Yuk, Cegah Katarak Senilis pada Lansia!

Katarak senilis umum terjadi pada lansia. Jenis katarak yang satu ini muncul akibat penuaan yang dialami oleh seseorang, baik pria maupun wanita.

Secara definisi, katarak adalah suatu kondisi ketika lensa mata yang biasanya jernih menjadi keruh. Penderita katarak mungkin melihat segalanya seperti berkabut, tidak jelas, dan blur.

Nah penglihatan kabur akibat katarak dapat menghalangi Anda beraktivitas. Biasanya seorang penderita katarak bakal kesulitan membaca, melihat lingkungan di sekitarnya, dan mengemudikan kendaraan.

Katarak senilis termasuk salah satu jenis yang cukup sering terjadi. Kondisi ini biasanya dialami oleh lansia di atas 50 tahun dan sulit dicegah.

Jika Anda mengkhawatirkan kondisi tersebut, sebaiknya Anda mengambil beberapa langkah pencegahan katarak senilis. Apa saja sih?

Mengenal katarak senilis

Katarak senilis mirip seperti jenis katarak lainnya, yaitu terjadi karena penumpukan protein dalam lensa mata. Tumpukan protein inilah yang membuat mata keruh dan mengaburkan penglihatan.

Senilis kemudian dibagi menjadi empat stadium, tergantung pada tingkat kematangannya.

  • Katarak imatur (stadium awal). Umumnya, warna lensa mata penderita akan memutih di titik-titik tertentu.
  • Katarak matur (stadium menengah). Di tahap ini, seluruh lensa mata biasanya sudah mulai memutih.
  • Katarak hipermatur (stadium lanjutan). Ditandai dengan perubahan pada selaput ataupun lensa mata penderita. Selaput mata menjadi keriput dan mengecil, sedangkan dari dalam lensa mata keluar semacam cairan.
  • Katarak morgagni (stadium akhir). Pada tahap ini, lensa mata sudah benar-benar rusak, bahkan dapat memicu glaukoma.

Jika tidak segera dirawat dengan benar, katarak ini dapat mengakibatkan glaukoma sudut tertutup. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan permanen.

Gejala katarak jenis senilis

Setiap orang mengalami gejala yang berbeda, mungkin tergantung oleh kondisi yang mendasarinya. Secara umum, berikut beberapa gejala katarak jenis senilis pada lansia:

  • Penglihatan objek tampak ganda
  • Mata lebih sensitif terhadap cahaya
  • Penglihatan sedikit kekuningan
  • Lensa mulai keruh, penglihatan kabur
  • Sulit melihat di malam hari
  • Melihat lingkaran cahaya di sekeliling lampu

Penyebab katarak jenis senilis

Telah dilakukan penelitian selama bertahun-tahun untuk mencari penyebab katarak jenis senilis dan untuk mencari tahu faktor risiko yang berpengaruh.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa hal yang bisa jadi penyebab katarak, di antaranya kondisi lingkungan, diet, penuaan, dan eksposur terhadap sinar UV.

Berikut beberapa penyebab katarak senilis secara umum:

  • Paparan sinar UV dalam jangka panjang
  • Radiasi gelombang mikro (microwave)
  • Kekurangan yodium
  • Faktor keturunan
  • Cedera mata atau trauma fisik
  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Merokok
  • Obesitas

Mencegah katarak senilis

Karena faktor penyebab utamanya adalah penuaan, artinya katarak senilis dapat terjadi pada siapa saja. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik jika Anda melakukan tindakan pencegahan sejak dini.

Berikut beberapa langkah pencegahan katarak secara umum yang bisa Anda lakukan:

  • Lakukan pemeriksaan mata secara teratur. Pemeriksaan mata secara teratur dan sejak dini dapat mendeteksi kemungkinan munculnya katarak dan masalah mata lainnya.
  • Mengatasi masalah kesehatan lainnya. Cegah atau obati kondisi medis lain seperti diabetes atau penyakit yang meningkatkan risiko katarak.
  • Diet sehat. Cara terbaik menjaga kesehatan Anda adalah dengan mengontrol pola makan. Coba konsumsi diet sehat yang terdiri dari banyak buah dan sayuran berwarna-warni.
  • Gunakan kaca mata hitam. Sinar UV adalah salah satu pemicu katarak senilis. Oleh sebab itu, coba gunakan kaca mata hitam setiap kali Anda berada di luar ruangan.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat memicu sejumlah penyakit mata, termasuk katarak.

Penyebab Tenggorokan Panas saat Hamil dan Cara Mengobatinya

Masa kehamilan memang membuat Ibu akan jadi lebih was-was pada kondisi kesehatan diri sendiri dan janinnya. Salah satu yang mungkin dialami oleh ibu hamil adalah tenggorokan panas. 

Tenang saja, sebab, tenggorokan panas yang dialami saat hamil tidak akan membahayakan kondisi janin secara langsung. Meski kondisi ini membuat Anda tidak akan nyaman, baik saat makan maupun ketika berbicara. 

Penyebab Tenggorokan Panas saat Hamil

Ada beberapa penyebab terjadinya tenggorokan panas dan sakit saat sedang hamil. Apa saja?

GERD

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah kondisi saat asam lambung naik kembali ke kerongkongan bahkan hingga ke tenggorokan. 

GERD akan menimbulkan sensasi panas dan terbakar di bagian dada. Mulut pun juga akan terasa asam atau pahit. Gejala-gejala akibat GERD ini akan semakin buruk jika Anda dalam posisi berbaring.

Sindrom mulut panas

Sindrom mulut panas juga bisa menjadi penyebab tenggorokan panas saat hamil. Sindrom mulut panas ini istilah medis untuk merujuk pada kondisi adanya sensasi terbakar yang terasa di lidah, gusi, langit-langit mulut, hingga tenggorokan. 

Biasanya penderita juga akan mengalami mulut kering atau rasa asin seperti ada rasa logam. Penyebab sindrom ini tidak diketahui, sehingga perawatanya juga cukup sulit. BIasanya perawatan atau pengobatan hanya fokus untuk mengendalikan gejala yang dialami penderita.

Esofagitis

Penyebab sakit tenggorokan dan terasa terbakar bisa disebabkan oleh esofagitis yang terjadi karena peradangan esofagus. Penyebab esofagitis ini biasanya adalah GERD

Hal ini terjadi saat asam lambung naik ke tenggorokan, maka bisa menyebabkan terjadinya iritasi dan peradangan, sehingga muncul sensasi terbakar di tenggorokan. 

Tidak hanya karena oleh GERD, esofagitis ini juga disebabkan oleh adanya infeksi, konsumsi obat-obatan tertentu, terapi radiasi di leher, konsumsi bahan kimia, atau alergi makanan.

Infeksi 

Tenggorokan panas dan sakit pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Kondisi ini juga menyebabkan rasa gatal dan juga nyeri di tenggorokan, terlebih saat menelan.

Seseorang yang mengalami infeksi virus tenggorokan ini juga bisa mengalami pilek, batuk, diare, atau suara serak. Infeksi ini disebabkan oleh virus seperti influenza dan rhinovirus.

Selain karena virus, infeksi juga bisa disebabkan oleh bakteri sehingga menyebabkan radang tenggorokan. Biasanya bisa diobati dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. 

Infeksi bakteri ini akan menjadi komplikasi serius jika tidak cepat diobati, seperti demam rematik, demam berdarah, dan peradangan ginjal.

Gejala radang tenggorokan berupa demam, pegal-pegal, bercak putih di amandel, hingga adanya pembengkakan dan kelenjar getah bening di leher terasa nyeri. 

Abses peritonsil

Abses peritonsil ini merupakan kondisi yang terjadi saat radang tenggorokan tidak diobati. Tentu penyebabnya adalah infeksi bakteri yang ditandai dengan munculnya benjolan berisi nanah di dekat tonsil atau amandel.

Jika tidak diobati secepatnya, maka tenggorokan dalam bisa mengalami pembengkakan dan terasa sakit. Bahkan ada beberapa kasus di mana kondisi ini menyebabkan tenggorokan panas, sakit ketika menelan makanan, sakit kepala, leher membengkak, hingga demam.

Cara Mengobati Tenggorokan Panas saat Hamil

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi tenggorokan panas yang dialami saat hamil, yaitu:

  • Minum air, sekitar 1- gelas atau 2,5 liter per hari.
  • Perbanyak istirahat dan membuat ruangan jadi lebih lembap dengan memasang alat pelembap udara.
  • Berkumur dengan campuran air hangat dengan garam
  • Hindari minum air dingin
  • Minum air hangat yang dicampur lemon dan madu.

Minum air dengan cukup akan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Ini akan mengurangi risiko terjadinya infeksi saat hamil. Jika kondisi tenggorokan panas yang Anda alami tidak kunjung membaik, Anda bisa segera periksakan diri ke dokter.

Mengenal Gejala Osteoporosis di Usia Tua dan Muda

Kondisi osteoporosis sering dianggap sebagai salah satu penyakit yang mudah menyerang lansia. Hal ini memang benar, karena faktor usia menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami osteoporosis. Oleh sebab itu, para lansia dianjurkan untuk mewaspadai gejala osteoporosis sedini mungkin.

Ketika seseorang terserang osteoporosis, kondisi tulang mereka akan menjadi sangat rapuh. Tekanan atau benturan sedikit saja bisa menyebabkan kepatahan tulang. Tulang yang sudah patah ini akan sulit untuk diobati. 

Gejala osteoporosis yang perlu diwaspadai

Saat Anda sudah melewati usia 65 tahun, sebaiknya lakukan pemeriksaan tulang secara rutin. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui apakah kondisi tulang Anda masih sehat atau tidak.

Selain melalui pemeriksaan rutin, Anda juga bisa mewaspadai kemungkinan penyakit osteoporosis dengan mengenali tanda-tanda gejalanya, seperti: 

  • Penurunan tinggi badan

Orang yang menderita osteoporosis pasti akan mengalami penurunan tinggi badan. Ini bisa terjadi karena adanya retakan atau kompresi pada tulang belakang. Di antara berbagai gejala, gejala ini merupakan gejala yang paling sering terdeteksi pada penderita osteoporosis.

  • Nyeri punggung dan leher

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, osteoporosis bisa menyebabkan fraktur kompresi atau keretakan pada tulang belakang. Ini bisa terasa sangat menyakitkan karena retakan menjepit saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Inilah mengapa gejala osteoporosis bisa menyebabkan Anda merasakan nyeri di punggung dan leher.

  • Tulang mudah patah atau retak ketika terjatuh

Saat tubuh terjatuh, seharusnya tulang tidak mudah mengalami kerusakan. Akan tetapi, pada penderita osteoporosis, hal ini sangat mudah terjadi. Bahkan, bersin atau batuk saja bisa menyebabkan penderita mengalami patah tulang. 

Gejala di usia dini

Selain gejala yang bisa dideteksi ketika sudah lansia, ada juga beberapa gejala yang terjadi di usia dini. Mungkin saja, saat Anda masih muda, Anda sudah merasakan potensi gejala osteoporosis yang mungkin akan berkembang saat Anda mencapai usia tua. Berikut ini gejala tersebut: 

  • Gusi surut

Anda mungkin tidak bisa langsung mengetahui apakah Anda mengalami gusi surut atau tidak. Biasanya, ini baru bisa dideteksi melalui pemeriksaan dengan dokter gigi. Kondisi gusi surut bisa terjadi karena rahan kehilangan tulang yang menyangganya.

  • Melemahnya cengkeraman

Penelitian telah membuktikan bahwa melemahnya kemampuan untuk mencengkeram dengan tangan menjadi salah satu gejala di usia dini dari kondisi osteoporosis. Ini terjadi akibat mineral yang rendah pada tulang, sehingga meningkatkan risiko terjatuh.

  • Kuku yang lemah dan rapuh

Selain itu, gejala osteoporosis di usia dini juga bisa ditandai dengan kondisi kuku yang melemah dan rapuh. Kekuatan kuku identik dengan kekuatan tulang. Meskipun, terkadang kuku juga bisa menjadi rapuh karena faktor lingkungan, seperti saat setelah berenang, berolahraga, dan lain sebagainya. 

Gejala awal dari kondisi osteoporosis memang tidak selalu mudah dideteksi. Biasanya, gejala ini baru bisa diketahui ketika Anda melakukan pemeriksaan ke dokter dan mengetahui bahwa massa atau kekuatan tulang Anda sudah melemah.

Apabila Anda pernah memiliki anggota keluarga yang menderita osteoporosis, Anda harus lebih mewaspadai risiko terkena penyakit serupa. Karena, osteoporosis memang diwariskan secara genetik.

Agar Anda bisa melakukan upaya pencegahan sejak awal, usahakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin setiap tahunnya. Selain itu, perhatikan juga apabila Anda merasakan adanya gejala osteoporosis dan konsultasikan dengang dokter untuk mendapatkan penanganan sedini mungkin.

Mengenal Sarkopenia, Kondisi Hilangnya Massa Otot

Sarkopenia adalah hilangnya massa otot khususnya yang disebabkan oleh pertambahan usia. Merupakan hal yang normal untuk kehilangan massa otot saat Anda bertambah usia, namun, dalam kasus sarkopenia, hilangnya massa otot tersebut bersifat parah dan tidak biasa.

Sarkopenia memengaruhi cara berjalan Anda, keseimbangan, dan kemampuan keseluruhan untuk melakukan tugas sehari-hari. Untuk waktu yang cukup lama, para peneliti percaya bahwa hilangnya massa otot ini tidak dapat dihindari. Namun sekarang mereka sedang mencari perawatan yang dapat mencegah atau setidaknya memperlambat proses sarkopenia. 

Gejala dan penyebab

Orang-orang yang menderita sarkopenia sering mengalami rasa lelah atau lemah dan hilangnya stamina. Hal ini akan memengaruhi Anda dalam menjalankan berbagai aktivitas. Kurangnya aktivitas kemudian akan menyebabkan hilangnya massa otah menjadi lebih cepat. Penyebab utama sarkopenia adalah berkurangnya aktivitas fisik sepanjang hari. Akan tetapi, meskipun jarang dijumpai, orang-orang dengan gaya hidup yang aktif juga dapat didiagnosis memiliki sarkopenia. 

Hal ini menunjukkan bahwa ada alasan lain mengapa penyakit ini dapat berkembang. Para peneliti saat ini percaya bahwa penyebab lain sarkopenia di antaranya adalah berkurangnya sel-sel saraf yang mengirim sinyal dari otak untuk memberitahu otot Anda untuk bergerak, menurunnya level hormon, menurunnya kemampuan tubuh untuk mengubah protein menjadi energi, dan tidak cukup mengonsumsi kalori dan protein harian untuk menjaga massa otot yang Anda miliki. 

Perawatan utama untuk orang-orang yang menderita sarkopenia adalah olahraga. Peneliti telah mengidentifikasi latihan resistensi merupakan bentuk latihan khusus dan paling bermanfaat bagi orang-orang yang menderita sarkopenia. Latihan ini didesain untuk meningkatkan massa otot dan stamina dan menggunakan tali resistensi atau beban. Latihan resistensi juga dapat membantu menyeimbangkan level hormon. Latihan ini juga telah menunjukkan dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam mengubah protein menjadi energi pada orang-orang yang telah lanjut usia. Dan dalam beberapa kasus, perubahan ini sudah dapat dilihat hanya dalam waktu dua minggu. Sangat penting bagi para penderita sarkopenia untuk bekerjasama dengan terapis fisika atau pelatih dengan kualifikasi di bidang ini guna mengembangkan rencana latihan yang sesuai dengan kondisi yang Anda alami. Intensitas yang tepat dan frekuensi latihan sangat penting, sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat terbaik namun dengan kemungkinan paling rendah untuk mencederai diri sendiri. 

Terapi penggantian hormon (HRT) dapat membantu meningkatkan massa tubuh tanpa lemak, mengurangi lemak perut, dan mencegah kerusakan tulang pada wanita yang level hormon yang dimilikinya telah menurun akibat menopause. Akan tetapi, penggunaan HRT diperdebatkan karena adanya peningkatan risiko beberapa kanker dan kondisi kesehatan parah lainnya.

Perawatan lain yang sedang dalam investigasi di antaranya adalah suplemen hormon pertumbuhan, suplemen testosterone, hydroxy methylbutyrate, penghambat enzim pengubah angiotensin, vitamin D, dan obat-obatan yang digunakan untuk merawat sindrom metabolisme. Jika obat-obatan tersebut terbukti bermanfaat, obat ini akan digunakan bersama dengan latihan resistensi. 

Kurangnya aktivitas fisik merupakan penyebab utama sarkopenia. Oleh karena itu, aktif secara fisik dengan banyak berolahraga secara rutin dapat mengurangi kemungkinan diri Anda dalam menderita sarkopenia. Hanya dengan setengah jam latihan sedang setiap harinya, seperti berjalan dan jogging, dapat membantu sistem Anda untuk dapat bekerja dan tetap fit.

Agar latihan Anda tetap efektif, nutrisi yang baik juga sangat penting. Penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi lebih banyak protein dapat membantu lansia mengurangi kemungkinan dan risiko mereka dalam menderita sarkopenia. Suplemen juga telah terbukti dalam pencegahan sarkopenia, seperti creatine untuk meningkatkan dan menjaga massa otot, vitamin D untuk menjaga tulang dan jaringan otot, dan whey protein untuk membantu menjaga massa tubuh.

Pertolongan Pertama pada Orang yang Mengalami Penurunan Kesadaran

Penurunan kesadaran bisa terjadi kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Orang dengan kondisi ini harus segera dibantu untuk mencegah terjadinya hal-hal tak diinginkan.

Maka dari itu penting bagi kita semua untuk mengetahui bagaimana penanganan atau pertolongan pertama kepada orang yang mengalami kondisi ini.

Cari tahu apa saja yang harus dilakukan saat menemui orang dengan gangguan kesadaran pada ulasan di bawah ini ya!

Apa itu penurunan kesadaran?

Secara sederhana, istilah ini menggambarkan kondisi di mana seseorang tidak merespon atau menanggapi orang atau aktivitas lain di sekitarnya.

Kondisi ini termasuk kebingungan mendadak, disorientasi, atau pingsan. Ketidaksadaran atau perubahan mendadak lainnya dalam status mental harus diperlakukan sebagai keadaan darurat medis.

Gejala penurunan kesadaran

Hal yang akan langsung terlihat adalah orang tersebut menjadi sangat pasif dan tidak merespon aktivitas, sentuhan, suara, dan rangsangan lainnya.

Berikut beberapa gejala yang mungkin kamu temukan pada orang yang sedang mengalami gangguan kesadaran:

  • Amnesia terhadap peristiwa sebelum, selama, hingga setelah ketidaksadaran terjadi
  • Kebingungan
  • Kantuk
  • Sakit kepala
  • Kesulitan berbicara atau menggerakkan tubuh
  • Pusing
  • Detak jantung cepat
  • Kebingungan parah dan kelemahan (stupor)

Orang yang kehilangan kesadaran tidak merespon suara keras bahkan saat tubuhnya digoncang. Mereka bahkan mungkin berhenti bernapas atau denyut nadi mereka mungkin menjadi lambat dan pingsan.

Pertolongan pertama

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan kalau mendapat orang yang menunjukkan gejala penurunan kesadaran:

1. Ajukan pertanyaan

Jika kamu masih mendapati orang tersebut sedikit sadar namun kurang waspada, coba ajukan beberapa pertanyaan. Seperti:

  • Siapa nama kamu
  • Sekarang hari apa atau tanggal berapa
  • Kamu tinggal di mana
  • Berapa usia kamu

Jika dia menjawab dengan salah atau tidak mampu menjawab, ini bisa menjadi kalau sudah terjadi perubahan status mental. Maka dari itu kamu harus menghubungi petugas medis.

2. Jika orang tidak sadar

Apabila orang yang kamu temui tidak sadarkan diri segera hubungi petugas medis dan lakukan beberapa hal berikut:

  • Periksa jalan napas dan nadi orang tersebut sesering mungkin
  • Jika orang terbaring dan tidak ada tanda cedera tulang belakang, segera miringkan tubuhnya. Tekuk kaki hingga pinggul dan lutut berada pada sudut yang benar. Miringkan kepala ke belakang untuk menjaga jalan napas tetap terbuka. 
  • Apabila denyut nadi berhenti, segera telentangkan orang tersebut dan lakukan CPR
  • Jika ada tanda cedera tulang belakang, biarkan posisinya sebagaimana kamu menemukannya
  • Apabila dia muntah, miringkan posisi tubuhnya dan dukung atau pegangi leher dan punggung agar posisinya tetap sama
  • Jaga kondisi tubuhnya untuk tetap hangat
  • Jika kamu menemukan orang yang seperti akan pingsan, coba untuk mencegahnya jangan sampai terjatuh

Apabila orang kehilangan kesadaran karena gula darah rendah, berikan mereka sesuatu yang manis untuk dikonsumsi setelah mereka sadar.

3. Yang tidak boleh dilakukan

Saat menemukan orang yang mengalami gangguan kesadaran, ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan. Di antaranya:

  • Memberikan makanan atau minuman 
  • Meninggalkan orang itu sendirian tanpa bantuan
  • Meletakkan bantal di bawah kepala orang yang tidak sadarkan diri
  • Menampar wajah orang yang tidak sadar
  • Memercikkan air ke wajah atau upaya lain untuk membangunkan mereka

Jika mereka mengalami perdarahan atau kesadaran tidak kembali setelah lebih dari 1 menit, pastikan untuk segera menghubungi petugas medis.

Itu dia beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk membantu orang yang mengalami penurunan kesadaran.

5 Cara Mencegah Flu yang Bisa Dipraktikkan

Terkena penyakit flu memang tidak mengenakkan. Selain karena diri sendiri sakit, seseorang bisa dengan mudah menularkan virus tersebut jika tidak menjaga diri dengan baik. Tak heran jika beberapa orang gemar mencari cara mencegah flu agar tidak terserang virus tersebut. Karena jika sudah terjangkit, tubuh akan terasa lemas dan kadang sulit melakukan berbagai aktivitas.

Mencegah flu bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menjaga tubuh dari dalam hingga mempraktikkan beberapa cara pencegahan flu dari luar. Apa saja kira-kira?

Menghindari Kerumunan

Salah satu alasan kuat  yang membuat kerumunan tidak diizinkan selama pandemi adalah karena penyebaran virus jauh lebih mudah dan cepat saat banyak orang berkumpul. Ini juga menjadi salah satu cara untuk mencegah flu.

Pada musim flu, menghindari gerombolan orang akan efektif dalam mencegah terjangkitnya flu. Sebab, jarak sangat memengaruhi jangkauan droplets yang dikeluarkan oleh orang yang memiliki flu. Sementara jika berkerumun, satu orang bisa saja menularkan flu pada beberapa orang dalam satu waktu dan terus berulang.

Mengambil Vaksin Flu

Vaksin flu merupakan salah satu cara mencegah flu yang paling maksimal. Vaksin yang diberikan dalam bentuk suntikan ini sebaiknya diambil setahun sekali untuk menjaga diri dari mutasi flu baru yang belum pernah terdeteksi sebelumnya.

Menurut WHO, siapa saja yang sudah berusia lebih dari 6 bulan bisa menerima vaksin flu. Meski begitu, jika Anda hamil atau memiliki beberapa penyakit langka seperti Guillain-Barre Syndrome, penerimaan vaksin harus melalui konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Dosis vaksin yang diberikan pun dapat berbeda antara satu dengan yang lain. Karena itu, ada baiknya Anda bertanya pada dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mendapatkan vaksinasi flu.

Rajin Mencuci Tangan

Virus flu dapat bertahan selama beberapa waktu setelah jatuh ke atas permukaan. Sedangkan tangan adalah salah satu bagian tubuh yang paling sering menyentuh berbagai jenis permukaan. Jika virus tersebut menempel di tangan dan tangan digunakan untuk menyentuh area wajah terutama mulut dan hidung, bukan tidak mungkin jika Anda justru akan tertular flu. Selain itu, jika Anda menggunakan tangan yang tidak bersih saat makan, risiko tertular juga akan meningkat.

Karena itulah rajin mencuci tangan adalah salah satu cara untuk mencegah flu. Pastikan Anda menggunakan sabun saat mencuci tangan. Namun, jika tidak ada air dan sabun, hand sanitizer bisa digunakan untuk membersihkan tangan. Sebab, hand sanitizer juga dapat membunuh kuman dan bakteri yang menempel di tangan dengan efektif.

Tak hanya membersihkan tangan, Anda juga perlu secara sadar membangun kebiasaan untuk tidak langsung menyentuh area wajah dengan tangan yang belum dibersihkan. Bahkan ketika menguap atau hendak bersin, gunakan lengan yang tertutup baju untuk menutup mulut dan hidung.

Membangun Gaya Hidup Sehat dan Higienis

Gaya hidup sehat dan higienis tidak hanya berpatokan pada asupan yang bergizi, tapi juga menjaga diri dari luar. Ini bisa dilakukan dengan mempraktikkan beberapa cara sederhana seperti membawa tisu basah atau semprotan disinfektan untuk membersihkan berbagai permukaan yang akan Anda sentuh.

Selain itu, Anda juga bisa menyiapkan masker dan tetap menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari yang melibatkan banyak orang. Anda juga dianjurkan untuk menjauh atau menghindari orang-orang dengan gejala flu untuk meminimalisir risiko menghirup droplet orang yang sedang terkena flu.

Praktikan semua cara mencegah flu yang telah dijelaskan di atas secara seksama. Dengan begitu, risiko penularan penyakit dapat diturunkan secara optimal.

Tenggorokan Gatal dan Batuk, Mungkin Ini Penyebabnya

Pernahkah Anda mengalami tenggorokan gatal dan batuk? Kondisi ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Umumnya, salah satu faktor yang paling sering menyebabkan hal ini adalah flu.

Akan tetapi, bukan berarti rasa gatal di tenggorokan hanya disebabkan oleh flu. Bisa jadi ada juga kondisi medis lain yang memicu Anda merasakan hal ini. 

Tenggorokan gatal terus-menerus bisa disebabkan oleh dehidrasi

Mengidentifikasi penyebab tenggorokan gatal dan batuk

Penyebab paling umum dari rasa gatal di tenggorokan adalah alergi. Alergi ini bisa bermacam-macam, contohnya seperti: 

  • Rhinitis alergi

Rhinitis alergi adalah reaksi alergi yang terjadi saat tubuh melepaskan histamin secara berlebihan. Histamin sendiri merupakan zat kimia yang diproduksi oleh tubuh ketika tubuh mengalami reaksi alergi atau infeksi.

Histamin sebenarnya tidak berbahaya. Hanya saja, reaksinya bisa mengganggu dan menghambat seseorang untuk beraktivitas secara normal. 

Batuk dan sakit tenggorokan adalah salah satu reaksi alergi yang paling sering terjadi akibat histamin berlebih. Pemicu produksi histamin ini bisa bermacam-macam, mulai dari debu, serbuk sari, iritasi, asap, dan lain sebagainya. 

  • Alergi obat

Terkadang, alergi juga bisa terjadi saat Anda mengonsumsi obat tertentu. Meskipun obat tersebut sebenarnya bertujuan untuk mengobati kondisi medis lain. 

Biasanya, obat yang bisa memicu reaksi alergi adalah penicilin dan antibiotik. Untuk tingkat keparahan alerginya akan berbeda-beda pada setiap orang. Sensasi tenggorokan gatal dan batuk adalah salah satu reaksi alergi yang paling umum. 

Reaksi ini mungkin tidak akan langsung Anda rasakan setelah mengonsumsi obat. Biasanya, dibutuhkan waktu beberapa menit hingga beberapa jam bagi Anda untuk merasakan reaksi alergi. 

  • Alergi makanan

Banyak orang memiliki alergi terhadap makanan tertentu. Reaksi alergi tidak jarang membuat seseorang merasakan tenggorokan gatal dan batuk. 

Alergi makanan terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap makanan tertentu yang Anda konsumsi. Reaksi tubuh itu akan terasa mengganggu, seolah-olah makanan yang Anda makan membahayakan tubuh. 

Reaksi alergi akibat makanan bisa muncul hanya beberapa menit saja setelah Anda mengonsumsi makanan pemicu alergi. 

  • Infeksi bakteri dan virus

Bukan hanya alergi, tenggorokan yang gatal juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus. Kondisi ini disebut dengan radang tenggorokan. 

Radang tenggorokan biasanya akan berkembang menjadi sakit tenggorokan yang lebih parah, memicu batuk, hingga menyebabkan demam. Ini disebabkan oleh paparan virus atau bakteri tertentu. 

Radang tenggorokan sebaiknya tidak diabaikan. Untuk mengatasi radang yang disebabkan oleh infeksi, biasanya Anda bisa mengandalkan obat antibiotik. 

  • Dehidrasi

Tenggorokan gatal dan batuk bisa juga terjadi akibat dehidrasi. Dehidrasi terjadi saat tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari jumlah air yang masuk. 

Dehidrasi bisa terjadi ketika cuaca panas, berkeringat, atau saat Anda baru saja melakukan aktivitas berat dan berolahraga. Tidak jarang, dehidrasi juga terjadi akibat kondisi medis tertentu. 

Untuk mengatasi dehidrasi, pastikan Anda meningkatkan asupan air Anda. Ini berguna juga untuk meredakan rasa gatal dan sakit di tenggorokan serta batuk yang Anda alami. 

Apabila rasa gatal di tenggorokan sudah sangat parah dan tak kunjung sembuh, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Dokter bisa membantu melakukan diagnosa untuk mengidentifikasi apa sebenarnya penyebab dari kondisi Anda. 

Setelah itu, dokter akan memberikan upaya pengobatan yang disesuaikan dengan faktor penyebab tersebut. Dalam beberapa kasus, tenggorokan gatal dan batuk tak bisa disembuhkan sekedar dengan obat yang dijual di pasaran, tetapi memerlukan obat resep dokter khusus.

Perbedaan Bersin Terus-menerus karena Flu dan Alergi

Bersin terus-menerus terkadang dialami oleh seseorang yang sedang mengalami flu dan pilek. Namun, ada juga gejala bersin yang dialami karena efek alergi. Beberapa contoh alergi yang menyebabkan bersin di antaranya adalah alergi bulu hewan, alergi makanan, hingga alergi debu. 

Secara umum, seseorang bersin disebabkan karena saraf trigeminal mengalami peradangan. Hal tersebut disebabkan berbagai faktor, seperti zat iritan dan alergen. Hidung yang terkena alergen dan iritan akan mengalami iritasi pada tenggorokan dan selaput lendir hidung/ Lantas, apa saja perbedaan ciri bersin terus-menerus karena flu dan alergi? Berikut ulasannya!

Bersin Terus-menerus karena Flu

Gejala bersin pada umumnya sering menimpa seseorang yang sedang mengalami pilek dan flu. Kondisi bersin dalam intensitas yang sering tentu saja mengganggu dan tidak jarang memengaruhi produktivitas seseorang. Tidak jarang bersin-bersin juga masuk kategori gejala penyakit yang menyerang paru-paru, misalnya seperti asma. Supaya tidak bingung, ada baiknya Anda ketahui terlebih dahulu ciri umum saat seseorang mengalami flu:

  • Bersin-bersin disertai dengan hidung gatal dan berair. Hal tersebut disebabkan karena hidung terinfeksi virus influenza. Bersin pada saat flu merupakan cara alami tubuh seseorang mengeluarkan kuman dari tubuhnya. 
  • Muncul lendir dari hidung. Tidak hanya gatal di area hidung, virus juga menyebabkan ingus keluar dari hidung Anda. Biasanya lendir berwarna kuning, putih, maupun hijau.
  • Nyeri otot dan sakit kepala. Saat mengalami flu, selain bersin terus-menerus, seseorang bisa mengalami nyeri otot dan sakit kepala. Hal tersebut terjadi karena saluran sinus pada hidung mengalami penyumbatan. 
  • Nyeri tenggorokan. Kondisi tersebut menyebabkan tenggorokan terasa sakit saat menelan.  Penyebabnya ada beragam, namun yang paling sering terjadi disebabkan karena virus influenza. 

Bersin Terus-menerus karena Alergi

Terkadang ada kondisi dimana Anda mengalami bersin namun sedang tidak menderita flu. Situasi tersebut adalah hal yang umum. Ada kemungkinan penyebab Anda bersin adalah karena reaksi alergi. Ada respon dari sistem kekebalan tubuh karena mengidentifikasi kehadiran benda-benda asing di sekitar mereka. Lantas, alergi apa saja yang menyebabkan gejala bersin terus-menerus?

  • Bersin-bersin karena alergi makanan. Seseorang yang terkena alergi makanan dapat mengalami kondisi seperti gatal-gatal di area mata, hidung berair, dan muncul beberapa ruam di area kulit. Contoh makanan yang kerap memicu alergi di antaranya adalah kacang, susu, kedelai,dan telur. 
  • Mengalami gustatory rhinitis. Penyebab bersin terus-menerus juga dialami bagi penderita yang terkena gustatory rhinitis. Penyakit tersebut merupakan jenis rhinitis alergi yang ditimbulkan karena makanan tertentu. Contoh makanan yang sering memicu munculnya alergi gustatory rhinitis adalah: sup pedas, kari, bubuk cabai, wasabi, sambal, serta alkohol.
  • Refleks nasokuler. Pernahkah Anda di situasi tiba-tiba bersin saat berhadapan dengan cahaya sinar matahari? Kondisi tersebut dapat disebut sebagai refleks nasokuler. Terkadang saat seseorang berhadapan dengan cahaya terang, ada reaksi antara hidung dan mata yang menyebabkan stimulasi saraf pada selaput lendir hidung. 
  • Bersin karena efek samping minum obat-obatan tertentu. Penyebab bersin lainnya kemungkinan terjadi karena seseorang mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu. Efek samping bersin biasanya akan berhenti saat pemakaiannya juga dihentikan. Namun, alangkah baiknya apabila kondisi tersebut dikonsultasikan dan diawasi oleh dokter. 

Lantas, bagaimana cara mengatasinya? Hal terpenting yang harus dilakukan adalah menjauh dari penyebab alergi seperti bulu hewan, udara dingin, asap rokok, debu, hingga asap rokok. Sedangkan jika bersin terus-menerus terjadi karena gejala flu, jangan lupa untuk mengonsumsi obat flu yang mengandung antihistamin dan dekongestan. 

Yuk, Ikuti Tutorial Lengkap Senam Kaki Diabetes

Senam kaki diabetes adalah olahraga yang disarankan bagi para penderita diabetes. Ada berbagai macam pilihan olahraga yang baik, namun secara spesifik, senam kaki memiliki manfaat untuk melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan saraf sensoris. Apalagi penderita diabetes membutuhkan aktivitas bergerak lebih banyak, mengingat adanya risiko yang lebih besar apabila terkena obesitas.

Senam kaki memiliki berbagai manfaat yang baik bagi kesehatan. Manfaat tersebut di antaranya adalah mencegah komplikasi diabetes, memperbaiki sirkulasi darah pada kaki, dan fleksibel karena bisa dilakukan dimana saja: saat tidur, berdiri, maupun duduk. Berikut tutorial lengkap senam kaki diabetes yang bisa Anda coba. 

Tutorial Lengkap Senam Kaki Diabetes

Ada tiga posisi berbeda yang bisa Anda coba saat menerapkan senam kaki diabetes. Anda bisa melakukannya saat duduk, berdiri, dan saat berbaring. Apa saja yang harus disiapkan saat melakukan senam kaki diabetes? Tidak ada persiapan spesifik. Namun, pastikan Anda melakukannya dalam keadaan rileks dan fokus. Berikut 3 tutorial lengkap senam kaki diabetes dalam posisi duduk, berdiri, dan tidur. 

Senam Kaki Diabetes Posisi Duduk

Berikut tahap-tahap saat melakukan senam kaki dengan posisi duduk:

  • Cari spot yang nyaman untuk duduk, tegakkan punggung Anda dengan tangan berada di sisi badan.
  • Letakkan tumit kaki menyentuh lantai dan angkat salah satu ujung kaki ke atas. Lakukan gerakan tersebut selama 10 menit secara bergantian dari kaki kiri dan kanan.
  • Selanjutnya, dengan posisi yang sama mulailah untuk mengangkat salah satu kaki dan angkat ujung kaki.
  • Tumit dalam keadaan menyentuh lantai, kemudian putar pergelangan kaki seperti membuat lingkaran 360 derajat. 
  • Masih dalam posisi duduk, letakkan kedua tangan di sisi badan, duduklah dengan posisi tanpa bersandar dan naikkan jemari kaki naik-turun dengan posisi tumit tertahan di lantai. 
  • Mirip seperti posisi jinjit, angkat kedua tumit ke atas dan lakukan gerakan tersebut secara bergantian sambil mengatur napas supaya teratur. 
  • Gerakan selanjutnya adalah dengan cara meletakkan kaki di lantai, posisikan ujung kaki seperti mencengkeram, angkat jemari kaki dan luruskan kembali. Lakukan gerakan tersebut secara berulang.

Senam Kaki Diabetes Posisi Berdiri

Gerakan selanjutnya adalah senam kaki yang bisa dilakukan dengan posisi berdiri. Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:

  • Posisikan badan dalam keadaan berdiri dengan tegak. Gerakkan kaki kiri melangkah ke belakang dan perlahan tekuk lutut kaki kanan. Lakukan hingga otot betis kaki kiri terasa tertarik. 
  • Peregangan lebih optimal apabila tumit kaki kiri dalam keadaan tetap menyentuh lantai.
  • Selanjutnya, gerakan dilanjutkan dengan posisi masih berdiri tegak. Tangan berada di pinggang, angkat salah satu kaki hingga setinggi betis dan membentuk sudut 90 derajat. 
  • Lakukan gerakan tersebut selama 10 menit secara bergantian.

Senam Kaki Diabetes Posisi Tidur 

Terakhir, selain dengan posisi duduk dan berdiri, Anda bisa menerapkan senam kaki dengan posisi tertidur. 

  • Berbaringlah di atas tempat tidur dengan nyaman dan rileks.
  • Luruskan kedua kaki dengan tumit menyentuh tempat tidur. Angkat dan turunkan jemari/ujung kaki secara bergantian.
  • Masih di posisi yang sama, cobalah untuk memutar pergelangan kaki seperti membentuk lingkaran 360 derajat. 
  • Perbanyak gerakan yang melibatkan ujung dan jemari kaki. Turun dan naik kan secara perlahan, masing-masing gerakan kurang lebih 10 menit secara bergantian.

Senam kaki diabetes adalah olahraga sederhana yang bisa dilakukan secara teratur. Supaya tidak mudah bosan dan makin bersemangat, Anda bisa melakukannya sembari bersantai bersama keluarga atau saat menonton televisi.

Bagaimana Proses Penuaan Itu Terjadi

Penuaan adalah sesuatu yang kita semua lakukan tetapi sangat sedikit yang kita pahami.  Tentu, mudah untuk membuat daftar semua perubahan yang terjadi seiring bertambahnya usia hilangnya ingatan, kerutan, dan kehilangan otot tetapi tidak ada yang benar-benar mengerti apa itu penuaan, mengapa itu terjadi, dan apakah kita benar-benar dapat memperlambat atau menghentikannya.

Apa Itu Penuaan?

Pikirkan proses penuaan sebagai “apa yang terjadi pada tubuh kita dari waktu ke waktu.” Definisi ini mencakup berbagai proses yang dialami tubuh manusia seiring bertambahnya usia (berlawanan dengan tanda-tanda penuaan, seperti uban dan kerutan).

Beberapa penuaan disebabkan oleh tubuh, seperti lonjakan pertumbuhan yang dialami anak-anak selama masa pubertas. Penuaan juga bisa bersifat akumulatif, seperti timbulnya kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari yang berlebihan.

Jenis Penuaan

Menggali lebih dalam proses penuaan, ada beberapa teori yang menjelaskan bagaimana dan mengapa tubuh kita menua pada berbagai tingkatan.

Penuaan Seluler

Sebuah sel dapat bereplikasi sekitar 50 kali sebelum materi genetik tidak lagi dapat disalin secara akurat.  Kegagalan replikasi ini disebut sebagai penuaan seluler di mana sel kehilangan karakteristik fungsionalnya.  Akumulasi sel-sel tua adalah ciri penuaan seluler, yang pada gilirannya diterjemahkan menjadi penuaan biologis.

Semakin banyak kerusakan yang terjadi pada sel oleh radikal bebas dan faktor lingkungan, semakin banyak sel yang perlu bereplikasi dan semakin cepat penuaan seluler berkembang.

Penuaan Hormonal

Hormon memainkan peran besar dalam penuaan, terutama selama masa kanak-kanak ketika mereka membantu membangun tulang dan otot dan memfasilitasi perkembangan karakteristik pria atau wanita sekunder.

Seiring waktu, produksi banyak hormon akan mulai berkurang, menyebabkan perubahan pada kulit (seperti kerutan dan hilangnya elastisitas) dan hilangnya tonus otot, kepadatan tulang, dan gairah seks.

Kerusakan Akumulatif

Penuaan yang disebabkan oleh kerusakan akumulatif (yaitu, “keausan”) adalah tentang faktor eksternal yang dapat menumpuk seiring waktu.  Paparan racun, radiasi UV, makanan tidak sehat, dan polusi dapat menjadi beberapa hal yang dapat merugikan tubuh.

Seiring waktu, faktor-faktor eksternal ini dapat secara langsung merusak DNA dalam sel (sebagian dengan memaparkannya pada peradangan yang berlebihan atau persisten).  Akumulasi kerusakan dapat merusak kemampuan tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri, mendorong penuaan yang cepat.

Penuaan Metabolik

Saat Anda menjalani hari Anda, sel-sel Anda terus-menerus mengubah makanan menjadi energi, yang menghasilkan produk sampingan— beberapa di antaranya dapat berbahaya bagi tubuh. Proses metabolisme, meskipun penting, dapat menyebabkan kerusakan progresif pada sel, sebuah fenomena yang disebut sebagai proses penuaan metabolik

Beberapa ahli percaya bahwa memperlambat proses metabolisme melalui praktik seperti pembatasan kalori dapat memperlambat penuaan pada manusia.

Proses Penuaan

Budaya kita yang terobsesi dengan usia dikonsumsi dengan “memperlambat penuaan” dan meningkatkan umur panjang, tetapi kebenaran dasar dari semua itu adalah bahwa menjadi tua tidak dapat dihindari.  Apapun yang Anda lakukan, tubuh Anda akan berubah dalam beberapa cara utama.

Misalnya, pada saat seseorang berusia 20 tahun, jaringan paru-paru akan mulai kehilangan elastisitasnya, otot-otot di sekitar tulang rusuk akan mulai melemah, dan fungsi paru-paru secara keseluruhan secara bertahap akan mulai berkurang.

Demikian pula, produksi enzim pencernaan akan mulai melambat seiring bertambahnya usia, yang mempengaruhi bagaimana nutrisi diserap ke dalam tubuh dan jenis makanan yang dapat kita cerna tanpa kesulitan.

Saat wanita mendekati menopause, cairan vagina akan berkurang dan jaringan seksual akan mulai mengalami atrofi karena hilangnya estrogen.  Pada pria, otot tanpa lemak akan menipis dan produksi sperma akan berkurang karena penurunan kadar testosteron.

Cara Memperlambat Penuaan

Penuaan tidak bisa dihindari.  Dengan demikian, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi faktor lingkungan yang mempengaruhi penuaan:

  • Makan dengan baik. Penambahan gula, garam, dan lemak jenuh mendatangkan malapetaka pada tubuh, meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. Untuk menghindari masalah terkait penuaan ini, tingkatkan asupan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, produk susu rendah lemak, serta daging dan ikan tanpa lemak.
  • Baca label. Jika Anda membeli makanan kemasan untuk kenyamanan, periksa label untuk memastikan bahwa Anda membatasi asupan natrium di bawah 1.500 miligram (mg) per hari, asupan gula Anda menjadi sekitar 25 mg per hari, dan asupan lemak jenuh Anda kurang dari 10% dari  kalori harian Anda.
  • Berhenti merokok. Berhenti merokok meningkatkan sirkulasi dan tekanan darah sekaligus secara drastis mengurangi risiko kanker. Meskipun sering kali diperlukan beberapa kali upaya berhenti untuk akhirnya menghentikan kebiasaan tersebut, ada alat bantu penghentian yang efektif yang dapat membantu.
  • Olahraga. Kebanyakan orang dewasa tidak memenuhi persyaratan olahraga yang direkomendasikan untuk kesehatan yang baik (kira-kira 30 menit olahraga sedang hingga berat 5 hari per minggu). Meski begitu, 15 menit aktivitas sedang per hari dapat meningkatkan umur panjang dibandingkan tanpa olahraga
  • Mensosialisasikan. Sosialisasi membuat kita tetap terlibat secara psikologis dan dapat membantu mempengaruhi umur panjang juga.11 Pertahankan hubungan yang baik dan sehat dengan orang lain. Tetap terhubung dengan orang yang Anda cintai, dan pastikan untuk bertemu orang baru.
  • Tidur yang cukup. Kurang tidur kronis terkait dengan kesehatan yang lebih buruk dan rentang hidup yang lebih pendek. Dengan meningkatkan kebersihan tidur Anda dan tidur sekitar 7 hingga 8 jam per malam, Anda mungkin tidak hanya merasa lebih baik tetapi juga hidup lebih lama.
  • Mengurangi stres. Stres dan kecemasan kronis dapat merusak tubuh Anda karena memicu pelepasan hormon stres inflamasi yang disebut kortisol mengakibatkan proses penuaan. Belajar mengendalikan stres dengan teknik relaksasi dan terapi pikiran-tubuh dapat membantu meringankan tekanan inflamasi tidak langsung yang ditempatkan pada sel.