Tahap Perkembangan Motorik Bayi

Perkembangan anak usia dini melibatkan kemampuan mendapatkan keterampilan motorik halus dan motorik kasar. Meskipun kedua perkembangan motorik bayi tersebut melibatkan gerakan, ada perbedaan tersendiri yang perlu diketahui. Keterampilan motorik halus melibatkan gerakan kelompok otot kecil di tangan, jari, dan pergelangan anak. Di sisi lain, motorik kasar melibatkan pergerakan di kelompok otot yang lebih besar, seperti lengan dan kaki. Kelompok otot besar membantu bayi untuk dapat duduk,  berbelok, merangkak, dan berjalan. Kedua jenis keterampilan motorik tersebut akan membuat anak menjadi lebih mandiri. Keterampilan motorik halus khususnya sangat penting, mengingat kemampuan menggunakan otot lebih kecil di tangan dapat membuat anak melakukan rutinitas perawatan diri tanpa perlu bantuan ibu, seperti menggosok gigi, makan, menulis, dan mengganti pakaian.

Perkembangan motorik bayi, baik halus ataupun kasar, berkembang dalam laju yang berbeda dari satu bayi ke bayi lain. Beberapa anak mengembangkan keterampilan motorik lebih awal dibandingkan dengan yang lain, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat normal. Anak-anak biasanya akan mulai mendapatkan ketrampilan ini saat mereka berusia 1-2 bulan dan terus belajar keterampilan tambahan lewat preschool dan sekolah dasar. Keterampilan motorik halus yang paling penting untuk dikembangkan anak di antaranya adalah:

  • Palmar arches, agar telapak tangan dapat melengkung ke dalam. Memperkuat palmar arches dapat membantu koordinasi gerakan jari, yang dibutuhkan untuk aktivitas seperti menulis, membuka kancing baju, dan menggenggam benda.
  • Stabilitas pergelangan tangan yang berkembang di masa-masa awal sekolah. Hal ini penting agar anak dapat menggerakkan jari dengan kontrol dan kekuatan yang tepat.
  • Sisi tangan yang terampil, penggunaan ibu jari, telunjuk, dan jari lain bersamaan dengan genggaman yang presisi.
  • Perkembangan otot tangan intrinsic, kemampuan melakukan gerakan-gerakan kecil tangan, di mana ujung ibu jari, telunjuk, dan jari tengah bersentuhan.
  • Keterampilan tangan bilateral, untuk koordinasi kedua tangan pada waktu yang bersamaan.
  • Scissor skill, berkembang usia 4 tahun dan mengajarkan tentang kekuatan tangan dan koordinasi tangan-mata.

Pada usia 0-3 bulan, bayi akan mampu menempatkan tangan ke dalam mulut dengan tangan menjadi lebih relaks. Usia 3-6 bulan, anak dapat menggenggam tangan bersamaan, memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain, dan menggenggam serta menggoyangkan mainan menggunakan kedua tangan. Usia 6-9 bulan anak dapat meremas benda menggunakan kedua tangan mereka, saling menyentuh jari, memegang mainan menggunakan kedua tangan, dan menggunakan jari telunjuk untuk menyentuh sesuatu. Usia 9-12 bulan, anak dapat menyuapi diri mereka sendiri, mengambil benda menggunakan telunjuk dan ibu jari, dan membawa mainan menggunakan satu tangan. Usia 12 bulan hingga 2 tahun, anak dapat membangun menara balok, makan menggunakan sendok, membalik halaman buku, dan memegang krayon menggunakan ujung jari dan ibu jari. Usia 2-3 tahun, anak dapat membuka pintu, mencuci tangan, menggunakan sendok dan garpu dengan benar, menutup dan membuka wadah. Pada usia 3- 4 tahun, anak dapat membuka dan menutup kancing baju, menggunakan gunting untuk memotong kertas, dan melacak bentuk pada kertas.

Perkembangan motorik bayi, terutama motorik halus, berkembang secara alami bersamaan dengan anak mendapatkan keterampilan mengontrol dan mengkoordinasi tubuh. Penting untuk diingat bahwa beberapa anak akan mengembangkan keterampilan motorik halus lebih dini dan memiliki koordinasi yang lebih baik dibandingkan dengan anak lain. Anda juga tidak perlu khawatir apabila anak tidak berkembang secepat anak lain dengan usia yang sama.

Mendeteksi Ciri Awal Bayi Autis

Gangguan spektrum austime (GSA) menjadi ketakutan tersendiri bagi tiap orang tuanya. Pasalnya, anak-anak dengan gangguan ini menjadi sulit bersosialisasi karena adanya masalah perkembangan saraf maupun kemampuan untuk berkomunikasi. Sayangnya, banyak orang tua terlambat menyadari kondisi autisme anak sehingga penanganannya menjadi lebih sulit.

Padahal, autism sudah dapat dideteksi sedari dini. Bayi-bayi autis cenderung memiliki ciri-ciri yang bisa dikenali sejak mereka berusia tiga bulan. Di mana gejala awal tersebut dapat terus berlanjut dan bertambah para seiring bertambahnya usia bayi autis.

Berikut ini adalah beberapa gejala dini yang bisa Anda tangkap pada bayi autis. Ciri-ciri yang dapat Anda kenali tersebut tidak mengarah pada pertumbuhan fisik, melainkan pada gangguan perkembangan kognitif yang dapat dianalis dari gejala-gejala ini.

  1. Tidak Membalas Senyuman

Bayi sudah mulai bisa tersenyum secara sosial sejak berumur tiga bulan. Pada usia tersebut, bayi cenderung akan ikut tersenyum apabila Anda atau ada seseorang yang melemparkan senyum kepadanya. Namun, bayi autis cenderung tidak akan membalas senyum yang diberikan oleh orang lain.

  • Sulit Kontak Mata

Anda akan sulit mengadakan kontak mata dengan bayi autis. Ia cenderung melihat ke arah lain, walaupun Anda sudah berusaha berkomunikasi mata dengannya. Padahal seharusnya, bayi-bayi normal akan tertarik dengan wajah khususnya bagian mata seseorang.

  • Tertarik Objek Diam

Seharusnya bayi berusia 3 bulan ke atas lebih menyukai aktivitas gerakan untuk ia lihat. Namun pada bayi autis, manusia atau benda yang bergerak cenderung diabaikannya. Ia lebih menyukai menatap objek yang diam, seperti selimut ataupun bantal.

  • Tidak Peka Suara

Bayi umumnya lebih sensitif terhadap suara. Suara kecil bisa sangat mengusiknya, apalagi jenis suara yang keras. Akan tetapi, hal ini tidak terjadi pada bayi autis. Bayi yang memiliki gangguan spektrum autisme tidak peka pada suara. Bahkan ketika ada yang berteriak di dekatnya, ia mungkin tidak akan mengeluarkan reaksi.

  • Malas Mengoceh

Bayi mulai bisa mengoceh lebih panjang pada usia 4—6 bulan. Pada rentang waktu tersebut, bayi cenderung cerewet dengan mengoceh seakan mengajak Anda mengobrol. Hal ini lumrah karena menjadi bagian dari proses belajarnya untuk bersosialisasi. Justru Anda patut curiga kepada bayi yang sulit atau malas untuk mengoceh pada usia 4—6 bulan karena itu merupakan gejala awal dari bayi autis.

  • Sulit Menggenggam

Bayi autis cenderung akan sulit untuk memegang atau menggenggam sesuatu. Padahal, seharusnya sejak usia tiga bulan, anak bayi akan lebih aktif meraba, memegang, dan menggenggam benda-benda yang ada di sekitarnya. Apabila anak Anda mengamai kesulitan untuk menggenggam ini, waspadalah dan cobalah memeriksakan kondisi kognitif anak Anda ke dokter.

  • Jarang Menanggapi Nama

Bayi biasa mulai bisa mengenali nama mereka sejak usia enam bulan. Ketika menginjak usia 12 bulan, ia sudah sangat peka akan namanya dan akan selalu menanggapi tiap kali Anda memanggil namanya. Namun, tidak demikian dengan bayi autis. Bayi yang memiliki gangguan spektrum autisme akan jarang menanggapi ketika ada seseorang yang memanggil nama mereka.

  • Terbatas Menunjuk

Bayi normalnya memiliki kecenderungan menunjuk sesuatu yang menarik minat mereka dengan jari-jemarinya. Ia akan lebih aktif untuk menunjuk dengan jari ketika usianya sudah menginjak 12 bulan. Aktivitas menunjuk inilah yang terbatas dilakukan oleh bayi autism. Bayi-bayi dengan  spektrum tersebut cenderung pasif melakukan gerakan menunjuk sehingga Anda akan sulit melihat apa yang menjadi ketertarikan mereka.

***

Apabila anak Anda menunjukkan gejala-gejala bayi autis, jangan ragu untuk ke dokter dan meminta diadakan skrining untuk diagnosis yang lebih pasti. Skrining untuk mendeteksi bayi autis sendiri sudah dapat dilakukan sejak bayi berusia 9 bulan.