Apa Saja Obat Pilek Tradisional untuk Bayi?

Pilek merupakan penyakit yang sering menyerang masyarakat Indonesia terutama bayi. Pada orang dewasa, pilek cukup mengganggu karena bisa membuat napas tersumbat. Begitu juga dengan bayi, karena itu banyak bayi yang kerap rewel saat terkena pilek. Meski pilek dapat sembuh dengan sendirinya, namun ada beberapa orang tua yang mencoba obat pilek tradisional untuk bayi mereka.

Menggunakan obat pilek tradisional merupakan salah satu cara alternatif sebelum mengunjungi dokter. Terutama di masa pandemi yang membuat orang tua cukup takut untuk membawa anaknya ke dokter. Ada beberapa cara tradisional yang bisa dicoba antara lain:

  1. Sinar Matahari

Saat terkena sinar matahari, maka tubuh akan memproduksi vitamin D secara alami. Vitamin D yang dihasilkan matahari berguna untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh bayi Anda. Saat mereka pilek, maka Anda bisa menjemurnya setiap pagi. Namun hindari menjemur bayi Anda diatas pukul 10 pagi dan jemur mereka selama 10 hingga 15 menit.

  1. Pelembab Ruangan

Udara kering dan dingin akan memperburuk hidung tersumbat pada bayi Anda karena dapat menyebabkan penumpukan lendir. Untuk mengatasinya, jaga ruangan bayi agar tetap lembab dengan menggunakan pelembab ruangan. Jaga juga agar ruangan tetap hangat untuk bayi Anda. Tapi jangan meletakkan pelembab ruangan dekat dengan bayi Anda.

Anda juga bisa menambahkan essential oil dengan kandungan peppermint, thieves atau eucalyptus. Namun sebelum menggunakanya, pastikan Anda essential oil tersebut aman untuk bayi Anda. Saat ini banyak merk essential oil yang memang dikhususkan untuk bayi dan bisa Anda coba.

  1. ASI

Madu merupakan salah satu obat pilek tradisional untuk bayi yang cukup ampuh. Saat anak Anda terserang pilek, maka berikan ASI. Bayi yang sering diberikan susu maka masa penyembuhan pilek mereka akan lebih cepat bahkan gejala yang ada tidak akan terlalu parah karena kandungan antibodi yang ada pada ASI. Saat menyusui bayi yang terkena pilek, maka tubuh ibu otomatis akan menghasilkan antibodi terhadap virus tersebut. Antibodi tersebut akan diteruskan ke bayi melalui ASI guna membantu meningkatkan kekebalan dan melawan virus. Namun jika bayi Anda tidak mengonsumsi ASI, Anda bisa memberikannya susu formula.

  1. Madu

Jika pilek yang bayi Anda alami disertai dengan batuk, maka Anda bisa memberikan bayi Anda madu. Namun jangan memberikan madu pada bayi berusia dibawah satu tahun. Dalam beberapa penelitian menunjukkan jika mengonsumsi satu sendok teh (15 ml) madu sebelum tidur bisa membuat bayi Anda tidur lebih nyenyak dan meredakan batuk. Itu karena madu memiliki sifat antimikroba dan antibakteri. Namun takaran satu sendok teh hanya untuk bayi berusia 6 hingga 11 tahun sedangkan untuk anak berusia 1 hingga 5 tahun setengah sendok teh.

  1. Sup Ayam

Anda bisa memberikan sup ayam untuk membantu mengencerkan lendir penyebab hidung tersumbat pada bayi yang sudah berusia diatas 6 bulan atau bayi yang sudah MPASI. Dalam penelitian menunjukkan jika nutrisi yang ada dalam sup ayam dapat meredakan peradangan yang menyebabkan gejala pilek. Untuk bayi yang baru mengenal makanan padat, Anda bisa mencampurkan sup untuk membuat puree atau Anda juga bisa menggunakan kaldunya saja.

Memberikan obat pilek tradisional untuk bayi Anda hanya sebagai alternatif jika pilek yang bayi Anda derita tidak terlalu parah. Namun jika pilek tersebut disertai demam, lendir berwarna hijau dan bayi mengalami kesulitan bernapas, maka segera bawa bayi Anda ke dokter guna mendapatkan penanganan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *