Ini Macam-Macam Pil KB untuk Jerawat

Penggunaan pil KB untuk jerawat sudah banyak digunakan oleh para wanita. Secara khusus, pil KB kombinasi yang menggabungkan hormon estrogen dan progesteron di dalamnya lebih efektif untuk mengatasi jerawat.

Sebenarnya, penggunaan pil KB untuk jerawat bukanlah hal yang berbahaya. Bahkan, ada banyak manfaat yang didapat untuk masalah jerawat Anda dengan penggunaan secara teratur. 

Akan tetapi, bila tidak digunakan dengan bijak, pil KB juga bisa menimbulkan efek samping dan resiko berbahaya. Karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk menggunakannya. 

Macam-macam pil KB untuk jerawat

Tidak semua jenis pil KB efektif untuk mengobati jerawat. Berdasarkan penelitian, jenis-jenis pil KB yang efektif untuk mengatasi jerawat antara lain: 

  • Ortho Tri-Cyclen

Pil KB yang satu ini menggunakan hasil kombinasi estrogen dan progestin yang disebut dengan norgestimate. Pil ini tersedia di apotek dengan dosis progestin yang berbeda-beda.

Untuk informasi, progestin adalah bentuk dari hormon progesteron yang dibuat oleh manusia. 

  • YAZ

Jenis pil KB ini menggabungkan drospirenone dan ethinyl estradiol. Drospirenon adalah hormon sintetis buatan manusia.

Meski efektif mengobati jerawat, drospirenon pada YAZ dipercaya bisa meningkatkan resiko pembekuan darah dibandingkan dengan pil KB jenis lainnya. 

  • Estrostep

Estrostep mengombinasikan hormon estrogen dengan progestin yang menghasilkan norethindrone. Tidak hanya itu, pil KB ini juga menggabungkan ethinyl estradiol dan ferrous fumarate. Dosis estrogen pada pil KB jenis ini berbeda-beda untuk setiap merek. 

Menurut penelitian, pil KB kombinasi secara khusus mampu mengobati jerawat yang meradang ataupun tidak. Selain kedua masalah jerawat ini, belum ada penelitian yang bisa membuktikan efektivitas penggunaan pil KB. 

Siapa saja yang bisa menggunakan pil KB untuk jerawat?

Tidak semua orang bisa mengatasi masalah jerawatnya dengan mengonsumsi pil KB. Secara khusus, metode pengobatan jerawat ini hanya ditargetkan untuk wanita dengan kondisi jerawat sedang yang telah berusia minimal 14-15 tahun.

Penyesuaian usia untuk konsumsi pil KB berbeda-beda, tergantung merek yang memproduksi pil KB tersebut. Selain itu, pengobatan jerawat dengan cara ini hanya dianjurkan bagi wanita yang sudah mengalami menstruasi dan memerlukan kontrasepsi.

Anda mungkin baru bisa merasakan efek positif pada jerawat Anda setelah menggunakan pil KB selama beberapa bulan. Pada awal pertama mengonsumsi pil KB, Anda mungkin akan mengalami pertumbuhan jerawat. Hal ini merupakan kondisi yang wajar.

Cara kerja pil KB dalam mengobati jerawat

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami pertumbuhan jerawat, salah satunya faktor hormon. Hormon androgen yang dihasilkan oleh ovarium dan kelenjar adrenal bisa mempengaruhi produksi sebum. Produksi hormon yang berlebih akan memicu sebum yang berlebih pula, dan menyebabkan jerawat.

Sebum adalah minyak yang diproduksi oleh kelenjar pada kulit Anda. Sebum yang berlebih bisa menyumbat pori-pori, membuat terjadinya pertumbuhan bakteri yang menyebabkan jerawat. 

Dalam pil KB kombinasi, terdapat kandungan hormon estrogen dan progestin atau hormon progesteron sintetis. Kedua hormon ini bisa membantu dalam menurunkan level hormon androgen.

Menurunnya level hormon androgen berdampak pula pada produksi sebum yang menurun. Dengan begitu, pertumbuhan jerawat pun dapat dihindari. 

Pengobatan jerawat dengan pil KB untuk jerawat bergantung pada kadar hormon dalam pil KB tersebut. Karena itu, jerawat yang bisa diobati adalah jerawat yang disebabkan oleh hormon Anda.

Eksim Atopik 

Eksim atopik, atau yang disebut sebagai dermatitis atopik, merupakan salah satu jenis dermatitis dimana dermatitis tersebut dapat membuat seseorang mengalami kemerahan pada kulit dan terasa gatal.

Eksim atopik tidak sama seperti penyakit kulit lainnya dimana eksim atopik memiliki sifat kronis atau memiliki durasi yang cukup lama pada kulit manusia. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, namun juga bisa terjadi pada orang dewasa.

Tidak hanya itu, orang-orang yang mengalami eksim atopik juga cenderung memiliki riwayat asma dan rinitis alergi. Sampai saat ini, para peneliti belum menemukan obat yang tepat untuk mencegah eksim atopik. Meskipun demikian, para peneliti menyarankan bahwa seseorang yang mengalami kondisi seperti ini dapat diobati dengan pengobatan sesuai anjuran dokter. Penggunaan obat untuk mencegah eksim atopik akan mengurangi rasa gatal dan frekuensi kekambuhan pada tubuh.

Gejala

Eksim atopik akan menimbulkan berbagai gejala, namun bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Berikut adalah gejala yang bisa terjadi pada penderita:

  • Gatal.
  • Kulit kering.
  • Kemerahan.
  • Benjolan berupa nanah.
  • Pembengkakan pada kulit.

Seseorang bisa mengalami kondisi seperti ini sebelum memasuki usia 5 tahun, dan bisa terus terjadi hingga dewasa. Meskipun demikian, eksim atopik bukan merupakan penyakit yang serius dimana kondisi tersebut tidak menimbulkan gejala yang parah bagi tubuh.

Penyebab

Para peneliti juga belum dapat menemukan penyebab eksim atopik dengan pasti. Meskipun demikian, para peneliti menyatakan bahwa eksim atopik bisa disebabkan oleh gabungan antara penyakit genetik dan faktor-faktor lain.

Selain itu, para peneliti percaya bahwa tubuh manusia yang mengalami eksim atopik telah mengalami mutasi gen yang menyebabkan kulit menjadi kering sehingga berisiko mengalami infeksi. Pada dasarnya, eksim atopik serupa dengan reaksi alergi dimana gangguan tersebut dapat menimbulkan gejala seperti terasa gatal.

Tidak hanya penyakit genetik, eksim atopik juga bisa dipengaruhi oleh faktor berikut:

  • Stres.
  • Cuaca panas dan dingin, serta perubahan iklim secara tiba-tiba.
  • Makanan.
  • Penggunaan produk perawatan.
  • Penggunaan bahan kain seperti wol.
  • Pola tidur yang buruk.

Cara Mengatasi Eksim Atopik

Meskipun belum ada pengobatan yang tepat, eksim atopik dapat diatasi dengan cara-cara berikut:

  • Menghindari penyebabnya

Eksim atopik dapat diatasi dengan menghindari faktor yang dapat memicu gangguan tersebut seperti penggunaan produk perawatan. Menghindari faktor secara terus menerus akan mengurangi risiko eksim atopik.

  • Menjaga kelembaban kulit

Orang yang mengalami eksim atopik akan memiliki kulit kering. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan pelembab setelah Anda mandi. Anda juga sebaiknya tidak mandi terlalu lama atau menggunakan suhu panas, karena akan membuat kulit cepat kering.

  • Mengubah pola makan

Jika Anda mengalami eksim atopik karena makanan, Anda sebaiknya konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Dokter dapat membantu Anda mencarikan makanan alternatif yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

  • Menggunakan obat

Anda juga dapat menggunakan obat yang diresepkan dokter untuk mengatasi gejala eksim atopik. Contoh obat yang dapat digunakan adalah krim steroid dan antibiotik. Frekuensi penggunaan obat juga harus sesuai anjuran dokter.

  • Memakai perban khusus

Anda juga bisa memakai perban khusus untuk menutupi bagian kulit yang terdampak eksim atopik. Sebelum menggunakan perban khusus, Anda sebaiknya oleskan kulit Anda dengan salep kortikosteroid. Hal tersebut dapat membantu mengatasi gangguan pada kulit secara efektif.

Kesimpulan

Meskipun eksim atopik dapat menimbulkan berbagai gejala, eksim atopik tidak menimbulkan gangguan yang parah pada tubuh. Oleh karena itu, Anda dapat mengatasi eksim atopik dengan cara-cara yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan persoalan ini dengan dokter.

5 Keuntungan Fungsi Primer Make up

Selama ini ketika berias atau melakukan make up, apakah Anda sudah pasti menggunakan primer atau alas make up? Jika belum, baiknya Anda mulai membiasakan diri memakai alas make up sedari sekarang. Pasalnya walau terkesan sepele, nyatanya fungsi primer make up sungguh besar untuk tampilan akhir hasil riasan berikut juga dengan dampaknya bagi Anda setelah berias.

Secara sederhana, primer make up dapat diartikan sebagai produk kecantikan yang digunakan sebagai alas untuk make up. Umumnya, fungsi primer make up yang diketahui adalah guna membuat wajah lebih lembap sehingga berbagai produk rias mudah dipoleskan ke wajah Anda. Fungsi primer make up tersebut mungkin dinilai terlalu sederhana dan bisa digantikan dengan penggunaan tisu basah atau cuci muka sebelum berias. Karena itulah, banyak orang cenderung mengabaikan proses pemberian primer sebelum mulai berias.

Padahal selain untuk melembapkan wajah, banyak fungsi primer make up lainnya yang jauh lebih penting. Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang bisa Anda peroleh ketika terbiasa memakai alas make up sebelum mulai berdandan.

  1. Meratakan Warna

Mau setebal apapun bedak yang Anda pakai, ujung-ujungnya akan sulit menutupi warna kulit wajah yang tidak merata. Apalagi jika di wajah Anda terdapat beberapa gradasi warna, seperti kemerahan karena terbakar matahari atau kehitaman akibat bekas jerawat. Memakai primer make up dapat menjadi jawaban guna meratakan warna kulit Anda terlebih dahulu agar tampilan riasan terlihat sempurna.

  • Mengecilkan Pori-pori

Pori-pori yang besar bisa membuat Anda sulit mengaplikasikan produk rias ke wajah Anda secara rata dan sempurna. Ini karena keberadaan pori-pori tersebut membuat sapuan riasan ke wajah menjadi tersendat bahkan tidak mampu menjangkau bagian dalam kulit yang berpori. Fungsi primer make up sendiri salah satunya adalah menutupi pori-pori pada kulit sehingga membuatnya lebih kecil. Dengan demikian, Anda akan lebih menyapukan produk make up secara merata.

  • Mencegah Iritasi

Produk make up cenderung membuat kulit lebih kering. Fungsi primer make up sendiri adalah guna memberikan kelembapan ekstra bagi kulit. Tidak sekadar memudahkan sapuan make up, kulit yang lebih lembap dan terhidrasi dengan baik nyatanya menjadi kulit yang lebih sehat. Apabila Anda mengabaikan penggunaan prime make up, ancaman iritasi akibat make up yang terlalu lama dipakai lebih terbuka lebar.

  • Meredam Minyak

Mungkin selama ini Anda ragu memakai alas make up karena merasa kulit Anda terlalu berminyak. Dengan memakai primer, Anda menganggap kulit menjadi lebih lembap dan cenderung makin berminyak. Pandangan tersebut jelas keliru. Walaupun memang berfungsi melembapkan kulit, primer make up nyatanya justru mampu menyedot minyak berlebih dari kulit wajah Anda. Dengan begitu, tampikan make up Anda akan lebih natural dan tidak terlalu kelihatan penuh minyak.

  • Riasan Lebih Berkilau

Ada dua orang yang memakai produk make up yang sama, tapi hasil akhir Si A tampak lebih bercahaya dan memesona. Bisa dipastikan, Si A sebelumnya memakai primer sebelum mulai ber-make up. Fungsi primer make up yang tidak bisa ditampik adalah membuat tampilan make up lebih bercahaya. Anda akan mendapati hasil akhir riasan yang berkilau dengan mengoleskan alas make up terlebih dahulu.

Fungsi primer make up sama sekali tidak bisa dipandang remeh. Nyataya dengan menggunakan alas make up, hasil riasan yang jauh lebih sempurna bisa Anda peroleh. Anda pun akan menjadi lebih percaya diri. Tentunya pula dengan memakai primer make up, Anda bisa terhindar dari masalah kulit yang kerap muncul akibat tertutupnya wajah dengan produk-produk make up yang berbahan kimia.