Bedah Perbedaan Asma dan PPOK dari Gejala

Bedah Perbedaan Asma dan PPOK dari Gejala

Penyakit paru-paru banyak jenisnya. Di antara berbagai jenis penyakit paru-paru, asma dan PPOK merupakan kondisi masalah pernapasan yang kerap ditemui dan dipersandingkan karena memiliki kesamaan dari segi pemicu. Meskipun demikian, kenyataannya perbedaaan asma dan PPOK lebih banyak lagi. 

Perbedaan asma dan PPOK dapat dilihat dari pemicu masalah pernapasan ini. Asma lebih mudah terjadi apabila seseorang menghirup debu ataupun mengalami stres. Sementara itu, gejala pada penderita PPOK kerap datang kapan saja secara konstan, namun akan memburuk apabila menerima paparan asap, khususnya yang berasal dari rokok. 

Selain dari pemicu, perbedaan asma dan PPOK sebenarnya lebih tampak jelas dari gejala yang ditimbulkan. Selain sama-sama mengalami sesak napas, nyatanya banyak gejala lain yang berbeda dari kedua masalah pernapasan ini. 

Gejala Asma 

Gejala asma setiap orang tidaklah sama. Selain sesak napas, berikut ini adalah beberapa gejala lain yang muncul mengawali gejala sesak napas pada penderita asma. 

  1. Mengi 

Penderita asma kerap mengeluarkan bunyi seperti siulan saat bernapas. Kondisi ini dikenal dengan istilah mengi. Umumnya, gejala mengi timbul pada penderita asma yang masih berusia kanak-kanak. 

  1. Kesulitan Tidur 

Orang-orang yang menderita asma cenderung kerap mengalami gangguan tidur. Penderita asma akan sulit tidur pada malam hari karena ketika berbaring, napas mereka akan lebih sulit. 

  1. Batuk 

Gejala lain dari asma adalah munculnya kondisi batuk pada penderitanya. Batuk pada penderita asma lebih sering terjadi pada malam hari. Batuk juga akan semakin parah apabila kondisi dingin. 

  1. Mudah Lelah 

Penderita asma akan lebih mudah merasa lelah karena saluran pernapasannya mengalami penyempitan. Rasa lelah akan semakin kuat setiap kali sehabis berolahraga. Serangan asma berupa sesak napas bahkan umum terjadi pasca penderita berolahraga atau beraktivitas fisik berat. 

  1. Bersin-bersin 

Bersin-bersin bukan hanya petanda Anda terkena gejala flu. Faktanya, bersin-bersin juga merupakan gejala asma yang muncul apabila serangan asma akan terjadi. 

Umumnya gejala asma tidak akan membuat penderitanya mengalami kondisi darurat. Bantuan oksigen dapat segera menghilangkan gejala sesak napas saat serangan asma terjadi. 

Gejala PPOK 

Perbedaan asma dan PPOK sangat mudah dilihat dari gejala selain sesak napas. Pasalnya, gejala yang mengarah ke bagian dada dan pernapasan akan lebih sering timbul pada penderita PPOK. Berikut ini adalah gejala-gejala yang kerap dialami penderita penyakit paru-paru kronis ini. 

  1. Napas Pendek 

Masalah pernapasan pada penderita PPOK akan mudah terlihat dari napasnya sehari-hari. Penderita PPOK memiliki napas yang pendek-pendek sehingga terlihat sedang kelelahan. Napas yang pendek ini bahkan terjadi ketika penderita sedang bersantai. 

  1. Batuk Berdahak

Penderita PPOK juga mengalami gejala batuk. Perbedaan asma dan PPOK dari gejala batuk ini dapat terlihat dari waktunya. Penderita PPOK rentan mengalami batuk kapan saja. Batuk dari penderita PPOK merupakan jenis batuk berdahak. 

  1. Nyeri Dada

Gejala PPOK yang satu ini kerap disangkutpautkan dengan gejala penyakit jantung. Padahal nyeri dada yang dialami oleh penderita PPOK lebih mengarah ke seluruh bagian dada.

  1. Pembengkakan Kaki 

Penderita PPOK akan lebih mudah ditandai. Pasalnya, banyaknya cairan di paru-paru akan membuat kaki membengkak. Pembengkakan pada penderita PPOK bisa dilihat di bagian pergelangan dan tungkai kaki. 

  1. Penurunan Berat Badan 

Jika diperhatikan dengan saksama, penderita PPOK yang sudah lama memiliki badan yang kurus. Ini karena PPOK rentan menimbulkan penurunan berat badan pada penderitanya. 

*** 

Sudah tidak pusing bukan perbedaan asma dan PPOK? Apapun gejalanya, lebih baik Anda segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalaminya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *