas atas yang paling langka dan berbahaya. 

Perawatan rumahan untuk atasi croup pada anak 

Croup bisa membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu 48 jam. Beberapa hal di bawah ini bisa Anda terapkan untuk merawat anak yang mengalami croup di rumah.

  • Tetap tenang adalah cara yang paling utama, dengan tenang Anda akan bisa berpikir apa yang harus Anda lakukan, jangan lupa untuk membuat anak Anda juga tetap tenang untuk menghindari gejala yang memburuk
  • Bantu anak duduk dengan tegak dan jaga agar kepalanya tetap tinggi baik saat ia berbaring atau tidur
  • Hibur mereka saat mereka merasa tertekan, menangis akan memperbutuk gejala pada anak 
  • Beri anak banyak cairan atau beri banyak minum
  • Hindari berbagi peralatan makan dan minum pada anak dengan orang lain
  • Untuk kasus yang lebih ringan, metode ini dapat membantu di rumah:
  • Menghirup uap atau udara malam yang sejuk juga dapat membantu anak Anda bernapas lebih mudah. Ini dapat dilakukan dengan, memasang pelembab udara di kamar anak Anda, meletakkan waslap basah yang hangat di atas hidung dan mulut anak Anda saat dia bernapas, membuat ruang uap di kamar mandi, menggendongnya dan pergi ke luar untuk menghirup udara malam yang sejuk.

Croup merupakan batuk dengan suara menggonggong yang banyak terjadi pada anak. Ini dapat ditangani dengan perawatan rumahan dan bila semakin parah Anda bisa memeriksakannya ke dokter. Berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada anak saat mengalami croup.

Pengobatan yang tepat akan membantu anak Anda sembuh lebih cepat dan kembali sehat. Pastikan anak Anda selalu menjaga kebersihan dan mendapatkan vaksin untuk menghindari penyakit pernafasan yang kronis.

Jika Anda ingin mendapat informasi lebih banyak tentang croup, Anda dapat mencarinya di website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa chat langsung dengan dokter melalui aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.

Lakukan 6 Hal Ini Jika Ingin Tubuh Terus Sehat

Tubuh yang sehat tentu jadi keinginan setiap orang. Saat tubuh sehat, kita dapat dengan mudah melakukan berbagai aktivitas yang diinginkan. Sebaliknya, saat tubuh dalam kondisi yang tidak baik, berbagai aktivitas pun jadi terhambat dan sulit untuk didukung oleh tubuh. Tubuh yang sehat bisa di dapatkan saat Anda melakukan berbagai langkah  yang tepat. Terus memperhatikan makanan yang masuk pada tubuh, aktif bergerak, hingga konsumsi vitamin merupakan langkah yang bisa Anda lakukan untuk terus mendapat tubuh yang sehat. 

1.Asupan makanan

Asupan makanan bisa dibilang jadi salah satu pengaruh terbesar agar tubuh bisa terus sehat. Sebab apa yang masuk dalam tubuh dapat mempengaruhi keseluruhan kesehatan tubuh mulai dari pembentukan energi hingga penggantian jaringan pada tubuh. Itulah sebabnya mengapa asupan makanan menjadi hal yang penting untuk terus diperhatikan. Agar dapat terus sehat, tubuh memerlukan berbagai nutrisi baik dari banyak makanan. Anda dapat mengkombinasikan hewan dan tumbuhan seperti daging, ikan, telur, sayuran, buah-buahan, kacang dan biji-bijian, hingga susu rendah lemak setiap hari untuk mendapatkan berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. 

2.Tetap aktif bergerak

Rutin melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga sangat baik untuk terus mendukung kesehatan tubuh. Aktif bergerak dapat meminimalisir terjadinya penyakit kronis hingga mengurangi depresi. Tak perlu melakukan olahraga yang berat dan membebani, Anda lebih baik berfokus pada konsistensi saat melakukan olahraga ringan yang disukai. Setidaknya, lakukan olahraga 15-30 menit setiap harinya agar tubuh tetap sehat.

3.Tidur yang cukup

Tidur penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Saat tubuh sedang tidur, tubuh akan mengeluarkan hormon sitokin yang mampu memberikan perlindungan pada sistem kekebalan. Itulah sebabnya mengapa saat kurang tidur, tubuh jadi lebih rentan terserang berbagai penyakit. Untuk itu, penting untuk terus mencukupi kebutuhan tidur setidaknya 6-8 jam per harinya. Kemudian perhatikan juga kenyamanan ruangan dengan tetap menjaga kebersihan kamar, berikan diffuser, serta redupkan lampu beberapa jam sebelum tidur, agar lebih kualitas tidur dapat lebih baik.

4.Jauhi berbagai racun

Racun yang dimaksud adalah penggunaan sesuatu yang dapat merusak tubuh. Contohnya adalah  penggunaan rokok serta alkohol. Didalam rokok terkandung karbon monoksida, nikotin, hingga zat berbahaya lainnya yang jika dihirup terus menerus dapat menurunkan fungsi jantung. Begitupun alkohol. Penggunaan alkohol dalam waktu yang lama dapat menurunkan kekebalan alami tubuh yang membuat tubuh lebih sulit untuk melawan penyakit dan virus yang menyerang. 

5.Minimalisir stres

Stres nyatanya tak bisa dianggap hal yang sepele bagi kesehatan. Kehadiran stres mampu meningkatkan kadar kortisol dalam tubuh yang bisa bisa mengacaukan metabolisme didalam tubuh. Untuk meminimalisirnya, cobalah untuk melakukan banyak kegiatan diluar rumah contohnya berjalan santai, rutin melihat pemandangan, menanam bunga, atau lakukan meditasi secara rutin bisa perlu. 

6.Berikan tubuh asupan vitamin

Selain dari makanan, asupan vitamin dari suplemen juga bisa Anda beri pada tubuh agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Anda bisa pilih suplemen dengan berbagai kandungan sekaligus untuk menunjang kesehatan, seperti Fundifar Kaplet. Didalam Fundifar kaplet ini terkandung vitamin B1, B6, serta vitamin E yang dapat membantu memelihara kesehatan tubuh, mengurangi tubuh terkena resiko penyakit, hingga membantu mengelola kesehatan organ agar tetap berfungsi dengan baik. Untuk membantu memelihara kesehatan tubuh, Anda cukup mengkonsumsi Fundifar kaplet 1 kali/hari sesudah makan.

Kesehatan tubuh sebenarnya bisa di dapat jika tubuh terus menjalankan gaya hidup sehat. Setelah menjalankan gaya hidup sehat, jangan lupa untuk berikan tubuh asupan suplemen yang mengandung berbagai vitamin di dalamnya untuk terus memenuhi nutrisi yang dibutuhkan tubuh sehingga dapat  menunjang kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Feminax Adalah Obat Paling Ampuh Redakan Gejala Ketika Menstruasi

Mungkin banyak pula di antara para wanita merasakan beragam keluhan saat haid. Namun tenang saja karena kini sudah tersedia Feminax yang cocok untuk dikonsumsi. Feminax adalah obat yang mampu redakan beragam gejala yang biasanya timbul ketika menstruasi. Baik itu sakit kepala, sakit pinggang, punggung, kram, mual dan lainnya.

Ada kandungan kombinasi Parasetamol 500 mg yang bagus sebagai anti nyeri. Selain itu ada pula ekstrak hiosiami 19 mg yang mampu kurangi tegangan pada bagian otot rahim. Kini sudah tersedia beberapa varian terbaik dari Feminax. 

Baik itu Feminax sugar free dengan kandungan 6000 mg kunyit, 4000 mg asam jawa, 500 mg kencur bahkan 3 mg gingseng cona. Kini anda pun bisa membeli obatnya baik itu di toko obat, apotik bahkan swalayan.

Mengenal Cara Kerja Feminax

Feminax adalah salah satu obat pereda beragam keluhan yang muncul ketika haid. Dimana kali ini anda pun juga perlu memahami bagaimanakah cara kerja obat tersebut. Parasetamol yang berperan sebagai analgetik bekerja secara langsung menekan hormon prostaglandin sehingga terjadi kontraksi pada bagian otot uterus. 

Sedangkan kandungan ekstrak herbal hiosiamin ini mampu kurangi ketegangan yang berada pada otot rahim.

Tentu saja mekanisme kerjanya sesuai dengan khasiat yang berada dalam herbal tersebut. Dimana obat tersebut memang berfungsi mampu mengurangi rasa kram perut, perut mulas, nyeri perut ketika menstruasi dan lainnya.

Feminax memang bermanfaat mampu kurangi rasa nyeri yang biasanya timbul saat menstruasi. Pada varian feminax sugar free ternyata anda beragam manfaat yang bisa dirasakan. 

Dimana manfaat tersebut bisa dirasakan dari herbal yang berada didalamnya. Baik itu asam jawa, kunyit,kencur bahkan ginseng cina yang memiliki manfaat tertentu. Mengapa harus merasa ragu mengkonsumsinya jika memang obat tersebut sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh.

Feminax sangatlah berpotensi timbulkan beragam efek samping. Baik itu retensi urin, mulut yang kering, rasakan sembelit, reaksi darah bahkan juga pelebaran pada bagian pupil. Menariknya masih banyak pula efek samping yang ditimbulkan. Meskipun demikian ternyata obat ini terbilang aman untuk dikonsumsi.

Dosis Pemakaian Feminax

Setelah mengetahui pengertian feminax adalah. Kini sudah saatnya anda pahami bagaimanakah dosis penggunaannya. Dimana anda bisa mengkonsumsinya sebanyak 3 kali dalam sehari 1 hingga 2 tablet ketika merasakan nyeri haid. Sedangkan dosis yang cocok untuk anak remaja usia 10 hingga 16 tahun cukup dengan 3 kali dalam sehari 1 tablet.

Biasanya untuk feminax sugar free, anda hanya perlu melarutkan q sachet obatnya dalam 150 ml air. Kemudian anda bisa minum 3 hari sebelum haid bahkan juga 3 hari setelah haid. Anda bisa minum baik itu menggunakan air dingin maupun air hangat sekalipun.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penggunaan Feminax

Apabila rasa nyeri yang anda rasakan selama haid ini tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu 5 hari. Alangkah baiknya anda segera menghubungi dokter. Alangkah baiknya anda tidak mengkonsumsi Feminax ini melebihi dosis yang sudah dianjurkan. Dengan mematuhi anjuran yang sudah tersedia maka rasa nyeri ketika haid pun nantinya bisa hilang.

Pasien yang mempunyai penyakit jantung, penyakit hati, gagal ginjal tentunya harus memperhatikan dosisnya. Hubungilah dokter agar nantinya bisa menyesuaikan dosis pemakaian paling tepat. Feminax varian sugar free biasanya memiliki kandungan pemanis buatan aspartame sehingga anda harus berhati-hati jika memang ingin mengkonsumsinya.

Itulah tadi sekilas penjelasan mengenai feminax adalah obat yang bisa membantu meredakan nyeri saat haid. Semoga saja penjelasan di atas mampu memperluas pengetahuan anda mengenai obat tersebut.

Mengenal Apa Itu Bekuan Darah

Bekuan darah merupakan gumpalan darah yang menyerupai gel dan terbentuk pada pembuluh darah. Bekuan darah juga disebut sebagai gumpalan darah adalah hal normal guna mencegah tubuh mengalami pendarahan terlalu banyak akibat luka. Nantinya trombosit dan fibrin akan membentuk sumbatan guna menghentikan luka yang terjadi pada kulit.

Apa Itu Bekuan Darah?

Ada dua jenis bekuan darah yaitu:

  • Trombus: Merupakan gumpalan darah yang tidak bergerak dan bisa menghalangi aliran darah. Gumpalan ini juga disebut sebagai trombosis.
  • Embolus: Merupakan gumpalan darah yang dapat bergerak dan hal ini sangat membahayakan. Embolus juga disebut sebagai emboli.

Gumpalan darah juga bisa terbentuk di pembuluh darah arteri dan vena. Keduanya merupakan kondisi serius yang harus mendapatkan penanganan medis. 

Gumpalan darah yang berada di arteri dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke karena menghalangi suplai darah dan oksigen mencapai organ vital seperti jantung atau otak.

Sedangkan gumpalan yang berada di vena cenderung bergerak dengan lambat sehingga membuat penderita tidak menyadari memiliki gumpalan vena. Ada tiga jenis gumpalan yang terbentuk di pembuluh darah vena yaitu:

  • Trombosis vena superfisial, gumpalan darah yang terbentuk di pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit.
  • Trombosis vena dalam (DVT), terbentuk di pembuluh darah dalam seperti kaki, paha, otak, hati atau ginjal.
  • Emboli paru (PE) Merupakan akibat dari DVT yang mengalir ke paru-paru dan dapat berakibat fatal bagi penderitanya.

Gejala

Gejala bekuan darah akan bergantung di mana gumpalan terbentuk. Bahkan beberapa orang mungkin saja tidak mengalami gejala sama sekali. Umumnya gejala dari bekuan darah meliputi:

  • Lengan atau kaki: Pembengkakan, nyeri dan kemerahan pada area gumpalan.
  • Perut: Sakit perut, mual, diare dan muntah .
  • Jantung: Masalah pernapasan, mual, pusing, berkeringat, atau nyeri di dada.
  • Paru-paru: Batuk darah, jantung berdebar kencang, sesak napas, berkeringat, demam , dan nyeri dada.
  • Otak: Sakit kepala, pusing, dan kesulitan berbicara dan melihat dengan jelas, kelemahan pada wajah, lengan, atau kaki.

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena bekuan darah. Beberapa faktornya meliputi:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Dalam perjalanan yang membuat duduk lebih dari empat jam
  • Obesitas
  • Sedang hamil
  • Memiliki keluarga dengan riwayat pembekuan darah
  • Merokok
  • Menderita kanker
  • Penggunaan pil KB

Namun Anda bisa menurunkan faktor risiko tersebut dengan cara:

  • Berolahraga dengan teratur
  • Berhenti merokok
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Tetap terhidrasi
  • Menjaga berat badan ideal
  • Mengontrol tekanan darah dan gula darah

Diagnosa

Dokter akan melakukan sejumlah tes pada pasien yang dicurigai mengalami bekuan darah. Tes tersebut meliputi:

  • Tes darah
  • Tes pencitraan seperti ultrasound, MRA (Magnetic Resonance Angiography) atau CT scan yang juga membantu dokter menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala yang Anda rasakan.
  • Pemindaian Ventilasi-Perfusi (Pemindaian V/Q) untuk diagnosa emboli paru.

Pengobatan

Jika dari hasil tes tersebut, Anda didiagnosa mengalami pembekuan darah, maka dokter akan merekomendasikan pengobatan seperti:

  • Penggunaan obat antikoagulan atau pengencer darah guna melarutkan gumpalan darah yang terbentuk.
  • Pembedahan dengan menggunakan kateter untuk memberikan obat langsung ke bekuan darah untuk membantunya larut.
  • Filter vena cava memasukkan filter ke dalam vena cava inferior untuk menangkap gumpalan darah.

Kapan Harus Mendatangi Dokter?

Bekuan darah cukup sulit dideteksi sekalipun Anda memiliki gejala. Karena itu rangkaian tes diperlukan. Namun jika Anda mengalami sesak napas secara mendadak, merasa dada tertekan dan kesulitan berbicara, melihat atau berbicara maka segera datangi unit gawat darurat.

Gejala dan Penyebab Leukemia Limfoblastik Akut

Leukemia limfoblastik akut adalah salah satu jenis kanker darah yang dapat menyerang siapa saja baik itu orang dewasa maupun anak-anak. Karena merupakan bentuk kanker akut, kanker ini dapat berkembang dengan cepat. Jenis kanker ini juga bisa dengan cepat menyebar ke organ tubuh lainnya.

Penyebab Leukemia Limfoblastik Akut

Hingga kini peneliti masih tidak mengetahui penyebab pasti dari leukemia limfoblastik akut. Namun ada beberapa hal tertentu yang bisa meningkatkan risiko, yaitu:

  • Paparan radiasi

Dalam sebuah penelitian di tahun 1994, mengungkapkan jika orang Jepang yang selamat dari bom atom pada Perang Dunia II memiliki peningkatan risiko terkena leukemia akut setelah 6 hingga 8 tahun terpapar. Hal ini diperkuat dari sebuah studi pada 2013 mengenai hubungan paparan bom atom dan risiko terkena leukemia.

  • Paparan Bahan Kimia

Paparan bahan kimia seperti benzena dan beberapa produk pembersih seperti deterjen dapat meningkatkan risiko leukemia limfoblastik akut. Begitu juga dengan paparan obat kemoterapi. Meski berguna untuk menyembuhkan kanker, namun ada peningkatan risiko terkena kanker lainnya.

  • Infeksi Virus

Dalam studi pada 2010, melaporkan jika ada beberapa infeksi virus yang berkaitan dengan leukemia limfoblastik akut. Seperti infeksi human T-cell lymphoma/leukemia virus-1 (HTLV-1) yang menyebabkan leukemia limfoblastik akut sel T jenis langka atau atau virus Epstein-Barr (EBV) yang berkaitan dengan leukemia limfoblastik akut dan limfoma burkitt.

  • Faktor Genetik

Ada beberapa sindrom bawaan yang berkaitan dengan perubahan genetik dapat meningkatkan risiko leukemia yaitu:

  • Down syndrome
  • Klinefelter syndrome
  • Fanconi anemia
  • Bloom syndrome
  • Ataxia-telangiectasia
  • Neurofibromatosis

Selain itu, orang dengan saudara yang menderita leukemia limfoblastik akut juga berisiko terkena penyakit tersebut.

Ada juga beberapa risiko lainnya seperti:

  • Merokok
  • Anak-anak
  • Berusia di atas 50 tahun
  • Laki-laki

Gejala

Ada beberapa tanda dan gejala dari leukemia jenis ini yang meliputi:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan
  • Muncul bintik merah atau ungu pada tubuh
  • Sakit perut
  • Berkeringat di malam hari
  • Kulit pucat
  • Pendarahan pada gusi
  • Merasa kedinginan

Selain itu, jika sel kanker berada di suatu organ tertentu maka Anda bisa merasakan gejala seperti:

  • Pembesaran hati dan limpa yang membuat perut penuh atau bengkak.
  • Membesarnya kelenjar getah bening yang berada di leher, di bawah lengan, atau di daerah selangkangan.
  • Rasa sakit pada tulang
  • Nyeri sendi
  • Jika kanker menyebar ke otak maka Anda bisa merasakan sakit kepala, gangguan keseimbangan, muntah, kejang dan penglihatan kabur.
  • Dan jika kanker menyebar ke dada maka Anda akan merasakan sesak napas atau kesulitan bernapas.

Diagnosa

Jika merasakan beberapa gejala di atas, maka Anda harus langsung menemui dokter. Nantinya dokter akan menanyakan gejala yang Anda rasakan, riwayat kesehatan dan melakukan pemeriksaan fisik guna melihat ada atau tidaknya pembengkakan kelenjar getah bening, pendarahan dan memar atau tanda-tanda infeksi.

Saat gejala, riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik membuat dokter mencurigai Anda terkena leukemia limfoblastik akut, maka dokter akan melakukan tes seperti:

  • Tes darah
  • Tes sumsum tulang
  • Tes pencitraan (sinar-X, CT scan, atau ultrasound)
  • Biopsi kelenjar getah bening

Pengobatan

Terdapat beberapa pilihan pengobatan yang tergantung dengan jenis leukemia limfoblastik akut dan usia penderita, biasanya pengobatannya seperti:

  • Kemoterapi adalah jenis pengobatan yang bertujuan membunuh sel kanker.
  • Terapi radiasi dengan sinar radioaktif yang dilakukan jika kanker sudah menyebar ke sistem saraf pusat, termasuk otak.
  • Transplantasi sumsum tulang yang dapat berasal dari donor.

Semua jenis kanker seperti leukemia limfoblastik akut pada dasarnya dapat mengancam jiwa, namun jika kanker dapat terdeteksi dengan cepat maka pengobatan dapat bisa segera dilakukan.

Alami Benjolan Payudara? Hati-hati Bisa Jadi Pertanda Kanker

Hingga kini, keluhan yang kerap kali dijadikan tanda bahwa seseorang terkena kanker payudara adalah terdapat benjolan di payudara. Bukan tanpa sebab, benjolan payudara memang bisa menunjukkan adanya suatu kondisi medis tertentu, sebab saat payudara bereaksi terhadap perubahan kimia tubuh, benjolan bisa terjadi pada payudara. Namun, kanker payudara bukan cuma dikaitkan dengan keluhan benjolan payudara saja, ada juga keluhan lainnya yang terjadi saat seorang wanita terkena kanker payudara. Beberapa diantaranya adalah:

– Perubahan ukuran atau bentuk payudara

– Keluar cairan dari salah satu puting susu

– Muncul benjolan atau pembengkakan di salah satu ketiak

– Perubahan tampilan kulit payudara (berkerut)

– Terdapat ruam dan kemerahan disekitar payudara

– Kulit payudara yang mengeras

– Payudara menjadi lebih cekung

– Nyeri

– Terdapat benjolan baru di kedua payudara yang sebelumnya tidak ada

Penyebab kanker payudara

Semakin dewasa wanita, Payudara akan tumbuh semakin kompleks yang terdiri dari berbagai jaringan mulai dari lemak, jaringan ikat, hingga ribuan lobulus. Jika terdapat sel kanker didalam jaringan pada payudara, jaringan tersebut kemudian akan mulai merusak jaringan payudara hingga lapisan lobus. pada kasus yang parah sel kanker juga bisa menyebar ke area tubuh lainnya. 

Faktor pendukung penyebab terjadinya kanker payudara: 

Umur

Resiko kanker payudara dinilai akan meningkat saat usia wanita mencapai umur 20 tahunan. Pola makan yang tidak sehat dan sulit dijaga di usia muda dinilai bisa jadi salah satu alasan mengapa wanita dengan umur 20an lebih berpotensi dan berpeluang mengalami kanker payudara. 

2. Genetik

Saat salah satu anggota keluarga pernah menderita kanker, peluang seseorang terkena penyakit juga akan lebih besar. Terlebih saat anggota keluarga memiliki riwayat penyakit kanker payudara, ovarium, ataupun tuba fallopi. untuk itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin penting dilakukan untuk meminimalisir resiko penyakit. 

3. Payudara yang sering kali mengalami benjolan

Meskipun tak semua keluhan benjolan payudara merupakan pertanda kanker, peningkatan resiko terkena kanker di kemudian hari bisa jadi lebih tinggi saat pada payudara wanita terdapat benjolan payudara. bisa jadi benjolan payudara merupakan tumor jinak yang bisa berubah menjadi kondisi yang serius dikemudian hari.

4. Jaringan payudara padat

Payudara padat memang kerap kali dikaitkan dengan resiko kanker. Meski belum benar-benar dipastikan apakah jaringan payudara padat berpengaruh pada kondisi kanker, pemeriksaan kondisi payudara secara rutin akan lebih baik dilakukan. Sebab, pada orang dengan jaringan payudara padat ia akan memiliki rasio jaringan kelenjar dan fibrosa yang lebih banyak dibandingkan dengan payudara pada normal pada umumnya. 

5. Berat badan

Wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau mengalami obesitas juga dinilai memiliki resiko terkena kanker payudara yang lebih tinggi. Hal ini juga didukung oleh peningkatan hormon estrogen serta asupan gula yang tinggi pada penderita obesitas.

Tahapan kanker payudara

Untuk mengetahui tahapan dan perkembangan kanker payudara, dokter perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan melakukan pengecekan menyeluruh pada benjolan payudara dan memastikan sejauh mana kanker telah menyebarkan selnya pada bagian tubuh lain. 

Tahap 0

Tahap ini dikenal dengan karsinoma duktal in situ (DCIS). Pada tahap ini sel-sel kanker masih terbatas dan belum menyerang jaringan di sekitar payudara.

Tahap 1

Di tahap ini benjolan payudara sudah berkisar 2 centimeter. Meski begitu, benjolan payudara belum mempengaruhi bagian tubuh lain seperti kelenjar getah bening.

Tahap 2

Benjolan payudara berukuran 2cm mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya, termasuk kelenjar getah bening dalam tubuh

Tahap 3

Pada tahap 3, benjolan payudara sudah berukuran hingga 5cm dan telah menyebar ke beberapa kelenjar getah bening. 

Tahap 4

Pada tahap ini kanker telah menyebar ke organ lain yang lebih jauh seperti pada tulang, hati, otak, bahkan hingga paru. 

Benjolan payudara merupakan salah satu keluhan pada payudara harus terus diwaspadai keberadaannya. Meskipun tak semua benjolan payudara berpotensi kanker dan membahayakan, pemeriksaan oleh dokter spesialis harus dilakukan untuk memastikan bahwa payudara tetap dalam keadaan sehat sehingga dapat terhindar dari resiko penyakit payudara yang tidak diinginkan. 

Ini Hal-Hal Pemicu Trypophobia dan Cara Menghindarinya

Ada banyak hal yang rasional maupun irasional yang menjadi penyebab rasa takut berlebihan pada seseorang. Ketakutan irasional biasa disebut dengan fobia. Ada banyak fobia di dunia yang spesifik maupun umum. 

Salah satu fobia spesifik adalah trypophobia, namun fobia ini belum diakui oleh para ahli dan masih menjadi perdebatan. Para ahli mengatakan bahwa fobia pada lubang ini tidak termasuk dalam ketakutan tetapi lebih kepada jijik.

Berikut ini ada hal-hal yang dapat memicu trypophobia.

Apa itu trypophobia?

Secara etimologi, istilah trypophobia berasal dari bahasa Yunani, di mana kata “trypta,” yang berarti lubang, dan “phobos,” yang berarti ketakutan. Lantas trypophobia secara harfiah diterjemahkan sebagai ketakutan akan lubang.

Trypophobia termasuk dalam satu ketakutan terhadap sesuatu yang tidak berbahaya. Istilah trypophobia sendiri muncul pertama kali pada tahun 2005 di sebuah forum online. Sejak saat itu, banyak orang yang mengatakan bahwa mereka mengalami hal serupa dan kunjung ramai di media sosial.

Orang-orang dengan fobia ini mengaku jijik atau takut pada benda-benda dengan lubang yang rapat, atau kumpulan lubang kecil, gundukan, bintik, atau pola. Hal-hal itu akan membuat mereka merasa tidak nyaman dan menimbulkan beragam gejala seperti para fobia lainnya. 

Trypophobia sendiri bukanlah ketakutan akan benda atau objek tersebut melainkan pada bentuk atau visual dari objek itu sendiri.

Apa saja pemicu trypophobia?

Beberapa benda di sekitar dapat menjadi pemicu dari trypophobia, mereka termasuk:

  • Lubang atau kerikil di beton atau busa logam aluminium
  • Lubang di sepotong roti, pola pada kue atau pai, dan keju Swiss
  • Kepala bunga teratai atau biji teratai
  • Lubang-lubang di topeng hoki tua
  • Masalah kulit, baik itu luka, bekas luka, dan flek di bagian tubuh yang berkerumun
  • Folikel rambut
  • Pori-pori kulit
  • Hewan berbintik
  • LED di lampu lalu lintas
  • Spons 
  • Gelembung
  • Karang
  • Lubang pada daging yang membusuk
  • Sarang madu
  • Mata serangga
  • Biji buah dan buah-buahan seperti delima dan stroberi
  • Pancuran
  • Terumbu karang
  • Gambar hasil editan
  • Sekelompok mata
  • Gambar sel, molekul, zat yang biasa ada di pelajaran biologi atau kimia

Bagaimana dengan gejala trypophobia?

Gejala dari trypophobia dikategorikan menjadi 3 kategori, yaitu:

  • Reaksi terkait kognitif, berupa kegelisahan dan kecemasan, ketidakberdayaan, rasa jijik, atau ketakutan terhadap sumber trypophobia
  • Reaksi terkait kulit, seperti gatal dan merinding
  • Reaksi fisiologis, seperti pusing, gemetar, berkeringat, sesak napas dan jantung berdetak cepat, sakit kepala, mual dan muntah

Bagaimana mendiagnosisnya?

Tidak banyak dokter atau konselor yang tahu dengan pasti mendiagnosis fobia satu ini, bahkan sangat sulit didiagnosis. Para dokter atau psikolog mungkin akan bertanya atau memberikan kuesioner pada Anda tentang bagaimana gejala yang Anda alami dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupan sehari-hari Anda.

Bahkan ada beberapa tes trypophobia online yang menyertakan gambar-gambar lubang untuk menilai gejala Anda.

Bagaimana cara menghindari atau menanganinya?

Berkaitan dengan belum terakuinya fobia ini, maka sama seperti diagnosisnya, perawatannya pun belum ada secara khusus. Durasi trypophobia juga bergantung pada situasi tertentu seseorang. Beberapa orang dapat melawan gejala, seperti kecemasan dan ketakutan, dan beberapa lainnya dapat secara efektif mengontrol dan mengelola kondisi mereka. 

Hal paling mudah untuk mencegahnya adalah dengan menghindari pemicu serta meminta pengertian teman dan keluarga untuk mengingatkan mereka akan hal-hal yang potensial. Sementara untuk menanganinya, Anda mungkin disarankan untuk melakukan terapi perilaku kognitif dan terapi pemaparan. 

Obat-obatan untuk mengurangi gejala kognitif dan fisiologis mungkin diperlukan sesuai dengan saran dari dokter atau konselor. Hal lainnya adalah dengan melakukan strategi  relaksasi atau teknik relaksasi untuk membantu tubuh lebih rileks dan mengontrol kecemasan, yang meliputi yoga, latihan pernafasan, dan aktivitas fisik.

Trypophobia adalah fobia akan suatu kumpulan lubang, bintik, pola atau gundukan yang membuat gejala reaksi pada tubuh. fobia ini masih belum diakui sehingga diagnosisnya masih sulit dan pengobatannya pun tidak ada yang secara khusus.

Ada banyak hal yang memicu trypophobia bahkan banyak terdapat di lingkungan sekitar terdekat kita. Hal termudah untuk menghindarinya adalah menjauhi pemicu. Jika Anda mengalami gejala trypophobia dan itu mengganggu kehidupan Anda, Anda bisa segera menemui dokter atau konselor untuk membantu Anda mengatasinya.

Temukan informasi lebih banyak tentang trypophobia di website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa chat dengan dokter mengenai topik ini di aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store atau Play Store.