Gejala Kanker Payudara yang Sering Terjadi

Kanker payudara stadum awal merupakan biasanya ditandai dengan munculnya benjolan kanker dengan ukuran dua sentimeter atau lebih kecil dari payudara. Benjolan tersebut masih belum menyebar ke kelenjar getah bening di bagian ketiak atau struktur lain di sekitar payudara. Penyebab kanker payudara belum diketahui.

Akan tetapi, satu hal yang diketahui adalah penyakit ini muncul karena adanya kerusakan sel dan perubahan sifat genetik pada jaringan payudara. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang berbahaya bagi wanita, kedua setelah kanker serviks. Sel kanker yang tumbuh akan dan menyerang jaringan payudara.

Gejala Kanker Payudara

Tidak ada salahnya bagi para perempuan untuk mengenali ciri atau gejala yang ditimbulkan kanker payudara. Terutama untuk stadium awal, jika sel kanker itu tumbuh maka proses pencegahan dan pengobatan yang dilakukan tidak terlambat. Berikut in beberapa gejala kanker payudara yang perlu diketahui.

  1. Muncul Benjolan di Payudara

Benjolan di payudara menjadi pertanda awal munculnya kanker ini, benjolan yang muncul tidak selalu terasa sakit. Namun, tidak semua benjolan yang muncul bersifat kanker, benjolan ini juga bisa diraba saat melakukan pemeriksaan mandiri di rumah.

  • Perubahan Warna Kulit Payudara

Pada umumnya perubahan warna kulit payudara disalahpahami dengan infeksi, jika tidak yakin dengan benjolan yang muncul, perubahan warna yang terjadi pada kulit payudara harus membuat perempuan waspada.

Dalam tahap ini, kulit payudara akan menjadi kemerahan seperti munculnya iritasi, tekstur dan warna kulit seperti kulit jeruk dan permukaan kulit area payudara yang terkena kanker akan terlihat berlekuk-lekuk hingga munculnya penebalan kulit.

  • Puting Terasa Sakit

Gejala dari kanker payudara stadium awal lain bisa dengan muncunya rasa sakit pada bagian puting payudara, selain itu juga akan menjadi mengeras. Kemungkinan juga akan keluar cairan tidak norma dari puting atau melesak ke dalam.

  • Benjolan pada Ketiak

Meski disebut kanker payudara, benjlolan yang muncul tak hanya pada di payudara, tetapi dapat ditemui juga dibawah ketiak. Namun demikian bukan tanpa alasan kondisini ini terjadi, jaringan payudara meluas hingga di bawah ketiak dan membuat kanker bisa menyebar melalui kelenjar getah bening di bawah ketiak.

Penyebab Kanker Payudara

Kanker payudara muncul akibat adanya pertumbuhan tidak normal dari sel-sel yang terdapat di payudara, pertumbuhan sel-sel yang tidak normal ini diduga disebabkan karena mutasi gen yang diturunkan secara genetik. Selain itu, terdapa beberapa faktor riiko yang bisa dikaitkan menjadi pemicu kanker payudara, berikut di antaranya.

  • Jenis kelamin perempua yang lebih banyak ketimbang laki-laki, bertambahnya usia, paling banyak di atas usia 50 tahun.
  • Belm pernah hamil sebelumnya, kebiasaan merokok dan konsumsi minuman alkohol hingga menimbulkan berat badan berlebih atau obesitas.
  • Mulai menstruasi sebelum berusia 12 tahun dan mulai menopause di usia lebih tua yakni setelah 55 tahun.
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormon dan terapi hormon setelah menopause, memiliki riwayat kanker payudara.
  • Memiliki riyawat kanker payudara dari saudara, dan memiliki riwayat kanker payudara karena terpapar radiasi.

Mengenal penyebab kanker payudara setidaknya menjadi salah satu antisipasi guna mencegah munculnya kondisi parah. Diketahui bahwa kanker ini tidak kalah mematikan dengan kanker serviks, namun semakin cepat kanker ini dterdeteksi maka semakin tinggi juga angka keberhasilan dalam pengobatan, guna mengurangi risiko sangat disarankan untuk menjaga pola makan dan hidup sehat.

Tidak Haid 1 Bulan, Wajar atau Tidak?

Datang bulan merupakan bagian dari siklus menstruasi wanita yang biasanya terjadi setiap satu bulan sekali. Namun, tidak sedikit wanita yang mengalami keterlambatan haid atau justru tidak haid 1 bulan. Lantas, wajarkah hal itu terjadi?

Tidak haid selama satu bulan bisa saja merupakan salah satu gejala berbagai kondisi, seperti kehamilan, menopause, atau penyakit tertentu. Untuk bisa mengetahui penyebabnya dengan pasti, Anda perlu melakukan pemeriksaan ke dokter.

Faktor penyebab tidak haid satu bulan

Seringkali, kehamilan menjadi faktor utama seseorang tidak datang bulan. Akan tetapi, hal itu bukan satu-satunya penyebab. Menurut penelitian, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang tidak haid, seperti :

  • Stres

Stres memang bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan, termasuk terlambat datang bulan. Saat stres, produksi hormon di dalam tubuh cenderung menjadi tidak seimbang. Akibatnya, siklus menstruasi Anda pun ikut terganggu.  

Terkadang, Anda mungkin tidak sadar bahwa Anda sedang mengalami stres. Jika aktivitas harian Anda terasa berat dan siklus menstruasi terganggu, cobalah untuk berkonsultasi pada dokter untuk mengatasinya.

  • Olahraga berlebihan

Olahraga memang bagus untuk kesehatan tubuh, namun juga bisa membawa dampak negatif apabila dilakukan secara berlebihan. Olahraga yang ekstrem akan menyebabkan perubahan hormon hipofisis dan tiroid, mengakibatkan perubahan ovulasi dan menstruasi.

Sebelum membuat jadwal olahraga, lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau pelatih yang sudah ahli di bidangnya. Selain itu, jangan lupa untuk selalu melakukan peregangan sebelum dan sesudah berolahraga.

  • Masalah berat badan

Kondisi berat badan Anda secara tidak langsung juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Anda mungkin tidak haid satu bulan karena memiliki berat badan yang terlalu rendah atau justru terlalu tinggi.

Seseorang yang memiliki berat 10% di bawah normal beresiko mengalami perubahan fungsi dalam tubuh dan mempengaruhi proses ovulasi. Hal tersebut juga bisa terjadi bagi orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.

  • Menderita Sindrom Polikistik Ovarium

Faktor lainnya yang memicu seseorang tidak datang bulan adalah sindrom polikistik ovarium. Kondisi ini merupakan sekumpulan gejala yang terjadi karena ketidakseimbangan hormon reproduksi.

Penderita sindrom ini tidak memiliki proses ovulasi yang teratur. Akibatnya, menstruasi pun menjadi lebih ringan dan jarang dibandingkan wanita lainnya. Gejala sindrom polikistik ovarium biasanya meliputi bulu kasar pada wajah dan tubuh, rambut menipis, kutil pada ketiak dan leher, serta bercak hitam pada kulit.

  • Menggunakan alat kontrasepsi

Alat kontrasepsi banyak dipakai sebagai salah satu upaya pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB). Kontrasepsi bekerja dengan menekan rahim untuk mecegah kehamilan. Efek sampingnya, siklus menstruasi Anda mungkin akan terganggu.

Bagi pengguna alat kontrasepsi, tidak haid satu bulan adalah hal yang wajar. Setelah Anda berhenti memakai alat kontrasepsi tersebut, Anda baru akan kembali mendapatkan siklus menstruasi yang normal.

  • Gejala menopause

Umumnya, wanita mengalami menopause pada rentang usia 40-50 tahun. Jika Anda mengalami menopause dini, Anda mungkin akan mengalami siklus menstruasi yang terganggu. Hal ini terjadi bila ovarium Anda berhenti bekerja sebelum mencapai usia 40 tahun.  

Jika Anda mengalami keterlambatan haid hingga lebih dari satu bulan, Anda mungkin mengalami gejala menopause dini.

Masih ada berbagai faktor lain yang bisa menyebabkan Anda tidak haid satu bulan. Akan tetapi, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebab yang sebenarnya dan mendapat penanganan yang tepat.